“aku siap, menerima tamparan terkerasmu”
Gadis bermata sayu, menatap lekat pujaannya
“kau dimabuk cinta sayangku”
Berkata lelaki penuh pikat pada suaranya
Sejenak termenung, sang gadis menjawab
“tidak, aku siap sebetul-betulnya”
Angin menghembus
Menarikan rambutnya, menguji mata indah
Yang tanpa kedip menatap penuh puja
Menderap segera
Dinding bernama kebuntuan
Sebab cinta terlambat diungkapkan
Mereka duduk,
Begitu berdekatan.
Kulit yang kencang saling berpegang
Tapi galaunya terpisahbelah samudera
Tubuh hilang arti
Pertemuan bertimangkan cinta
Memangku dua hati yang memanggil
“kemanakah kita kan melangkah”
“ke museum”
Keduanya bangkit, dan pergi
Tersenyum
Mereka tahu betul
Definisi esok adalah perpisahan