wanita…kasihan dirimu’terbelenggu, oleh RUU yang barubenarkah mereka?benarkah Rhoma Irama?atau ini atas saran pendeta!tapi…kasihan wanitamereka menjadi susah
Author Archives: Nyenius
ririe
Tuhan, terima kasih kau berikan kesempatan untukku…
mungkin hanya untukku
kutelah bertemu dengannya
masa laluku….
masa kecilku ….
masa indahku …
tuhan, tolonglah
bantu aku untuk selalu bersamanya
mengenang hari-hari penuh tawa
mengarungi hidup dengan canda
hingga mengerti arti bahagia
Kuingin Lagi….
malam sunyi menghiasi hariku di tengah kesepian
hembusan angin tak lagi sejuk malah menusuk
bintang dimanakah engkau?
kurindukan cahayamu….
kupendam kerinduan hingga menjadi lubang
yang penuh angan dan impian
tak lagi kuberlari dalam riuh kehiduan
hanya malam dan keheningan
dimanakah mentari saat kucari?
terlambatkah aku menyadari?keluguan yang dihiasi senyum tertahan penuh makna
turunkah rembulan saat kupanggil?
kumengelak dengan dalil….
semua tentangmu, yang selalu menari dalam mimpi
bibir ini berkata muak
namun hati berkata tidak
adakah kesempatan lain untukku?
berharap akan rindumu yang telah lama menjadi debu
kuingin lagi
malam sunyi menghiasi hariku di tengah kesepian
hembusan angin tak lagi sejuk malah menusuk
bintang dimanakah engkau?
kurindukan cahayamu….
kupendam kerinduan hingga menjadi lubang
yang penuh angan dan impian
tak lagi kuberlari dalam riuh kehiduan
hanya malam dan keheningan
dimanakah mentari saat kucari?
terlambatkah aku menyadari?
keluguan yang dihiasi senyum tertahan penuh makna
turunkah rembulan saat kupanggil?
kumengelak dengan dalil….
semua tentangmu, yang selalu menari dalam mimpi
bibir ini berkata muak
namun hati berkata tidak
adakah kesempatan lain untukku?
berharap akan rindumu yang telah lama menjadi debu
aku, dia dan hilang
kawan lihatlah…
awan gelap nan pengap
langit cerah tak lagi tertawa
redup, bagai lentera yang diterpa angin
intuisi menyayat hati anak manusia
raungan seorang pria yang terluka karena cinta
salahkah dia?
namamu yang kupuja tak lagi berduka
aku berdiri di tangga rapuh
melangkah dan terjatuh
aku, dia, dan mereka
tak ada yang sempurna
kotornya aku…
tak lagi tertawa hanya diam dan menderita
The Floating Insanity
Tuhan, pada kesalahan kata-kata
Pada emosi diluar batas
Pada posisi diri yang hilang sesaat
Pada kesamaan darah yang bertengkar hebat
Pada pengertian yang silang arah sesaat
Sesudahnya kusebut namaMu
Sesudahnya bagaimana Tuhan….
Kita adalah Binary
Ada saat dimana ku sendiri
Terdiam dan tersungkur tak bergerak
Di tengah hamparan kekosongan alam pikiran
Tanpa tersentuh oleh panas dan sejuk
Hanya terdiam dan disertai oleh dialog batin …
1 : Sudah selesaikah ?
0 : Belum, aku masih menunggu
1 : Cepatlah tersadar, perjalanan masih panjang
0 : Apa maksudmu ? Aku kehilangan arah
1 : Tolol! Kau memiliki penunjuk arah
0 : Sudah kubuang jauh-jauh hari
1 : Apa ? (setengah membentak)
0 : Bisakah kau diam? Aku sedang beristirahat sejenak
1 : Kau sudah beristirahat sejak berabad-abad silam!
0 : Ya, tapi aku masih lelah, memang aku ditugaskan untuk diam
1 : Lalu ? Kau pikir aku tidak mengenal lelah ?
0 : Hei! Itu kan tugasmu
1 : Tapi aku muak!
0 : Luapkan protesmu pada pencipta kita
1 : Dan kau pikir akan berubah begitu saja? Tentu saja tidak! Semua umat sudah terbiasa
dengan keadaan ini.
0 : Berarti aku tidak salah. Sudah aku mau tidur..
1 : (Menggerutu)
Mereka meneruskan kesibukan itu hingga akhir jaman
Dengan rasa puas dan kesal
Dengan rasa bosan dan pasrah
Sudahlah Subhan…
Teruslah bergerak penuh gairah, seperti grafik pada equalizer yang memutar dance music. Tak perduli ada di atas atau di bawah, tak peduli ada kawan yang pergi dan bertahan. Kau pernah berkata, mimpi tak pernah mati, hanya mungkin terkubur jauh di dalam. Sudahlah jangan bersedih, dan jangan pula goyah.
Suatu malam kau bermimpi, terjatuh dari motor di tanjakan yang diapit pemandian, yang segera motor itu pun hilang dicuri orang, dua orang paruh baya datang menghampiri, menolong membawamu pergi ke sebuah ruang, mimpi itu datang pada saat kejatuhanmu yang pertama di bulan yang lalu. Lalu silih berganti kesempatan datang dan menghilang, silih berganti mulut-mulut yang tulus memompakan darahmu, persis seperti yang kau minta dalam puisi. Seorang ayah, yang terus memacu nyawanya demi kehidupanmu, mengulurkan tangan, menarik tubuh yang hampir jatuh, berdiri, mengajakmu pergi ke suatu mimpi yang ia dan ayahnya bina. “Berjalanlah pada jejakku”, ajaknya. Ya kau adalah pemberontak, tapi rupanya darah yang mengakar kepadanya menarik jiwamu untuk menurut dan menyatakan bakti. Mimpinya berubah menjadi mimpimu sendiri. Kita tidak akan mengungkapkan alasan kepada mereka yang meneriaki bahwa kita lari dari mimpi dan harapan yang dulu, ya, tidak perlu. Karena mereka tidak punya darah yang ini, karena darah kita bukan darah mereka. Sumpahi saja, semoga mereka nanti mengerti, entah dengan cara yang seperti apa.
Sudahlah, jangan risau, perubahan-perubahan mendadak dan begitu singkat yang datang belakangan ini, biarkan saja. Hidup memang penuh dengan hal-hal itu. Ingatlah hari-hari yang kau jalani, ingatlah wajahmu ketika tertawa dan berbicara keras di koridor-koridor kampus, satu-persatu orang kau sapa kau senyumi, sebisa mungkin kau artikan maksud mereka, sebisa mungkin kau lebur bersama mereka, tanpa memperdulikan apakah mereka tahu kegalauan tentang waktu yang merobek-robek hatimu. Kau lihat sendiri bukan, hidup seolah berjalan pada mode fast forward begitu kau jatuh dan menyatakan tidak menyerah. Begitu kau tahu kesalahanmu dan menerima konsekuensinya. Seolah-olah Tuhan menarik kerah baju kita, dan menyeret kita ke depan. Mungkin Dia ingin lihat apakah kaki kita dapat mengimbangi seretan itu dan tidak terseret lagi, atau mungkin Dia ingin mengajarkan cara agar kita tidak terseret. Coba kau pegang dadamu yang mulai memelihara ke-lapang-annya, hargai dia, walau sesekali masih tersendat juga.
Subhan, kau tahu, diam adalah kematian, kau tahu menyerah adalah bunuh diri. Maka sudahlah Subhan, tegarlah, berjuanglah. Jadikan risau itu bahan bakar untuk berlari. Hukum dasar bagi hari esok adalah, buram, tidak kelihatan. Hukum dasar bagi perubahan adalah usaha, perjuangan. Terimalah hukum dasar hari esok, dan jalankan hukum dasar perubahan.
Ayolah Subhan, hidup ini hanya gurauan, kau tahu itu, dan kau senang sekali bersenda gurau. Namamu telah dicatatkan Tuhan dalam sejarah kehidupan, dan sejarahmu sendiri telah dituliskanNya pada masa 120 hari sebelum kau lahir. Nah begitu, tersenyumlah, Ya, ya, tak apa, jangan perdulikan mereka, ya ayo berjalan, lalu berlarilah, masih ada dimensi yang harus kau tembus, masih ada waktu yang harus kau akrabi. Bawa serta ketakutanmu, ia pendorong hidup, penimbul keberanian. (dalam teriakan) Ya, ya, teruslah melaju!
koment
Sementara ini, penghapusan spam komentar dilakukan menggunakan Cron Job. Dilakukan tiap 1 (satu) jam sekali. JANGAN POSTING KOMENTAR YANG BERISI ALAMAT WEBSITE, KARENA AKAN IKUT TERHAPUS (.com, .org, .info, .biz, .net, atau kosong). Demikian agar maklum.
Moving forward >>>>>>>>
Semuanya berjalan cepat, ke depan, ya, ke depan.