Category Archives: Blog

Hijrah dari Facebook, Nulis Lagi di Blog

Facebook belakang ini semakin runyam centang perentang. Bagi saya sudah tidak nyaman lagi untuk menuliskan isi pikiran. Karena fenomenanya kita nulis ke arah mana, eh tau-tau ada yang ngerasa kesindir dll. 

Jadi facebook memang sudah tembok jalanan yang tidak bisa sembarang kita nulis ini-itu, kebanyakan orang isengnya, apalagi kalau friendlist nya banyak. 

Yah lebih baik kembali kesini, ke ember sendiri. Lebih bebas mau numpahin air atau martabak. 😀

And I Shall Name You Bejo

Setelah penantian dari Agustus 2015, akhirnya datang juga motor Royal Enfield Desert Storm 500cc yang gue idam-idamkan. Dan dia gue kasih nama; Bejo. 

Setelah melalui berbagai issue, mulai dari harga yang berubah, launching yang terus diundur dan lain sebagainya. Syukurnya harga ternyata hanya nambah 1 juta dari price list yang pertama keluar tahun lalu. 

Proses mendapatkan si Bejo ini cukup unik dan berbeda dengan ketika gue membeli Kawasaki Estrella. Waktu tunggu, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama masa penantian itu merubah cara pandang dan sikap gue terhadap aktifitas motoran selama dua tahun ke belakang. 

Awalnya menggebu, sabar, sampai lupa, dan tau-tau udah waktunya menjemput motor ini dari dealer.

  
 Sekilas soal Royal Enfield Desert Storm 500cc ini bila dibandingkan Estrella langsung terlihat pada build quality-nya. Ban bawaan estrella itu Bridgestone Accolade (seri retro nya bridgestone). Sedanga Royal Enfield menggunakan ban MRF yang juga dipakai Bajaj Pulsar, shock belakangnya pun sama dengan yang dipakai bajaj. Awalnya riding position masih agak kagok, masih berasa lebih nyaman Estrella. Tapi lama kelamaan mulai terbiasa, malah ternyata guncangan jalan lebih tidak terasa pakai Royal Enfield. 
Sebelum melalui masa reyen, getaran pada setang sangat terasa, namun begitu melewati 500km mulai terasa halus.

Saat ini (600km) gue baru coba akselerasi sampai 130+kmph. Untuk mencapai kecepatan itu ngga terlalu sulit buat motor ini. Power bawah terasa ngisi di semua gigi, tapi di gigi atas agak kosong. Wajar sih, motor ini 500cc, 27,5hp dan torsi 41nm. 

Overall, I’m happy with this bike. Gue pakai buat motor harian dan berharap bisa touring jauh yang seru!

  
 

Adios ID-Zippo, Welcome Zigath

Tahun 2009, saya mulai menjual Zippo. Dari 2 buah Zippo, menjadi 5, menjadi 10 dan seterusnya. Saat itu hanya ada sekitar 3-4 penjual Zippo aktif di Kaskus.

Tahun 2010, para penjual, pembeli mulai saling berinteraksi secara acak dan akhirnya semua bertemu pada ujung-ujung simpul komunikasi dalam sebuah posting thread Zippo di Kaskus.

Tahun 2011, dimulailah babak baru, lahir nama ID-Zippo hasil dari rapat online via konferensi Yahoo! Messenger yang dihadiri 5 orang (1 orang absen karena gaptek). Lahir pula forum www.id-Zippo.com

Tahun 2012, acara Gathering nasional pertama ID-Zippo diadakan dengan 3 (kalau tidak disebut 2) orang panitia inti. Dari pertemuan ini banyak wacana bergulir; pembentukan organisasi, kegiatan-kegiatan offline dan seterusnya. Saya dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum ID-Zippo. Regional Bandung, Jogja, Surabaya dibentuk.

Tahun 2013, timbul bibit perpecahan internal karena perbedaan cara, yang berujung pergantian Ketua Umum. Perselisihan internal ini cuup ditutupi agar tidak mempengaruhi persatuan semuanya. Efeknya terjadi vakum kegiatan offline dan online. Bahkan Gathering Nasional ID-Zippo ke-2 yang sedianya diadakan pada bulan Februari mundur ke bulan Agustus.

Tahun 2014, setengah tahun pertama masih terjadi kevakuman di ID-Zippo. Kemudian terjadi fenomena ramai kembalinya grup Zippo di Facebook, dengan puncaknya beberapa penggemar Zippo di Bandung (yang belum pernah terlibat di ID-Zippo sebelumnya) mengadakan acara offline halal bi halal penggemar Zippo, suatu momen dimana pertama kalinya sejak 2012 saya hadir di acara komunitas Zippo bukan sebagai panitia. Para pengurus ID-Zippo terpancing untuk kembali aktif dan berkonsolidasi di tengah perkembangan yang terjadi. Lahir ID-Zippo regional Semarang, dan ID-Zippo coba merangkul penggemar Zippo di Bandung ke dalam regional yang sebelumnya mati. Gathering Nasional ke-3 diadakan di Yogyakarta pada bulan tahun itu. Setelah Gathering ke-3 saya kembali diminta menjadi Ketua Umum.

Tahun 2015, di tengah panasnya geliat semangat penggemar Zippo di daerah untuk aktif, mulai timbul gesekan-gesekan yang berujung pada konflik personal. Regional Bandung menjadi tuan rumah Gathering Nasional ke-4 pada bulan April, dimajukan agar berikutnya bisa kembali ke bulan Februari. Grup Zippo di Facebook semakin banyak berdiri. Semenjak terjadinya konflik di awal 2015 suasana grup-grup Zippo tidak bisa dikatakan nyaman untuk para penggemar Zippo, karena konflik tersebut menyisakan sentimen berkepanjangan. ID-Zippo terus berusaha menyuarakan persatuan penggemar Zippo se-tanah air. Ketika hampir menyerah, saya dan dua pengurus sowan ke seorang tokoh yang saat itu posisinya berada di tengah. Mengutarakan visi-misi ID-Zippo tentang persatuan dan kami siap berkorban demi itu terwujud. Saya sebagai ketua siap diganti, asalkan persatuan bisa terwujud, bahkan nama ID-Zippo pun boleh diganti; asal persatuan itu bisa terwujud.

Setelah serangkaian tour kami lakukan ke daerah-daerah, terwujudlah Musyawarah Nasional Penggemar Zippo 1 pada 19-20 September di Yogyakarta. Ketua Umum diganti, nama pendiri bertambah, nama ID-Zippo berganti menjadi Zigath; www.zigath.com

 

Adios!
ID-Zippo

See you on 
the other side!

:’)

Jakarta – Sawarna

Waktu yang berjalan
Mengharmoniskan hembusan angin
Memupuhkan debu jalan ke wajahku
Seperti inisiasi pejuang suku-suku

Pemandangan berganti
Kota, desa, hutan, pantai
Aroma bertukaran
Polusi, oksigen dan garam
Merasuk ke dalam paru

Aku dan motorku
Menutur 99 Nama Agung
Pada artefak aspal dan tanah
Menjadi gembala manusia pencari angin

Jalan raya adalah nadi kota-kota
Penyalur jutaan kepentingan dan kebutuhan
Aku belajar mengenai kebaikan dan kanker di sana
Mencari ayat yang disamarkan olehNya

Waktu yang berjalan
Mengharmoniskan ragam aroma
Memampatkan kenang dan wacana

Berzikir dalam kecepatan dan kelokan
Melupakan fisik, bersatu dengan udara
Melesat bersama waktu
Ke dalam nadi-Mu

Ciputat, 15 Februari 2015, 09:40 wib

Spiral Tantangan

Menjadi seorang enterpreneur dikatakan butuh keberanian dan kemauan untuk keluar dari zona nyaman seseorang. Dan mungkin beberapa orang berfikir itu hanya terjadi sekali ketika dia memulai, tapi ternyata tidak demikian kenyataannya.

Sebagian orang mengatakan keluar dari zona nyaman berarti menempatkan diri pada sisi tebing yang curam. Posisi yang selalu dikelilingi ancaman dan ketidakpastian, sehingga pilihan Anda adalah fokus untuk
mencari solusi yang dapat membuat Anda survive, atau jatuh terpuruk ke dalam jurang.

Dari sisi profesi, tahun 2012 merupakan tahun peralihan saya dari pekerja perusahaan IT sekaligus pelaku usaha desain interior kepada niat fokus berbisnis Zippo. Berbagai krisis terjadi, pada tataran ekonomi keluarga, konsep bisnis, hubungan personal dan profesional. Namun saya selalu berusaha untuk tidak menyerah, saya ikuti alur semua masalah yang terpapar di muka. Saya merasa ada di era pendadaran kawah candradimuka yang memelanting saya kesana-kemari. Kondisi-kondisi yang memaksa saya keluar dari zona kenyamanan, dan beberapa kali harus mengoreksi cara dan pemahaman yang saya miliki akan segala sesuatu.

Pada 2013 mulai timbul titik terang, impian memiliki toko Zippo offline mulai dapat diwujudkan. Lagi-lagi di situ saya dipaksa keluar dari zona kenyamanan. Pola hidup yang sangat tidak teratur pada dua tahun sebelumnya harus dirubah ke pola yang baru. Saya harus berangkat ke toko pagi, dan pulang ketika agak malam, mencari karyawan, menaikkan jumlah penjualan, dan secara sosial menjalani posisi ketua komunitas dengan segala macam dinamikanya.

Pada akhirnya, saya yakin ketika Anda memiliki kemauan untuk maju, Anda akan menghadapi spiral ‘krisis’ yang memaksa Anda berulang kali keluar dari zona nyaman Anda, pada posisi manapapun Anda berpijak. Baik sebagai pekerja maupun seorang enterpreneur. Krisis-krisis tersebut berisikan tantangan-tantangan baru yang menanti untuk dijawab. Dan bersyukurlah Anda ketika tantangan yang Anda hadapi selalu berbeda dan semakin bertambah tingkat kesulitannya.

The Audio is Just 2.1

After my friend played Camay Ng singing “If You Leave Me Now” through his Altec Lansing MX5021 2.1 THX certified speakers, my ears are fucked up! I can’t enjoy a mere speakers anymore. That night, when I was taking some breath from our little experiment with Zippo in his backyard. He calmly turned his speaker and played the song, It instantly take me to various memorable events in my life.

The sound it produces was so crisp and crystal clear, as if the singer and her band was performing in this very place. And then I know, good sounds from good music can really ease the pain.

I was looking for that particular speakers, but can’t find new ones. Later I know it has been discontinued couple of years ago. And many people also got this item on used condition, but still performing the quality. Lately my friend told me some are being sold in Kaskus. I make a phone call to the seller and he invite me to come to his house in Pancoran. But all of a sudden I feel uncertain to buy it. I then intentionaly delayed my desire in hope maybe later I still able to find another one.

The main cause is: THE MONEY. I have many things in hand that needs to be paid first. My store renovations, my loans…

Damn you pepelephew….

Someone’s Rocking My Dream Boat

“Someone’s rocking my dreamboat,
Someone’s invading my dream.
We were sailing along, so peaceful and calm;
Suddenly, something went wrong.

Someone’s rocking my dreamboat,
Disturbing a beautiful view.
It’s a mystery to me this mutiny at sea –
Who can it be?

(Bridge:)
A friendly breeze gave us a start
To a paradise of our own;
All at once a storm blew us apart
And left me drifting alone.

Someone’s rocking my dreamboat,
I’m captain without any crew.
But love as my guide, I’ll follow the tide
I’ll keep sailing ’til I find you.”
~ The Inkspots ~

A damn nice song to describe commons problem in the real workd. Nearly in every aspect of life. From love, friendship, work, and dream building.

Dreams are ideals put far away in front of us. Usualy just a simple goal without any complicated ways to achieve it. The road is tough, oiled with blood and tears. Birth and death are just natural process within it. There are people come and go, leave us with the choice to stay or leave, to strengthen our ego or the goal itself.

“…
But love as my guide, I’ll follow the tide
I’ll keep sailing ’til I find you
….”

morning sky in ciputat

Morning Sky, Pure Blessing

morning sky in ciputat

 

This morning, after posting grunts on this blog, I take my son to shower. I let the bathroom door open, which happened facing east where the sun rise. While I preparing the soap and shampoo, my son happily singing and marching back and forth with his eyes staring at his shadow.

I then just realised how bright the sun this morning. Maybe the brightest among days earlier. I stunned for a while, watching the shimmering sunlight on the bathroom floor. It brings back good old memories, it energizes me even though I haven’t sleep last night.

It’s a good morning. And now I have to sleep.

Good day everyone!

Hero of Shit

“There’s a lady who sure
All that glitters are gold..”
~ Led Zeppelin ~

People, often mistaking who the real hero is. Thousands gone to war, bleeding, hurt, died, and no one aknowledge their sacrifices. Meanwhile, in the last moment, came a glamorous figure who give the last hit (to the dying enemy) and then regarded as the hero, the true hero, the chosen one.

A big STINK PILE OF SHIT I tell you. I happens all the time, again and again.

Yeah, shit happens.