Author Archives: Nyenius
Challenge : Day 1
Tema hari pertama: Diri sendiri
Okay, inilah resminya gambar gw hari pertama untuk 30 hari menggambar. Setelah sebelumnya salah kaprah.
Gw coba gambar muka gw di depan meja rias, jadinya ancur, udeh kaek tokoh mafia di komik-komik GTO atau Kunimitsu :p
***kok rada peyang ya imagenya? @*&^$@#
++Mobile
ORAT-ORET
Ibadah yang Terganggu

- Image by Getty Images via @daylife
Pernahkah merasa ibadah Anda terganggu oleh sesuatu yang dinilai masyarakat sekitar sebagai baik? Saya pernah, itu sangat mengganggu, dan jelas sangat mempengaruhi perilaku saya di lingkungan tersebut.
Saya memulai ‘karir’ bicara di depan publik semenjak SD (sekitaran kelas 4). Waktu itu di RT saya tiap habis magrib anak-anak kecil pada ngaji di musholla deket rumah. Khusus untuk malam jum’at, semua jamaah ngaji yasin dan dengerin ceramah bareng. Waktu ngaji yasin, kita anak-anak cere pada dipakein baju gamis putih dan ngaji yasin di tengah lingkaran orang-orang dewasa.
Pada perjalanannya, kami secara bergantian diajarin menjadi pembawa acara pengajian tersebut. Setelah mencicipi panggung untuk pertama kalinya, saya ketagihan, dan meminta bokap untuk supaya saya bisa tampil pidato juga. Dengan senang hati bokap membuatkan teks pidato dan mengajarkan trik-trik berpidato.
Pertama saya dibuatkan teks, dibuatkan lagi, dibuatkan lagi, sampai tiba satu masa (ketika sudah SMP) pada saat ramadhan saya suka ditembak sama jama’ah mushola kecil itu untuk ngisi kultum shalat tarawih. Semenjak itu, saya gak pernah tenang tiap tarawih deg-degan takut ditembak maju untuk kultum.
Pada saat-saat tegang itulah, pikiran saya diperas sekuat mungkin untuk memikirkan tema pidato (bahkan ketika shalat sekalipun :p ). Dan tak sengaja terbentuk pola: saya memikirkan sebuah ayat, atau hadits, dari sekeping ayat atau hadits yang saya pahami itulah dikembangkan menjadi sebuah pidato singkat.
Meski hal tersebut tidak terus menerus terjadi pada tiap tarawih, tapi rasa tegang ketika menunggu momen apakah akan didapuk untuk ceramah atau tidak, betul-betul tidak menyenangkan. Betapa saya merasa terganggu dengan hal tersebut, dan itu mempengaruhi keinginan saya untuk ikut solat tarawih. Dan jujur, saya baru bisa mengatasi rasa tidak nyaman itu beberapa tahun belakangan ini, ketika saya memang tidak ingin untuk ceramah, menghilangkan semua rasa sungkan.

Adalagi fenomena yang saya tangkap dari pengajian ibu-ibu di lingkungan sekitar saya. Terkadang (namanya ibu-ibu) mulutnya suka usil gak jelas. Jadi ada ibu-ibu yang jarang atau gak pernah ikut pengajian, tiba-tiba suatu hari datang menghadiri acara pengajian tersebut. Bukannya sambutan baik yang didapat tapi pertanyaan sinis; “Tumben nih ikut ngaji Bu…”
Bahkan juga bapak-bapak gak mau ketinggalan, terkadang orang yang jarang ikut solat jamaah di masjid atau mosholla ketika nongol ikut solat suka dihadiahi pertanyaan usil serupa; “Akhirnya ikut solat jamaah juga”, atau dengan kalimat sama dengan yang tadi.
Banyak perilaku masyarakat yang terkadang bermaksud baik tapi mengganggu, atau terkadang memang dari maksud awal juga gak baik (seperti sindiran-sindiran tadi). Pada kondisi saya pribadi, sedari dulu merasa tertekan akan harapan masyarakat yang ditumpahkan pada seorang saya yang masih kecil.
Harapan mereka bahwa saya akan jadi mubalig, jadi seseorang yang bisa menjadi contoh, bisa menjadi guru di masyarakat, telah mengikat seluruh gerak saya, menjadi sebuah ketakutan laten bahwa mungkin saya tidak bisa memenuhi harapan itu. Itu semua bermula semenjak SD kelas 6 saya berceramah dari satu pengajian ke pengajian lainnya (pengajian anak-anak, bapak-bapak, ibu-ibu, juga acara peringatan maulid dan pembukaan pengajian remaja masjid).
Soal harapan itu, saya bukan sekedar merasa-rasa, mereka menyampaikannya kepada saya melalui perlakuan, tingkah laku, dan bahkan secara lisan. Pernah suatu hari waktu saya main-main di depan rumah, ada nenek-nenek abis ngaji di musola lewat, saya cium tangan (pokoknya pikiran saya waktu itu, keliatan tua, soleh, cium tangan aja), eh tiba-tiba nenek itu ngomong panjang lebar mendoakan supaya saya jadi ini-itu-ono-ini ya semua yang berbau suci dan soleh lah. Dan masih beberapa lagi ungkapan verbal dari beberapa orang yang bisa disebut tokoh masyarakat di tempat tinggal saya.
Bagi mereka, mungkin itu sekedar ungkapan sepintas ketika bertemu, mungkin itu permintaan sepintas ketika salat tarawih berjamaah, tapi bagi yang lain, itu bisa sekali berubah menjadi tekanan dan tuntutan. Bahkan sampai taraf yang mengganggu muamalah dan ibadah. And now, I just don’t care. 🙂
Bagaimana Cara Menghapus Permanen atau Menon-aktifkan Sementara Akun Facebook?
Setelah sebelumnya saya uraikan cara daftar facebook, sekarang saya mau jabarin cara menghapus akun facebook kita. Sebelumnya kita mesti tahu, ada dua macam cara ‘mematikan’ akun facebook kita:
- Menghapus secara permanen.
- Menon-aktifkan (mati suri, kita masih bisa login sewaktu-waktu, tapi profil kita sudah hilang dari facebook)
[toc=”2,3″ title=”Daftar Isi:”]
Menghapus Akun Facebook Secara Permanen:
- Login ke akun facebook Anda. Lalu klik link ini : https://ssl.facebook.com/help/contact.php?show_form=delete_account
Maka akan muncul halaman berikut ini:

Klik submit untuk lanjut ke langkah berikutnya.Link yang saya kasih di atas bukanlah link phising atau palsu, tapi saya dapat dari bagian help-nya facebook. Itu merupakan halaman Secure Pages (https). Sumbernya bisa dilihat disini : How do I permanently delete my account?

- Akan muncul satu kotak verifikasi password dan verifikasi kode keamanan (dua kata).

Bila anda betul-betul yakin, klik “Okay” - Akan muncul pemberitahuan yang mengatakan bahwa selama 14 hari ke depan (2 minggu), akun Anda hanya dinon-aktifkan (mati suri). Selama masa 14 hari itu, akun anda akan hilang dari peredaran, tapi Anda masih bisa login. Dan selama masa itu juga, Anda masih berkesempatan untuk membatalkan rencana penghapusan permanen akun facebook Anda. Klik ok.

“Your account has been deactivated from the site and will be permanently deleted within 14 days. If you log into your account within the next 14 days, you will have the option to cancel your request.” - Apa yang terjadi kalau dalam masa 14 hari itu kita login ke akun kita?
Sesuai janji facebook (:P), kita akan langsung diberikan pilihan untuk confirm delete, atau membatalkan aksi penghapusan.

Kalau sudah bulat tekad untuk menghapus, tekan Confirm Deletion. - Dan ternyata memang tidak semudah itu facebook menghapus ‘barang dagangannya’ eh user nya :p. Meski sudah diklik Confirm Deletion, jawaban dari facebook udah kayak ngeledek. Terjemahan bebasnya gini: “Oh tetep mau dihapus? Ya udah, akun lo tetep akan dihapus sesuai jadwal semula. Kalo berubah pikiran login aja lagi, ditunggu yach 🙂 “ wakakakakakak (gak percaya, klik aja gambar di bawah)

Membatalkan Penghapusan Permanen Akun Facebook (sebelum masa 2 minggu berakhir):
- Login ke akun facebook Anda (selama dalam jangka 14 hari sebelum penghapusan dilakukan). Dan langsung kita diberi pilihannya.

Pilih “Reactivate Account”. - Maka voila! Tanpa banyak basa-basi, akun facebook kita pun aktif kembali 🙂

Menon-aktifkan Akun Facebook :
- Masuk dan login ke akun facebook kita. Lalu masuk ke bagian Account > Account Settings
- Pilih kotak paling paling bawah bernama “Deactivate Account”. Klik link ‘Deactivate’

- Pilih atau masukkan alasan kita menghapus akun kita. Dan centrang juga pilihan “Email Opt Out”, supaya facebook tidak mengirim email-email notification (pemberitahuan) setelah kita deaktifasi akun kita. Klik tombol ‘Confirm’
- Akan keluar kotak konfirmasi password. Masukkan password anda saat ini.

- Akan keluar lagi kotak verifikasi kode keamanan. Masukkan dua kata yang tertera pada gambar yang muncul, ke dalam kotak yang disediakan dibawahnya. Klik Submit

- Akun kita selesai dinon-aktifkan.

- Cara mengaktifkan kembali akun kita mudah saja. Cukup login kembali dengan username dan password kita. Maka otomatis akun kita hidup lagi.
Sekian, semoga bermanfaat. 🙂
Bagaimana cara daftar Facebook?
Sebagian besar orang mungkin sudah tau atau bahkan sudah punya akun facebook, tapi bagi yang tidak mengerti, boleh dimulai dari sini. 🙂
- Masuk ke www.facebook.com
- Isikan Formulir pendaftaran yang ada di halaman depan. Setelah selesai, klik “Sign Up”.
- Masukkan dua (2) kata security check yang terdapat di kotak. Setelah selesai, klik “Sign Up”
- Kita masuk ke ‘3 langkah mudah’ pendaftaran facebook.
- Step 1. Find Friend. Gunakan ini untuk mencari orang-orang yang terdapat di contacts email Anda. Tinggal klik find friends dan akan tampil kotak login email. Login dan cari teman anda. Atau kita bisa Skip (lewati) langkah ini.
- Step2. Masukkan informasi pendidikan dan pekerjaan. Kita bisa isi atau Skip (lewati) langkah ini. Jika anda isi, klik tombol “Save & Continue”, jika tidak, klik tombol “Skip”
- Step 3. Profile Picture. Ini mungkin langkah yang cukup penting (walau ini pun bisa dilewati). Ada dua pilihan untuk mengupload foto profil anda.
- UPLOAD a PHOTO. Klik link ‘upload a photo’, maka akan muncul kotak untuk mencari foto yang ada di komputer anda untuk diupload.
- Take a Photo.
Klik link ‘take a photo’ untuk membuat foto profil anda menggunakan webcam di komputer atau laptop.
Begitu kita klik ‘take a photo’, akan muncul kotak berwarna hitam, dan kotak ‘adobe flash player settings’. Klik / pilih ‘Allow’ kemudian close
Ambil foto dengan menekan tombol biru (gambar kamera).
Setelah selesai, tekan tombol ‘Save & Continue’, apabila tidak puas dengan hasilnya, ulangi lagi. - Selamat, akun facebook anda sudah terbuat! Tapi masih ada satu langkah kecil yang mesti kita lakukan, lihat langkah berikutnya.
- Masuk ke akun email yang tadi kita gunakan untuk mendaftar di facebook. Buka email berjudul kurang lebih “Just One More Step To Get Started on Facebook”
- Ikuti instruksi yang ada di dalam email. Klik link yang telah diberikan.
- Sekali lagi selamat, proses registrasi facebook kita sudah lengkap. Anda sekarang memiliki sebuah akun facebook 🙂

- Jangan pernah lupa untuk ‘sign out’ tiap kali kita selesai mengakses akun kita di komputer yang digunakan banyak orang (warnet misalnya).
Tambahan soal Profil anda:
- Untuk mengakses halaman profil facebook Anda, klik link "’Profile” pada deretan ‘menu bar’ kanan atas.
- Inilah halaman profil Anda, sebagaimana dilihat oleh pengunjung lainnya juga ketika mengakses profil Anda.
Profil facebook dibagi ke dalam ‘kotak-kotak’ profile. Sekarang mari kita coba edit/rubah salah satunya, yaitu bagian ‘About Me’ (lihat gambar).
- Inilah halaman edit profile bagian About Me.
Perhatikan bahwa ada elemen-elemen yang bisa disembunyikan. Contohnya tanggal lahir dan jenis kelamin. Sesuaikan dengan kebutuhan privasi Anda.
Dan jangan lupa selalu tekan tombol ‘SAVE CHANGES’ setelah anda setelah mengubah setingan apa pun di akun facebook anda. - Jangan ragu untuk eksplorasi segala sesuatu di facebook Anda. Tampilan facebook lumayan bersahabat untuk dijelajahi, jangan takut tersesat. Bahkan facebook memberikan ‘progress bar’ mengenai tingkat eksplorasi anda di facebook (baca; seberapa jauh anda menguasai penggunaan facebook).

- Selamat ber-Facebook ria dengan kawan lama dan kawan baru. Dan jangan lupa waktu 😀
Next “Cara hapus akun facebook” 🙂
Memilih Printer Rumahan: Epson atau Canon?
Sudah sekian printer dari merk Canon dan Epson yang sudah saya ‘habiskan’ (tepatnya menghabiskan uang saya), selama pengalaman saya berinteraksi dengan komputer. Penggunaan saya adalah untuk pribadi, beberapa diantaranya adalah untuk ngeprint dokumen dalam jumlah banyak, mencetak buku (bolak-balik / duplex printing), cetak foto. Dengan pola penggantian tinta; beli cartridge original, tinta suntik, tinta infus.
Bisnis Produsen Printer
Produsen printer berinvestasi cukup besar pada pengembangan kualitas tinta. Tinta asli telah dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil cetak berkualitas tinggi dan berdaya tahan lama, juga kemungkinan untuk mengering di mulut head lebih kecil. Sehingga masalah-masalah head nozzle clogging karena printer lama tidak digunakan tidak terjadi. Beda dengan kualitas tinta biasa yang lebih mudah mengering bila tidak digunakan dalam waktu lama. Bahkan saya sempat membaca ada satu periode dimana Epson mengalokasikan sebagian besar dananya untuk riset tinta.
Menilik dari harga tinta asli, dan gembar-gembor himbauan produsen untuk menggunakan tinta asli, dapat dikatakan bisnis utama produsen printer adalah tinta, bukan mesinnya. Karena penjualan tinta printer dapat menjadi sebuah recurring income yang sangat potensial. Harga tinta asli bisa setengah dari harga mesin printer itu sendiri (yang saya tahu untuk yang low-end).
Masalah Utama Seputar Printer (dalam hal ini Epson dan Canon)
Berdasarkan pengalaman sebagai pengguna, saya nilai, permasalahan utama printer ada di dua hal; tinta dan head printer. Tinta sembarangan bisa membuat mampat head printer, karena lebih mudah mengering. Head printer yang mampat tidak dapat melakukan tugasnya, menyemprotkan tinta dan menghasilkan gambar/teks. Sehingga membutuhkan penanganan khusus untuk membetulkannya. Biasanya yang pertama dicoba adalah mencairkan tinta yang mengering di bagian head printer tersebut. Ada yang mengatakan direndam di air hangat dan yang lebih betul adalah menggunakan cairan khusus pengencer tinta yang barangnya tidak mudah didapat.
Beberapa kali ketika akan memodifikasi printer menggunakan tinta infus, saya ditanyakan apakah akan sering menggunakan printer tersebut atau tidak. Karena sistem infus lebih dianjurkan untuk penggunaan yang kontinu dan terus menerus. Mungkin ini disebabkan karena kelemahan tinta tersebut yang akan mengering bila tidak digunakan dalam waktu lama. Dan dari pengalaman yang saya alami memang begitu adanya, beberapa kali hal ini berakibat fatal kepada head printer.
Di mana headnya?
Sejauh yang saya tahu, penempatan head printer pada Epson dan Canon sangat berbeda. Head Epson menyatu dengan mesin print-nya, sedangkan pada Canon head printnya menyatu dengan cartidge tinta. Ini adalah perbedaan yang sangat mendasar dan penting.
Ketika Anda bertanya kepada pelayan ‘kedai’ tinta infus mengenai merk printer apa yang lebih cocok untuk diinfus. Mereka akan menjawab Epson. Dengan alasan, untuk Epson sudah ada cartridge bajakannya, yang dijual satu set dengan tabung dan selang infus, sehingga cartridge asli masih utuh tidak dirusak. Sedangkan untuk Canon set infusnya tidak disertai dengan cartridge, jadi terpaksa mesti menggunakan cartridge aslinya.
Yang pertama terpikir di kepala saya “kalau Epson diinfus, tidak merusak cartridge aslinya, sedangkan Canon mesti ‘ngacak-ngacak’ cartridge aslinya”, saat itu Epson segera menjadi pilihan saya untuk diinfus, karena dia ‘tidak merusak elemen asli’ bawaan printer; cartridge. Sedangkan Canon sebaliknya.
Belakangan baru saya sadari bahwa itu adalah pengambilan kesimpulan yang buruk. Kenapa buruk? Pertama, alasan penjual menyarankan Epson karena untuk menginfus printer Epson tidak memerlukan effort berarti. Satu set infus dan cartridge palsu sudah tersedia, mereka tinggal pasang dan atur-atur penempatan selang. Sedangkan untuk Canon mereka mesti merubah cartridge asli supaya bisa disambungkan selang tinta infus (belum lagi kemungkinan gagalnya).
Kedua, pikiran bahwa ‘catridge asli masih utuh’ itu sangat sesat. Ketika printer sedang ngadat (baca; tidak keluar tinta alias ga bisa ngeprint), kedudukan sebuah cartridge akan menjadi sangat tidak penting ketimbang mesin printernya. Dalam kondisi tersebut, pilihan membuang cartridge rusak dan membeli yang baru (entah asli atau bajakan), lebih feasible ketimbang menservis mesin printer atau beli printer baru. Dari segi biaya maupun waktu.
Sejauh saya pernah punya printer (hampir 10 printer), tidak pernah saya mengalami kerusakan pada bagian mekanis printer (roller kertas dll), semuanya adalah persoalan head (yang disebabkan oleh tinta), atau karena memang tinta dan cartridgenya sudah tidak ada di pasaran lagi.
So I choose….
Dengan asumsi bahwa tinta yang kita gunakan adalah bukan tinta asli -baik infus maupun suntik-, saya lebih memilih Canon ketimbang Epson. Utamanya adalah karena posisi head yang berada di cartridge itu menjadikan printer Canon memiliki umur yang lebih panjang ketimbang printer-printer Epson yang pernah saya punya.
Contoh, printer Canon BJ-2100SP yang saya punya bertahan walau sudah diperlakukan, digunakan, dan disimpan secara asal, masih terus berfungsi sampai akhirnya tintanya sudah discontinue, alias gak ada yang jual lagi. Dan sekarang saya menggunakan Canon IP1990 dan IP 1880, sempat beberapa kali mengalami blank pada hasil print out nya, tapi dengan mudah dan cepat tertangani cukup dengan membeli cartridge baru (baik asli maupun palsu), lantas bisa berfungsi kembali. Dan kalaupun saya mau coba-coba bersihin sendiri itu head-nya (yang notabene adalah cartrdige itu sendiri), tidak beresiko merusak mesin printernya.
Tidak begitu pengalaman saya dengan Epson, 2 kali diinfus dengan 2 printer Epson yang berbeda, dua-duanya terserang headnya (blank print out). Penanganannya pun sangat pain in the ass, otak-atik sendiri, dan akhirnya bawa ke tempat servis. Tunggu sehari, keluar hasilnya; head kena. Terus katanya mau diusahain dulu, makan waktu 1-2 hari. Begitu datang ke tempat servisnya, dibilang mesti ganti head yang harganya sekitar 350-400 ribuan. ITUPUN, mesti nunggu lagi beberapa hari untuk dibeli head nya, dan di pasang. Uang terbuang, waktu apalagi.
Why?
Epson merancang head printer nya menjadi satu kesatuan dengan mesin printernya. Sehingga ketika terjadi gangguan/kerusakan pada head, kita mesti membawa mesin printer untuk diservis. Memperbaiki sendiri jelas sangat riskan, karena berarti kita mesti membongkar juga komponen-komponen lainnya. Padahal ini masalah yang sangat umum terjadi di Indonesia yang penggunanya senang menggunakan yang murah-murah.
Canon sebaliknya merancang head printernya sebagai sebuah modul terpisah dari mesin printernya. Sehingga ketika terjadi gangguan/kerusakan pada head, kita cukup mencabut part kecil (cartridge nya) dari printer tersebut. Kita bisa coba bersihkan sendiri tanpa takut merusak mesin printer nya. Kalau tak tertangani, kita tinggal pergi ke toko yang menjual perlengkapan printing (bahkan di toko buku juga ada), dan tinggal pilih, mau solusi sementara yang murah (beli cartridge biasa, yang nggak tahu tahan berapa kali isi ulang), atau solusi yang lebih ‘permanen’, beli cartridge asli. Lantas kita pulang, pasang cartridge yang baru di beli, printer pun berfungsi, dan pekerjaan kita tidak terlantar.
Disclaimer:
Saya menuliskan ulasan dan pandangan ini berdasarkan pengalaman dari menggunakan printer Epson dan Canon untuk kelas ‘rumahan’ seperti Bubblejet. Tidak mencakup printer laser dan selain dari yang saya sebutkan tadi. Jangan percayai tulisan ini sepenuhnya, lakukan pencarian lebih lanjut menggunakan mesin pencari seperti google mengenai printer yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Use this information at your own risk. 🙂
Panduan Lengkap Cara Mendaftar di Kaskus.us
Saya merasa bersalah juga, setelah tulisan saya sebelumnya membuat orang yang mau cari cara praktis daftar di kaskus malah gak dapet yang dicari. Berikut saya uraikan sejelas mungkin langkah-langkah untuk mendaftar kaskus.
- Buka www.kaskus.us

- Klik link ‘Sign Up’ yang ada di bagian paling atas situs.
- Isikan tanggal lahir Anda (klik gambar untuk lebih jelasnya, terbuka di jendela baru)
- Klik pernyataan setuju dengan term & condition penggunaan kaskus. (klik gambar untuk lebih jelasnya, terbuka di jendela baru)
- Isikan formulir dengan info mengenai Anda (klik gambar untuk lebih jelasnya, terbuka di jendela baru)
- Bila ada kesalahan dalam pengisian form tadi, Anda akan kembali ke halaman form tersebut. Lihat keterangan erorrnya di kotak di atas kotak formulir.
- Registrasi kaskus selesai. Sekarang periksa inbox email yang anda gunakan untuk mendaftar.
- Buka email yang baru saja masuk dari kaskus
- Lihat gambar untuk petunjuk jelasnya
- Apabila mendapat halaman ini, berarti proses registrasi telah betul-betul selesai. Silahkan login dengan username dan password anda. Bila tidak mendapatkan halaman ini, lihat lagi gambar poin 9.
- SELAMAT NGASKUS BRADERRRR 😀 😀 😀 :beer:
Saran-saran tambahan:
- Tidak ada yang bisa memastikan apakah data yang Anda masukkan itu benar atau salah (contoh: tanggal lahir, nama asli, nomer telp), jadi betul-betul terserah Anda mau isi ngasal aja, atau bener.
- TAPI, kalau anda ingin jadi SELLER alias Penjual di Kaskus, saya sangat menyarankan isi data sebenar-benarnya. Karena buyer yang akan membeli barang dari Anda akan juga mengecek profil Anda. Dan kejujuran Anda merupakan nilai lebih yang dapat menunjukkan itikad baik Anda.
- Selalu baca tata-cara, adat-istiadat, alias peraturan yang berlaku bagi tiap forum dalam kaskus, demi menghindari hal yang tidak diinginkan, dimaki-maki member lain misalnya, atau parahnya dibanned sama moderator (biasa disebut momod-mimin). Masing-masing forum punya rules nya sendiri. Contoh, di forum A boleh pertamaxx, sedangkan di forum B nggak boleh.
- Be polite, hargai member lainnya, kaskus adalah wilayah publik.
Sekian. Semoga membantu 🙂
Menggali Inspirasi Dan Membangun Orisinalitas Tulisan Dari Karya Asing
Hadirin pembaca, langsung saja saya bertanya, apa makna/kesan yang Anda tangkap dari kata-kata berikut ini:
“Gorgeous”
“Marvelous”
“Amazing”
“Love”
“Kiss”
“Romance”
Bandingkan dengan:
“Cantik”
“Mengagumkan”
“Menakjubkan”
“Cinta”
“Ciuman”
“Roman”
Sekarang katakan kepada diri sendiri, mana yang lebih memberi inspirasi imajinatif bagi Anda?
—
Kemarin-kemarin, saya chatting dengan teman saya seorang penulis yang telah menelurkan karyanya dalam sebuah kumpulan cerpen “Lelaki Pembawa Senja”. Seperti biasa, bicara dengan sastrawan pasti menyenangkan, malah orang ini bisa ‘memperkosa’ saya hanya melalui puisi yang saya buat, melihat menembus yang tersembunyi. Intinya, nyambung lah 😀
Dan entah kenapa, apakah dia menghadapi writer’s block atau mengalami post-traumatic pasca pembeberan karyanya ke publik dengan beragam respon dan kritik. Semenjak itu belum lagi dia menelurkan karya yang lain (kalo buat terus disimpan sendiri gak tau saya). Tapi itu gak penting, sebab saya tahu kemampuan itu masih bersembunyi jauh di dalam benteng entah-apa-namanya di dalam dirinya, saya yakin itu. (akhirnya saya tahu penyebabnya, tapi tidak akan ditulis disini :P)
Setelah saya bertanya soal pola bercerita apa yang sedang trend dalam dunia perfileman, saya tanya hal serupa dalam penulisan novel atau cerita apapun lah yang sedang trend. Jawabannya dia jarang baca novel dan pemandangan yang sering terlihat di Gramed itu chiklit, tinlit, metropop, fantasi, dan tak lupa novel terjemahan yang bejibun. Mendengar nama: chiklit, tinlit, metropop, saya langsung berseloroh; “Itulah yang merusak film-film kita”, dan di-amini dengan “Benerrrrr :D”. Dari jawabannya tersebut yang saya garis-bawahi adalah Novel Terjemahan Bejibun.
Ya, novel terjemahan. Saya teringat lagi, betapa dari sumber-sumber yang saya baca, sastrawan-sastrawan besar kita dulu tampaknya banyak membaca dan terpengaruh oleh karya sastrawan asing. Juga mereka tertantang untuk menerjemahkan karya-karya asing. Seperti pengakuan rekan sastrawan angkatannya Chairil Anwar, bahwa dia menerjemahkan puisi asing, tapi mengakui bahwa terjemahan Chairil ‘lebih bersuara’ dari terjemahan siapa pun saat itu[*].
Mengapa menerjemahkan karya sastra asing (terutama puisi) dapat menjadi sebuah prestasi. Karena itu sangat tidak mudah. Setiap bahasa memiliki makna dan bentukan yang lekat dengan budaya tempat bahasa itu berasal, dan bisa menyuarakan sebuah karya mendekati kualitas kemaknaan karya aslinya (tidak mungkin sama) ke dalam bahasa lain, merupakan sebuah pencapaian akan pemahaman puitik, bahasa, dan budaya yang lebih jauh lagi. Dan semakin dalam pemahaman seseorang akan semua itu, kemungkinan untuk menghasilkan karya yang orisinil akan menjadi lebih besar, karena potensinya sudah ada.
Seorang seniman besar seperti W.S. Rendra, diakui memiliki orisinalitas yang jempolan. Bahkan ada pengamat sastra yang mengatakan bahwa Rendra terbebas dari kotak-kotak peng-angkatan-an sastra[*]. Dia tidak masuk ank 45, walau taun 55 Rendra mulai menerbitkan kumpulan puisi pertamanya, dan taun sebelumnya sudah aktif bersastra. Tidak masuk ank 66 walau di era itu beliau aktif. Tidak masuk ke ank 70 padahal di era itu pun beliau sedang pada masa puncaknya.
Dan Rendra pun membaca karya-karya sastrawan asing, dan terpengaruh olehnya. Disamping dia pun sempat kuliah seni di Amerika, yang ini memberi kesan lebih mendalam akan inspirasi seniman-seniman luar.
Dari dua seniman yang saya sebut dan saya kagumi itu. Saya melihat pola bahwa mereka membaca karya asing langsung dari bahasa ibu-nya. Mereka mengaguminya dan dikatakan terpengaruh oleh karya-karya tersebut, yang ini menunjukkan kepahaman mereka akan karya-karya tersebut. (–menyusul akan saya sebutkan sastrawan-sastrawan asing yang mempengaruhi Rendra dan Chairil, harus buka referensi dulu–). Dan saya curiga ini kunci dari orisinalitas karya mereka.
Seperti satu pengalaman kecil yang saya bagi di awal tulisan ini, dari satu kata asing (sebetulnya bahasa asing manapun, tapi cuma tau inggris) imaji yang kita tangkap sangat beragam dan bisa lebih dari satu sensasi yang kita tangkap, ketimbang membaca kata terjemahannya.
Ketika seorang penulis mengacu secara berat kepada karya terjemahan, mungkin layak untuk disadari, dia telah menjadi korban dari diksi sang penterjemah karya tersebut. Pembaca tinggal mendapatkan ampas dari kekayaan makna karya aslinya. Karya sastra hanya akan berada pada potensi terpenuhnya ketika dipahami dalam bahasa ibunya, sebab tidak ada bahasa yang 100% dapat dicari padanan katanya dalam bahasa lain dalam makna yang benar-benar sama (itu sebabnya ada kata serapan).
Teman saya pun mengakui bahwa penulis yang membaca karya asing dari bahasa aslinya langsung biasanya menghasilkan karya yang bagus, seperti; Eka Kurniawan, Dewi Lestari, Isman H. Suryaman, Raditya Dika (sumber: Lulu Nazla). Dan saya jawab, ya, dan para pembacanya lah yang jadi ‘korban’ mereka. Sehingga muncullah penulis-penulis yang diksi dan gaya penceritaannya mirip mereka (saya masih tahap pengekor juga sih :p ). Pengekor-pengekor ini penting, sebab mereka ikut meramaikan pasar sastra di Indonesia, dan bisa jadi mereka cikal bakal dari penulis-penulis baru yang orisinal, walau kemungkinan itu 1000:1. Dalam tulisan ini saya tidak memusingkan para pengekor, tapi memusingkan diri sendiri dan orang yang ingin memiliki karya orisinil.
Dengan membaca karya dari bahasa aslinya, walau Anda dan saya membaca satu karya yang sama, tapi kita akan memiliki pemaknaan dan imaji yang jauh berbeda. Sebab dari satu kata pun kita sudah mendapat inspirasi yang kaya, apalagi satu puisi atau satu buku?
Bahkan menurut saya, hal ini (penginspirasian yang kaya) tetap bisa terjadi walau kita salah memahami makna dari kata asing tersebut, kesalahan itu akan menjadi sesuatu yang baru dalam bahasa kita. Sebab kita tentu paham, bahwa kesalahan yang diyakini akan menjadi kebenaran baru.
Lidah kita sudah terlanjur bicara dengan seni modern asing yang seringkali kita caplok mentah-mentah. Yang kita perlukan adalah pemahaman lebih dalam dan komprehensif akan karya-karya luar. Karena dari sanalah seni sastra modern berasal[*]. Dari situ biarkan empirik nasionalisme dan bahasa asli kita yang berbicara dalam melahirkan suatu pengucapan yang baru, orisinil, dan di luar konteks mainstream karya sastra yang sedang trend di Indonesia, tanpa menjadi karya alien yang tak bisa dipahami maksudnya.
***Mohon maaf mengenai sumber-sumber dari tulisan ini, saya akan himpun belakangan, karena itu semua terserak di buku-buku yang sudah lama sekali saya baca. Kalimat atau kata-kata yang diberi tanda [*] itu harus diberi keterangan sumber. Kalau nunggu sumber itu ketemu, tulisan ini entah kapan jadinya 🙂
Baik Buruknya Sebuah Organisasi
Alam semesta adalah organisasi, bumi adalah organisasi, negara adalah organisasi, masyarakat adalah organisasi, lingkar pertemanan adalah organisasi. Arti organisasi secara bahasa manusia adalah sekumpulan orang yg bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama.
Poin dari kebutuhan akan adanya organisasi adalah untuk memecah suatu pekerjaan ke dalam unit-unit yang lebih kecil dan spesifik. Demi memastikan semua berjalan dengan benar. Meniru dari cara kerja tubuh kita. Diri kita terdiri dari kumpulan organ-organ yang bekerja secara spesifik, dengan rantai komando yang jelas. Ketika kita ingin berjalan, saraf motorik memerintahkan organ-organ yang bertugas untuk itu. Ketika kita merasa ada sesuatu di sebelah kanan kita, maka mata beserta organ lainnya (kepala atau badan) akan melihat ke arah yang kita inginkan.
- Sistem Saraf
- Sistem Pancaindera
- Sistem Jantung
- Sistem Paru
- Sistem Pencernaan
- Sistem Otot dan Tulang
- Sistem Reproduksi
Organisasi memiliki hierarki atau tingkatan-tingkatan, semua dengan porsi tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Dan itu berbeda satu sama lain, tapi tetap sama pentingnya. Hanya pada keadaan genting lah kita dihadapkan pada pilihan prioritas, mana yang lebih penting dipertahankan, mana yang tidak. Apabila kaki mengalami frosbite dan membusuk, maka terpaksa sekali dia harus diamputasi, sebelum ikut menghancurkan jaringan tubuh yang lainnya. Apabila kepala hendak dipukul dengan kayu, terpaksa tangan kita berkorban dengan menangkisnya, demi melindungi kepala, organ yang sangat vital.
Tapi ada satu hal yang harus sama yaitu, ruh dan semangat. Mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki, semua bertumpu pada satu ruh dan semangat yang sama. begitu juga dalam organisasi, mulai dari pimpinan hingga anggota terbawah musti memiliki ruh dan semangat yang sama, sebagai satu kesatuan entitas.
Tubuh kita adalah contoh sempurna mengenai apa itu organisasi, dan bagaimana cara organisasi dijalankan. Tubuh dapat dijadikan contoh bagi pemegang posisi tertinggi sampai terendah. Bagaimana divisi dapat mengajukan sanggahan, mengajukan permintaan, dan bagaimana para pimpinan atau decision makers bereaksi dan mengantisipasinya.
Jadi, ketika ingin mengenali organisasi lebih jauh lagi, coba kenali tubuh kita terlebih dulu. Dan tanyakan pertanyaan-pertanyaan kecil:
How you treat your aching hand?
How you avoid getting your foot slipped and fall?
What happens when your stomach got no proper food, or no food at all?
What if a headache attack you? What happen to the body?
What if you neglect your miss-placed ankle? And which part did actually rubbing the miss placed ankle? your head, your eyes, or your hand?
How many systems exists in our body? (nerve, motoric, etc. etc.)
Which part of our body do a hand-shake with other person when we reach an agreement? (hand or head?)
And which of our body that has to touch the other person when we have more intimate ‘agreement’? (our lips, our mind)
And so on, so on….
Sebagai seorang Anda, bagaimana anda menggunakan tubuh Anda (termasuk pikiran dan ruh anda sendiri) untuk mencapai tujuan (organisasi) pribadi anda?
Keutuhan, cara kerja organ-organ tubuh (suatu organisasi) dapat menggambarkan seperti apa (organisasi) anda di depan manusia (organisasi) lainnya, dan menentukan bagaimana orang (organisasi) lain bersikap atau memberi penilaian kepada (organisasi) Anda.
++Mobile














