Update Rabu 19 Mei 2010:
Main Tank:
- Mati lampu 4,5 jam.
. - Setelah lampu nyala, butuh beberapa menit bagi L 6 untuk betul-betul ‘bangun’ dari tidurnya.
. - Letter six dan clown makan dengan lahap
. - Letter six tampak memakan brown algae, baik yang ada di karang maupun di kaca belakang akuarium.
Lihat bagian yang putih-putih, itu hasil dimakanin L 6
. - Bintang pasir dua-duanya beberapa kali keluar pasir. Salah satunya bahkan naik ke karang yang agak pendek, dan memakan lumut yang ada disitu, kemudian masuk ke pasir lagi. Apakah karena makanan mereka masih terlalu sedikit di dalam pasir, atau mereka memakan sisa-sisa pelet yang ada diatas pasir?
setelah dilewati batunya bersih.
. - Anemon berpindah tempat secara radikal.
- Jam 10 pagi, anemon terbalik. ‘kaki’nya tampak tidak menempel pada apapun. Sedangkan tentakelnya sudah menyentuh pasir. Agak panik, tapi gue putuskan untuk liat dulu perkembangannya lebih jauh lagi.
yang dilingkari itu pantat anemon, yang seharusnya nempel.
nyusruk
. - Jam 12 siang. Tentakel nya sudah menyembul dari sela karang. Rupanya dia berballik dan menempel secara vertikal pada karang disampingnya.

. - Jam 10 pagi, anemon terbalik. ‘kaki’nya tampak tidak menempel pada apapun. Sedangkan tentakelnya sudah menyentuh pasir. Agak panik, tapi gue putuskan untuk liat dulu perkembangannya lebih jauh lagi.
- Jam 23.00. Membersihkan algae di kaca main tank. Menggunakan kartu garansi kacamata yang kaku seperti kartu atm dan sikat botol bayi. Ternyata memang lebih enak dan aman pake kartu model gini. Sebelumnya saya selalu membersihkan pake sikat botol bayi dan isi cutter.
. - Percobaan; ditambahkan pipa di tengah main tank. Maksudnya buat mini-refugium, tempat pods bisa sembunyi dengan tenang. Soalnya dulu pipa ini (aslinya pipa aerator) pernah ngendon di tank lama tanpa dinyalakan, dan ternyata beberapa pods tinggal disitu. Mau dicoba sekarang bisa nggak.
. - Refugium:
- Ditambahkan 3 bongkahan batu sisa tanaman anggur yang tersisa (masih ada tanamannnya sedikit):
- Pertama. Tanpa batu, ditanam begitu saja di pasir.
. - Kedua. Kondisi anggur agak memutih. Di sela-sela lubang batu yang ini, entah ada sponge atau binatang apa, tapi dari pertama masuk, sudah dua kali terlihat menyemburkan pasir keluar.
. - Ketiga. Kondisi anggur agak memutih. Di cekungan bawah batu, rupanya sarang untuk pods yang panjangnya sekitar 3-4 mm. Begitu dimasukan ke refugium, terlihat dua ekor keluar dan jalan-jalan, sisanya diam menempel di cekungan tersebut.
Pods sepanjang 3-4 mm, terlihat mengambang dipermukaan, mungkin terpisah dari batu ketika batunya dimasukkan.
. - Pertama. Tanpa batu, ditanam begitu saja di pasir.
- Terdapat banyak kotoran menghampar di atas pasir dan beberapa di daun rumput anggur, yang dicurigai sebagai kotoran snail dan ternyata itu adalah kotoran cacing kelapa.
berserakan
Setelah saya perhatikan lagi, ternyata sumber nya dari cacing kelapa. Ini proses kotoran itu keluar.
. - Tampilan rumput anggur hari ini:
keseluruhan
Detail bagian kiri
Detail bagian tengah
Detail bagian kanan
. - Gelembung udara semakin banyak merata di atas pasir, baik bagian depan maupun belakang refugium
Bagian depan
Bagian Belakang
- Ditambahkan 3 bongkahan batu sisa tanaman anggur yang tersisa (masih ada tanamannnya sedikit):
Quarantine Tank:
- Hari ini Unicorn tidak keluar dari hiding place sama sekali, tidak dicoba memberikan makan hari ini, takut tidak mau makan, dan semakin memperburuk kualitas air. Kondisi badannya kurus.