Alhamdulillah, ba’da isya tadi akhirnya saya khatam Qur’an menggunakan web app doamuslim.id yang saya buat. Setelah hampir 2 bulan ngaji rutin setiap harinya.
Menggunakan aplikasi doamuslim.id ini saya alokasikan 6 menit untuk mengaji tiap habis sholat fardhu menggunakan timer yang sudah disediakan, dan otomatis berjalan tiap kita klik lanjut mengaji.
Untuk tipe orang seperti saya yang tidak begitu energy-efficient dalam menjalankan sesuatu (gaspol sampe tepar 😅), ini merupakan perjalanan ibadah sekaligus latihan untuk konsisten, latihan mengatur energi, memecah semangat menjadi pencapaian-pencapaian kecil.
Berawal dari kesadaran yang muncul ketika saya ngobrol dengan seorang kawan lama setelah lebaran fitri, yaitu; saya bisa meluangkan waktu untuk mengaji pada bulan Ramadhan, tapi kenapa sulit pada bulan lainnya?
Kemudian kesadaran itu disambung dengan saya bertemu hadits yang cukup menohok:
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah yang paling konsisten, meskipun sedikit.”(HR. Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783)
Dua poin di atas (hadits nabi dan penyadaran tentang ibadah saat Ramadhan dan bulan selainnya), membuat saya benar-benar berpikir; kenapa. Saya menemukan jawabannya dalam banyak bentuk alasan yang melatarbelakangi kelalaian itu, kesibukan, waktu, dan tetek bengek lainnya. Betul bahwasannya Ramadhan memiliki elemen suasana dan kondisi yang mendorong orang lebih giat beribadah. Namun ada satu hal yang konsisten, yaitu waktu kita sebetulnya tetap sama. Jamnya tetap 24 jam dalam sehari, waktu shalat tetap 5 waktu dan tidak bergeser waktunya.
Hanya saja skala prioritas sudah berganti, dari ibadah ke kerja. Sayangnya, kebaikan yang mampu kita lakukan pada Ramadhan seolah lenyap menjadi ketidak-berdayaan dan ketidak-mampuan.
Saya mencari cara untuk ‘menjebak’ diri saya, mengkondisikan diri saya agar mau tidak mau saya harus rutin ngaji qur’an, cara yang bisa membantu menepis alasan-alasan, yaitu waktu. Dengan web app doamuslim.id, saya membuat fitur yang membuat user bisa membuat alokasi waktu yang dianggap ringan untuk bisa menjaga rutinitas mengaji Qur’an. Agar bisa menjaga semangat untuk terus membaca Qur’an.
Dalam penyadaran saya, apa artinya 6 menit bila dibandingkan dengan aktifitas scroll feed medsos yang bisa memakan waktu lebih dari itu? 6 menit disini tidak akan terasa apa-apa. Bila dikonversi ke dalam mata uang boleh lah dibilang receh. Jadi insyaallah tidak akan berat atau ‘merugikan’ jika digunakan untuk mengaji.
Dan, orang-orang yang mengerti tentang uang tidak pernah menyepelekan ‘receh’. Begitu juga para ahli ibadah dan ahli fiqih tidak pernah berani menyepelekan ‘kesalahan receh’, ‘kemusyrikan receh’, ‘pembangkangan receh’. Tidak akan ada yang besar tanpa yang receh-receh itu, semakin ia menumpuk niscaya ia semakin membesar.
Selain timer, user juga dianjurkan untuk membarengi program mengaji rutinnya dengan rutinitas harian lainnya yang sudah dia punya. Entah olah raga pagi, di kendaraan pulang-pergi kerja, setiap habis subuh, atau setiap habis shalat fardhu. Untuk membantu kebiasaan mengaji ini dengan hal yang sudah rutin sebelumnya. Sehingga kebaikan yang sudah rutin itu bisa saling menopang menjadi jalinan kebaikan yang lebih kuat.
Namun apapun upayanya manusia, semua tidak lepas dari hidayah (petunjuk keimanan) dan taufiq (daya untuk menjalankan petunjuk) Allah semata. Bahkan jika seseorang memiliki semua waktu dan kemudahan di dunia, tanpa hidayah dan taufiq Allah dia tidak akan mengaji Qur’an.
Alhamdulillah perjalanan 2 bulan ini cukup menjadi pembuktian awal bahwa metode latihan rutin mengaji Qur’an dengan timer yang disediakan doamuslim.id cukup efektif bagi saya. Sekarang saya menapaki lagi perjalanan ngaji Qur’an dari juz pertama, dengan harapan bisa terus bercakap-cakap dengan kalam Allah, bertemu nabi-nabinya, dan terus berharap agar Allah ridha dengan usaha ini.
Semoga Allah ridha, semoga Rasulullah senang, dan semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan-Nya kepada seluruh kaum muslimin agar mampu konsisten menjalani ibadah dan kebaikan, dan meningkat ke arah yang lebih baik lagi.