Tag Archives: ngomong-ngomong

BBM Naik (1)

Kemarin lusa, gue nonton wawancara MetroTV dengan menteri Perdagangan (Bu Marie Elka Pangestu). Di situ Bu Menteri (diiringi dengan iklan-iklan pro BBM naik) mengungkapkan alasan-alasan pemerintah menaikkan harga BBM. Dari awal gue nonton, gue perhatiin pernyataan-pernyataan Bu Menteri tersebut kurang kuat, dengan kata lain masih bisa dipertanyakan kembali. Sayangnya gue gak rekam tuh acara, jadi gak bisa ada transkrip isi wawancara nya.

Dan tadi malam, waktu pengumuman BBM naik, dimana ada 10 menteri dan juga pejabat-pejabat yang berkaitan (seperti bos pertamina dan lain sebagainya). Ada pertanyaan menarik dari wartawan. Ada tiga poin, salah satunya adalah “Apakah pada tahun 2008 ini akan ada kenaikan BBM lagi? Mengingat alasan BBM naik adalah harga minyak dunia, dan harga minyak dunia diperkirakan masih akan naik.” Kurang lebih redaksinya seperti itu lah. Dan pertanyaan itu (kata metroTV), tidak dijawab pemerintah. Lah kalau begitu buat apa pejabat se-abrek-abrek begitu didatangkan? Padahal jelas-jelas Bu Mentri Keuangan Sri Mulyani, pada pembukaan konfrensi pers mengatakan, sengaja menteri-menteri dan pejabat terkait didatangkan agar wartawan bisa bertanya langsung kepada sumber yang berkaitan dengan pertanyaan mereka. Konferensi pers ini disiarkan langsung oleh MetroTV, sayangnya, begitu sesi  tanya jawab dimulai, dan satu wartawan mengajukan tiga poin pertanyaan tadi, siaran langsung-nya di cut oleh MetroTV dan acara kembali ke studio. Keterangan bahwa pertanyaan tersebut tidak dijawab hanya berupa keterangan lisan dari host Breaking News. Padahal gue pengen banget liat proses konferensi pers tersebut sampai tuntas, juga ngeliat muka-muka para pejabat menjawab pertanyaan wartawan yang kritis-kritis.

Menantikan pengumuman BBM naik tadi malem lumayan bikin deg-degan. Yang gue khawatirkan adalah kalau-kalau terjadi kekacauan begitu kenaikan diumumkan. Karena bisa jadi ada pihak yang ingin bermain di air keruh ini. Masih kebayang kerusuhan taun 1998. Syukur yang gue takutin gak terjadi, tapi tetep ada reaksi; mahasiswa beberapa kampus bergerak. Hal itu sudah gue duga sebelumnya, dan memang mengharapkannya.

Presiden dan wakil presiden cenderung mengabaikan demo-demo yang dilakukan mahasiswa, sebagian karena merasa gerakan mahasiswa itu tidak murni lagi, alias ditunggangi. Beberapa tokoh alumni aktifis mahasiswa telah meyakinkan semua orang bahwa gerakan mahasiswa itu masih murni. Tapi pemerintah sepertinya tetap memandang curiga, terlihat dari reaksi pemerintah terhadap para pendemo.

Paginya di toko,  gue ngelayanin pembeli yang terlihat buru-buru. Katanya dia cari meja belajar buat anaknya, gue ajak ke workshop di lantai 1, gue kasih liat gambar meja belajar, dia kelihatan nggak begitu acuh. Bahkan ketika gue kasih tau harga pun dimuka nya tidak ada reaksi. Begitu kita mao turun ke lantai satu, tiba-tiba dia bertanya: “Harga sudah naik belum disini?”. Deg, entah mengapa, gue merasa itu adalah point of interest dia datang kesini. Dari situ gue berusaha untuk lebih merhatiin muka orang itu, dan dalam hati gue menduga-duga, “Ni orang intel kali ya, yang ditugasin ngecek harga barang pada hari pertama BBM dinaekin…” Tapi ya itu Cuma dugaan, gak perlu ada yang ge er disitu… Hahahahha…

Seharusnya saya belajar matematika dengan benar

Dalam blog ini, saya pernah memberikan sebuah kesimpulan kecil. Kesimpulan yang didasarkan dari akumulasi pengalaman dan pencernaan akan fenomena-fenomena yang saya alami dan amati. Kata-kata itu adalah : “Life is mathemathic”. Itu baru saya sadari jauh setelah saya menanamkan ketidaksukaan terhadap pelajaran matematik waktu smp dulu.

Makin kesini, kebetulan bidang yang saya geluti (desain interior), juga menyentuh wilayah hitung-hitungan tersebut. Terutama gue rasain waktu ngukur ruangan, barang yang sudah jadi, atau mendesain barang. Semisal bidang-bidang segitiga, lingkaran dan lain-lain. Di lapangan, kadang gue tidak memiliki ukuran lengkap dari suatu bidang/barang/ruang. Pada saat itulah, seringkali terngiang, ‘damn, seharusnya ini bisa pake rumus sinus-cosinus dan yang sebangsatnya ( :p ).” Atau waktu ngukur ruangan/ngedesain barang, “seharusnya gue Cuma perlu tau satu ukuran ini, dan bisa tau ukuran yang itu… Dengan rumus matematika…..”

Berfungsinya Tombol Mute TV Gue

Bicara politik sedikit ah sebelum bobok. Ada yang lucu dari kegiatan gue dan istri waktu nonton tivi. Tiap kali nonton tivi barengan pasti malem, soalnya doi kan kerja, dan gue beraktifitas bisnis atau akademis (gaya lo tong!). Jadi kalo kita nonton tipi MetroTV sekitar jam 8 ke atas, kan biasanya ada iklan dari ketua seorang ketua parpol tuh. Nah kalo iklan itu muncul, otomatis kita langsung mute itu tivi, gak mau denger, bauuuuUU!!!! Hahahahaha, padahal dulu parpol favorit gue, tapi bau ah.

Awalnya gak gitu, tapi ketika iklan itu muncul dan bini gue nyeletuk, “Aku kayaknya dah nggak simpati lagi ngeliat siapa itu namanya bang…”, “oh si ,….., hehehe semenjak kasus artis itu ya?”, “iya”, kata istri gue, “iya abang juga dah gak seneng lagi…”. Acara berlanjut dengan berita, kemudian nongol lagi tuh iklan, eh bini gue celetukannya meningkat “ih sebel iklan ini melulu”, “Ya udah, kalo sebel dimatiin aja suaranya, gampang kan” (gak usah pake ngeluh, gitu maksud gue hehehehe). Semenjak dari situlah, kalo iklan itu muncul, gue buru-buru membisukan televisi. Ato kalo gue lupa, bini gue buru-buru ngingetin “eh bang iklan itu tuh”, dan gue sambil tetep melototin laptop segera memencet tombol mute di remote tv…

*hehehe sama seperti yang gue lakuin di milis, ketika ada seseorang pengacau yang celetukanya ngaco dan pasti bikin ribut terus (bahkan nyerempet ras, goblok), gue memilih untuk membuat filter email yang bertugas untuk menghapus semua email dari si biang kerok…

Menjelang Pagi kok belum ngantuk?

Teman saya,  Fahdi, mengutip syair dari band kesukaannya, bahwa langit tergelap adalah ketika fajar akan menyingsing (kurang-lebih begitu kutipannay). Sedangkan guru sma gue yang mantan Menwa, waktu camping pernah menasihati bahwa waktu terdingin adalah menjelang fajar. Dan gue pribadi mengalami, bahwa momen ter-ngantuk ketika begadang adalah menjelang fajar juga (sekitar jam 5-6 pagi lah).

Tapi pagi ini, gue dah begadang semaleman, masih belum ngantuk juga. Why oh why? Malem ini gue begadang buat bikin desain baru untuk tampilan “lobby” toko furniture bokap, mumpung dia lagi pegang uang, dan hatinya lagi lapang menerima usulan ‘redesign’ ini. Semaleman kepala mumet, gak dapet-dapet solusi untuk desainnya. Kemaren sore gue dah ngukur ruangannya, hampir detil, bahkan sampe papasan sama tokek waktu gue ngukur tinggi tembok dari lantai sampe plafon (untung meterannya gak nyodok tuh tokek, gue takut disamber, hiii). Karena kepala mumet, akhirnya banyak hal ikut mumet, mulai dari garis gambar yang gak bener lah, tangan yang suka salah klik-and-drag mouse, dan semua hal-hal kecil itu memberikan kontribusi waktu mubazir yang lumayan.

Sampe akhirnya, menjelang jam 3, temen smp gue yang di padang mulai chatting, katanya dia lagi siaran di radio dan gue bisa dengerin streamingnya. Awalnya gue ragu, males juga kalo sampe kedengerannya keputus-putus tuh radio, nambahin pusing nantinya. Tapi rupanya lancar-lancar aja, meskipun dengan koneksi 3G gadungan unlimited dari XL. Dari situ gue mulai berusaha relax, gue bercanda sedikit dengan kawan lama itu, yang notabene baru kali itu lagi ngobrol (via chatting pula) setelah sekitar 10 taun pisah. Iseng gue request minta ucapan penyemangat buat gue di radio nya itu, doi meng iyakan. Eh pada saat itu juga 2 temen gue online juga, gue pun becanda-canda juga sama dua orang itu. Suasana relax makin terbangun, sambil sesekali chatting, gue tetep fokus pada rancangan desain yang lagi gue kerjain di laptop gue.

Bum! Pada saat-saat itu lah ide-ide muncul, dan tanpa ragu gue menuangkannya, ya lumayan lah, bentuk utama dari desainnya udah bisa keliatan, tinggal si Babeh mau nyetujuin rancangan itu apa nggak, sama mesti dirapihin lagi gambarnya.

Gak lama setelah azan gue undur diri dari internet, ngesave semua file, dan masuk ke kamar lagi. Tapi ide yang belum sempurna itu masih menyita pikiran juga. Gregetan pengen nyempurnain. Tapi waktu udah subuh, kudu solat, juga takut bini keburu bangun, takut diprotes kok jam segini belum tidur juga (bad habit). Gue masuk, wudhu, solat, dan tetep aja masih kepikiran desain itu, pengen ngerampungin. So terlihat, bahwa ketika ide menghantam kepala, kantuk dan dingin terlupakan.

*tapi setelah nulis ini, gue malah ngantuk……

Petisi Online Tolak Roy Suryo

To:  MPR RI

Dengan ini kami sebagai individu-individu blogger indonesia menyatakan
protes terhadap semua statement-statement tidak berdasar, tuduhan
sembrono dan ocehan ngawur yang telah dikeluarkan oleh KRMT ROY SURYO
(selanjutnya disebut ‘yang bersangkutan’) di berbagai media terhadap
para blogger Indonesia. Maka dari itu kami yang menyatakan mendaftar
disini sepakat untuk:

1. Menghimbau media pers indonesia untuk tidak menggunakan
statemen yang bersangkutan sebagai acuan dalam berita, karena terlalu
banyak statement yang dikeluarkan tanpa riset dan data yang valid.

2. Menghimbau yang bersangkutan untuk berhenti memberikan
statement ngawur di media dan internet, dan lebih berhati-hati dalam
melontarkan tuduhan-tuduhan.

3. Mendukung upaya pengajuan tuntutan pidana terhadap yang
bersangkutan atas tuduhannya yang tidak berdasar pada blogger indonesia
(dalam hal ini salah satunya Enda Nasution) seperti disebutkan dalam
statementnya di
http://www.indocommit.com/indexpage.html?menu=29&idnews=7449&kid=0

4. Menuntut kepada pemerintah untuk melakukan upaya untuk menghentikan
statement yang meresahkan berbagai pihak dan mempermalukan komunitas
kepakaran IT indonesia tersebut.

Sincerely,

The Undersigned


>>> http://www.petitiononline.com/roysuryo/petition.html <<<

Surat Terbuka: Ajakan Dialog Terbuka Dengan Sdr. Roy Suryo

Kepada Yth. Sdr. Roy Suryo

ditempat
Perihal: Ajakan Dialog Terbuka Mengenai Perkembangan dan Isu Blogger Indonesia.

Mengingat

Banyaknya aspirasi para blogger yang tertuang dalam blognya
masing-masing mengenai ketidaksetujuan atas komentar-komentar Sdr. Roy
Suryo di media massa yang cenderung selalu memojokkan blogger.

Menimbang

Perlunya tindakan untuk meluruskan informasi-informasi yang
diberikan Sdr. Roy Suryo kepada media massa, khususnya mengenai
pandangan negatif Sdr. Roy Suryo kepada blogger.

Memutuskan & Menetapkan

Perlu dilakukannya dialog terbuka dengan Sdr. Roy Suryo mengenai
isu-isu yang berkembang saat ini, khususnya isu-isu yang selalu
menyudutkan blogger serta informasi-informasi lain yang secara umum
cenderung membodohi masyarakat.

Saya mengajak kepada Sdr. Roy Suryo, untuk melakukan dialog terbuka
dengan semangat sportifitas untuk saling menerima masukan guna kemajuan
perkembangan teknologi informasi Indonesia khususnya perkembangan
blogger di Indonesia.

Saya yakin Sdr. Roy Suryo sebagai orang yang sudah diakui pakar
dalam bidang Teknologi Informasi bisa meluangkan waktu dan tempat untuk
menerima ajakan dialog terbuka ini.

Catatan:

Saya yakin Sdr. Roy Suryo tidak akan mengatakan “tidak tahu”
mengenai adanya ajakan dialog terbuka ini. Ajakan dialog terbuka saya
posting melalui blog dan insya Allah akan tersebar dengan baik melalui
search engine maupun dengan bantuan dari teman-teman melalui blog,
milis dan media lainnya. Dengan demikian, saya yang tidak tahu cara
menghubungi Anda bisa berharap Anda bisa mendapatkan informasi ini
dengan mudah dan cepat. Bukankah ini salah satu keahlian Anda? Mencari
informasi mengenai diri Anda atau informasi lainnya di internet.

Salam,

Riyogarta
Website: www.riyogarta.com
Email: me at riyogarta.com
Telp: 0855-100-7204

Kepada teman-teman blogger, wartawan maupun masyarakat
luas yang kebetulan mengunjungi blog ini, mohon kiranya bisa turut
membantu saya (Bung Riyogarta) menyebarluaskan surat ini dengan cara:

  • Copy-paste posting ini pada blog masing-masing dengan menyertakan sumbernya.
  • Menyalin link dari posting ini untuk disebarkan melalui blog masing-masing atau email.
  • Mendownload versi PDF dari posting ini untuk disebarluaskan.

Insya Allah apa yang saya lakukan ini bermanfaat bagi kemajuan blogger di tanah air.

Dowload Surat Terbuka: Ajakan DialogTerbuka Kepada Sdr. Roy Suryo

Kebijakan Blokir Situs Porno

Kawan-kawan, tentu
sudah dengar kabar santer tentang kebijakan menteri Kominfo yang baru (Bpk. M.
Nuh)? Bukan tentang video Fitna, tapi pemblokiran situs porno di Indonesia.
Yang gue denger katanya dimulai sejak awal April ini, gue sangat tertarik untuk
melihat implementasi kebijakan ini, maka setelah lewat awal April ini, gue pun
coba membuka beberapa situs terlarang itu, diantaranya : worldse*.com,
youpo**.com, 1*tahu*.us.

 

Hasilnya? Masih bisa
dibuka, tanpa perlu pake aplikasi penembus blokir seperti yang ramai
dibicarakan orang. Gue gak pengen beranalisa alias sok tau kenapa itu
‘mamang-mamang’ dan ‘tante-tante’ masih pada bisa diakses. Yang jelas, GAK
GAMPANG NGEBENDUNG ARUS INFORMASI jaman sekarang ini, terutama dari internet.
Gue gak pro ataupun kontra terhadap kebijakan ini, yah coba memposisikan diri
sebagai penonton aja deh, buat gue gak ada ruginya itu mo di blokir apa enggak.

 

Tanggapan Sebagian
Orang


Gue mengikuti
beberapa milis dan juga kadang nggak sengaja liat berita di tivi, banyak orang
yang berpendapat bahwa : “usaha pemblokiran situs po*no ini adalah usaha
yang sia-sia, karena sudah ada cara ataupun aplikasi untuk membobol pemblokiran
ini, jadi percuma”. Well gue berposisi netral disini jadi gatel untuk ikut
bicara. Menurut gue itu adalah tanggapan bodoh. Karena memang tidak ada sistem
buatan manusia yang sempurna dan super-anti-bobol. Inti ang gue tangkep dari
sistem keamanan (antivirus, desain arsitektur bangunan, satpam, polisi, tentara
de el el) adalah untuk mempersulit tindak laku kriminal atau perusakan. Kalau
pola pikirnya seperti omongan orang-orang yang saya kutip diatas, ya ngapain
juga pasang satpam, lah satpam bisa ditembak, dipukul, dilumpuhkan, lantas
malingnya bisa masuk. Arsitektur gedung bisa diperkuat, diperkokoh, tapi tetap
ada bom yang mampu menghancurkannya. Antivirus mengamankan komputer dari virus,
tapi tetap bermunculan virus baru yang kadang tak tertangani. Jadi kalau pola
pikirnya kayak gitu (kutipan pendapat umum tadi), ya kita gak bakal ngelakuin
apa-apa.

 

Yah intinya, LAH KOK
MASIH BISA DIAKSES???

Ketika Menonton Rambo IV

Barusan nonton Rambo bedua bini gue di bioskop. Begitu film itu dimulai, rada kaget juga dengan adegan-adegan pembantaiannya -genosida tentara pemerintah terhadap etnis Karen-. Yang kepikiran di kepala gue: “Mmm, eksplisit juga ya aktion nya…” Ya mungkin buat para penggemar genre sadism, itu semua belum seberapa, tapi lumayan nyentak buat kaum dramais dan komedis adamSandleris seperti saya. Adegan pembantaian dengan semena-mena dan sadis yang ditampilkan memang tidak sampai membuat perut saya mual, seperti biasanya kalau saya liat video ato foto korban pembunuhan yang suka berkeliaran di internet. Tapi cukup membuat miris ngeliatnya.

Itu bagian pertama, ketika urutan dramatik sebuah film pada umumnya baru sampai pada penjabaran tentang kekuatan, kejahatan, kemenangan pihak antagonis. Nah, pada ‘babak’ berikutnya, tatkala pihak ‘jagoan’ mulai beraksi, dengan kata lain, Rambo mulai membantai pihak ‘musuh’, perasaan nyaris-mual yang saya rasakan itu hilang, berganti dengan perasaan senang dan lega. Malah terkadang tertawa gregetan dan berteriak seru seperti homer yang nonton tim bisbol nya menang (“woohooo”), ketika layar menampilkan kepala prajurit musuh hancur ditembak rambo, atau bergumam ‘mampus!’ tatkala Rambo perlahan-lahan merobek tenggorokan musuhnya dengan tangan kosong. Juga sewaktu Rambo Cs. membantai pasukan musuh dengan senapan mesin kaliber gede (yang biasanya ditongkrongin di mobil tentara dan pelurunya segede batere) seperti membunuh sekawanan nyamuk, saya tidak merasa miris apalagi mual. Padahal cara matinya sama mengenaskan dengan adegan rakyat kecil yang dibantai, bahkan sebagian tampaknya lebih brutal.

Film hampir habis dan saya menyadari ‘perubahan rasa’ itu. Saya jadi bertanya-tanya sendiri; “Kenapa ya?”

Hanya Untuk Istriku Tersayang

Malam itu, kubisikkan dengan lembut ke telinganya sebuah puisi :

Sayangku,
Seperti ucapku
Tahunan yang lalu
Aku ingin pergi,
Melanglang buana
Mengenbarai hati wanita-wanita

Sekarang aku pulang
Ke dalam pelukanmu
Penuh seluruh
Memasuki dirimu

Ransel petualangku
Kutinggalkan di halte jalan

Kusadari,

Semakin jauh aku berlari darimu
Semakin terasa kebutuhan akanmu

Semakin aku mencari warna-warna
Semakin kusadari berkilaunya dirimu

Semakin banyak dermaga kulabuhi
Semakin kusadari kaulah rumahku

Pelyaran yang dulu kupilih
Adalah perjalanan tanpa akhir
Bila dituruti
Dan hanya menambah kejelasan
Bahwa kaulah yang kucari

Kaulah warna padananku
Kaulah pelabuhanku

Kau tak sempurna
Begitupun aku
Kau tak selalu memenuhi harapanku
Begitupun aku

Lantas, mengapa harus kukejar
Kesempurnaan yang tak ada
Yang justru bersemayam pada
Kekurangan-kekurangan kita

Cinta kita bukan lagi
Tentang nonton di bioskop,
Makan malam di tempat aneh,
Atau telepon yag berhamburan kata sayang dan rindu

Cinta kita adalah marah kita,
Senyum kita, doa-doa kita.
cinta kita bersemayam dalam gerutuan dan juga teguran
Cinta kita ada dalam
gerak yang saling mempersembahkan

Aku pulang sayangku,
Aku pulang.