Tag Archives: ngomong-ngomong

ExitReality : Surfing Dalam Dunia 3 Dimensi

Project4Buat yang udah sering surfing, pasti udah tau tampilan situs kayak apa. Buka browser, masukin url, enter, terbukalah halaman web yang dituju dalam tampilan datar 2 dimensi (ato paling banter situs yang bagus grafiknya sehingga tampak seperti tiga dimensi). Nah ini ada hal baru dari Exit Reality, perusahaan pengembang browser 3 dimensi, yaitu sebuah plugin browser; ExitReality.

Penjelasannya lebih baik gue copy paste langsung dari situsnya:

What is ExitReality for?
  • View any webpage in 3D… every website is now a virtual world
  • Turn your standard 2D web page into your own unique 3D space
  • Meet and chat with people in 3D
  • Search and explore thousands of online 3D communities and meet new people!
What Can I Do?
  • Convert, decorate and share your Social Network Page in 3D
  • Collect cool objects to add to your 3D space or apartment
  • Create a 3D Avatar, chat with friends and meet new people
  • Invite people to your virtual space
  • Host real time parties and events at your online space

System Requirements :
Minimum Recommended
Internet Connection Dialup Internet Connection (56kbps) Broadband Connection (512kbps)
Operating System Windows: 2000 Windows XP or Vista
Processor (CPU) 800 MHz Pentium III or Athlon CPU 2 GHz Pentium 4 or Athon CPU
Memory (RAM) 256 MB 512 MB
Graphics Card DirectX 7 Series Graphics Card DirectX 9 Series Graphics Card
Web Browser Support Internet Explorer 6 or Firefox 2 Internet Explorer 7 or Firefox 3

Liat video ExitReality in action :

httpv://www.youtube.com/watch?v=COSkTwVF8-c

Hehehehe, gue coba kunjunging www.nyenius.com pake ExitReality hasilnya kayak gini:

Baru dateng...

Mulai Menghampiri

Mulai Menghampiri

Nyamperin sebuah posting...

Nyamperin sebuah posting...

Melihat images dalam posting...

Melihat images dalam posting...

Hihihihihi kayak ruang kelas gitu. Asiknya kalo ada orang laen juga yang ngunjungin sebuah situs dengan ExitReality, kita bisa berinteraksi dengan mereka, kayak di SecondLife lah.

Sayangnya, waktu gue coba klik sebuah link di dunia nyenius 3D, tetep aja mbuka nya di browser biasa dengan tampilan biasa, entahlah, mungkin karena web gue nggak 3D ready kali ya hehehehehehe :p. Oh iya, sayangnya lagi buat Mac gak ada 😀 .

Bruum Bruuuummmmm…..

Siang hari jumat kemaren, gue berangkat ke Trisakti grogol, melalui rute biasa, lewat gramedia pal merah. Bersama Mira, tunggangan baru gue, kami asyik melata di jalan beton yang lega dan lurus itu. Tiba-tiba dibelakang terdengar motor menggerum, dengan knalpot memekakkan telinga. Gue berujar, “Mir, ada yang mau mbalap, ayo kita duluan.” Dan langsung gue tancap gas nya Mira, melaju cepat, cepat, cepat, sampai tak terasa sudah di samping gedung Gramedia. Suara motor di belakang kami pun terdengar makin menggila, tampaknya dia pun menarik gasnya tanpa ragu, makin lama terdengar makin mendekati,

Dementor di Kehidupan Nyata

Srupuuut

Srupuuut

 

Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tau tentang Dementor. Digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor adalah… 

“Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them… Get too near a Dementor and every good feeling, every happy memory will be sucked out of you. If it can, the Dementor will feed on you long enough to reduce you to something like itself…soul-less and evil. You will be left with nothing but the worst experiences of your life.” [harry potter wikia]

Atau dengan kata lain, Dementor punya kemampuan menyedot semangat hidup manusia sampe bisa jadi putus asa. 

Belakangan ini, gue menemukan bahwa ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi. Repotnya, Dementor di dunia nyata lebih sulit dikenali. Kalo di cerita Harry Potter Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa. Mereka bisa aja duduk di sebelah lo di kantin, berdiri di belakang lo waktu ngantri karcis busway, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik pintu bertuliskan “BOSS”. 

Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada gunanya, dsb dsb. Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu menular, dan dampak penularannya sangat merugikan. Hati-hati!

Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor?
Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita sendiri. Semakin banyak lo mengeluh, semakin lo benci sama diri sendiri. Semakin lo benci sama diri sendiri, lo semakin yakin bahwa diri lo nggak berguna. Semakin lo yakin diri lo nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik. 

Kenali Dementor sejak dini
Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:

1. Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada solusinya. 

Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah, mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang tadinya ‘seru’ dan ‘hore’ jadi ngedrop dengan curhatan-curhatannya. 

Contoh:
“Eh si X baru beli HP lho!” kata seseorang
“Oh ya, apa merknya?” sambut yang lain antusias
“Sony Ericsson, kalo nggak salah”
“SE?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor. Nih gue pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya… blablabla… mana harga jualnya cepet jatuh… blablabla… mau beli lagi nggak ada duit… blablabla… apa-apa sekarang mahal… blablabla… gaji nggak naik-naik…”
Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah. Atau dengan kata lain, ya itu tadi: ngedrop. 

2. Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak peduli sebagus apapun keadaannya. 

Kalo mau dibilang sebagai ‘bakat’, memang kemampuan Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang. Saat semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu, para Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu menemukan celanya. 

Contoh:
“Gue kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng sekali ya… udah gitu keliatannya baik, lagi.”
“Iya, gue juga pernah ketemu. Dia juga setia, lho…”
“Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik waktu kuliah dulu.”
“Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan tinggi, kan?”
“…kalo tidur pasti ngorok kaya babi,” kata sang Dementor merusak suasana.  

3.Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan. 

Contoh:
“Hai, gue denger abis pindah rumah ya?”
“Iya nih, biasa… pinjeman dari kantor…”
“Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. gue dong masih ngontrak mulu…”
“Oh…”
“Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah ngepas, gimana mau nabung buat beli rumah?”
“Ehm… tapi…”
“Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh rasanya… Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak…”
“Eh… permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?”

4. Dementor gemar mematikan semangat orang lain. 

Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan. 

Contoh:
“Gue mau coba bisnis baru nih!”
“Bisnis apa?”
“Jualan baju anak-anak”
“Yahhh… hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di ITC yang jualan baju udah segambreng?”
“…tapi koleksi gue unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!”
“Alaaah… unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran. Liatin aja!”
“Euh… gue juga berencana ngikutin perkembangan tren lho…”
“Emangnya lu kira gampang? Gue pernah tuh, coba jualan baju kayak elu. Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi. Mana barang dagangan dibawa kabur orang…”
dst dst dst. 

Kiat menghadapi Dementor
Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang yang ada di dekat lo menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor, segeralah jauh-jauh. Cari alasan apa aja, bilang mau beli permen ke Ujung Kulon kek, mau nguras sumur kek, terserah. Yang penting jangan deket-deket mereka. Ingat, Dementor itu sangat menular! 

Checklist Dementor
Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi nggak menyadarinya, coba teliti daftar berikut. Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati, kalian sedang menjelma menjadi Dementor. Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.

  • Sebagian besar orang lebih beruntung dari gue
  • Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil gue
  • Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Gue nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak
  • Gue nggak tau gue ingin jadi apa
  • Gue benci sama kantor gue, tapi kalo gue resign nanti nggak ada kantor lain yang mau nerima
  • Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
  • Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat pantat, pasti.
  • Dari dulu memang gue ditakdirkan apes
  • Gue nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain
  • Orang tua gue asal-asalan nyekolahin gue, makanya gue jadi kaya gini sekarang
  • Gue nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik
  • Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup gue, sih.
  • Percuma gue kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja
  • Orang lain enak punya duit buat refreshing. Gue boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo gue stress.
  • Gue udah ketuaan untuk nyoba hal baru
  • Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin gue
  • Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran gue, yang ada emak gue nodong mulu buat beli beras
  • Kalo ada orang baik sama gue, pasti ada maunya
  • Boss muji gue? Pasti dia salah orang.
  • “7 Habits”-nya Steven Covey? Itu kan buatan Amerika, mana bisa berlaku di sini
  • Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi gue yang jelek begini
  • Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.

Pesan bagi para Dementor
Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes sedunia. Padahal  sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang. Jadi, lo harus mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang. Itu nggak gampang, lho. Apa iya lo sehebat itu?

Note: Seluruh ini posting ‘dementor’ ini gue copy-paste dari email, hihihihihi

First Time When Online

LOGO2.0 part IInternet, memang bikin keranjingan, terutama bagi diri gue pribadi. Semenjak mendapat kesempatan untuk bisa online di kamar sendiri (waktu itu di kostan), pada masa taun 2004 awal. Waktu itu bisa online karena Indosat Matrix lagi ngadain paket gprs flat Rp. 25.000 /bulan, dengan quota unlimited. Itu pun kalo gak salah tidak bisa bebas daftarnya, makanya gue daftar lewat Aves yang masih kuliah di Binus. Semenjak itu, hampir setiap waktu melek gue dihabiskan dengan online. Ya gimana gak lama, wong speednya memang luammmaa banget. Saat itu sebagian teman SMA gue lebih beruntung mendapatkan koneksi lebih cepet lagi. Tapi gue bersukur pertama dapet kesempatan online 24 jam dengan koneksi lemot, setidaknya gue jadi ‘sadar-bandwith’ sewaktu membuat website.

Sampai saat ini, gue masih keranjingan online, bahkan pada saat nggak tau mau ngapain online, tetep aja gue online. Pasangan standar gue adalah, Sam (laptop) bersama charger, dan modem GSM di dalem tas. Itu selalu gue bawa kemana-mana, ke kampus, toko, rumah. Sampe rata-rata orang yang kenal gue semuanya komentar, di rumah bini gue bilang; “Ke kampus ngapain bawa laptop, gak bakal dipake kan?”, gue jawab “siapa tahu?”. Temen kampus macam Anggi, Baim, Vino selalu bilang, “ngapain lo bawa tas berat-berat kayak gitu, isinya apaan aja sih?” Lo orang bisa baca postingan Soraiman tentang efek positip negatip internet ;  Internet dan Dampaknya, Pencegahan Dampak Negatif Internet.

Hal yang paling pertama gue buka adalah email Gmail. Dari sini biasanya banyak kejutan-kejutan. Anak-anak milis Lontrong ataupun versi X-nya suka berantem gak jelas atau forward-forward hoax dan lain-lain. Dari Forum Pembaca Kompas, tentu saja ada berita dan diskusi yang lebih mendalam, tidak sedikit tokoh nasional yang aktif di milis tersebut. Lumayan banyak juga milis yang gue ikutin sampe yang udah gak begitu gue perluin masih juga gue ikutin (tapi kayaknya setelah posting ini, mau gue stop deh). Bete juga sebenernya baca email dari milis, reminder ato notification dari situs-situs (apalagi tagihan hosting), karena itu ditujukannya ke orang banyak, bukan ke kita personal. Maka alangkah senangnya kalo mendadak ada email yang masuk ditujukan buat gue. Biasanya yang suka kirim kayak gitu tuh si Aves, kerjaan sih biasanya, Anggi, mulai dari yang lucu sampe yang bikin enek, Adit, terakhir kirim lagu, Ritchi, gak jelas, Anes, nanya mazhab, Fahdi, kabar-kabar temen sma ato hal aneh baru di internet. Duh kok gue jadi nyeritain inboks gue yah, okeh lupain aja semua omongan gue tadi ya :D.

Email

  1. – Gmail.com saja lah, lebih simpel. Daripada Yahoo! Ribet, rame banget, kayaknya mo buka email aja orang sekampung ikut-ikutan. Tapi Yahoo! tetep penting, buat YM an 😀

Search Engine

  1. Pake keluarga google juga, baik data maupun image.
  2. Sesekali pake wikipedia. 

Blog

  1. Gue pasti tengok blog gue, blog Anes, blog Aves, blog Rai, blog Fahdi, blog Nazla, blog Agung, blog Resa, blog Shintiya, blog Imdad, blog bukuMerah,

Download Komik

  1. Biasanya ke http://anip.homeunix.org/manga , tapi cara downloadnya kurang enak.
  2. Dapet dari Rai http://galanime.com Lumayan, asik downloadnya, bisa per chapter maupun per volume langsung. 

Download mp3, video, aplikasi

  1. www.fileshunt.com. Ini salah satu situs dari sekian situs serupa yang mengklaim dirinya sebagai search engine-nya rapidshare. Ya lo pada tau kan, apa aja juga ada di jeroan nya Rapidshare ;))
  2. Video, hehehehehe mending ke youtube aja lah. Buat download nya, kalo pake firefox, bisa pake plugin unPlug, tapi ada cara yang menurut gue lebih nyaman lagi, pake download manager Free Download Manager, doi mampu download video dari banyak situs, bisa langsung dikonvert pula. Aslinya emang download manager, tapi kemampuannya banyak tuh.
  3. Downloads.com. Tempat download aplikasi yang cukup handal dan terpercaya. Karena gue pernah download satu aplikasi yang sama di dua tempat berbeda, hasilnya yang di tucows.com mengandung spyware dan yang di download.com bersih 😀
  4. SourceForge.net. Ini nih markasnya aplikasi openSource 😀
Jejaring Sosial
  1. Facebook. Sekarang sih cuma akses kalo ada friend request ajah, tadinya sering maen game disitu. Tapi sekarang males, udah jadi ribet.
  2. Friendster. Sekarang cuma akses kalo ada nofigication ada testi ato mesej ato friend baru.
Hiburan
  1. 21Cineplex.com. Hihihihihi buat yang suka nonton, kayaknya ada bagusnya tengok dulu ke situs ini sebelum berangkat ke studio yang di tuju.
Ya dan lain-lain dah. I’ll keep it updated insyaallah 😀

Bicara Cinta

Cinta dan Taik        

 

 

 

 

 

 

 

 

Cinta dan Taik

Baru saja ngobrol-ngobrol panjang dengan teman gue Vino (Beep) dan Anggi, pusat perhatian pada pertemuan itu adalah Vino beliau sedang mengalami patah hati berat, yah seperti apapun bentuknya, yang namanya patah hati itu berat. Gue dan Anggi ngedengerin ceritanya, kita simak kisahnya. Sebagian orang mungkin bakal mencibir dengan mengatakan; “Cuma begitu aja, berlebihan banget.” Ya mungkin mereka lupa seperti apa rasanya ada diposisi Vino. Atau mereka belum pernah ngerasain, atau mereka pernah ngerasain dan sadar bahwa hal seperti itu remeh saja. Atau seperti yang terjadi pada kebanyakan orang; Cuma mau mengerti maunya sendiri, tanpa peduli maunya orang. Kalo kata Fredy Mercury “Because you don’t know what it’s mean to me..” Bagi para pendengar yang Cuma ngedenger kilasan ceritanya aja, mungkin kisah dia gak banyak berarti, atau gak berarti apapun. Tapi bagi si Vino yang hidup langsung didalam cerita itu, beda lagi rasanya.

Gue masuk ke dalam ‘adegan patah hati’ nya Vino mungkin sudah pada minggu kesekian, istilahnya penyakit, stadium nya udah berubah. Sekarang dia berkata; “Cinta itu gak ada”, mungkin kedengerannya konyol tapi ya itu yang lagi dirasain. Mungkin banget pernyataannya berubah dalam beberapa hari ke depan (barusan aja gue sms udah ada tambahannya ‘cinta itu gak ada, tapi indah’) hahahahahaha.

Ok back to the topic, ketika dia bilang begitu, tiba-tiba gue jadi mikir sendiri apa arti cinta menurut gue? Aaaa… Nggggg…. Ummmm…. Celingak-celinguk,…… Gue gak bisa nemuin apa pun. Bagi gue, cinta itu kompleks, rumit, njlimet, ruwet. Gue sadar bakal banyak yang membantah omongan gue itu, dan gue yakin banyak orang yang bisa mengatakan definisi cinta dalam ungkapan yang ringkas, bahkan nggak sedikit yang bakal berenti baca tulisan ini ditengah-tengah karena muak ngebahas cinta dalam ungkapan bahasa, huehehehehehehe. Cinta itu seperti energi yang terus mengalir, alirannya bisa memangun juga bisa merusak. Dan sebagaimana energi, dia tidak dihancurkan atau dimusnahkan, hanya bisa berubah ke bentuk yang lain. Energi orang yang jatuh cinta dengan yang patah hati, sama besarnya, hanya beda bentuk dan aromanya. Orang yang jatuh cinta, mampu berbuat apa saja demi rasa cintanya itu, semuanya dilakukan dengan senang dan rela, orang yang patah hati mampu berbuat apa saja, demi mengungkapkan kesedihannya, biasanya dilakukan dengan murung dan destruktif. Rasa cinta dan patah hati adalah dua muka pada satu koin yang sama.

Gue bilang cinta itu ruwet, karena memang ruwet. Ngobrol ngalor ngidul, nyari solusi untuk melepaskan orang itu dari cengkraman muram, tapi tetep aja, cara apa pun masih nggak bisa nembus dinding kesedihan yang meliputi hati orang yang patah hati itu. Logika udah dipake, kemungkinan terus dicari, tapi ketika ujung-ujungnya soal cinta, siapa pun jadi tak terbantahkan, dengan logika paling sederhana sekalipun.

Pengen rasanya bilang, kalau mau tahu cinta, menikahlah, coba lihat disana seperti apa jadinya pendar-pendar cinta yang lo rasakan sekarang ini. Ketika cinta semakin masuk ke dalam tahap yang lebih serius dan menuntut komitmen yang lebih, pencurahan pikiran, raga dan waktu. Gue belum lama menikah, dan masih gagap mengeja cinta ke dalam keseharian, masih banyak rasanya batas-batas yang gue langgar. Gue berkata ke Anggi; “Kalau mau tahu definisi cinta, coba tanya sama ibumu, lihat apa jawabannya.” Gue menantang dia untuk bertanya sekaligus gue pun ingin tahu apa jawabannya (soalnya nyokapnya lebih trendi daripada anaknya). Sebab tidak mungkin rasanya gue nanya hal itu ke ibu gue sendiri, rasanya orang tua gue bukan orang yang suka menjelaskan panjang lebar tentang hal-hal seperti itu, akan lebih mudah bertanya tentang hal-hal praktis kepada mereka. Dan tanpa bertanya pun gue udah melihat betapa cinta telah mewujud dalam kerja dan laku sehari-hari mereka, dalam diri mereka cinta sudah melampaui batas definisi dan arti, cinta telah menjadi dirinya yang seutuhnya. Tapi gue gak ungkapin hal itu, Cuma senyum aja membiarkan Vino menikmati definisinya sendiri.

Coba baca salah satu puisi lama Vino yang mengena pada kondisi dia sekarang Aku, Dia dan Hilang.

Sampai akhir pertemuan, pikiran gue gak bisa jelas membayangkan soal cinta, rasanya mendadak penuh kepala ini. Di kafe tempat kita ngobrol itu, tak habisnya mengalun lagu-lagu penyayat hati, terbayang sepintas; cinta itu egois.

Antrian Bank

Setelah parkir motor kemudian gue jalan ke pintu masuk yang terbuat dari kaca bening 8 mm itu. Seorang satpam ngebukain pintu dan nyapa “Selamat siang”, gue bales dengan senyuman. Selepas dari itu gue nengok ke tengah ruangan, “SHIT, antriannya panjang…” sekumpulan orang-orang berbaris berkelok-kelok kayak lagi maen uler-uleran. Gue pandangin lambang yang ada di belakang meja teller; Bank Mandiri, satu pertanyaan mencuat di kepala “kenapa mesti antri model begini?”

Sebelumnya gue beberapa kali nyairin cek di Bank BRI, disana enak, pake nomer, kita tinggal duduk manis tunggu di panggil. Ini sih udah ngantri panjang, pas giliran ada yang salah sama form yang kita isi harus ulang lagi. Malah tadi gue liat ada ibu-ibu yang sepertinya gak ngerti bahwa untuk transfer uang itu mesti ngisi slip transfer dulu, dia udah ngantri berdiri selama 40 menit an, pas sampe teller Cuma dibilang, “maaf ibu, harus isi slip dulu”, dan si ibu itu Cuma bisa pergi sambil wajahnya gak jelas gitu lah (matanya bengong mulutnya nyengir sambil megangin duit, gak jelas kan). Ngeliat kejadian itu gue coba berpikir, kenapa kejadian itu gak bisa dicegah? Tapi satpam juga gak mungkin tahu tingkat pengetahuan dan kesiapan semua nasabah, teller apalagi, mereka sibuk memastikan uang keluar dan masuk dalam jumlah yang benar, nasabah yang laen, pasti gak enak lah mau nanya-nanya ato ngasih tau, semua sibuk dengan pikiran sendiri-sendiri (atau ada yang sama mengumpat-ngumpat seperti gue  ihihihihi). Jadi salah si ibunya? Yah Cuma Tuhan yang tahu bener mana yang salah. Tapi coba tipe antriannya gak kayak gini, kan gak terlalu kasihan banget tuh ibu-ibu.

Gue coba untuk ngitung-ngitung besaran ruang yang dibutuhkan antara orang duduk dengan mengantri, sepintas tentu besaran ruang orang duduk lebih besar ketimbang berdiri baris hampir rapet sampe kadang tangan gue nyenggol dompet bapak-bapak kumisan didepan gue dan jadi gak enak hati sendiri guenya (huuuffff tarik nafas…). Tapi gue liat Bank BNI cabang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tetep bisa me-manaje ruang sedemikian rupa meski dengan model antrian duduk (yang mana lebih manusiawi rasanya).

Kepikiran, siapa ini desainer interior nya, kok dibuat nya begini model antriannya, apa mereka nggak mencoba ngasih alternatif layout dalam bentuk antrian duduk? Hummm, muncul pikiran laen di kepala, tapi kan ngedesain ruangan kantor pelayanan publik itu gak Cuma tergantung luasnya ruangan semata, tapi terutama berdasar pada sistem yang digunakan oleh kantor tersebut. Nah batal deh gue ngatain desainer interiornya, karena gak mungkin mereka ngarang-ngarang sendiri sistem antrian untuk bank itu. Naaaah, berarti banknya dong? Kemungkinan besar begitu, tapi segera timbul pertanyaan lagi, “pasti ada alasan kenapa Bank Mandiri menggunakan antrian model berdiri seperti tahanan penjara antri ransum makan itu. Apakah untuk menghambat laju nasabah? Ah gak juga deh, mau berdiri atau duduk itu kan tergantung dari kecepatan pelayanan Teller nya. Ato supaya kalo ada yang mau ngerampok jadi ribet gitu, desek-desekan??? AAAAAHHHHHHH GAK NGERTI GUE!!

Tanpa terasa, di tengah kesibukan pikiran gue, sampailah giliran gue untuk dilayani. Sampe ke depan teller, kasih cek, KTP, tanda tangan……. Teller yang manis itu berkata, “maaf pak Subhan, penanda tangan cek nya kurang satu orang (bokap gue)” DUANG!!  Gue tengok stopwatch di hp, 40 menit telah berlalu dari awal ngantri tadi. Rasanya, pengeeeeeen banget ketemu sama orang yang mencetuskan ide ngantri berdiri di bank ini, minimal tau lah kalo pulang lewat mana,….. Brengsek!

10 fakta tentang gue

Dapet Pe eR dari Re buat nerusin ‘mlm’nya blog inih:

10 facts aboutme :

1. Kelas 1 SMA gue adalah die hard suporter buat masalah anti-rokok, tepat naek kelas 2 SMA gue jadi die hard perokok berat.

2. Gue belum juga selesai kuliah 🙁

3. Gue kadang suka males dateng ke tempat baru sendirian, bingung parkir motornya dimana.

4. Istri gue dah hamil 8 bulan, insyaalah anak gue cowok.

5. Gue punya ‘temen segala cuaca’ dari SD namanya Aves, gak selamanya nyebelin dan gak selamanya menyenangkan hahahahahahahaha (peace kawan :D)

6. Gue ngisi 10 poin ini sambil nyontek2 ke Re.

7. GUe konek internet pake TelkomselFlash, jadi bisa konek dimana saja.

8. Gue suka maen game, sekalinya maen susah berenti. Makanya sekarang bertahan untuk nggak maen (abis suka ada yang cemberut di rumah).

9. Gue terkenal suka telat, meski begitu, gue tetep berusaha untuk nggak telat.

10. Yang mau ngorder furniture, silahkan kontak gue.

 

Selanjutnya gue oper ke Fahdi saja lah 😀

Tidur di Siang Bolong

Pada umumnya, tidur siang hari pas bulan Ramadhan kerasa enak, apalagi di tempat adem, apalagi di kasur empuk, apalagi kerjaan udah beres, ditambah gak ada yang gangguin bangun-bangunin dan segala macem lainnya. Tapi apa yang gue alamin kemaren gak begitu. Jadi malemnya gue begadang, tidur abis subuh daaaaaan bangun jam satu sore. Enak bukan?? hihihi enak aja, boro-boro enak, lah seharian gue tidur itu isinya MIMPI MAKAN-MAKAN!!!! Brengsek bener dah. Udah gitu, pas bangun, kleyap-kleyep setengah sadar (kadang tidur kadang bangun) gue mimpi makan mie goreng sepiring gede. Huaaahhh, alhasil gue bangun dalam keadaan lapar dan haus yang bener-bener terasa.

BBM Naik (2)

Malam ini tanggal 24 Mei 2008, hari pertama BBM dinaikkan harganya, gue nganterin bokap gue ke dokter. Dari rumah di daerah Ciputat ke Pamulang. Gue berdua naek angkot. Begitu sampai di Pamulang, ada orang lain yang turun di tempat yang sama. Perempuan itu turun duluan, dia membayar supir dengan uang 2000 rupiah, tarif angkot Ciputat-Pamulang seperti biasanya. Tapi tiba-tiba supir angkot menegur dengan nada marah; “Kurang seribu bu!” Sambil tangannya menunjuk-nunjuk kertas fotokopian tarif yang ditempel di kaca depan. Dengan muka cemberut perempuan itu menambahkan uang yang diminta. Setelah itu giliran gue dan bokap bayar, kita kasih lima ribu, tetep dengan nada kesal sopir itu bilang “Enam ribu pak!”.

Pulang dari dokter, naek angkot lagi. Tak lama angkot berjalan, ada penumpang yang mau turun, membayar ongkos, dan lagi-lagi seperti supir yang tadi, supir angkot itu marah-marah dan mengatakan uangnya kurang. Setelah penumpang itu turun, mobil melaju lagi. Sambil supir angkotnya misuh-misuh sendiri sama penumpang yang ada disampingnya, mengatakan bahwa tadi ada penumpang yang bayarnya kurang dan ia tidak terima uangnya karena kesal (entah kenapa, mungkin si penumpang menolak bayar lebih). Rupanya dikursi belakang ada teman penumpang yang diomongin supir, dengan ketus dia bilang “Nanti dibayar sama saya Bang!”, “oh, iya” jawab si supir dingin. Baru tuh supir diem gak ngomong apa-apa lagi.

Begitu para penumpang turun di ciputat, kami membayar ongkos (orang lain duluan), tetep saja sesekali si supir ngomel minta tambah ongkos. Hanya bedanya kenaikan ongkos oleh supir ini Cuma 500 perak, sedangkan yang tadi naeknya 1000. Huahh, kesel juga sih liatnya, kan bisa dia minta ongkos tambah tanpa perlu marah-marah. Tapi mungkin awalnya mereka sopan kali ya, tapi mungkin orang pada nolak, jadi pas udah malem gini dia langsung marah biar gak didebat.

Besokan harinya gitu juga gue denger dari kakak gue yang ke toko naek angkot, supir-supir itu minta tambah ongkos sambil marah-marah. Yang gue liat, mereka kesel, jengkel, tapi akhirnya pelampiasannya ke penumpang, mahluk yang paling deket dan paling beralasan untuk dimarahi. Padahal pemerintah sendiri belum menentukan berapa kenaikan tarif angkutan umum, tapi mereka udah ‘berlomba-lomba’ menaikkan tarif.

Ya yang ribut sesama rakyat jadinya.

Siangnya gue ngobrol sama mpok pemilik warung mie disamping toko, dia lagi bingung nyari gas. Karena didaerah sekitar persediaan gas kosong. Daerah Pamulang dan Ciputat stok gas kosong semua. Dari ibu itu juga, dia dapet info dari tv bahwa harga gas 13 kg sudah melambung jadi Rp 90.000,-

Siang itu juga, gue ngelayanin orang yang mau beli lemari, gue ngeyakinin dia bahwa harga yang diberikan itu adalah masih harga lama, kita belum naikin harga. Dia menjawab dengan sok tau, “ah apa hubungannya BBM sama ginian (furniture).” Gue Cuma tersenyum dan menjelaskan perlahan-lahan hubungan erat harga BBM dengan proses distribusi barang-barang. Dalam hati Cuma berpikir, andai tuh orang tau bagaimana dampak kenaikan BBM terhadap harga bahan baku, transportasi barang, terutama terhadap bahan-bahan yang terbuat dari kimia seperti Thinner, spirtus, dan lain sebagainya. Beberapa bulan sebelum BBM naik aja, harga spirtus dan thinner sudah naik lumayan tajam.

Yah, yang ribut sesama rakyat juga jadinya.

Sore hari, gue buka sumber-sumber berita di internet, portal berita ataupun milis. Nyari berita tentang apa aja yang terjadi (terutama di ibukota) setelah pengumuman kenaikan BBM.

Kampus UNAS diserbu aparat kepolisian, lebih dari 100 mahasiswa ditangkap, beberapa bangunan dan kendaraan rusak. Dengan alasan mereka berdemo dengan anarkis dan melakukan aksi demo di malam hari. Ada juga puluhan orang dari ormas yang melakukan demo di depan istana negara yang akhirnya diinapkan semalam di kantor polisi, padahal mereka hanya berorasi, tidak anarkis. Alasannya karena aksi dilakukan pada hari menjelang malam juga.

Di Kompas juga (beberapa hari sebelum kenaikan BBM) beberapa pejabat desa dan kelurahan menolak BLT. Ada yang karena katanya tidak mendidik, ada juga yang beralasan keamanan. Memang kasihan, sampai ada rumah kepala Desa yang hampir dibakar, gara-gara urusan BLT. Mereka berada di posisi yang terjepit, disatu sisi masyarakat miskin menuntut agar dirinya dimasukkan ke dalam daftar penerima BLT, disisi lain pemerintah ngotot menggunakan data kemiskinan tahun 2005.

Kan yang ribut sesama rakyat juga akhirnya.

Walau begitu, gue juga berusaha berpikir berimbang, tidak begitu saja menyalahkan pemerintah. Dari semua alasan yang diutarakan pemerintah, intinya mereka ingin menyelamatkan perekonomian negara, menyelamatkan APBN 2008 dari defisit yang berlebih. Gak kebayang juga kayak apa jadinya kalau negara Indonesia Raya ini bangkrut.

Beberapa hal yang gue gak ngerti. Mengapa prosentase lifting minyak Indonesia terus menurun, bukannya meningkat atau minimal stagnan? Mengapa salah seorang menteri dalam iklan propaganda mengatakan bahwa “rakyat kita sudah memiliki ‘bantalan’ yang cukup, sehingga kita bisa meningkat ke kebijakan yang lebih sulit”? Dan sebagainya, dan sebagainya….

Gue tegang, membayangkan seberapa besar harga bahan baku furniture bakalan naik? Dengan harga yang sekarang aja (normal) orang udah pada protes?

Berikut file yang berisi penjelasan pemerintah mengenai kenaikan BBM : http://www.depkeu.go.id/Ind/News/NewsControl.asp?cdcate=Penjelasan_BBM_230508.doc