Malam itu terlalu berlalu
Ingin ku dekapkan kau
bersama ge (mer) lap nya bintang
sepi nya insan
dinginnya udara
kantuknya mata
penatnya hari
Wahai penguasa malam
takkan ku lepas
takkan begitu saja,
(Aku ingin pergi ke bulan)
tega kau malam
pergi begitu saja berganti
oleh cahaya pagi.
Kembalikan bulanku!
Bagian bumi hijau
telah kujadikan alas
hitam akan langit angkasa
berlampukan bintang kejora
berkabut selimut udara
Semua cipta Mu
Wahai malam ku
kurindukan saat-saat terakhir
menjelang subuh
seiring azan berkumandang.
bersama jatuh sejuknya
butiran embun
Secerah apapun pagi
takkan bisa rebut
Hatiku dengan malam
Gile, puisi2 l;oe yang terakhir ini keren2 ya gam…
tumben puisinya bener haHahah…
gw lebih seneng dengan komen “ejekan’ lo Ba!!
Setelah gue baca lagi emang diksi nya terkadang terlalu ‘loncat’ dari susunan kalimat yang sederhana dan syahdu, terlalu ndakik (tinggi) gitu
ahhh…oMie mah tetep aja ngga ngerti heheheheh.