Tag Archives: motorcycle

And I Shall Name You Bejo

Setelah penantian dari Agustus 2015, akhirnya datang juga motor Royal Enfield Desert Storm 500cc yang gue idam-idamkan. Dan dia gue kasih nama; Bejo. 

Setelah melalui berbagai issue, mulai dari harga yang berubah, launching yang terus diundur dan lain sebagainya. Syukurnya harga ternyata hanya nambah 1 juta dari price list yang pertama keluar tahun lalu. 

Proses mendapatkan si Bejo ini cukup unik dan berbeda dengan ketika gue membeli Kawasaki Estrella. Waktu tunggu, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama masa penantian itu merubah cara pandang dan sikap gue terhadap aktifitas motoran selama dua tahun ke belakang. 

Awalnya menggebu, sabar, sampai lupa, dan tau-tau udah waktunya menjemput motor ini dari dealer.

  
 Sekilas soal Royal Enfield Desert Storm 500cc ini bila dibandingkan Estrella langsung terlihat pada build quality-nya. Ban bawaan estrella itu Bridgestone Accolade (seri retro nya bridgestone). Sedanga Royal Enfield menggunakan ban MRF yang juga dipakai Bajaj Pulsar, shock belakangnya pun sama dengan yang dipakai bajaj. Awalnya riding position masih agak kagok, masih berasa lebih nyaman Estrella. Tapi lama kelamaan mulai terbiasa, malah ternyata guncangan jalan lebih tidak terasa pakai Royal Enfield. 
Sebelum melalui masa reyen, getaran pada setang sangat terasa, namun begitu melewati 500km mulai terasa halus.

Saat ini (600km) gue baru coba akselerasi sampai 130+kmph. Untuk mencapai kecepatan itu ngga terlalu sulit buat motor ini. Power bawah terasa ngisi di semua gigi, tapi di gigi atas agak kosong. Wajar sih, motor ini 500cc, 27,5hp dan torsi 41nm. 

Overall, I’m happy with this bike. Gue pakai buat motor harian dan berharap bisa touring jauh yang seru!