Category Archives: Aves

ada jiwa yang tak bernyawa

Akhirnya,meledak lah semua yang ada dijiwa, walau terus mengayun dalam sebuah retorika, tetap tak ada yang tak berkesudahan, ada jiwa namun tak bernyawa, dan terus menenggelamkan dalam ketidakberdayaan, demensi yang ada, terus memapah kedalam ketidak berartian, yang akhirnya,kosong.

tanpa makna, apa yang berarti?
diam,merenung dan tenggelam
apa yang dicari, kalau dihati masih saja sepi?

Maafku, Kasih

Hatiku terenyuh lagi
Tak ada lagi kata yang dapat terucap
Saat ini, hanya bisa diam
Sampai Menyapapun aku tak bisa

Iya, mesti ku akui
Semua yang berbuat tidak pada kodratnya
Harus menanggung semua resiko
Termasuk, aku.

Namun, saat ini ku tak tahu jalannya.
Sesekali hanya berteriak
walaupun kutau itu bukan jawabnya
“Maaf”, hanya itu yang kubisa

Mungkin, bosan kau mendengarnya
Tapi hanya itu yang kupunya
Tidak argumen, tidak pula logika
yang kuyakin keduanya tak berguna saat ini

Kucoba memutar otak
mencari solusi terbaik dan tercepat
namun, lagi-lagi buntu hasilnya
terlalu banyak dimensi yang rusak

Saat ini, Apapun itu
Berikan padaku,
biar kuterima semua
hingga tak lelah kau jadinya

“Maaf, Mungkin ini Aku Adanya”

Sebuah Kepuasan

Puas akan yang kau miliki saat ini?
Maka besok kau akan segera mati
Cukup diam dan syukuri,
Lalu, kejar kembali

Jalan di depan terlalu berliku
Lewati satu persatu,
Dan ingat, jika telah habis langkahmu
Istirahatlah sejanak, simpan tenagamu
Sebab masih banyak liku yang harus kau lewati

Lagi, ingatlah Roma tidak dibangun dalam semalam
Jangan, pernah bermimpi
Akan ada hasil tanpa usaha
Namun yakinlah,
Tak ada usaha tanpa hasil
Setidaknya,
Sebuah proses
Itupun sebuah nilai minimal.

Benar, Aku rindu hadirmu

Di gelapnya malam, kelam
sendu, aku merintih sendiri
ingin tertawa, dalam hati
Sayang, Tenyata aku butuh hadirmu

Hahaha Tertawa lagi,
ingat ku saat bersamamu.
Indah,

Maaf, aku memang pecundang
yang tidak bisa memberi arti,
Tapi yakinlah,
aku punya cinta
akan kujadikan modal,
Untuk memberi mu sedikit arti
Tentang aku.


——-
Aves.

Cobalah Perhatikan

Bertanya lagi kau padaku,
“Apakah kau sayang padaku?”
Bangsat, Apakah kau tak lihat?
Ini aku hadir disisimu

Kuakui mata matamu terlalu indah
Untuk sekedar melihat goresan penaku
Yang tertulis:
“Aku Sayang Kamu”

Tak lama, kau kembali bertanya,
“Apakah pernah kau rindu hadirku?”
Hahahaha, terasa ingin berteriak
meluapkan semua yang ada didada

Dengar,sayang!
Setiap hinaan yang terucap
Hanya ungkapan ketidak mampuanku
Untuk katakan:
“Sungguh Setiap detik pun aku rindu hadirmu”

Dan lagi,
diakhir pertemuan kau berkata:
“Bagaimana Aku menurutmu?”

Iya, memang semua Tertulis, Terucap
dan Terfikir takkan kau ketahui,saat ini.
setidaknya saat ini aku lumpuh,bisu dan dungu.
Hingga, saat nanti,
Saat kita berdebat lagi tentang masa depan anak kita
Akan kuucapkan semua, bahkan akan kuteriakkan seluruhnya
bahkan yang tak terbayang oleh mu tentang harapanmu itu.
ketika ku sedang asik menidurimu.


—–
Aves.

Tambah satu, Sobat

Iya, sekarang satu lagi untukmu
Yang kali ini,
Tak saatnya lagi untuk tiup sebuah lilin
Yang ada api besar didepan mata
Padamkan semua,

Maaf, aku hanya bisa berdoa
Semoga satu, yang kali ini berarti

Entah, Kali ini
Ucapan selamat, atau ancaman
Kau saja yang menilai.

Sebab, Tak selamanya 2 + 2 = 4
Yah, lagi-lagi kuingatkan
Itu milikmu saat ini
Selamat, Sobat.


================
Aves.
31 Okt 2004
( Thanks bro! -Red.-)

Binary bernyanyi

11001011100111111
barisan binary ini berarti,
101001011011
betapa indah barisan angka ini
10011101
Hahaha, adakah yang mengerti?
111111111101
tidak, kah?
iya, memang ini untukku sendiri
yang sedang mabuk dalam kebisingan hati

111001001010101010101000101

binary
binary
menari
.


===============
Aves.

Aku, pada Proses Ajal

Aku, Sebuah wujud dari yang Haq
Bernilai pada saat mati

Proses, Retorika penyambung kehidupan
Akan hilang pada saat berhenti

Ajal, Kata lain dari hidup kembali
menuju hidup sejati

Tak ada yang mutlak;
Itu yang AKU punya tentang sebuah PROSES menuju AJAL


===============
Aves.

Selamat, untuk Cinta Sejati

Bagi mereka yang memiliki kesejatian
Atau setidaknya sedang merasa
Ku ucapkan selamat
Tidak seperti diriku,

Ya, seharusnya kusadari
Bahwa tiada yang sejati,
Terlebih, masa lalu

Heran, seolah setan terus berteriak
yang terdengar, seperti
alunan Nada-nada indah
Yang selalu memanggil dan menemaniku saat kubutuh

Pada akhirnya, semua tertuju pada satu
yang ternyata semu

Teruntuk, ribuan hati yang terluka,
Akibat kesejatian ku yang semu
bersama ini,
Aku berharap maaf.

Sekarang, coba ku perhatikan,
Hidup itu saat ini,
Tidak masa lalu, karena tak akan kembali
Tidak akan datang,karena entah yang akan terjadi

Baiklah, semua sudah berakhir
Kita lewati dan jalani kembali
Hidup ini yang telah rusak sebagian.


===================
Aves.