seperti ada buldozer
lewat di kepalaku
waktu berusaha tawa
mengenai kesalahan yang dibenarkan
gemetar, takut, dan kalut
kuhisap sebatang samsu
terasa betul putaran bumi
pandangan merabun
aku disana
pertama kalinya menandatangani MOU busuk
lewat 750 ribu yang kubayarkan
Aku toleh langit
-cerah saja-
Tuhan seperti tak ada
dan aku berdiri
dengan rasa bayi yang pampersnya kelewat penuh
“Anjing!”
umpatan pelan tanpa daya
kutoleh gedung pemerintah disampingku
terasa betul kerdilnya
dan makin terasa, label rakyat
didahi
Satu batang sudah lewat
cukup rasanya berdiri
tanpa sadar dibawah terik mentari
aku pulang,
gemetar ketakutan,
seperti Muhammad setelah bertemu jibril
bedanya, aku yakin betul
yang tadi itu setan