AKHIRNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…. setelah 2 bulan berproses (Start 26 april 2010), coil denitrator saya dengan desain original nya bro Qodeem memberikan hasil yang menakjubkaaan
nitrat undetected, undetected, undetecteddddddddd!!! baik keluaran CD maupun yang di main tank undetecteeeeedddddd
![]()
Mohon maaf kalo saya norak, dan saya berhak untuk norak karena setelah setaun lebih jalanin hobby ini, baru detik ini ngalamin punya nitrate undetected
Dan untuk menambah euforia ke-norak-an ini saya tambah bukti dengan foto:
nitrate CD undetected (sera)
Nitrate main tank undetected (sera)
sekali lagi thanks to bro qodeem atas kesediaannya memposting DIY coil denitrator pertama kali.


Author Archives: Nyenius
DIY Auto-On Battery Air Pump (aerator)
Berhubung system kita sangat-sangat tergantung pada listrik, maka mati lampu merupakan bencana. Bencana paling awal dan paling riskan adalah kandungan oksigen yang akan terus berkurang tanpa adanya pergerakan air. Terutama akan menjadi bencana bagi mereka yang over stock, karena kadar oksigen dalam air akan lebih cepat habis. Saya pernah ngalamin hal ini, beberapa ikan yang lemah mati, dan beberapa jadi sakit (karena overstock dan mati lampu yang cukup lama). Solusi termurah untuk hal ini adalah air pump (aerator) bertenaga baterai.
Ya sebenernya sudah ada aerator yang bertenaga batre dan otomatis menyala ketika lampu mati, tapi harganya lumayan sekitar diatas seratus ribuan, dan ada beberapa hal yang membuat saya tidak membeli mesin tersebut.
Ok daripada berkutat pada kekurangan sebuah produk, lebih baik fokus pada DIY ini ![]()
Tujuan:
1. Membuat pertukaran oksigen dalam tank tetap berjalan walau lampu mati.
2. Menyalakan air pump ketika dibutuhkan (saat mati lampu) dan mematikan ketika tidak dibutuhkan (pas nyala lagi) secara OTOMATIS, tanpa campur tangan pemilik.
Perlengkapan:
1. Unit Air pump batre biasa x2 (Jumlah unit sesuai kebutuhan, saya butuh 2. Ada di toko akuariuam)
2. Kabel yang kurus, yang biasa buat komponen 4m (2m merah, 2m kuning; untuk membedakan. Ada di toko komponen elektronika)
3. Terminal kabel yang kecil. (Ada di toko komponen elektronika, kadang juga di toko listrik biasa)
4. Selang aerator (sesuai kebutuhan, ada di toko akuarium)
5. Airstone (bisa digantikan dengan jenis output aerasi yang dibutuhkan, saya pilih airstone. Ada di toko akuarium)
6. Relay DC 12v (Ada di toko komponen elektronika)
7. Adaptor DC 12v (Ada di toko komponen elektronika dan toko listrik atau toko hardware)
8. Ceplokan penyangga selang aerator (sesuai kebutuhan. Ada di toko akuarium)
Alat penunjang:
1. Gunting
2. Obeng min kecil (untuk terminal)
Abstrak:
Supaya unit aerator batre bisa menyala secara otomatis ketika listrik mati, maka unit aerator tersebut harus tahu kapan ada aliran listrik dan kapan tidak. Maka digunakanlah Adaptor DC dan Relay DC untuk menghidup-matikan unit aerator batre. Adaptor untuk mengantarkan arus listrik, dan relay berfungsi sebagai switch on off.
Perakitan:
- Sebelum memulai pastikan dulu tiap unit bekerja (pasang batre switch on deh).
- Lepas baterai selama perakitan.
- Ini bagian dalam unit batre aerator.

Bagian dalam (1)Dinamo, (2)Kompa, (3)Switch on-off, (4)Kompartemen batre
. - Potong kabel yang terhubung ke switch on-off, kemudian sambung dengan kabel komponen yang sudah kita beli. 25% project sudah selesai. Jadinya seperti ini.

. - Berhubung gue butuh 2 unit aerator, maka gue sambunglah. Jadi skemanya seperti ini:

. - Dua unit sudah terhubung. 75% project sudah selesai. Sekarang tinggal hubungkan dengan adaptor dan relay. Skema nya seperti ini.

Skema final
. - Hubungkan relay ke adaptor. Colokkan kedua kabel yang menghubung adaptor ke relay ke sekrup nomer 13 dan 14. Nggak usah pusing soal polaritas ato plus minus nya, colok aja.

Colokkan kedua kabel yang menghubungkan adaptor ke relay ke sekrup nomer 13 dan 14.
Supaya tidak perlu merusak adaptor, saya pake jack lagi.
. - Hubungkan kabel dari dua unit aerator batre ke relay. Colokkan dua buah kabel bebas dari unit aerator masing-masing ke sekrup no 1 dan 9 ATAU no 4 dan 12. Lagi-lagi bebas, mau kabel kuning di sekrup 4 ato sekrup 12.

Colokkan dua buah kabel bebas dari unit aerator masing-masing ke sekrup no 1 dan 9 ATAU no 4 dan 12.
. - Begitu skema final sudah terangkai, bisa dikatakan project 90% selesai. Sekarang tinggal lakukan pengetesan.
- Colok adaptor ke sumber listrik.
- Pasang baterai pada unit aerator. Jika kita sudah melakukan semuanya dengan benar, seharusnya unit aerator baterai diem aja, alias tidak menyala. Kalau unit menyala, cabut kabel adaptor, dan betulkan lagi 2 kabel unit aerator yang menyambung ke relay. Kemudian ulangi dari langkah satu.
- Bila uji poin kedua berhasil. Maka sekarang cabut adaptor dari sumber listrik. Jika semuanya benar, maka unit aerator akan segera menyala. Dan selamat DIY ini sudah selesai.

- Setelah sukses melewati masa testing maka DIY ini dikatakan selesai. Soal instalasi itu tergantung sikon tank kita masing-masing. Cukup dua hal yang diingat untuk instalasi. Pastikan unit terhindar dari resiko kejebur atau terpercik air, pastikan penempatannya/digantung secara kuat, karena unit ini bergetar, kalo salah naro dia bisa bergeser dan jatuh. Dan kalo itu terjadi, maka DiY ini bukan lagi ‘aerator otomatis nyala’, tapi ‘aerator otomatis nyala kemudian rusak’


Pengetesan
==============================
Ini foto-foto instalasi di tank saya:
Skema untuk tank saya
Penempatan di belakang tank
Dari atas tank. Sekaligus gambar selang utama aerator ke main tank.
Aerator batre in action pada salah satu cabang selang di sudut kanan main tank
In action di refugium.
untuk adaptor dan relay, ini numpang di relay Float switch, yang kebetulan masih kosong 1 slot.
Sekian, semoga bermanfaat ![]()
Update: Jum’at, 28-Mei-2010
Update Jum’at, 28 Mei 2010:
Main Tank:
- Tampilan main tank hari ini, baru habis dibersihin lumutnya dari kaca pakai kartu dan sikat botol bayi.
. - Anemon berulah lagi. Siang ini gue liat dia mengkerut ke dalam celah pertemuan dua karang, tempat dia menempel. Saya cek ikan-ikan masih lengkap, berarti dia bukan lagi makan sesuatu.
. - Instalasi auto-run battery air-pump. Ini gue buat dan pasang karena pengalaman pernah kehilangan ikan disebabkan oleh mati lampu. Memang kondisinya saat itu ikan saya over-stock. Sehingga mati lampu selama 6-7 jam dapat membuat kadar oksigen dalam air lebih cepat habis. Saat itu ikan yang lemah mati, dan yang lebih kuat malah jadi sakit. Setelah mencoba merawat akuarium dengan jalan yang benar menurut literatur para master, saya jadi merasa jauh lebih sayang kepada para penghuni tank, mungkin karena sudah susah payah kali ya. Dan saya jadi benar-benar membutuhkan alat ini.
test running
. - Pods yang ada di main display:
. - Sejauh ini, saya masih kasih makan ikan pake Marine-S. Padahal ini pakan dialokasikan untuk tank karantina, dan sudah ada juga pelet dari Tetra (selama ini saya cuma pake merk itu, dan Marine S).
. - Kabar skimmer hari ini:
. - Refugium:
- Tampilan refugium hari ini, brown algae makin lebat di kaca. Sekilas ada yang tampak tidak beres terjadi di dalam refugium……….
Tidak tampak batang caulerpa yang menjulur ke atas (???)
dari atas terlihat hijau-hijau saja, tapi ada yang gak beres kayaknya.
. - Akhirnya saya nekat membersihkan itu lumut-lumut di kaca refugium. Saya bilang nekat karena sebetulnya masih ingin lihat lagi efek brown algae dan pertumbuhan pods.
Ketika dibersihkan, pods-pods itu ada yang lari ke depan atau loncat nempel di kartu, atau loncat bebas ke air (lepas dari kaca)
. - ENG ING EEEENNNGGGGG. Waaaah ternyata itu caulerpa sudah roboh, mirip gedung WTC. Saya gak habis pikir, kemarin masih kelihatan tegak, bahkan cabangnya semakin banyak yang menjulur ke atas.
O my god…
Saya perhatikan lebih dekat lagi, dan menemukan bahwa sebagian batang caulerpa masih berwarna hijau, dan sebagian lagi sudah memutih. Kesimpulan sementara yang bisa saya ambil adalah bahwa terjadi pembusukan di bagian bawah cabang caulerpa (yang menempel pada batu), karena kalau gak gitu, mana mungkin bisa roboh secara merata.
Kecurigaan lainnya adalah disebabkan oleh snail-snail kecil yang mulai banyak muncul di refugium.
Hal lain yang dicurigai sebagai penyebabnya adalah brown algae yang menyelimuti sebagian batang caulerpa, terutama dibagian pangkal batang caulerpa.
. - Snail-snail kecil entah darimana mulai bermunculan, sebelumnya saya hanya menemukan 1 ekor saja (pada tgl 17 Mei). Sejauh ini hanya terlihat satu snail dengan ukuran terbesar.
dedengkot snail di refugium saya.
Tampak ada snail yang lebih kecil menempel disamping kanan snail terbesar ini. Entah itu anakan baru, atau emang cuma numpang aja si kecilnya.
. - ‘UFO’ ini pun semakin banyak jumlahnya. Sebagai pengingat saja (saya sebutkan di log sebelumnya), awalnya di refugium tidak tampak tanda-tanda mahluk ini, kemudian saya pindahkan 2 ekor dari display tank ke refugium. Dan sekarang sudah berlipat ganda jumlahnya. Tidak jelas betul, apakah dia berkembang biak, atau pindah sendiri dari main tank. Gaya berenangnya persis seperti ubur-ubur (Jelly fish). Kadang menempel di kaca, atau diatas pasir. Sekarang ini rata-rata pada ngetem diatas pasir, mungkin karena kaca refugium dikuasai copepods. (klik gambar untuk memperbesar)
- Amphipod yang berukuran 3-4mm ini masih saja bersembunyi di bawah batu tempat pertama kali saya temukan mereka. Bergerombol.
. - Mahluk lainnya. Saya bertanya-tanya, apakah ini bibit dari cacing pipa atau cacing kelapa. Terlihat dari dua sungutnya yang menjulur keluar, sama seperti cacing kelapa dewasa juga punya dua sungut yang kadang keluar seperti itu. Tapi kalo bener itu cacing kelapa, kok saya juga nemuin banyak cacing-cacing kelapa kecil yang dari kecilnya pun sudah punya ‘bulu-bulu’, sedangkan ini nggak. Dan terdapat dua ‘varian’ mahluk ini, pertama yang belum memiliki ‘pipa’ dari pasir, ini julurannya bisa panjang, dan satu lagi yang sudah mulai punya pipa. Saya pikir, cuma Tuhan dan para master yang tahu binatang apakah ini
bentuk lain sebelum mereka punya ‘rumah’

- Tampilan refugium hari ini, brown algae makin lebat di kaca. Sekilas ada yang tampak tidak beres terjadi di dalam refugium……….
Quarantine Tank:
- Nothing happened
Out of topic:
- WISHLIST dalam saltwater hobby saat ini:
- Tester Nitrit, Nitrat, dan Calcium merk Salifert.
- Masih lumayan log report perkembangan untuk bulan Juni
folder gambar log harian
Update: Kamis, 27-Mei-2010
Update Kamis, 27 Mei 2010 :
Main Tank:
- Tampilan Main tank hari ini. iseng coba-coba angle baru
. - –nothing much happened in the display area–
. - Refugium:
- Tampilan refugium hari ini, dengan dihiasi bintang-bintang pods.
. - Sulit foto dari depan, saya coba foto caulerpa dari atas. batangnya yang menonjol ke permukaan terlihat jelas mencuat sedikit ke atas air.
Sayang gak bisa lebih detil lagi dari gambar ini
. - Batang caulerpa masih dijangkiti green algae, dan juga snail kecil yang wara-wiri makan algae di batangnya. Terlihat ada cabang caulerpa yang memutih.
.
- Tampilan refugium hari ini, dengan dihiasi bintang-bintang pods.
Quarantine Tank:
**nothing significant, sedang running filter biologi sambil nahan sabar gak nambah biota dulu x_x**
Update: Rabu, 26-Mei-2010
UPDATE Rabu 26 Mei 2010 :
Main Tank:
- Tampilan Main Tank hari ini. Orang rumah pada komentar "’gersang’ amat sih? Kok gak ada karang yang julur-julur lagi?" Ya maksud mereka kenapa gak piara coral, biar terlihat lebih hidup. Saya cuma bilang ribet, belom siap
Tapi saya akuin emang terlihat gersang dan sepi (ya iyalah, cuma ada 2 L6 yang berenang sana-sini).
. - Anemon karpet jaya. Hal yang masih belum saya ngerti, kadang tentakel karpetnya itu terlihat sangat rapat dan hijau terang, terkadang terlihat jarang seperti yang tampak pada foto dibawah ini.
. - Baru kali ini saya lihat clown berenang sejauh ini dari host-nya, sepertinya mereka lapar, karena memang 2 hari ke belakang saya telat terus ngasih makannya baru pas sore.
. - Refugium:
- Alangkah cepatnya perkembangan algae di refugium yang disinari 24×7 ini (geleng-geleng kepala):
. - Tapi disamping pertumbuhan brown algae yang cepat itu, ada hal lain yang menyenangkan. PODS mulai banyak berkeliaran di kaca-kaca!!!
Pertama saya bingung bagaimana cara memfotonya, tapi secara gak sengaja dapet gambarnya waktu kamera BB dijepret dari jarak yang agak jauh (biasanya posisi cuma berjarak maks 5 cm dari kaca refugium). Saya semakin ragu untuk membersihkan algae di refugium (kepentingan eskosistem lebih penting dari kebutuhan foto kan
).
. - Semakin banyak saja cabang caulerpa yang menjulur ke permukaan air. Tapi juga algae terus menyelimuti tangkai-tangkainya.
.
- Alangkah cepatnya perkembangan algae di refugium yang disinari 24×7 ini (geleng-geleng kepala):
Quarantine Tank :
- Akhirnya siang ini saya memaksakan diri untuk membuat filter biologis untuk tank karantina. Sebelumnya cari-cari dulu bodi skimmer Jebo 180 yang entah disimpan dimana (ketemunya di dapur). Begitu ditemukan ternyata kondisinya sangat-sangat kotor, skimmate dari tahun lalu tidak dibersihkan, ragu banget bisa bersih. Tapi ternyata setelah coba dicuci dengan busa spons dan sikat botol bisa kinclong lagi
Jadi alurnya gini, dari pump ke UV sterilizer, baru ke tabung jebo yang berisi bioball. Pemilihan media biologis nya bisa dibilang kelamaan mikir, saya terus menimang-nimang apakah pake ceramic atau bioball. Kalo ceramic mesti beli dulu, kalo bioball dah ada lebih dari 100 (stok lama). Akhirnya pilih bioball, karena saya pikir kalo ceramic kan berpori, takut malah jadi nyerap dan nyimpen copper bukan bakteri :p
Memang kepikiran, apakah bisa bakteri hidup di lingkungan karantina ini. Yang mana nantinya bakal ada treatment menggunakan copper dan UV sterilizer. UV sterilizer tidak terlalu saya pusingkan, karena dia hanya membunuh bakteri yang terkena sinarnya saja, tapi copper ini yang masih gak jelas efeknya. Tapi, gak ada ruginya juga dicoba

Update: Selasa, 25-Mei-2010
Update Selasa, 25 Mei 2010:
**tidak ada yang signifikan**
Mengejar Cita-cita
Selagi usia kita masih sangat muda, betapa mahluk yang bernama cita-cita itu terasa begitu dekat, tampak begitu mungkin diraih. Dan seluruh energi kita dengan sadar dan tidak sadar dikerahkan untuk menggapainya.
Dan waktu berlalu, alam semesta menyaring mereka yang memang betul-betul pantas mendapatkan yang diidamkan. Sebagian lagi tinggal memendam cita-citanya dalam relung hati yang remang, berpendar tanpa tenaga, menunggu momentum yang hampir mustahil.
Memang sifat usia adalah melapukkan segalanya. Menunjukkan bahwa hanya ada Satu yang Kekal. Usia memakan tenaga, kecerdasan, prinsip, idealisme, keinginan mencari, dan tentu saja jatah waktu berkarya di dunia.
Kejarlah cita-cita sekuat tenaga, selagi jiwa raga ikhlas menjalaninya. Ketika kita mulai mengejar cita-cita karena terpaksa, kita sudah terlambat dan hanya mengejar omong kosong.
Update: Senin, 24-Mei-2010
Update Senin 24 Mei 2010:
Main Tank :
- Kabar skimmer hari ini:
Skimmer tanggal 20 mei —————————> Skimmer hari ini (24 Mei)
. - Sekitar jam 2 pagi tadi, saya iseng liat tank, dan dapetin pemandangan anemon karpet ‘tidur’ juga para clown. Lucu, anemon nunduk ke bawah kayak layu, sementara kepala clown nongol kayak yang diselimutin.
. - Alat cek PH murahan ini memang ngaco rupanya, masa lampu nyala 8.1, pas lampu mati mendadak langsung robah ke 8.3. Harga emang ga nipu :p
. - REFUGIUM:
- Penampakan hari ini, lumut semakin banyak di kaca dan pasir, ragu banget untuk ngebersihinnya:
. - Tidak ada kemajuan pada potongan anggur ini, semakin memutih saja.
. - Coklat-coklat di serabut caulerpa ini sepertinya algae.
. - Di atas pasir ada beberapa area yang mencurigakan, sepertinya ada mahluk yang habis gali lobang. Coba perhatikan lagi ‘tumpukan’ kecil pasir pada foto dibawah:
. - Didekat batu yang ini pun ada semacam bekas galian, dan herannya, kenapa pasir di sekitar batu bersih dari algae

- Penampakan hari ini, lumut semakin banyak di kaca dan pasir, ragu banget untuk ngebersihinnya:
Refugium
- Air masih bersirkulasi, belum juga dibuat filter biologisnya.
Update: Minggu, 23-Mei-2010
Update Minggu 23 Mei 2010:
Main Tank:
- Begitu liat main tank siang ini, saya langsung disodori bukti kuat bahwa unicorn yang ukurannya lebih besar sedikit dari letter six itu benar-benar dimakan oleh anemon karpet. Buktinya yaitu unicorn yang sudah dimuntahkan lagi oleh anemon dalam kondisi terlipat-lipat jadi gumpalan
dan diselubungi lendir anemon.
Pemandangan yang menyambut saya siang ini
detailnya
Ternyata rapuh sekali, saya coba ambil pakai capit dan gagal karena terbawa arus, jadinya acak-acakan gini
Tulang tengkorak Unicorn
. - Tampilan tank hari ini. Kangen sama unicorn yang mellow….
Resmi dinyatakan ikan saya tinggal empat.
. - Hari ini baru ngeh lagi sama clown. Ternyata sudah segar bugar dua-duanya, sudah gemuk sekarang. Dan warna tubuhnya jauh lebih tegas sekarang.
. - Juga lebih memperhatikan lebih dekat dua ekor L6. Badannya proporsional, gak kegemukan dan tidak kurus. Speed dan ketepatannya dalam merebut pelet mengagumkan.
. - Hari ini anemon karpet jauh lebih sensitif, tentakel piringannya saya colek sedikit pake capitan panjang langsung menutup dan kuncup abis. Apakah ini pertanda dia lebih sehat dari sebelumnya? Masih terlihat tentakel yang botak di piringannya.
tentakelnya yang botak
. - Hermit sedang keliling lagi.
. - Bintang laut sekarang tiap hari keluar pasir. Jalan-jalan pindah tempat terus ‘nyelam’ lagi.
Lihat karapas bagian atasnya, unik.
Dipasir ini si bintang pasir ngetem lama, dan dari pasir keluar banyak pods. Mungkin dia tahu sarang-sarangnya pods ya.
. - Semenjak pasir diaduk-aduk bintang laut pasir, banyak sekali benda-benda lama bermunculan. Salah satunya ini, cangkang kepiting yang sudah lama mati dan terkubur di pasir.
- Refugium
- Algae mulai menguasai tank refugium, algae mulai merambah kaca. Bingung, kacanya dibersihin gak ya, soalnya disitu banyak pods.
. - Beberapa batang anggur hijau sudah menyentuh permukaan air
titik-titik kecil dikaca itu adalah pods yang mulai berkembang biak jadi banyak.
tampak dari permukaan sump
. - Polyp yang ada di kanan-kiri batu anggur tidak semuanya mekar seperti pertama, mulai terasa perebutan cahaya antara polyp dan anggur hijau. Yang mekar tampak mengejar cahaya.
. - Salah satu anggur hijau yang terpisah semakin terlihat memutih. Entah sekarat atau sedang berproses.
. - Cacing pipa yang ada didekat air masuk bergeser ke kiri sedikit demi sedikit. Dan semburan pasir yang sebelumnya diduga dari pecahan batu anggur hijau yang baru masuk, itu rupanya berasal dari cacing kelapa yang ada di belakang ini.
Dari awal, ketika menguncup, cacing ini tidak dapat menyembunyikan ‘bulu-bulu’nya secara sempurna. Mungkin pipa nya kurang panjang.
.
- Algae mulai menguasai tank refugium, algae mulai merambah kaca. Bingung, kacanya dibersihin gak ya, soalnya disitu banyak pods.
Quarantine Tank:
- Air tetap bersirkulasi, filter biologi belum dibuat juga. (males amat siiih, padahal kalo lama, ya lama juga masuk ikan barunya).
Lesson learned so far:
- – Catat tanggal-tanggal penting dalam proses akuarium. Minimal seperti Kapan mulai cycling, kapan start CD, kapan start refugium, kapan lampu T5 mulai dipasang dan lain sebagainya. Karena itu bisa jadi dasar dalam tindakan perawatan akuarium. Dan kita punya tolak ukur yang jelas mengenai elemen-elemen atau instrumen dalam tank kita.
- – Rencanakan dan pasang plumbing dengan baik, jangan biarkan ada resiko bocor atau luber.
- – Rencanakan kelistrikan dengan baik, jangan letakkan alat-alat penting -apalagi mahal- di tempat yang diperkirakan bakal kecipratan atau ketumpahan air laut. Terutama colokan, banyak kasus air akuarium nyetrum dikarenakan colokan sumber listrik pump terkena basah.
- – Jangan terburu-buru merubah setingan atau kondisi sesuatu hal yang prosesnya memerlukan waktu lama. Seperti merubah drip CD, atau pola pencahayaan refugium misalkan.
- – Hati-hati dalam menangani tiap jenis ikan yang berbeda-beda karakternya. (korban Kennedy mati karena durinya nyangkut di net)
- – Persiapkan tank karantina juga dengan sempurna. Baik filter biologi maupun mekaniknya. (dicurigai morish mati di karantina karena kadar nitrit yang kelewat tinggi)
- – Jangan coba-coba campurkan ikan yang dalam kondisi lemah satu tank dengan anemon. (korban Naso Unicorn, ditelan bulat-bulat oleh anemon karpet. Dulu pernah ngalamin L6, kepe, dan dragonet disengat anemon jagung dan mati juga).
Bacaan:
- Sisi filosofis hobby akuarium laut The Tao of Marine Aquaria Tips for Our Hobby and Life Lessons One to Seven
Update: Sabtu, 22-Mei-2010
Update Sabtu 22 Mei 2010:
- Siang hari. Begitu cek akuarium siang ini, saya kaget melihat anemon karpet menciut masuk ke dalam karang. Takutnya mati.
. - Berbarengan dengan itu, saya tidak melihat Unicorn berenang-renang, saya keliling main tank pake senter buat cari di sela-sela karang, tapi gak ketemu.
- Sore hari. Anemon sudah mengembang lagi. Saya cari lagi Unicorn, dan tetap tidak ketemu.
. - Mulai timbul curiga itu Unicorn dimakan anemon, apalagi setelah saya perhatikan lebih dekat, ada beberapa tentakel yang luka di piringan anemon karpet (mungkin bekas perlawanan unicorn??) ………..
bagian tentakel yang luka, botak.
. - Untuk membuktikan apakah unicorn dimakan anemon atau tidak, saya harus liat sendiri proses dari awal bagaimana seekor anemon makan ikan, apakah memang mengkerut seperti itu. Maka saya buat percobaan kecil, saya coba kasih makan ikan mas kecil.
- Saya ambil ikan mas kecil yang baru mati (badannya masih lemes).
- Terus saya berikan ke dekat mulut anemon pake jepitan panjang.
- Proses selanjutnya biar dijelaskan oleh kamera:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10. Sebetulnya pengen coba lagi pake ikan mas hidup, pengen tau efek sengatannya seperti apa, tapi gak ada waktu, dan persediaan ikan mas buat belut tinggal sedikit.
. - Setelah itu anemon mekar kembali. Dan belum pernah se-mekar ini sebelumnya. Piringannya mekar lebar dan jadi lebih tipis. Keliatannya segerrrr banget. Mulutnya tetap membuka, sepertinya memang seperti ini ‘habit mulut’ anemon karpet (sebelumnya di log ini juga saya bertanya-tanya kenapa mulut anemon karpet membuka).
. - Tampak ‘perut’ anemon yang ndut.
. - Anemon ini organ untuk masuk makanan dan keluar kotoran itu cuma satu, ya mulutnya. Maka saya putuskan untuk menunggu saja hasil buangannya. Kalo memang unicorn dimakan, pasti kotorannya besar juga.
- Hermit crab saya kira mati di dalam karang, ternyata dia lagi ganti kulit.
. - Ciplakan bintang pasir di main tank, mahluknya lagi gak disitu padahal. Lucu aja.

- Refugium:
.- Brown algae makin merata di pasir
- Gelembung udara makin banyak di atas pasir.
- Pods semakin ramai di kaca refugium, di batang anggur hijau, di sela-sela batu, di atas pasir. Makin beragam jenisnya, sayang kamera BB tidak mampu foto sampai sedetail itu, dan digicam saya rusak kebanting pula. Saya bisa menghabiskan waktu setengah jam untuk memperhatikan detail organisma di refugium.
- Serabut-serabut yang awalnya putih sekarang jadi coklat. Entah tertutup algae atau memang begitu perkembangannya?
. - Beberapa sulur anggur hijau sudah menyentuh permukaan air. Melihat beberapa posting teman-teman RF mengenai anggur hijau alias Caulerpa, sepertinya memang tumbuhnya mendekati cahaya, bahkan mengambang dekat permukaan.
. - Beberapa efek percobaan lampu tidak 24 jam (jadi 18 jam nyala, 4 jam mati) selama dua hari. Tiga buah pecahan anggur hijau kembali memutih warnanya.

Quarantine Tank:
- Air masih bersirkulasi, belum juga dibuat filter biologisnya.
Bacaan beberapa hari ini:
- Tentang Lettersix http://animal-world.com/encyclo/marine/ … ueTang.php
- Tentang Unicorn http://animal-world.com/encyclo/marine/ … cornis.php
- Tentang yellow tang (kandidat penambahan berikutnya) http://animal-world.com/encyclo/marine/tangs/yellow.php
- Tentang Caulerpa racemosa http://www.iptek.net.id/ind/pd_alga/ind … ijau&id=11