Author Archives: Nyenius

Update: Jum’at, 21-Mei-2010

Update Jum’at 21 mei 2010:

Main Tank:

  1. Jam 01.00 AM. Laper, turun ke bawah, dan liat tank kayak butek, pas nyalain lampu benerannn butek airnya, warna putih susu. Langsung teringat kejadian anemon kejepit di wave maker dan semua ikan mati, dulu kayak gini juga, airnya putih susu. Tapi saya perhatikan anemon tetap ditempatnya dan tidak menunjukan gejala aneh seperti sakit atau sekarat. Cari-cari ikan, dua L6 masih hidup dan keluar perlahan dari persembunyiannya, sedangkan Unicorn langsung keluar begitu lampu dinyalakan. Cek refugium, dan disitu juga butek putih susu, tapi tidak se-keruh main tank. Saya curiga penyebabnya adalah rumput anggur alias caulerpa sedang bereproduksi, yang berwarna putih susu itu adalah spermanya. Dan kenapa refugium tidak begitu keruh, mungkin karena sperma nya tersebut naik ke atas (seperti reproduksi coral) dan langsung tersedot keluar refugium. Skimmer pun berbusa biasa saja, tidak luar biasa.

    Pembacaan probe ph menunjukkan fluktuasi yang lumayan, 1 poin; dari 8 jadi 7,9, balik ke delapan lagi, 7,9 lagi (berubah-ubah, mungkin karena cairan putih ini tidak begitu larut dalam air, dan ini menunjukkan cairan itu berpengaruh terhadap ph air).

    Saya perhatikan lagi lebih dekat kondisi ikan. L6 agak megap-megap nafasnya seperti waktu masih di tank karantina yang nitrit nya tinggi, dan Unicorn pun megap-megap, padahal waktu di tank karantina yang nitritnya tinggi pun dia nafasnya tetap santai. Nothing I can do, dan daripada ditanganin terburu-buru lantas malah kacau semuanya, segera gue matiin lampu tank dan lanjut makan, berdoa semoga tidak kenapa-napa.

    Apakah ini efek dari pemberian coral liquid kemarin siang??

    Image Image

    Image Image
    Image Image
    Begitu lampu nyala, langsung bangun

    .
  2. Siangnya kondisi mulai normal, walau masih agak berkabut putih sedikit, tapi ikan sudah tidak ada yang ngos-ngosan, dan sudah mau makan.
    Image
    baris-berbaris lagi

    Image
    clown dan host nya baik-baik saja.

    Image
    Kondisi keseluruhan


    .
  3. Hari ini beli dua buah mesin Air Pump yang pake batre, bukan yang otomatis nyala pas lampu mati. Rencananya mau dimodif supaya otomatis menyala begitu lampu mati, numpang di relay-nya float switch. Nanti saya update begitu sudah selesai dibuat.

    .
  4. Refugium:
    1. Mengembalikan siklus lampu refugium menjadi 24 jam lagi, karena terlihat bebreapa batang yang tidak begitu tegak lagi (sebeleumnya tegak ke atas).


Quarantine Tank:

  1. Air terus berputar-putar, trickle filter belum juga dibuat.


Update: Kamis, 20-Mei-2010

Update Kamis 20 Mei 2010:

Main Tank :

  1. Jam 01:00. Unicorn masuk ke main tank. Melalui proses aklimasi suhu dan air. Lampu gelap. Unicorn sangat sensitif, perpindahan ini kembali memudarkan warnanya, yang berarti dia stress.

    .
  2. Siang hari, unicorn sudah asik berenang. Sekarang mereka sering berenang triplet; dua L6 + Unicorn. Kebanyakan sih L6 nya yang ngebuntutin unicorn.
    Image
    Image
    Image
    Image
    Image

    .
  3. Kondisi badan unicorn terlihat kurus :( Unicorn juga tidak begitu bersemangat mengejar pelet Marine S. Sepertinya belum masuk seleranya. Berenangnya tidak segesit L6, slowwww. Lebih aktif ekornya untuk berenang, berbeda dengan lettersix yang sirip samping nya lebih aktif, mungkin untuk keperluan manuver, karena L6 memang gesit dan lihai berenang di sela karang.
    Image

    .
  4. Ketiga Achanturidae bahu membahu ‘grazing’ green algae, all dayyy loooonggg :D
    Image
    Image

    .
  5. My lovely hyperactive Letter Six
    Image
    Image

    .
  6. Green algae di karang pun menjadi botak-botak. Saya bersukur kemarin tidak buru-buru menyikat green algae yang ada di karang.
    Image —->>>> Image

    .
  7. Kabar skimmer hari ini.
    Image

    .
  8. Drip CD dipindahkan ke bagian kanan tank, dekat dengan bolongan hood, demi kemudahan kontrol dan maintenance. Kira-kira 1,5 drip / detik
    Image

    .
  9. Diberikan 5 ml sera coral liquid ke main tank, dengan pipa, diarahkan ke anemon (pipa tidak menyentuh tentakel. Dan anemon bereaksi sedikit menutup tentakelnya.

    .
  10. PH controller made in china. Membacanya dikurangin 0.1 poin. Jadi berdasarkan gambar, ph main tank sekitar 8.09.
    Image
    lcd display
    Image
    probe


    .
  11. Gaya anemon hari ini:
    Image
  12. Refugium:
    1. Diberikan Sera coral liquid untuk refugium, dua kali crut saja didekat air masuk.

      .
    2. Kondisi 3 pecahan anggur yang ditambahkan semalam:
      1. Terlihat menghijau, dibanding sebelumnya, mungkin karena pencahayaan yang lebih mencukupi dan terus menerus.

        .
      2. Image —>>> Image

        .
      3. Image —>>> Image 

        .
      4. Image —>>> Image


      .

    3. Kondisi keseluruhan rumput anggur. Sulurnya semakin tegak, dan sebagian hampir menyentuh permukaan air.
      Image

      .
    4. Saya baru perhatiin, bahwa cacing kelapa memiliki pigmen warna pada tangkainya yang bisa berubah-ubah dari putih ke hijau muda. Pola perubahan warnanya menarik, yaitu berputar searah jarum jam. Perhatikan tangkai putih yang dekat dengan mulutnya.
      1. Image

        .
      2. Image

        .
      3. Image

        .
      4. Image

        .
      5. Mencoba metoda pencahayaan lain untuk refugium, sebelumnya on terus 24 jam, sekarang dibuat 18 jam nyala 4 jam mati.

        .
      6. Mulai banyak gelembung udara di DSB refugium.
        Image

        .
      7. Kabar cacing pipa hari ini, sehat saja
        Image

        .
      8. Tempat persembunyian pods yang panjangnya 3-4mm. Terlihat satu lagi menclok (lingkaran kuning)
        Image


Quarantine Tank :

  1. Air tetap berputar-putar walau kosong. Mau bikin trickle filter dari selongsong akrilik skimer jebo 180, mau pake biobal rasanya terlalu besar, nyari keramik ring aja nanti.


Update: Rabu, 19-Mei-2010

Update Rabu 19 Mei 2010:

Main Tank:

  1. Mati lampu 4,5 jam.

    .
  2. Setelah lampu nyala, butuh beberapa menit bagi L 6 untuk betul-betul ‘bangun’ dari tidurnya.

    .
  3. Letter six dan clown makan dengan lahap

    .
  4. Letter six tampak memakan brown algae, baik yang ada di karang maupun di kaca belakang akuarium.
    Image
    Image
    Lihat bagian yang putih-putih, itu hasil dimakanin L 6

    .
  5. Bintang pasir dua-duanya beberapa kali keluar pasir. Salah satunya bahkan naik ke karang yang agak pendek, dan memakan lumut yang ada disitu, kemudian masuk ke pasir lagi. Apakah karena makanan mereka masih terlalu sedikit di dalam pasir, atau mereka memakan sisa-sisa pelet yang ada diatas pasir?
    Image
    setelah dilewati batunya bersih.

    .
  6. Anemon berpindah tempat secara radikal. 
    • Jam 10 pagi, anemon terbalik. ‘kaki’nya tampak tidak menempel pada apapun. Sedangkan tentakelnya sudah menyentuh pasir. Agak panik, tapi gue putuskan untuk liat dulu perkembangannya lebih jauh lagi.
      Image
      yang dilingkari itu pantat anemon, yang seharusnya nempel.
      Image
      nyusruk


      .
    • Jam 12 siang. Tentakel nya sudah menyembul dari sela karang. Rupanya dia berballik dan menempel secara vertikal pada karang disampingnya.
      Image


    .

  7. Jam 23.00. Membersihkan algae di kaca main tank. Menggunakan kartu garansi kacamata yang kaku seperti kartu atm dan sikat botol bayi. Ternyata memang lebih enak dan aman pake kartu model gini. Sebelumnya saya selalu membersihkan pake sikat botol bayi dan isi cutter.

    .
  8. Percobaan; ditambahkan pipa di tengah main tank. Maksudnya buat mini-refugium, tempat pods bisa sembunyi dengan tenang. Soalnya dulu pipa ini (aslinya pipa aerator) pernah ngendon di tank lama tanpa dinyalakan, dan ternyata beberapa pods tinggal disitu. Mau dicoba sekarang bisa nggak.
    Image

    .
  9. Refugium:
    1. Ditambahkan 3 bongkahan batu sisa tanaman anggur yang tersisa (masih ada tanamannnya sedikit):
      • Pertama. Tanpa batu, ditanam begitu saja di pasir.
        Image

        .
      • Kedua. Kondisi anggur agak memutih. Di sela-sela lubang batu yang ini, entah ada sponge atau binatang apa, tapi dari pertama masuk, sudah dua kali terlihat menyemburkan pasir keluar.
        Image

        .
      • Ketiga. Kondisi anggur agak memutih. Di cekungan bawah batu, rupanya sarang untuk pods yang panjangnya sekitar 3-4 mm. Begitu dimasukan ke refugium, terlihat dua ekor keluar dan jalan-jalan, sisanya diam menempel di cekungan tersebut.
        Image

        Image
        Pods sepanjang 3-4 mm, terlihat mengambang dipermukaan, mungkin terpisah dari batu ketika batunya dimasukkan.


      .

    2. Terdapat banyak kotoran menghampar di atas pasir dan beberapa di daun rumput anggur, yang dicurigai sebagai kotoran snail dan ternyata itu adalah kotoran cacing kelapa.
      Image
      berserakan
      Image
      Setelah saya perhatikan lagi, ternyata sumber nya dari cacing kelapa. Ini proses kotoran itu keluar.


      .
    3. Tampilan rumput anggur hari ini:
      Image
      keseluruhan

      Image
      Detail bagian kiri

      Image
      Detail bagian tengah

      Image
      Detail bagian kanan


      .
    4. Gelembung udara semakin banyak merata di atas pasir, baik bagian depan maupun belakang refugium
      Image
      Image
      Bagian depan

      Image
      Bagian Belakang


Quarantine Tank:

  1. Hari ini Unicorn tidak keluar dari hiding place sama sekali, tidak dicoba memberikan makan hari ini, takut tidak mau makan, dan semakin memperburuk kualitas air. Kondisi badannya kurus.


Update: Selasa, 18-Mei-2010

Update Selasa 18 Mei 2010:
Saya pikir hari ini akan jadi hari-hari cycling biasa di quarantine tank dan main tank, ternyata ada sesuatu yang terjadi yang merubah jalur perencanaan.


Quarantine Tank:

  1. Pagi ini Letter 6 kembali langsung menghampiri begitu penutupnya dibuka.

    .
  2. Saya perhatiin ketiga ikan di karantina. 
    • Letter 6 badannya mulus, berenang aktif, makan rakus, tapi nafasnya kok ngos-ngosan gak normal?

      .
    • Unicorn santai, tidak ngos-ngosan dan badannya mulus. Tapi masih enggan ngejar makanan.


    .

  3. Iseng-iseng test air tank karantina, pake strip JBL easy test 5 in 1, ternyata Nitrite-nya 10mg/l !!!! Sedangkan Nitrate lebih rendah yaitu 25 mg/l. Pusing deh. Memang di seting tank karantina ini tidak ada bagian filtrasi biologis. Dan sepertinya ini penyebab utama Morish idol mati.

    .
  4. Yang pertama terpikir “jangan sampe L6 ini pada mati…”. Tindakan selanjutnya:

      .

    • Segera mentransfer dua ekor L 6 ke Main Tank.

      .
    • Tidak ingin mengulang kejadian angel kennedy, saya ambil dua ekor L 6 dengan tangan, tanpa net. Pada proses pengambilan ini, unicorn terlihat stress, warna dibadannya memudar jadi belang coklat putih, dan sampai magrib tidak keluar dari hiding place nya.

      .
    • Mengangkat hiding place yang tidak terpakai, menyisakan satu untuk unicorn.

      .
    • Berencana menggunakan body skimmer jebo 180 menjadi semacam ‘fluidizer’ yang diisi ceramic/bioball. Buat tempat bakteri aerob.


Main Tank:

  1. Pagi hari, Anemon karpet bergerak pindah sedikit ke belakang. Siang hari sudah ‘gelantungan’ nempel terbalik di sela karang, dibawah lempeng karang tempat dia tinggal sebelumnya. Monyong bener dah kalo anemon udah begini! 
    Image
    Jam 10 pagi

    Image
    Jam 1 siang


    .
  2. Bintang laut pasir terlihat keluar dari pasir beberapa kali seharian ini.
    Image

    .
  3. Proses Letter 6 masuk ke main tank:
    • Kondisi lampu main tank menyala.

      .
    • Aklimasi suhu selama 40 menit, niatnya Cuma 30 menit, eh kelewatan. Efeknya, dua lettersix yang diapungkan didalam ompreng semakin megap-megap nafasnya, mungkin karena oksigen menipis dan air yang nitratnya masih tinggi. Waktu diapungkan saya apungkan di bagian kiri tank (dipisah brace tengah tank), pengen tau apakah ini mempengaruhi wilayah yang akan mereka kuasai begitu masuk ke tank.
      Image

      .
    • Aklimasi ph air, dengan cara memasukkan beberapa bagian air main tank ke dalam ompreng, Cuma 5menitan, karena kasian liat L6 udah megap-megap.

      .
    • Dengan tangan, satu persatu dilepas ke main tank

      .
    • Letter 6 begitu masuk main tank, langsung ngumpet di belakang tumpukan karang sebelah kiri, diem diatas pasir selama beberapa menit. 
      Image
      ngumpet numpuk
      Image
      masih kaget


      .
    • Setelah agak terbiasa baru dia berenang-renang, menyusuri dinding belakang Main Tank. Nafasnya masih terlihat ngos-ngosan, mungkin masih menyesuaikan dengan air main tank.

      .
    • Ketika menyusuri dinding belakang main tank, dua ekor L6 ini bertemu dengan clown dan anemon nya. Dan sepertinya mereka tertarik sekali, sehingga beberapa kali coba mendekati clown dan hostnya, maka clown pun melakukan gerakan-gerakan defensif. Saya hawatir melihat ini, takut dua L6 itu tersengat anemon. Pengalaman dulu beberapa ikan tersengat anemon dan mati sehari sesudahnya.
      Image
      Bermain dengan bahaya
      Image
      usil atau penasaran? junior kok ngejago? :lol:

      .
    • Setelah setengah jam berada di main tank, dua L 6 itu berenang duet keliling tank. Saya perhatikan badannya mulus, dan nafasnya mulai normal. Mereka sehat, bahkan bisa dibilang tengil, semua penghuni asal seperti jabing dan hermit crab didekati (kayak mau kenalan :lol:
      Image
      Image

      .
    • Sore hari setelah lampu mati, saya temukan satu ekor L6 memilih ‘sarang’ di lubang karang bagian kanan, sedangkan satunya lagi pada karang diatasnya.


    .

  4. Setelah L6 masuk main tank, banyak partikel-partikel halus yang beterbangan, tapi tidak sampai mengganggu pemandangan. Tapi saya justru senang melihatnya, seperti di reef aslinya (berdasarkan liat-liat di film-film reef :p ). Masih diperhatikan lebih lanjut, butiran-butiran apakah itu?

    .
  5. Refugium:
    • Serabut putih pada batang semakin banyak.
      Image

      .
    • Snail tak dikenal terlihat lagi, kali ini kamera siap.
      Image

      .
    • Hampir semua batang dan daun anggur hijau yang sehat mencuat tegak ke atas ke arah lampu.
      Image

      .
    • Mulai terlihat beberapa pods, dan ‘cacing berkaki banyak’ (lupa namanya), menggerayangi kaca. Sayang kamera hp gak mampu nangkep gambar sekecil itu.

      .
    • Pasir DSB refugium bagian tengah ke depan tampak mulai berwarna kecoklatan. Dimana di bagian itu pula terdapat sisa-sisa batang dan daun anggur hijau yang mati, yang kemarin saya bersihkan tapi tidak dibuang keluar.

      .
    • Segera membersihkan sisa-sisa tanaman yang mati, karena menurut sumber yang saya baca itu dapat meningkatkan phospat.
    • Phosphate

      Phosphate can be introduced to your aquarium mainly from tap water, dead plants and fish food. High phosphate levels can cause algae outbreaks. There are products on the market to remove phosphates and you can do your part by keeping up with your aquarium maintenance and performing regular water changes. Saltwater reef tank keepers and freshwater plant keepers may want to invest in a phosphate test kit.
      http://www.fishlore.com/WaterChemistry.htm

      .

    • Dipermukaan pasir refugium, terdapat beberapa gelembung udara yang berukuran kecil disana-sini, dan sesekali naik ke permukaan, membawa serta sekitar 4-5 butir pasir halus yang kemudian jatuh kembali ke bawah begitu gelembung udaranya meletus.
      Image

Update: Senin, 17-Mei-2010

Update Senin 17 Mei 2010:

Main Tank:

  1. Hari ini jabing makin sering keluar dari batu, mungkin sudah mulai merasa lapar dan terbiasa dengan lingkungan. Waktu saya kasih makan clown dengan pelet, terlihat jabing juga ikut memakan pelet yang nyasar ke wilayahnya. Dan lama kelamaan menyusuri pelet-pelet yang jatuh di pasir. Kasian, badannya keliatan langsing.
    Image

    .
  2. Anemon karpet sedikit bergerak lagi ke karang yang mencuat di sampingnya. Jadi model menempelnya mulai semi-vertikal. Tentakelnya tetap mekar, dan karena kaki lengketnya terhimpit, dia agak memanjangkan badannya.
    Image
    Apa dia memang sukanya nempel secara vertikal ya?

    .
  3. Sempet nyariin hermit crab kemana, ternyata sudah naik-naik ke atas karang. Dan saya heran melihat ada karang yang kemarin algaenya coklat pekat alias tebal, sekarang mulai gundul algaenya. Curiga terbesar adalah itu kerjaannya si hermit :lol: 
    Image
    Image
    Diliat dari TKP nya, sepertinya dia sempat kena tentakel anemon, makanya mundur lagi :lol: 

    .
  4. Bintang laut pasir beberapa kali muncul ke permukaan. Tapi tidak sampai betul-betul terekspos seperti kemarin. Kenapa ya?

    .
  5. Mahluk kecil seperti UFO itu (liat disini), muncul, 2 ekor nempel di kaca. Gara berenangnya seperti ubur-ubur, apakah ini ubur-ubur? Dan melihat kesempatan ini, langsung saja saya serok dua mahluk itu, dan dipindahkan ke refugium. Sampe refugium dia berenang-renang keliling, dan saya gak tau lagi kemana dia perginya.

    .
  6. Minat terbesar saya kali ini pada refugium, karena baru kali ini punya refugium, dan sebelum-sebelumnya selalu gagal melihara anggur hijau ataupun tanaman lainnya. 
    1. Siang ini, begitu liat refugium, saya menemukan seekor snail mungil di ujung batang anggur hijau, sebesar 1/3 ujung kelingking. Sayang kamera gak siap, dan doi keburu keliling ke dalam rimbunnya anggur hijau. Yang jelas itu snail, bukan jenis hermit. Diliat dari tempurungnya semodel keong macan.

      .
    2. Penampakan rumput anggur hijau ini terlihat hijau segar. Sebab pengalaman sebelumnya, baru beberapa hari juga sudah banyak batangnya yang menguning dan rontok. Mungkin karena waktu itu di main tank, arus lebih kuat dan lampu masih pake T8, jaraknya jauh pula.
      Image

      .
    3. Dari pengamatan lebih lanjut, sepertinya anggur hijau begitu ditempatkan di refugium jadi jauh lebih sehat. Terlihat dari tunas-tunasnya dan batang-batangnya yang mencuat tegak ke atas ke arah cahaya.
      Image
      tunas-tunas tegak ke atas.
      Image
      sisi kanan (dari viewer)
      Image
      sisi kiri (dari viewer)


      .
    4. Dari batang-batang yang polos, terlihat banyak serabut-serabut putih yang seperti keluar dari batangnya tersebut. Posisinya ada yang di bawah atau mencuat ke atas. Apakah ini akarnya, atau tunas batang yang baru?
      Image
      Image
      Serabut. Apakah itu akar atau tunas baru?

      .
    5. Ternyata batu anggur hijau ini terdiri dari dua batu, yang awalnya menempel karena adanya sponge yang tumbuh di batu tersebut. Dan begitu dipindahkan/diangkat, sponge nya terpecah. Ada satu batu yang hampir lepas seluruhnya dari rumput anggur, hanya beberapa akarnya masih menempel pada sponge di batu tersebut. Ini saya biarkan karena takut mengganggu pertumbuhan anggur hijau (lihat gambar Inzet A pada update tanggal 16). Apakah sebaiknya dilepas saja?

      .
    6. Membersihkan lagi batang-batang/daun yang sudah mati dari kumpulan rumput anggur yang sehat.
      Image

      .
    7. Rencananya mau terus coba pakai philip tornado daylight 15w ini sampai 1 minggu/10 harian. Baru kemudian coba pake megaman yang 10k. Atau ada saran tentang durasi percobaan penggunaan lampu untuk refugium ini?


    .

  7. Mencari turbo snail dan jabing glodok untuk mengontrol algae.

    .
  8. Mempertimbangkan menggunakan ‘Cryptic Zone Filtration’ pake drum plastik yang gede, sekalian nambah volume air. Tapi sepertinya tidak dalam waktu dekat, CD aja belum mature.



Quarantine Tank:

  1. Pagi ini buka penutup tank karantina, dan mendapat pemandangan yang menyenangkan. Dua ekor Letter six langsung ngumpul mendekati permukaan, mengharap minta makan :smt007 Walau masih suka kaget dan langsung ngumpet. Mereka makan sangat-sangat lahap dan berenang dengan aktif, contoh yang baik buat unicorn.

    .
  2. Unicorn mulai sering menampakkan diri, dan sudah lebih berusaha mengejar pelet, walau masih kalah oleh rakusnya L 6.

    .
  3. Mempertimbangkan untuk mengakhiri masa karantina L6 menjadi 21 hari, yang mana itu akan jatuh pada hari kamis besok. Karena dikatakan daur hidup cryptocaryon dan amyloodinum adalah 3 minggu atau 21 hari, hanya saja amannya dilebihkan dari itu, untuk melihat apakah masih ada benih penyakit yang tersisa.

Lagi Kangen…

Mendadak kangen dengan cita rasa Mie Selera Pedas yang dimasaknya cuma pake air panas, seperti waktu di pondok dulu….

Rasanya hampir sama, ada yang kurang, rasa laparnya beda dengan yang dulu. Dan itu mengurangi kenikmatannya.

Update: Minggu, 16-Mei-2010

Update Minggu 16 Mei 2010:

Main Tank:

  1. Hari ini coba kasih makan anemone lagi pake pelet. Ada hal aneh terjadi. Kali ini anemon tidak menutup seperti sebelumnya, tapi mengeluarkan gelembung dari mulutnya. Dan kali ini kamera siap sedia:
    1. Image
      Clown sibuk ‘membersihkan’ daerah sekitar mulut anemon dari pelet-pelet.
    2. Image
    3. Image
    4. Image
    5. Image
    6. Image
    7. Image
    8. Image
    9. Image
    10. Image
    11. Image
    12. Image
      Clown secara bergantian menyingkirkan pelet dari mulut anemon. Sepertinya mau dimakan, tapi akhirnya dibuang juga.
    13. Image
    14. Image
      Sebagian pelet yang tidak sempat di obrak-abrik clown, setelah ‘disatukan’ oleh lendir anemon, nempel di gelembung yang bagi gue terlihat seperti ‘lidah’nya. Dan perlahan-lahan masuk ke dalam.
    15. Image
    16. Image
    17. Image
      Pada akhirnya menyusut, dan sepertinya sedikit sekali pelet yang masuk ke mulutnya, atau tidak ada sama sekali.


    .

  2. Jabing baru terlihat keliling-keliling, entah nyari makan atau kenapa. Pertama terlihat mengambang di antara dua gugusan karang, baru abis itu dia berenang kesana-kemari.
    Image
    Bengong ditengah-tengah

    Image
    Mulai ‘lari-larian’ ke pojok.
    Image
    Bener namanya jabing kuning?


    .
  3. Perkembangan Refugium menarik. Lampu phillips tornado 15W daylight dari awal gak pernah mati:
    1. Saya baru ngeh ternyata di batu anggur hijau terdapat beberapa polyp, tapi gak tau namanya. Hari ini baru terlihat mekar. Entah bisa hidup lama apa nggak dengan pencahayaan refugium yang seadanya.
      Image
      Gambar keseluruhan, keterangan lihat di gambar-gambar bawah.
      Image
      Inzet kotak A.
      Image
      Inzet kotak B.
      Image
      Inzet Lingkaran kuning. Bagian rumput anggur yang sudah mati, kemungkinan ketika ditaroh di tank lama, karena pencahayaan yang tidak memadai.


      .
    2. Membersihkan bagian-bagian anggur hijau yang sudah mati. Dan merapihkan batang-batangnya yang semrawut.
      Image
      Buruk gak efeknya kalo bagian-bagian yang mati itu dibiarkan begitu saja?


Quarantine Tank:

  1. Unicorn mulai sering muncul ketimbang ngumpet. Juga mulai mau makan, tapi masih kalah gesit sama L 6. Dia juga gak mau ngambil makanan yang udah jatuh di dasar tank.


Update: Minggu, 16-Mei-2010

Update Minggu 16 Mei 2010:

Main Tank:

  1. Hari ini coba kasih makan anemone lagi pake pelet. Ada hal aneh terjadi. Kali ini anemon tidak menutup seperti sebelumnya, tapi mengeluarkan gelembung dari mulutnya. Dan kali ini kamera siap sedia:
    1. Image
      Clown sibuk ‘membersihkan’ daerah sekitar mulut anemon dari pelet-pelet.
    2. Image
    3. Image
    4. Image
    5. Image
    6. Image
    7. Image
    8. Image
    9. Image
    10. Image
    11. Image
    12. Image
      Clown secara bergantian menyingkirkan pelet dari mulut anemon. Sepertinya mau dimakan, tapi akhirnya dibuang juga.
    13. Image
    14. Image
      Sebagian pelet yang tidak sempat di obrak-abrik clown, setelah ‘disatukan’ oleh lendir anemon, nempel di gelembung yang bagi gue terlihat seperti ‘lidah’nya. Dan perlahan-lahan masuk ke dalam.
    15. Image
    16. Image
    17. Image
      Pada akhirnya menyusut, dan sepertinya sedikit sekali pelet yang masuk ke mulutnya, atau tidak ada sama sekali.


    .

  2. Jabing baru terlihat keliling-keliling, entah nyari makan atau kenapa. Pertama terlihat mengambang di antara dua gugusan karang, baru abis itu dia berenang kesana-kemari.
    Image
    Bengong ditengah-tengah

    Image
    Mulai ‘lari-larian’ ke pojok.
    Image
    Bener namanya jabing kuning?


    .
  3. Perkembangan Refugium menarik. Lampu phillips tornado 15W daylight dari awal gak pernah mati:
    1. Saya baru ngeh ternyata di batu anggur hijau terdapat beberapa polyp, tapi gak tau namanya. Hari ini baru terlihat mekar. Entah bisa hidup lama apa nggak dengan pencahayaan refugium yang seadanya.
      Image
      Gambar keseluruhan, keterangan lihat di gambar-gambar bawah.
      Image
      Inzet kotak A.
      Image
      Inzet kotak B.
      Image
      Inzet Lingkaran kuning. Bagian rumput anggur yang sudah mati, kemungkinan ketika ditaroh di tank lama, karena pencahayaan yang tidak memadai.


      .
    2. Membersihkan bagian-bagian anggur hijau yang sudah mati. Dan merapihkan batang-batangnya yang semrawut.
      Image
      Buruk gak efeknya kalo bagian-bagian yang mati itu dibiarkan begitu saja?


Quarantine Tank:

  1. Unicorn mulai sering muncul ketimbang ngumpet. Juga mulai mau makan, tapi masih kalah gesit sama L 6. Dia juga gak mau ngambil makanan yang udah jatuh di dasar tank.


Konsep Dasar Refugium Yang Saya Inginkan

Ada beberapa hal yang lupa saya masukkan di update terakhir. Yaitu tentang konsep refugium yang saya impikan, dan kutipan-kutipan berkesan dari survey data DSB.
Konsep Refugium:
Konsep refugium yang akan saya buat adalah tempat yang khusus untuk mahluk-mahluk mikro, filter feeder dan makroalgae.
Tujuan utama dari refugium ini adalah untuk menjaga populasi dari mahluk-mahluk kecil ini, sehingga ketersediaan pakan alami selalu terjaga. Baik yang hidup didalam sedimen pasir maupun yang di permukaan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dibuatlah setting sebagai berikut:

  1. Tank terpisah baik dari sump dan main tank.
  2. Input air dari ruang return pump-nya sump dan output air dari refugium keluar ke depan suction return pump.
  3. DSB setinggi 10cm, dari pasir aragonite yang telah mengalami tiga kali proses saringan sehingga didapatkan butiran terhalus (kurang dari 1 mm).
  4. Penambahan pasir dari tank yang sudah running selama setahun di lapisan teratas DSB.
  5. Tidak mencuci pasir untuk DSB. Karena dari 2 kali apikasi DSB yang pernah saya lakukan (satu tanpa dicuci, dan satunya dicuci bersih dengan air tawar), yang menunjukkan tanda pertumbuhan infauna tercepat dan terbaik adalah yang tidak dicuci terlebih dulu.
  6. Penanaman makro algae dari jenis anggur hijau. Bertujuan baik sebagai filtrasi biologis (hususnya Nitrate) maupun sebagai tempat tinggal infauna.
  7. Tidak akan menambahkan mahluk-mahluk yang dapat menjadi predator bagi infauna (sand stirrer starfish, kuda laut, ikan-ikan benthic feeder, dll).
  8. Teknik pencahayaan reverse-daylight. Tujuannya menghemat listrik dan menangani fenomena penurunan PH di malam hari, dengan mengharapkan oksigen tambahan yang dihasilkan tumbuhan.

Kutipan-kutipan dari DSB:

TENTANG UKURAN PASIR:
In all of my discussions about sand beds I have made a point of specifying one particular parameter, that of the average size of sediment particles in the sand bed. Why should this one factor be so important? The answer simply is that sediment particle sizes determine the acceptability of the sediment to the organisms. Perhaps an example might illustrate this statement better. One of the common amphipods found along the west coast of North America is a species called Rhepoxynius abronius . This small bug has been investigated in some detail as an organism to use to test the toxicity of sediments, has been found to prefer sediments of a specific particle size, 0.113 mm in diameter. If given a choice, it will move to and live in sediments of that one specific size, not sediments 0.110 mm nor sediments of 0.115 mm, but only of that one size. If individuals are experimentally confined to other sediment sizes, they neither live as long, nor reproduce as well, nor tolerate stressful conditions as do individuals kept at the optimum grain size (Ott, 1986).
Most sediment-dwelling organisms appear to have similar precise preferences. However, most will also live at least marginally well in mixed-sediments with sizes around their optima, and most sediment particle size optima seem to be in the range of 0.050 to 0.200. Consequently I suggest a range averaging about 0.125 as a good compromise. It isn’t specifically the best for most infaunal species, but it will allow a diversity of species to live pretty well.
Sumber : http://www.ronshimek.com/deep_sand_beds.html

The surface area for bacteria and microalgae in live rock or on other surfaces is insignificant compared to the area in a sand bed four or more inches in depth.
Sumber : http://www.ronshimek.com/deep_sand_beds.html

Salah kaprah mengenai ‘sifting / stirring the sand’:
Within a week, you should notice bubbles in the sediment next to the glass indicating the sand filter is working, within a couple weeks small tube traces should be visible in places in the sediments near the walls, and small bug populations should be evident. After a two week wait – and more time is desirable – fish may be added. UNDER NO CIRCUMSTANCES SHOULD YOU ADD “SAND-SIFTING” ANIMALS SUCH AS BURROWING SEA STARS OR SOME GOBIES. These animals are “sifting” the sediment to eat the sand critters that you need to have thrive. From this point, gradually add more animals up to the desired level.
Sumber : http://www.ronshimek.com/deep_sand_beds.html

Masalah nyata dan masalah berdasarkan dugaan terhadap DSB:
More imagined than real problems bedevil keepers of sand beds. The imagined problems are proposed by people who are ignorant of the sand bed dynamics. Among these imaginary problems are accumulations of hydrogen sulfide and detritus, and the need for sifting. Hydrogen sulfide will indeed be formed in the lowermost layers of a deep sand bed. It will NOT migrate up through the sediments to poison a tank. Hydrogen sulfide is an amazingly toxic gas, but that toxicity is exceeded by its pungent rotten-egg odor. The gas will have an exceptionally strong odor, and will seem overwhelming at levels well BELOW toxic amounts. If you can smell this stuff without it literally taking your breath away, it won’t be at a harmful concentration. There is no real evidence to indicate that it may reach toxic levels in a deep sand bed.
Detritus build up in the sediment is another non-problem. If the sediment fauna is thriving, there will be a slight build up of fine detritus while the rest will be processed by the infauna. The final imaginary problem, the presumed need for sifting in a healthy sand bed, simply does not exist. Small organism movements “sift” the sand sufficiently. Any other sifting of a healthy bed will cause serious harm.
Sand beds recycle materials and export many of the excess nutrients in an aquarium. Some excess nutrients are mobilized by becoming soluble through metabolic processes and need to be exported either as harvestable macroalgae or animals, grown in the main tank or a sump.
The only real problem with a sand bed is the reduction in diversity as the bed ages. This is caused by extinction and replacement problems because the volume of our beds is simply too small for some species to generate self-sustaining populations. This is remedied, by purchasing a detritivore or recharge kit or two every year or so to give a boost to the fauna.
Sumber : http://www.ronshimek.com/deep_sand_beds.html

Get Yourself a Hobby

Kemarin-kemarin ada temen gw yang kirim sinyal pusing ke ym gw, jenisnya kunye. Akhir kata gw menyarankan; lo butuh hobi, selain komputer.

Kenapa komputer ga bisa disebut hobi? Karena orang ini udah jadi bug bagi komputer, mungkin komputernya sendiri dah bosen ngeliat dia.

Hobi bisa menjadi penyeimbang hidup dan menjaga kesehatan psikologis seseorang di tengah ruwetnya kota besar. Hobi dapat mengalihkan pikiran dari beban sehari-hari. Dan jika anda cukup pintar (gw ga bilang gw pinter ya ves :p) anda dapat menemukan analogi-analogi tersendiri yang dapat menjadi petunjuk bagi solusi atau inovasi terhadap masalah yang sedang dihadapi.

Tapi ya, kebanyakan hobi memang mahal…. Tapi gw ga bilang semuanya mahal. Tergantung pada tingkat obsesi anda terhadap hobi tersebut.