Jangan

Cukup lama kita selam-menyelam
dalam gelap dalam terang

Langit diatas kita
-kuanggap- tak pernah berubah
saat ini
dan saat yang lewat

Isi hati kita
adalah permen karet
yang nakal dan lengket

Wajahmu
sudah jadi pigura lamunanku

Berakhir disini ?!
Hatiku tak terima

Senyum pendampinganmu
selalu membayang pada pensil,
meja tulis, asbak, dan juga secangkir kopi

Dalam kematian perjumpaan kita
Aku merindukanmu


===================
08/01
Bandung
Toba.

2 thoughts on “Jangan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 5