Baik Buruknya Sebuah Organisasi

Alam semesta adalah organisasi, bumi adalah organisasi, negara adalah organisasi, masyarakat adalah organisasi, lingkar pertemanan adalah organisasi. Arti organisasi secara bahasa manusia adalah sekumpulan orang yg bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama.

Poin dari kebutuhan akan adanya organisasi adalah untuk memecah suatu pekerjaan ke dalam unit-unit yang lebih kecil dan spesifik. Demi memastikan semua berjalan dengan benar. Meniru dari cara kerja tubuh kita. Diri kita terdiri dari kumpulan organ-organ yang bekerja secara spesifik, dengan rantai komando yang jelas. Ketika kita ingin berjalan, saraf motorik memerintahkan organ-organ yang bertugas untuk itu. Ketika kita merasa ada sesuatu di sebelah kanan kita, maka mata beserta organ lainnya (kepala atau badan) akan melihat ke arah yang kita inginkan.

Sistem-sistem dalam tubuh manusia:

  • Sistem Saraf
  • Sistem Pancaindera
  • Sistem Jantung
  • Sistem Paru
  • Sistem Pencernaan
  • Sistem Otot dan Tulang
  • Sistem Reproduksi

Organisasi memiliki hierarki atau tingkatan-tingkatan, semua dengan porsi tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Dan itu berbeda satu sama lain, tapi tetap sama pentingnya. Hanya pada keadaan genting lah kita dihadapkan pada pilihan prioritas, mana yang lebih penting dipertahankan, mana yang tidak. Apabila kaki mengalami frosbite dan membusuk, maka terpaksa sekali dia harus diamputasi, sebelum ikut menghancurkan jaringan tubuh yang lainnya. Apabila kepala hendak dipukul dengan kayu, terpaksa tangan kita berkorban dengan menangkisnya, demi melindungi kepala, organ yang sangat vital.

Tapi ada satu hal yang harus sama yaitu, ruh dan semangat. Mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki, semua bertumpu pada satu ruh dan semangat yang sama. begitu juga dalam organisasi, mulai dari pimpinan hingga anggota terbawah musti memiliki ruh dan semangat yang sama, sebagai satu kesatuan entitas.

Tubuh kita adalah contoh sempurna mengenai apa itu organisasi, dan bagaimana cara organisasi dijalankan. Tubuh dapat dijadikan contoh bagi pemegang posisi tertinggi sampai terendah. Bagaimana divisi dapat mengajukan sanggahan, mengajukan permintaan, dan bagaimana para pimpinan atau decision makers bereaksi dan mengantisipasinya.

Jadi, ketika ingin mengenali organisasi lebih jauh lagi, coba kenali tubuh kita terlebih dulu. Dan tanyakan pertanyaan-pertanyaan kecil:

How you treat your aching hand?

How you avoid getting your foot slipped and fall?

What happens when your stomach got no proper food, or no food at all?

What if a headache attack you? What happen to the body?

What if you neglect your miss-placed ankle? And which part did actually rubbing the miss placed ankle? your head, your eyes, or your hand?

How many systems exists in our body? (nerve, motoric, etc. etc.)

Which part of our body do a hand-shake with other person when we reach an agreement? (hand or head?)

And which of our body that has to touch the other person when we have more intimate ‘agreement’? (our lips, our mind)

And so on, so on….

Sebagai seorang Anda, bagaimana anda menggunakan tubuh Anda (termasuk pikiran dan ruh anda sendiri) untuk mencapai tujuan (organisasi) pribadi anda?

Keutuhan, cara kerja organ-organ tubuh (suatu organisasi) dapat menggambarkan seperti apa (organisasi) anda di depan manusia (organisasi) lainnya, dan menentukan bagaimana orang (organisasi) lain bersikap atau memberi penilaian kepada (organisasi) Anda.

++Mobile

4 thoughts on “Baik Buruknya Sebuah Organisasi”

  1. Jafar Shadiq

    Pada dasarnya sesuatu adalah sebuah organisasi sekaligus sesuatu entitas yang tunggal.

    Misalnya sebuah kata aku, adalah aku sebagai entitas yang tunggal tetapi terdiri atas kesatuan dari tentara2 seperti pikiran, perasaan dan tubuh.

    Misalnya pula bumi, adalah suatu planet yang tunggal tetapi terdiri atas air, tanah dan atmosfernya.

    Lalu Tuhan sebagai superset semesta, adalah entitas yang tunggal yang meliputi seluruh bentuk fisik alam semesta, ruang-ruang ide, dan seluruh kehidupan.

    Barang siapa satu komponennya tidak sejalan, dan penyimpangan2 terjadi, maka itulah definisi dari “sakit”. Iblis yang menolak titah Allah, atau anggota tubuh yang tidak bekerja semestinya. Karena seluruh komponen adalah mutlak sifatnya untuk mengenal dan mengetahui dengan jelas dan pasti mengenai tugasnya sebagai entitas tunggal maupun sebagai bagian dari set yang lebih besar dan melingkupinya.

    Siapkah anda?

    Reply ↓
  2. M. Rizky Avesena

    Keren artikelnya Ba 😉

    Saya cuman menambahkan, jika organisasi itu diasumsikan sebuah tubuh, maka kita juga mesti mengingat bagaimana tubuh yang bisa berfungsi dengan baik ini diawali dari bayi yang baru lahir, disana ada “proses kalibrasi” antara otak, syaraf, organ tubuh lainnya.
    Jika seorang bayi, pada saat tangan sakit, mulut nangis, kaki sakit nangis, haus nangis, karena otakpun blum bisa berfungsi sewajarnya. Bagaimana pada anak kecil(bukan bayi)?, Dia setidaknya sudah bisa bilang “Ayah tanganku sakit!”.

    Reply ↓
  3. Subhan Toba Post author

    @aves, Keren komennya ves 😀 membuat gue berpikir hal lain. Yaitu, ketika bicara soal kelahiran, berarti bicara soal proses pendewasaan. Ketika gue nulis artikel ini, gambaran yang ada di kepala adalah gambaran manusia yang sudah dewasa. Ya perlu memikirkan soal proses dari awalnya.
    Dan dari situ gak lepas juga jadi bicara soal rentang waktu pendewasaannya. Berapa lama jadi dewasa? Manusia butuh belasan tahun, hewan ada yang cuma butuh hitungan jam. Hamster cuma butuh 2 bulan untuk jadi dewasa dan siap kawin. Jadi mungkin dalam hal ini, rentang waktu pendewasaannya tergantung pada spesies organisasinya (baca; orang-orang yang berkecimpung didalamnya).
    Kalau yang berkecimpung orang-orang baru di organisasi, pasti jauh lebih lama dewasanya, ketimbang organisasi yang dijalankan oleh orang-orang yang berpengalaman. Gimana? 😀

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

57 − 53 =