Category Archives: Rock_on

Sial

bener-bener sial
aku berbelok ke kiri.
buta semua yang telah di lewati.
sementara jari gemertak dengan tulang2 yang rapuh.
dan telunjuk mengarah padaku. sial!

==============
Agam.

pergi ke bulan

Malam itu terlalu berlalu
Ingin ku dekapkan kau
bersama ge (mer) lap nya bintang
sepi nya insan
dinginnya udara
kantuknya mata
penatnya hari

Wahai penguasa malam
takkan ku lepas
takkan begitu saja,

(Aku ingin pergi ke bulan)

tega kau malam
pergi begitu saja berganti
oleh cahaya pagi.
Kembalikan bulanku!

Bagian bumi hijau
telah kujadikan alas
hitam akan langit angkasa
berlampukan bintang kejora
berkabut selimut udara
Semua cipta Mu

Wahai malam ku
kurindukan saat-saat terakhir
menjelang subuh
seiring azan berkumandang.
bersama jatuh sejuknya
butiran embun

Secerah apapun pagi
takkan bisa rebut
Hatiku dengan malam

berakhir

Dimanakah kau
penderitaan yang begitu pedih
Saat kita duduk berdampingan berpegangan
di atas baranya api
Bedua menjalin kepercayaan
tebaran abu-abu kertas cinta

Permainan hati
Demi cinta hanya pertentangan

Dengarlanlah jalan-jalan
Menusuri awal kegelapan

Kau tak akan tau
Begitu juga ketidak tau-an ku
Tali-tali yang terputus habis
Tetap berkesinambungan antara utara dan selatan

Kasih ini hanya kita yang tau
tak ada yang lain
Ingatlah aku

semua sudah selesai

Insan dunia, meninggalkan nama
Sang fajar berkabung
diredupkan keluarnya sinar
Langit terasa gelap
Dengan awan-awan temaram

Pepohonan nan rerumputan berduka
tertunduk sedih menatap pertiwi
tak terhiup harum dari bunga
tertutup pada setiap kelopaknya

Udara terhenti pada pusaran
terlihat hanya berhembus pelan dan lamban
angin membuat tangan mendekap badan
mengiringi haru biru

pada hari yang ditentukan
tercabut sudah segenggam nyawa
didahului dengan putihnya rambut
kerut-kerutnya kulit, rabunnya penglihatan
masa kemudaan telah terlewati
keturunan sudah lahir sebagai pengganti
masa kalian sudah habis
hanya segenggam nyawa

cuaca berganti kabar
tatkala matahari muncul
rintik hujan berjatuhan rapi.
kepala akan pusing karenanya
anak-anak hanya ikut bermurung

ibu-ibu satu persatu datang
dikenakan jilbab sekenanya
pada lengan kirinya menenteng
baskom berisi beras
pandangan hanya tertunduk laris

pada ketukan pintu gaib
Jibril datang menghadap,
memperkenan kan lintas dimensi waktu tuk
menjemput tanda, semua sudah selesai.

Endymon

Ter-untuk Dinar Rahayu

Ketika raga ini bergerak
Menusuri tapak demi setapak nyawa
Memberikan arti nikmat meracik cinta
Hamparan sengatan sel-sel darah memacu cepat terengah
menuju tulang tak berdaging bersama mengerasnya puting susu

aku tak lebih atau bahkan sekurang dari hewan
ketidaktakutan mereka untuk membunuh dan bersimbah darah

kepada jiwa ini aku bermain,
berlari dan bermain di atas mata pisau
layaknya Endymon,
bujang yang jatuh cinta kepada peri
yang hanya mengunjungi dan bercinta dalam mimpi*.
keinginan hati me-mustuskan,ketidakbutuhan perasaan
karna tidak akan guna ketika masuk menusuri kelambu kesedihan.
surga akan sempit tanpa neraka

gelembung pun berbuih
memenuhi semua lapisan organ tubuh ku
busa putih keluar dari pori-pori
menusuri kulit-kulit yang tak berdaging
aku lah jiwa ini.


—
Agam

masa kecil

Berlarian telanjang bebas tanpa mengenal kelamin.
Menggapai impian tanpa suatu rencana.
Berkata-kata lantang tanpa maksud.
Pencarian hal yang tak kenal saat nya tidur siang
dan sembrutan monster berkelamin wanita yang aku tidak mengerti

Menoreh coretkan dinding-dinding rumah
tersenggol pecah, gelas-gelas kaca
air bak pun menjadi kotor keruh.
Teriakan keras tanda ingin kan sesuatu
Menantikan wajah berkelamin pria yang tak kunjung pulang

Timang nya tubuh saat terlelah nya aku.
Dibelai nya rambut, termanja nya aku.
Pelukan lembut saat terderainya air mata.
Terkecup kening saat terucap selamat tidur.
Senyum manis yang hingga kini masih menyapa ku.

kurindukan ku masa-masa kecilku

Hati

Hidup itu indah
Indah ketika ingat kekasih hati
Lalui semua waktu
Semua ruang yang memiliki massa
Semua semua semua semua akan terlupakan

terlintas
Semua yang telah mengisi hati
Entah itu kau atau bukan
Yang ku tau aku rindu kamu

Benci akan diriku
Muakkan diriku
Ludah-i diriku
Bunuh diriku
tinggalkan jasad ku
dan simpan
Hati ku
Dilubuk hatimu
Ya…
ng
Pa…
ling

D

A

L

A

M


—
Agam.

Demi Waktu


                  6
              11	1 
					    10	         2
			9                  3
                            8                            4
					    7            5
                  12
            perputaran
              waktu
              waktu
              waktu
              waktu
              waktu
              waktu
              waktu
         waktu waktu waktu
            waktu waktu
              waktu
               wak
               wak
               wak
               wak
               tu
               tu
               tu
               tu
           DEMI WAKTU
           DEMI WAKTU


Demi waktu yang bergulir cepat 

waktu



==================
Agam.

Kesiangan

secangkir teh di pagi hari

larut butiran gula dalam
secangkir air panas
harum wangi harum
dari uap menggoda
sentuhan bibir mengecap
manis terasa lega
mengalir dari tenggorokan
mencapai hangat nya hari
sinar mentari tergelinding cepat
terpancar taring surya

ayam jantan terlihat mendengkur
bersunyi merdu kok petekok

siulan burung terbang
mencari udara lebih segar

butiran embun didaunan
terserap menghilangkan jejak

kabut tersedot corong asap knalpot

jam 10:30 WIB
aku baru bangun.


====================
Agam.