dan Tuhan,
pada pertemuan gerigi dunia
aku berdiri
hidup menjadi keberuntungan
karena belum juga mati
dan Tuhan,
di tengah keramaian itu
aku gemetar melihat wajahMu
sedang manisnya dosa berleleran dari mulutku
dan Tuhan,
Kau terlihat besar,
semakin besar,
semakin membesar,
aku mematung bagai bocah di puncak gunung
memandang dunia.
MemandangMu
Segala keramaian hilang
hanya ada ruang gelap, aku, dan Kau
Mulutku menganga,
dosa segar membanjiri rahang dan leherku.
Terkesiap.
adakah Kau
membunuhku sekarang?
nice!
goenawan muhamad ada blognya tau? blognya neat banget, membuat gue tergoda untuk ganti leyot lagi
Iya gw liat, asiklah dpt bacaan baru. ^^!