Tag Archives: cinta

7 Jeda Keenam

 

––

Setelah kau membenciku
Dan menistakan namaku
Datanglah masa itu,
Kau mencintaiku

.-

Dalam remang
Kau menelengkan kepala
Membisikkan desah
Dan keringat manis timbul dalam udara berpendingin

.-

Kau memaki
Menista kembali
Dan tak putus mengingatku

..-.

Dalam remang
Kau cengkeram tanganku
Entah mencegah
Entah meminta

-..

Kau memaki
Menista kembali
Kali ini, kau mau sedikit mendengarkan

..

Karpet merah terbentang
Kau menista namaku penuh rindu
Kau memaki penuh kagum
Hati telah bersahutan
Dan udara adalah cinta

-.

"Disebabkan salahku?
Atau perasaanmu membiru?"
Tanyamu sendu.

"Perasaanku", jawabku

"Ya, ya…"

.-

 

---------------------
May 16th, 2011, 09:53 am 

Sedikit Kisah dan Secercah Kilau

Sedikit hati bagi yang tak memiliki

Sedikit bumi bagi yang tak berpijak

Sedikit hangat bagi yang membeku

Sedikit cinta bagi yang kehilangan

 

Secercah cahaya bagi yang kelam

Secercah harapan bagi yang putus asa

Secercah angin sejuk bagi yang gelisah

Secercah sentuhan bagi yang ketakutan

 

Sedikit sakit untukku yang lupa diri

Secercah senyum untukku yang tak berwajah

 

 

Suatu Senja yang Terlambat

“aku siap, menerima tamparan terkerasmu”
Gadis bermata sayu, menatap lekat pujaannya

“kau dimabuk cinta sayangku”
Berkata lelaki penuh pikat pada suaranya

Sejenak termenung, sang gadis menjawab
“tidak, aku siap sebetul-betulnya”

Angin menghembus
Menarikan rambutnya, menguji mata indah
Yang tanpa kedip menatap penuh puja

Menderap segera
Dinding bernama kebuntuan
Sebab cinta terlambat diungkapkan

Mereka duduk,
Begitu berdekatan.
Kulit yang kencang saling berpegang
Tapi galaunya terpisahbelah samudera

Tubuh hilang arti
Pertemuan bertimangkan cinta
Memangku dua hati yang memanggil

“kemanakah kita kan melangkah”
“ke museum”

Keduanya bangkit, dan pergi
Tersenyum

Mereka tahu betul
Definisi esok adalah perpisahan

Sebuah Posting Gak Penting Tentang Cinta

Saya tahu rasanya dada berdenyut sesak karena mendambakan seseorang. Seolah seluruh oksigen di dunia habis, seolah tanah tempat berpijak adalah rawa yang labil. Rasa takut, rasa rindu, rasa senang, menekan berbarengan tepat di ulu hati, serasa jantung diremas-remas tanpa bisa melawan. Banyak yang bilang ini adalah jatuh cinta, atau orang dulu bilangnya gandrung.

Setelah rasa itu mendarat keras di dalam hati dan pikiran, akan ada hal lain ikut menelusup; rasa cemburu. Sebuah bumbu indah yang mewarnai jalannya percintaan, sekaligus bisa menghancurkannya. Tapi saya rasa penghancuran hubungan cinta melalui cemburu adalah sebuah sistem alami untuk membuat seseorang bertemu dengan orang yang lebih tepat untuknya. Atau biasa dikenal sebagai seleksi alam.

Sudah umum, sebelum dua insan membuat komitmen, sebelumnya mereka menjalin hubungan pertemanan terlebih dulu. Beberapa orang tidak sadar, bahwa begitu memasuki suatu hubungan berkomitmen, segalanya tidak akan sama.

Dari ketidakmengertian akan satu hal ini saja beberapa orang mengalami ‘seleksi alam’ (baca: perpisahan) lebih cepat dari yang lain. Tidak bisa kita mengharapkan seorang pacar bersikap sepenuhnya seperti seorang teman biasa, dan tidak bisa kita berharap seorang suami/istri akan bersikap sepenuhnya seperti seorang pacar. Akan selalu ada tuntutan yang meningkat, seiring dengan bertambahnya tingkat keseriusan sebuah komitmen.

Dan denyutan-denyutan asing yang mengasyikkan tadi berangsur-angsur akan mereda, berganti sesuatu yang lebih dewasa; tanggung-jawab. Dia mereda, bukan hilang, menjadi sebuah perasaan yang lebih terstruktur dan rasional. Denyutan itu akan sesekali muncul pada momen yang tak pernah bisa ditaksir, menjadi penguat akan rasa cinta yang semakin bijak. Sebuah sistem alam untuk membangun fondasi-fondasi cinta sejati di alam raya.

[spoiler name=”Terjemahan google translate”]I know it’s throbbing chest tightness due to crave someone. As if all the oxygen in the world runs out, as is the swamp land where an unstable footing. Fear, a sense of longing, pleasure, pressing together right in the solar plexus, heart seemed to knead without being able to fight. Many say this is love, or someone had told you in infatuated.

After feeling it landed hard in the hearts and minds, there will be other things involved menelusup; jealousy. A wonderful spice that characterizes the course of romance, at once can destroy it. But I think the destruction of the relationship of love through jealousy is a natural system to get someone to meet with someone more right for her. Or commonly known as natural selection.

It is common, before the two beings make a commitment, before they establish a relationship of friendship first. Some people do not realize, that once entered a committed relationship, everything will not be the same.

From this lack of understanding of one thing only some people have ‘natural selection’ (read: breakup) faster than others. We can not expect a boyfriend to be entirely like a normal friend, and we can not expect a husband / wife will be completely like a girlfriend.There will always be demand to increase, along with increasing levels of seriousness of a commitment.

Foreign-throbbing and throbbing exciting earlier will gradually subside, change something more mature; the responsibility. He eased, not disappeared, to be a feeling that more structured and rational. Pulsation would occasionally appear at the moment that could never be estimated, the amplifier will sense the love that the wiser. A natural system to build the foundations of true love in the universe.[/spoiler]

++Mobile