sebuah vas pecah
berkeping menumpahkan diri ke lantai
terasa lantai dingin dipipiku
dan hangatnya darah
pada kening yang tergeletak jauh
sebuah vas utuh pecah
berserakan di lantai dan tersasar
tanganku yang terputus, berusaha meraih dada
yang terpental keluar pintu
sebuah vas utuh kemudian pecah
ketika gravitasi yang selama ini dikenalnya
menariknya tanpa ampun, berdebam
dalam tercecer seperti sampah
aku marah
gue selalu kasih empat bintang pada puisi yang gue ngga ngerti. Bravo!
@nazla, eh kemaren lo ceting sama gue katanya ngerti. Ini gara2 mecin nih :p