Tag Archives: puisi renungan

Bau Kaki

dalam deru geram mesin manusia
dalam deru redam rintih manusia
ada …..
mengambang dalam nafas
tembus malam arungi siang

kalau ingin dengar buka mulut
kalau ingin bicara buka telinga
dan dunia terombang terbalik terambing terbolak
dalam satu telapak kaki bau milik populi

Ego dalam kubik

Kalimat yang terlontar hari itu..
seharusnya tak pernah kuucapkan.
Sungguh buruk akibat yang kusebabkan karenanya.

Terkurung…
Tak mampu bergerak bebas…
Nafasku nyaris tak bersambut dengan udara bebas
Aku tertipu…

Hanya karena terbuai oleh hukum medan magnet, aku lupa diri.
Bahkan otak kiriku menjadi bebal.
Kakiku yang sudah terbiasa mampu menumpu beban, kini menjadi lemas bergantung.

Kupaksakan mulutku dengan gulali omong kosong. Hingga hanya manis yang kurasakan.
Lupa akan ke’alpa’an air jernih yang lebih menyegarkan.
Situasi yang terus menerus kuulang sendiri.
Sampai tebal rasanya kulit ini.
Tak dapat lagi tertembus oleh kritikan pedas dari dunia.

Sungguh aku tertipu…
Sungguh aku lupa diri…
Sungguh…
Aku hanya manusia…