Bung!
kau memilihnya
tegas-tegas kau nyatakan
patrian jiwa bersama
sedikit-demi-sedikit
mencicil keberanian memenuhi
janji dan kewajiban
Maaf, aku tak tahu betul
ketepatan dan kebenaran pilihan
aku akan bungkam
suara-suara sumbang
tak peduli hitam-putih pilihanmu
sebab kita dua jiwa
sama harus memilih
Biar kusumbang doa
tak mungkin terjun dalam hidupmu
tapi, seperti puisiku terdulu,
Bila pilihan itu menggigit
tanpa terduga
bila pilihan itu mematahkan
tulang-tulang lunak hati
datanglah padaku,
kita cari obat terbaik untukmu
===================
Toba.
29/10/2004