Akhirnya,meledak lah semua yang ada dijiwa, walau terus mengayun dalam sebuah retorika, tetap tak ada yang tak berkesudahan, ada jiwa namun tak bernyawa, dan terus menenggelamkan dalam ketidakberdayaan, demensi yang ada, terus memapah kedalam ketidak berartian, yang akhirnya,kosong.
tanpa makna, apa yang berarti?
diam,merenung dan tenggelam
apa yang dicari, kalau dihati masih saja sepi?