Ketika sesuatu memasuki tahap serius, banyak hal-hal kecil yang sebelumnya terlewati muncul. Celakanya ia sering kali menjadi masalah. Mungkin sebetulnya bukan masalah, hanya saja ia perlu diperhitungkan kembali, dan diambil tindakan untuk mengatasinya, menghapusnya dari checklist atas hal-hal yang memang seharusnya dilakukan.
Ketika berpikir masalah tujuan, strategi, kita bicara tentang hal yang global. Ketika strategi dan tujuan itu dijabarkan, dijalankan, kita berhadapan dengan hal-hal kecil dan detail. Ini kesadaran yang harus diterima, supaya muncul tindakan mencegah detail-detail tersebut tidak menjadi masalah.
Waktu jalan semakin meruncing ke satu arah, ada prioritas-priritas yang harus dipilih. Pilihan ada banyak, ia akan selalu banyak, begitu juga kesempatan. Tapi mereka hadir bukan untuk dijalani semuanya, ia memberitahu tentang keterbatasan manusia dan mengajarkan bahwa kita harus memilih. Mengutip suatu tajuk rencana koran kompas yang tanggalnya saya lupa, tulisan itu berkata: “…memilih tidak selalu antara yang baik dan yang buruk, tidak jarang kita harus memilih antara yang buruk dan yang lebih buruk…”