Author Archives: Nyenius

Apa Artinya Kamu dan Mereka, Bagimu dan Bagi Mereka

Masih berhubungan dengan posting sebelumnya “You are a puzzle piece“, kita akan membahas sisi manusia yang berubah, dan apa yang memantik perubahan tersebut.

Kelebihan manusia sebagai mahluk yang dapat memilih adalah dapat belajar dari interaksi-interaksinya dengan lingkungan sekitar. Yang kemudian menjadikan interaksi tersebut sebuah pengetahuan empirik yang tersimpan di otak dan dalam setiap urat darahnya. Contoh, ketika seseorang memegang api dan tangannya terbakar, dia akan memiliki pengetahuan empiris bahwa api itu panas dan bisa melukai dirinya, setelah itu dia akan bersikap lain menghadapi api. Manusia bereaksi terhadap tantangan lingkungannya, baik yang negatif atau positif.

Kehadiran seseorang dalam hidup orang yang lain, dapat saling mempengaruhi perilaku dan cara pengambilan keputusan dalam banyak hal. Sama halnya dengan hilangnya orang lain dari lingkup kehidupan seseorang. Sebenci apapun sesuka apapun, tetap akan ada yang hilang, dan tetap akan memberikan efek perubahan perilaku.

Juga keluar-masuknya seseorang dalam suatu komunitas, tim kerja, masyarakat, akan saling memberi perubahan. Mungkin itu yang disebut orang sekarang ‘chemistry’. Jadi jangan pernah merasa bahwa Anda atau orang lain itu tidak penting, karena Anda menjadi Anda karena mereka juga, begitu juga sebaliknya.

∞

=========
Tulisan ini disertakan dalam:

You Are A Puzzle Piece

Segala sesuatunya naik-turun; ekonomi, detak jantung, perdamaian,
peperangan, keimanan, dan kondisi psikologis seseorang. Ketika keadaan
psikologis dalam kondisi prima, mau ada hujan-badai juga terasanya
gerimis saja. Tapi ketika kondisi psikologis sedang turun, langit
se-biru apa pun berasa mellow. Kondisi yang terakhir sering disebut
sebagai down. Dan sialnya, dalam kondisi down biasanya orang justru
lebih jelas melihat kelebihan-kelebihan orang di sekitarnya, makin terpuruk lah dia.

Saya pernah ada di posisi tersebut, dan sesekali pun terjadi di masa
sekarang. Ada satu yang teringat ketika saya sedang down dan duduk seorang yang sedang ‘up’, makin down saja rasanya. Tapi setelah obrolan demi obrolan berlalu ada satu titik yang mengingatkan saya akan satu hal; tidak ada manusia yang bisa sukses sendirian. Yang pintar butuh yang bodoh, dan yang berhasil butuh yang gagal; begitu juga sebaliknya.

Saya terinspirasi menuliskan ini setelah membaca obrolan saya dengan seorang teman yang kemudian dia posting dalam tulisan yang menarik : http://rizky.avesena.net/2010/06/10/pematik-dan-api/ dari situ bisa dilihat bahwa setiap setiap orang merupakan satu komponen dari gabungan komponen yang menyusun sistem yang lebih besar.

Dalam komik Dragon Ball, saya mengidolakan tokoh Vegeta/Bezita, karena karakternya yang tidak suka basa-basi, beda dengan karakter Son Goku yang sangat naif dan beberapa kali membiarkan musuhnya hidup. Tapi ada hal yang menarik dari situ, karena tokoh Goku selalu melihat potensi lain seseorang selain keburukannya.

Jadi setiap orang adalah komponen yang penting, a piece of puzzle. Tinggal mencari dimana peran terbaik sesungguhnya dari seseorang dalam sesuatu.

++Mobile

Mungkinkah Menggantikan Populasi Tikus Rumah dengan Hamster??

Itu adalah pertanyaan yang ada di kepala saya semenjak memelihara hamster beberapa minggu yang lalu. Mengingat cepatnya hamster berkembang biak, saya mempunyai pikiran bahwa itu mungkin.

Hanya saja ada beberapa kendala yang sudah terlintas:

  1. Predator:
    • Kucing
    • Tikus
    • Burung Elang. Tapi tidak ada elang di ciputat, jadi ini gak mungkin :p
    • Manusia
  2. Makanan.

Tapi semua itu semua baru perkiraan, lebih baik dicoba dulu prakteknya. Sekarang ini 3 hamster dalam keadaan hamil. Rencananya, anak-anaknyalah yang akan dilepas nanti. Sebab kalo biangnya sudah terbiasa hidup dilayani penuh di kandang, jadi kemungkinan adaptasinya lebih kecil. Kalo yang bayi kan masih fresh.

Adaptasi:
Saya berencana membiasakan kembali agar hamster untuk bersarang di tanah, dengan cara meletakkan kurungan hamster diatas tanah. Dengan harapan dia terbiasa menggali lubang di tanah. Mengurangi frekuensi makanan buatan.

++Mobile

Happy To Be Aboard (again)

Xinix LogoAkhirnya, tanpa disangka hari itu tiba, hari ketika gw bersentuhan dan bergabung lagi dengan senyawa bernama Xinix. Ya, senyawa! Gw tidak melebihkan dan mengurangi apalagi menjilat :p.

Kalau diingat lagi pembentukannya saya hampir percaya rapat pertama itu penuh mistik. Dari awal sudah dipertaruhkan keyakinan seorang teman tentang ‘tidak ada yang kebetulan di dunia ini’. Sebab seseorang yang ‘kebetulan’ ikut gabung di rapat pertama ternyata menjadi seseorang yang meletakkan batu tumpuan Xinix ke tahap selanjutnya; sebuah badan usaha legal.

Berkali-kali Xinix dipimpin 4 orang yang berbeda. Dan berkali-kali pula coba dibubarkan. Tapi nyatanya ‘dia’ melawan kehendak itu, dan tetap hidup baik secara jelas maupun laten.

Ketika para personelnya melihat Xinix sedang vakum, ternyata dia hanya sedang berevolusi ke depan.

Masih ingat betul, ada satu sesi ‘rapat pembubaran’ yang mana 4 orang personel berkumpul, dan semuanya membuka laptop masing-masing. Kondisi itu merupakan satu hal yang hanya bisa diimpikan oleh mereka 3 tahun sebelumnya; “kapan ya kita bisa rapat dan semuanya mencatat di laptop, bukan kertas bekas fotokopi-an kayak gini…” Sangat ironis saat itu, pas mau dibubarin, keadaan malah menunjukkan ada mimpi yang sudah tercapai.

Dan makin hari makin banyak mimpi-mimpi yang diutarakan dalam banyak rapat semalam suntuk, yang mulai dicapai sedikit demi sedikit.

Terima kasih kepada para visioner Xinix yang terus memperjuangkan eksistensinya atas kepercayaannya mengajak saya kembali ke dalam perahu yang sama. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik sesuai dengan kapasitas saya di Xinix. Senang bisa bergabung dalam proses perwujudan mimpi yang berjalan seperti bola salju.

🙂

Xinix Technology

++Mobile

Prasangka dan Fakta: cap muslim sebagai teroris

Waktu iseng-iseng buka google reader, saya nemuin satu posting orang yang menarik. Dia membuat satu grafik yang mempertanyakan kebencian dan prasangka barat bahwa muslim adalah teroris. Prasangka bila dibiarkan, apalagi ditambah pembenaran-pembenaran yang dibumbui kisah-kisah palsu, dapat menjadi bola salju kesalah-pahaman yang melekat kuat di benak seseorang. Harusnya, begitu muncul prasangka kita segera menginvestigasi hal tersebut dari berbagai sisi, bahkan kalau perlu menuliskan fakta tersebut ke dalam sebuah grafik (walau cara ini tidak selalu benar).

Berikut ini adalah grafik yang dibuat pemosting tersebut yang membuat saya tertarik (walau saya berada dalam kelompok yang dipersangkakan).

Pemosting grafik ini menambahkan kata-kata sebagai berikut:

Berikut adalah diagram Venn dari populasi Amerika Serikat, populasi dunia Muslim, irisannya, dan al-Qaeda. Titik grafik Al-Qaeda harus diperbesar hingga sepuluh kali lipat agar terlihat.

Jika Islam benar-benar sebuah agama berlumuran darah dan sebagian besar umat Islam benar-benar mendukung al-Qaeda, kenapa mereka belum membunuh kita semua?

Walau pernyataan tersebut masih sangat bisa diperdebatkan, grafik ini masih dapat menunjukkan bahwa generalisasi memang berbahaya.

***Sumber : http://snarla.wordpress.com/2010/08/29/if-they-hate-us-why-havent-they-killed-us-yet

Umberto Eco’s Antilibrary

Tulisan berikut ini gue ketik ulang–secara utuh, tanpa izin tertulis– dari buku Black Swan karya Nassem Nicholas Taleb.

Umberto Eco’s Antilibrary

Penulis yang bernama Umberto Eco termasuk di antara hanya sedikit cendekiawan yang serba tahu, berwawasan luas, dan tidak menjemukan. Ia memiliki sebuah perpustakaan pribadi yang besar (berisi 30 ribu judul buku) dan membagi para pengunjungnya ke dalam dua kelompok: mereka yang bereaksi dengan “Wow! Signore professore dottore Eco, hebat sekali perpustakaan yang Anda miliki! Berapa banyak di antara buku ini yang telah Anda baca?” dan sebuah kelompok lain—sedikit sekali—yang paham bahwa sebuah perpustakaan pribadi bukan pelengkap untuk menaikkan gengsi pemiliknya, melainkan alat untuk penelitian. Buku-buku yang telah terbaca memiliki nilai jauh lebih rendah daripada buku-buku yang belum terbaca. Perpustakaan harus berisi sebanyak mungkin yang tidak Anda ketahui sama seperti informasi  keuangan, yang tidak harus Anda kuasai seluruhnya tetapi dapat Anda ketahui ketika diperlukan. Anda akan menghimpun pengetahuan dan buku lebih banyak sejalan dnegan pertambahan usia, dan makin banyak buku di rak yang dengan sedih akan memandangi Anda karena belum terbaca. Marilah kita sebut kumpulan buku yang belum terbaca ini antilibrary.


Kita cenderung memperlakukan pengetahuan kita sebagai hak milik pribadi yang harus dilindungi dan dipertahankan. Pengetahuan seperti sebuah ornamen yang memungkinan kita naik ke posisi lebih terhormat. Maka kecenderungan untuk meremehkan kepekaan perpustakaan Eco dengan berfokus pada yang diketahui merupakan sebuah bias manusiawi yang selanjutnya berpengaruh terhadap kerja mental kita. Orang tidak berjalan ke mana-mana membawa pengumuman negatif mengatakan yang belum mereka pelajari atau belum mereka alami (itu tugas para pesaing mereka), tetapi alangkah baiknya andai mereka melakukannya. Sama seperti kita perlu menegakkan logika perpustakaan di kepalanya, kita akan berusaha mendirikan pengetahuan sendiri di kepalanya. Perhatikan bahwa Black Swan berasal dari kesalahpahaman terhadap kejutan-kejutan yang dapat terjadi, terhadap buku-buku yang belum terbaca, karena kita terlalu sibuk dengan yang kita ketahui meskipun sedikit.



Mari kita mendatangkan seorang antischolar—seseorang yang berfokus pada buku-buku yang belum terbaca, dan membuat sebuah upaya untuk memperlakukan pengetahuan sebagai sebuah harta karun, atau bahkan suatu hak milik, atau bahkan sesuatu yang meningkatkan harga diri—seorang peneliti yang skeptis.

Bab-bab dalam bagian ini berusaha menjawab pertanyaan tentang bagaimana kita, manusia, berurusan dengan pengetahuan—dan preferensi kita terhadap cerita-cerita yang menghibur dibanding terhadap sekumpulan data empirik. Bab 1 menghadirkan Black Swan dalam wujud yang aslinya: bagaimana kita cenderung melakukan generalisasi terhadap yang kita lihat. Kemudian saya menyajikan ketiga wajah masalah Black Swan yang sama : a) kesalahan konfirmasi, yakni bagaimana kita cenderung tergesa-gesa tidak menyukai bagian perpustakaan yang belum terjamah (kecenderungan melihat ke bagian yang menegaskan pengetahuan kita, bukan ketidaktahuan kita), dalam Bab 5; b) kesalahan dalam bercerita, yakni bagaimana kita membohongi diri sendiri dengan cerita-cerita dan anekdot-anekdot *Bab 6); c) bagaimana emosi dapat memengaruhi kemampuan kita membuat kesimpulan *Bab 7); dan d) masalah bukti yang bisu, atau trik-trik sejarah dalam menyembunyikan Black Swan dari kita (Bab 8). Bab 9 membahas kekeliruan yang bisa mematikan dalam membangun pengetahuan dari dunia permainan.

Bottom line dari pengantar ini bagi gue adalah  :

…kita terlalu sibuk dengan yang kita ketahui meskipun sedikit.

Tidak, Bukan Begitu

Tidak
bukannya aku benci kau telpon
hanya aku menolak berharap

jangan tawarkan
yang tak bisa kau beri
jangan menjadi matahari
kalau sinarnya hanya mimpi

biar pertemuan kita
sebatas kesenangan belaka
jangan bawa hati
lupakan soal rasa
jangan buat aku mengumpatmu

Tidak
bukannya aku benci kau hibur
itu akan membuatku bersandar padamu
sedangkan tak jelas betul
dimana kau jangkarkan hatimu

Tidak
bukannya aku tak ingin mencintaimu

…

sebodoh-bodohnya,
aku tahu dosa

Simplify Your Recurring Activity

Setiap orang punya kegiatan yang berulang (recurring activity), bagi para hobiis akuarium kegiatan-kegiatan tersebut adalah pembersihan dwi-mingguan, penambahan air, pemberian vitamin dll. Bagi ibu-ibu yaitu belanja, memasak, menyiapkan keperluan anak dan suami. Bagi pedagang online mengupdate stok-stok baru dagangannya. Dan lain sebagainya.

Terkadang ketika suatu kegiatan rutin baru akan dimulai, orang biasanya akan melakukan yang terbaik yang dia bisa, dan lama kelamaan esensi dan antusiasnya akan berkurang. Kenapa ini terjadi? Selain rasa bosan, penyebab lainnya adalah rumitnya proses pelaksanaan tugas yang harusnya berulang tersebut, sehingga tidak disadari menjadi satu kegiatan yang ‘traumatis’, yang membayangkannya saja sudah timbul rasa enggan.

Jadi apabila ada suatu tugas/kegiatan yang akan menjadi rutin, jangan hanya pikirkan untuk melakukan yang terbaik, tapi juga pertimbangkan faktor simplisitas pelaksanaan tugas di masa yang akan datang, sehingga tugas tersebut akan menjadi lebih feasible untuk dilakukan secara rutin.

++Mobile

Cub Interior

Kemaren malem ga sengaja nginep di tempat temen di Tebet. Gw disana dari sore. Pas waktu buka beberapa temen kampus dateng juga ke situ. Dan ternyata mereka mnegadakan rapat untuk workgoup (sebutan gw untuk sekumpulan orang yang sepakat bikin usaha bersama tapi belum dilegalkan) interior.

Gw segera teringat kembali masa-masa tahunan silam, ketika berkumpul seperti itu juga, membangun Salikur (keluarga teater), VideoArd (production house), dan terakhir Xinix Technology (Software house).

Karena ingatan itu, dan karena rasa gatal setelah berjam-jam mendengarkan mereka ngumpul membicarakan nama group yang belum ketemu juga, gw menawarkan diri jadi moderator. Moderator yang baru masuk di tengah ‘rapat’ dan hanya bicara pada saat tertentu saja. Ya tidak seperti moderator yang selama ini saya tahu, semua itu demi menyesuaikan dengan keadaan dan mencoba tidak ikut campur lebih jauh. Saya tersenyum; ya memang semuanya bermulai dari ‘kekacauan’, chaos.

Terlepas dari detil rapat malam itu ada pikiran lain menggelitik di kepala. Memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya atas workgroup ini. Tapi hal itu pun segera gw singkirkan, melihat animo mereka, dan melihat percikan potensi kreatifitas dari tiap personelnya. Gw hanya berharap ini akan menjadi sesuatu yang menarik di masa yang akan datang.

Akhirnya lahirlah sebuah nama: “CUB INTERIOR”.

Bravo my friends, may success be our future 😀

Akhirnya Online Lagi

Akhirnya, setelah sekian waktu down, nyenius.com bisa mengudara lagi.

Error yg sebelumnya biasa disebut
‘White screen of the death’
, yang terkadang dialami oleh instalasi wordpress. Yang gw alamin sih karena terakhir ngedit file theme (lupa file yang mana). Tapi, ajaibnya, walau pilihan theme yang digunakan sudah diganti ke theme yang lain, masalah belum juga terselesaikan.

Kebanyakan user wordpress sih nyaranin ubah pilihan theme melalui database langsung, tapi itu gak berhasil di kasus gw. Akhirnya gw tiban aja semua file aplikasi wordpress dengan versi terbaru; dan berhasil 😀 .

So start to blog again 🙂