Author Archives: Nyenius

Percayalah

Here i am , This is me ,
I come to this world
so wild and free…
Here i am , so young
and strong , right here
in the place where i belong(Here I Am, Bryan Adams)Suatu hari nanti,akan kau rasakan gurihnya krupuk.Suatu hari nanti,akan kau rasakan begitu menyenangkannya tertawa.Suatu hari nanti …tangismu adalah penyuciansakitmu adalah obatkecewa itu sampahkepuasan itu perangkap.Suatu hari nanti,akan kau alami terus berlari,mengarungi bulan memadamkan matahari.Suatu hari nanti,percayalah,aku akan selalu adasebagai detak jantungmu,yang tak pernah kau mengerti cara kerjanya

puisi Cinta

Tarian Cinta ‘Utada Hikaru’

huh… dimana cahyamu yang kau janjikan
dua masa kumenanti kehadiran seseorang
seseorang yang mau mengerti tentang asaku
menari dalam tarian Misteri Cinta
rasanya enggan tuk pergi dari Jiwamu
aku ingin menjadi angin saja
yang slalu membangkitkan Gelora
dan mengantarmu pada keabadian
setiap detik…
mengapa kau slalu membayangi kesendirianku.?
Kenapa langkah ini ingin berhenti dihadapmu.?
Aku malu dengan malam yang mengejekku
dalam rentan waktu ku masih mengikutimu
dan mencoba berjalan senada denganmu
semua ini kuturuti rasa hati

maka izinkanlah aku bersandar di bahumu
membuat rona yang berbunga
ku harap kau akan menyukai ini
menjadi kenyataan…

BASED ON TRUE STORY

kemarin… kulihat seorang pria,
memang hanya pria… pria biasa…
ia tertawa lepas tanpa beban diatas motor,
motor biasa… tak istimewa….

dengan satu tangan ia membawa
bukan karena sengaja.. memang tak punya

lengan baju kiri mengayun tertiup angin…
melangkah ke dalam masjid
membasuh muka penuh hikmat meski kurang nikmat
mengangkat tangan dan berucap
“ALLAHHUAKBAR”

tanpa tangan kiri ia tertawa……
tanpa lengan kiri ia berdoa….

mengapa kita tidak….
2 tangan kita punya….
kendaraan mewah kita punya….
hidup hampir sempurna

lihat….
seorang pria sederhana, bertampang biasa, dan
…. tanpa lengan kiri…..
masih bisa berdoa kepadaNYA,
masih bisa bersykur kepadaNYA,

mengapa kita tidak bisa seperti dia????
haruskah ALLAH mencabut 1 lengan agar kamu berdoa????

Captcha

Sekarang diharapkan penangkal spam sudah lebih solid lagi. Dalam tiap form yang ‘bebas lepas’ gue pasangin captcha. spam lama sudah dibersihkan. Sayang, sepertinya beberapa posting di forum terhapus. Nanti dicari cara untuk mengembalikannya.

Air Beriak Tanda Tak Dalam

Ketika sesuatu memasuki tahap serius, banyak hal-hal kecil yang sebelumnya terlewati muncul. Celakanya ia sering kali menjadi masalah. Mungkin sebetulnya bukan masalah, hanya saja ia perlu diperhitungkan kembali, dan diambil tindakan untuk mengatasinya, menghapusnya dari checklist atas hal-hal yang memang seharusnya dilakukan.

Ketika berpikir masalah tujuan, strategi, kita bicara tentang hal yang global. Ketika strategi dan tujuan itu dijabarkan, dijalankan, kita berhadapan dengan hal-hal kecil dan detail. Ini kesadaran yang harus diterima, supaya muncul tindakan mencegah detail-detail tersebut tidak menjadi masalah.

Waktu jalan semakin meruncing ke satu arah, ada prioritas-priritas yang harus dipilih. Pilihan ada banyak, ia akan selalu banyak, begitu juga kesempatan. Tapi mereka hadir bukan untuk dijalani semuanya, ia memberitahu tentang keterbatasan manusia dan mengajarkan bahwa kita harus memilih. Mengutip suatu tajuk rencana koran kompas yang tanggalnya saya lupa, tulisan itu berkata: “…memilih tidak selalu antara yang baik dan yang buruk, tidak jarang kita harus memilih antara yang buruk dan yang lebih buruk…”

Kesempatan; terseret atau menyeret

Suatu hari pada tahun 2001, gue lagi duduk di tangga SMA gue (saat itu gue baru beberapa bulan lulus) sambil ngobrol-ngobrol sama guru matematika gue yang pikiranya cukup idealis (setidaknya gue pikir demikian). Dia bicara tentang kesempatan, dia bilang; “Kesempatan itu Cuma datang sekali, selebihnya kita yang harus bekerja keras membuat kesempatan itu.”

Gue tercenung mendengar paparan itu, dari awal ngedengernya, ada sesuatu yang rasanya ngganjel di kuping. Gue bertanya beberapa kali tentang pernyataannya itu, dan jawabannya selalu membenarkan pernyataannya tentang kesempatan. Gue berhenti nanyain hal itu, tapi dikepala, kalimat itu terus muter-muter, pertanyaan terbesarnya adalah “BENARKAH BEGITU???” Selalu, gue kalo denger kalimat atau pernyataan dari seseorang yang umur dan pengalamannya jauh diatas gue, gue akan lebih banyak diem ngerenungin omongannya, ketimbang membantah. Pertimbangannya adalah, pasti ada suatu pengetahuan, terutama yang sifatnya empirik, yang membuat dia mengeluarkan pernyataan tersebut. Ini salah satu masalah yang kalau diomongin aja gak akan selesai-selesai, dia harus dibuktiin dengan pengalaman.

Bertahun-tahun lewat sampai hari ini, selama itu gue gak pernah mengambil sikap setuju atau tidak terhadap pernyataan itu. Sisi percaya dan ragu sama kuatnya, walaupun munculnya bergantian (masak barengan 50-50, gak mungkin lah hehehehehe). Pada beberapa sisi, sikap ‘golput’ gue ini agak mengganggu pengambilan keputusan gue terhadap situasi atau kesempatan yang sedang gue hadepin pada masa-masa itu. Berkali-kali hal ini dipertanyakan dengan keras oleh kepala gue, tapi tetep gak ketemu jawabannya. Mungkin karena

Sekarang gue sadari bahwa pernyataan itu tidak lengkap. Ya sebagai sebuah kalimat pernyataan dia sudah selesai, tapi untuk aplikasinya tidak seperti itu tampaknya. Setiap orang memiliki banyak kesempatan, bahkan terkadang dia dihadapkan dengan berbagai kesempatan pada waktu yang nyaris bersamaan. Mending kalau kesempatan itu seragam, bisa dibuat tingkat-tingkat prioritas atau tingkat profitnya. Nah, kalau kesempatan itu beragam bentuknya? Pada akhirnya yang menentukan bukan banyaknya pilihan atau kita mengambil semua kesempatan itu, tapi; mengambil keputusan!

Hidup ini isinya pilihan-pilihan. Kenapa gue bilang begitu??? Gue melihat dari ‘fitur gacoan’ yang dianugerahi Tuhan buat manusia yaitu; akal; kemampuan untuk memilih – ini yang berulang kali ditekankan sebagai pembeda manusia dari mahluk lainnya. Dari situ timbul pertanyaan, kenapa kemampuan memilih yang dianugerahi kepada manusia? Bukannya kemampuan bisa terbang atau indera yang super tajam misalnya. Segala sesuatu dipersiapkan untuk menghadapi masalah atau environment (lingkung hidup) yang akan dihadapi. Malaikat dibuat tanpa cela dan tidak berpikir karena ia memang bakal ditugaskan untuk mengerjakan perintah Tuhan tanpa membantah. Disamping argumentasi tersebut, coba tengok keseharian kita. Pagi, kita memilih baju yang akan dipakai, baju dan celana ada banyak dilemari kita, tetap pada akhirnya kita harus pilih salah satu dari jenis-jenis pakaian tersebut (celana dalem sama celana jeans kan beda kikiki), begitu berangkat, kita pilih pakai angkot yang ana, misalkan gue di ciputat mau ke Terminal Lebak Bulus Jakarta, bisa aja gue naik angkot Parung-Bogor, terus sambung Bogor-Bandung, baru dari Bandung naik bis yang ke Terminal Lebak Bulus (info, aslinya dari ciputat ke lebak bulus cukup naik satu angkot kecil ajah). Pilihan itu bola liar yang memungkinkan untuk dipilih, dan setiap pilihan satu paket dengan konsekuensi yang dibawanya.

Teman saya, seorang programmer komputer yang cerdas pernah berkata; “Di dunia ini Cuma ada dua hal 1 (satu) dan 0 (nol). Jadi intinya, ya atau tidak.”

Pria dan Cinta

lihat….
sinar mentari t’lah datang
beri kesejukkan bagi yang hilang
akan jiwa dan kata sayang

lihat…
seorang pria tertatih menghampiri
untuk gadis yang cerahkan hidupnya
seperti mentari
bagai cahaya bulan terangi malam.

dengarlah…
suara burung bernyanyi
seakan menyambut….

seorang pria dengan keteguhan hati
sebrangi lautan dengan penuh sesak
lewati hutan dengan luka
tuk hapuskan rindu

tebarkan senyum
rentangkan tangan
tuk menyambutnya

senyummu kan hilangkan sesak didada
basuh tubuhnya tuk hilangkan luka
raih hatinya dengan cinta

A nice week…..

Ngeselin, udahan hubungan asmara lagi gak bagus, kemaren ditambah gue gagal nginstall OS di laptop orang (maap maap, gue benerin ntar ya). Gue jarang ada di rumah kalo malem. Udah kayak ngontrak, pagi gak ketemu bokap nyokap, pulang malem pas mereka udah tidur. Entar malem ada rapat pula katanya, maaaaak mau dikata apa aku ni sama emak ku. Oh iya, dari kemaren bokap gue nyuruh bikin gambar buat langganan. Gambarnya sih sederhana, tapi ukuran-ukurannya ada di toko, sampai detik ini belum gue bikin, die udah ngomel-ngomel aja. Bleh iya ya, project sama aves masih sisa satu modul yang belum selesai…… Hahahahahahahahaha…….