Anak muda dengan semangat hijaunya
Merasa dapat memakan dunia
Orang tua dengan pengalamannya
Tahu betul lemahnya manusia
Dan Tuhan sadar betul
Membiarkan keduanya ada
———————-
25 juli 2011, 00:30 am
Anak muda dengan semangat hijaunya
Merasa dapat memakan dunia
Orang tua dengan pengalamannya
Tahu betul lemahnya manusia
Dan Tuhan sadar betul
Membiarkan keduanya ada
———————-
25 juli 2011, 00:30 am
Setelah begitu keras
Hidup menerpa
Kami menyimpulkan
Tak ada benar dan salah,
Hanya makan
Anak adalah alat
Jalanan adalah swalayan
Kami hidup seperti kalian
Punya rumah dan bisa makan
Mencicil hidup yang layak
Tapi tetap
Anak adalah alat
Dan jalanan adalah swalayan
Belas kasih adalah komoditas,
produk tanpa tanggal
Kadaluwarsa
Kami adalah kecoak
Di kolong negerimu
“Kutegaskan, tak ada yang lain.”
Kataku
“Kutegaskan, akan ada yang lain.”
Jawabmu
Dan kita tersenyum
dan Tuhan,
pada pertemuan gerigi dunia
aku berdiri
hidup menjadi keberuntungan
karena belum juga mati
dan Tuhan,
di tengah keramaian itu
aku gemetar melihat wajahMu
sedang manisnya dosa berleleran dari mulutku
dan Tuhan,
Kau terlihat besar,
semakin besar,
semakin membesar,
aku mematung bagai bocah di puncak gunung
memandang dunia.
MemandangMu
Segala keramaian hilang
hanya ada ruang gelap, aku, dan Kau
Mulutku menganga,
dosa segar membanjiri rahang dan leherku.
Terkesiap.
adakah Kau
membunuhku sekarang?