Category Archives: Beep

Lembaran Baru

mata ini tertutup dengan lelap

kulalui hariku yang indah

dengan hadirmu disisi

menemaniku, hingga jenuh menjauh

meski kau tak terjangkau

namun sayangmu kurasa

meski kau tak disini

namun senyummu kulihat

sayang…

maafkan aku tak bisa menemanimu

aku mohon padamu

terima hatiku

pegang erat ucapku

jaga cintaku

karena kekal yang kumau

aku sayang padamu

sampai rembulan lenyap

hingga bintang tak berkilap

dan aku terkurung dalam gelap

sedih

malam ini…

aku merasa sedih…

entah mengapa

 

yang kurasa hanya sepi

menari…

dan tak berhenti

yang kulihat hanya hampa

tanpa rasa yang kudamba

 

malam ini…

aku merasa sedih…

 

dalam dada penuh sesak

tanpa jiwa yang bergejolak

hari indah yang kuharap

seolah tak mengghadap

kearahku…

 

malam ini…

aku merasa sedih…

 

dengan wajahmu terbayang

berharap datang dan tak hilang

dari hatiku yang terbuang

 

satu ucapku…

aku cinta kamu…

sayangku…

kelu

kegelapan hinggapi diriku
bibirmu tak lagi bicara
namamu tak lagi disebut
rasa rindu tanpa balas dan membuatku tak berarti

kau yang membawaku kesana
dunia penuh makna dan warna
akankah tetap bermakna tanpa senyummu
masihkah berwarna tanpamu

lautan air mata seakan tak berarti
dapatkah kau kembali…
penuhi hidupku dengan canda, impian dan harapan

realita kehidupan yang berjalan membuatku semakin hilang
dan terbuang….
kuhanya terduduk di liangmu
tanpa hasrat menggebu seperti dulu

ayat-ayat tentang cinta dan sayang
kusenandungkan untukmu
masihkah kau dengar dan terharu?

BASED ON TRUE STORY

kemarin… kulihat seorang pria,
memang hanya pria… pria biasa…
ia tertawa lepas tanpa beban diatas motor,
motor biasa… tak istimewa….

dengan satu tangan ia membawa
bukan karena sengaja.. memang tak punya

lengan baju kiri mengayun tertiup angin…
melangkah ke dalam masjid
membasuh muka penuh hikmat meski kurang nikmat
mengangkat tangan dan berucap
“ALLAHHUAKBAR”

tanpa tangan kiri ia tertawa……
tanpa lengan kiri ia berdoa….

mengapa kita tidak….
2 tangan kita punya….
kendaraan mewah kita punya….
hidup hampir sempurna

lihat….
seorang pria sederhana, bertampang biasa, dan
…. tanpa lengan kiri…..
masih bisa berdoa kepadaNYA,
masih bisa bersykur kepadaNYA,

mengapa kita tidak bisa seperti dia????
haruskah ALLAH mencabut 1 lengan agar kamu berdoa????

Pria dan Cinta

lihat….
sinar mentari t’lah datang
beri kesejukkan bagi yang hilang
akan jiwa dan kata sayang

lihat…
seorang pria tertatih menghampiri
untuk gadis yang cerahkan hidupnya
seperti mentari
bagai cahaya bulan terangi malam.

dengarlah…
suara burung bernyanyi
seakan menyambut….

seorang pria dengan keteguhan hati
sebrangi lautan dengan penuh sesak
lewati hutan dengan luka
tuk hapuskan rindu

tebarkan senyum
rentangkan tangan
tuk menyambutnya

senyummu kan hilangkan sesak didada
basuh tubuhnya tuk hilangkan luka
raih hatinya dengan cinta

ririe

Tuhan, terima kasih kau berikan kesempatan untukku…
mungkin hanya untukku
kutelah bertemu dengannya
masa laluku….
masa kecilku ….
masa indahku …
tuhan, tolonglah
bantu aku untuk selalu bersamanya
mengenang hari-hari penuh tawa
mengarungi hidup dengan canda
hingga mengerti arti bahagia

Kuingin Lagi….

malam sunyi menghiasi hariku di tengah kesepian
hembusan angin tak lagi sejuk malah menusuk
bintang dimanakah engkau?
kurindukan cahayamu….

kupendam kerinduan hingga menjadi lubang
yang penuh angan dan impian
tak lagi kuberlari dalam riuh kehiduan
hanya malam dan keheningan

dimanakah mentari saat kucari?
terlambatkah aku menyadari?keluguan yang dihiasi senyum tertahan penuh makna

turunkah rembulan saat kupanggil?
kumengelak dengan dalil….
semua tentangmu, yang selalu menari dalam mimpi

bibir ini berkata muak
namun hati berkata tidak
adakah kesempatan lain untukku?
berharap akan rindumu yang telah lama menjadi debu

aku, dia dan hilang

kawan lihatlah…
awan gelap nan pengap
langit cerah tak lagi tertawa
redup, bagai lentera yang diterpa angin

intuisi menyayat hati anak manusia
raungan seorang pria yang terluka karena cinta

salahkah dia?
namamu yang kupuja tak lagi berduka
aku berdiri di tangga rapuh
melangkah dan terjatuh

aku, dia, dan mereka
tak ada yang sempurna
kotornya aku…
tak lagi tertawa hanya diam dan menderita

penantian

1…2…3…4…5
UH..
6…7…8…9…10…
lelah…
terlalu lama ku menunggu
1…2…3…
kucoba menghitung kembali
namun…tetap tak ada
4…5…6…
(plung…???)
aaaaahhh…
akhirnya….
ia keluar
penantianku tidak sia-sia
perutku merasa lega….