Author Archives: Nyenius

30 November 2004

Aliran sujud yang tehenti akan merusak hari-hari. Itu terasa sekarang, berhari-hari hidup tanpa darah di wajah. Semuanya berjalan mengambang, abu-abu. Entah itu pemenuhan atau pengingkaran, tak ada yang kunyawai sepenuhnya. Kubangan kegelapan yang dulu, terasa melambai-lambai di pipi, menggoda untuk menampar sekali lagi, di waktu ini di sini. Aku acuhkan begitu saja, kucari jalan untuk membuatnya jadi kemenangan dan jalan yang juga terang. Kuniarkan tubuhku berjalan dan bekerja seperti kerbau, tak banyak bicara, tak banyak menimbang, kerjakan atau tinggalkan, dengarkan, atau pura-pura tak mendengar. Benar atau salah dilupakan sejenak, karena ia bisa merusak kepaduan pikiran yang tengah dibangun. Terasa kewajiban untuk terus, entah duri atau tanah yang diinjak, entah gelap atau terang jalan yang dilewati.

_kita harus terus atau nadi biru yang menggeletar tumbuh ini akan kemali mati.

Kapal yang baru bertolak ini patah sayapnya diterjang angin tak tentu asal.

_masih ada dayung.

Peta navigasi hilang terbawa.

_masih ada laut didepan, tak ada alasan kembali.

Kita bisa tersasar dan bodoh.

_matahari masih bersinar terang-terang, bila kurang, tunggulah malam, bintang leih kaya menunjukkan arah.

Tenaga kita takkan cukup untuk terus, berhenti dulu.

_betlulkan layar selagi jalan, kecepatan berkurang, tak apa, tapi kita terus.

Kurang baik itu. Ini bukan sekadar disorientasi, tapi masalah semangat.

_semangat adalah sarat mutlak kehidupan, tanpanya kita mati dalam hidup. Penanda hidup yang paling dasar adalah gerak. Bila kita tak memiliki syarat itu, baiknya kita kembali kepada yang paling dasarnya; terus bergerak.

Ini goblok! Saya tak mau terus! Keadaan tidak mendukung begini.

_alasan adlah pilihan para penakut, rumah orang yang enggan mencoba, oportunis. Seperti arti katanya, keadaan ideal adalah keadaan yang berada dalam dunia idea, dan keadaan itu sempurna. Tak akan pernah ada 100% keaaan ideal itu hadir di sini. Bila kita berkata baru bisa melakukan sesuatu pada suatu keadaan tertentu, energi kita akan habis menunggu.

Kau berani berkata-kata muluk.

_sambil berkata-kata, aku gemetar ketakutan pada suaraku sendiri. Tapi, ketika bicara, aku sudah mulai mengusahakannya.

Aku tak akan terus! Berlayar ke arah yang buta itu terlalu gila!

_(tak ada jawaban)

Terdengar kecipak air laut, berdebum tertimpa benda. Suara yang terus menyangkal itu terjungkal ke laut, setelah ditendang oleh lawan bicaranya. Pelan, perahu itu maju. Kembali disambungkan sujud-sujud, walau tak lurus. Wajah pengendaranya hampa, tapi ia terus maju, dengan satu dayung.

Annisa


-sepenggal kisah Rully Ambarwati dan aku

raut wajah nan ranum
isyaratkan rindu pada lelaki,
pun seorang jejaka yang lupa diri

raut wajah kusutku
lampiaskan kata darinya,
pun tamparmu di pipiku

waktu bibir nakalku
mengajak bibirmu rekreasi


—
Rakhmat Koes
bandung, 2004

jejak A

 
           cintacinta
          sukasukasuka
         lukalukalukaku
        rasarasarasarasa
        masih      masih
        rindu      rindu
        mimpi      mimpi
        gejolakgejolakku
        kelaminkelaminku
        sendirisendiriku
        masih      masih
        fasih      fasih
       bilang      bilang
     cintakau      cintakau
     wanitaku      wanitaku

  
---
Rakhmat Koes.
bandung,2004  

       
         

Berlin, Saturday night

Entahlah…
malam ini belum lagi terasa nyaman ketika kita menundukan kepala dan jalan menuju arah yang berlawanan,
pulang dan lalu berbaring untuk menghempaskan sial hari ini.
Aneh.

Entahlah…
Setelah minggu-minggu yang lalu,
selalu bersama untuk mengais sedikit tawa dari wajahmu, wajahku dan wajah mereka,
berpelukan dalam hangat…

Entahlah…
Kau yang selalu megundang datang untuk meneguk kembali ketidaksadaran,
dan lalu kembali bercerita melanjutkan malam yang kian berdetak,

Segalanya terasa nyaman,
hanya karena sabtu malam selalu ada untuk menertawai hari hari yang telah lewat,
bersama kau dan tiga gelas besar bir hitam kegemaranku.

Apakah bosan yang membuat gelas gelas warsteiner dan selinting ganja terasa hambar,
karena setiap berpisah kita akan selalu berkata
„ bis nächste Woche dann“
( sampai minggu depan ).
Semacam rutinitas seperti layaknya bangun pagi pada hari senin.

Atu kau punya alasan lain?
Matamu tidak tampak jujur,
Tidak sebagaimana biasanya…

Aku tidak perduli apa yang kau harapkan lagi di sabtu malam ini,
bagiku, aku hanya ingin tertawa bersama teman temanku.


—
Patkay.
Berlin, 2004-11-28

27 November 2004

Swing!

“The sun is up
I’m so happy I could scream!
And there’s nowhere else in the world I’d rather be
Than here with you
it’s perfect
it’s all I ever wanted
I almost can’t believe that it’s for real

I really don’t think it gets any better than this
vanilla smile
and a gorgeous strawberry kiss!
Birds sing we swing
clouds drift by and everything is like a dream
It’s everything I wished

……………
…………..”

The Cure, Mintcar, Wild Mood Swing

Aku menjadi awan berwarna oranye yang telah ditiduri unsur putih, sehingga hilang bebannya, jadi lembut dan menentramkan, terbang semakin tinggi dipeluk langit. Bebaskan hati, lepaskan, biar dia merayapi semua hal yang ditakuti manusia; tak jarang di sana (ruang yang menyeramkan itu) Tuhan menyimpan tambang emas yang langka. Bebaskan diri dari penjara bayang-bayang, karena bukan itu yang kita gumuli. Sekuat mungkin kita hampiri ketakutan kita, hadapi, tanyakan langsung apa maunya. Aku menjadi pedang baja yang ringan dan tipis, yang tak dipunyai Daud dan tentara-tentara Romawi, ringan menghindari goresan luka yang tebal dan ganti menikamnya tepat-tepat, menghisap darahnya dan pergi berkelontangan dalam tawa.

Aha! Kita bertemu lagi, luka di kanan-kiri kita, tapi kelamnya kita sodorkan senyum. Setelah hari kemarin, tentunya mata kita telah belajar, dan saling bertukar pandang yang baru. Ayo terus saja! Dengan langkah Cha-cha, atau tarian genit seorang mata-mata yang mengendap senang. Seperti kucing mengerjap manja lantas mencuri ikan sambil tertawa.

Harapan Kecil

ingin aku memelukmu
duduk bersimpuh
dan kita menjelma gubuk kecil

aku ingin mengirimkan matahari-matahari
menurunkan senja-senja
tapi maaf
keteduhan yang kuinginkan
melancung ke dalam nafas-nafas gelap

ingin aku rebah dipundakmu
atau kau terpejam dipundakku
dan kita basah dalam embun
yang telah lama hilang

tapi maaf
kalau maksud tak
duduk pada tempatnya
tersasar ke tanah-tanah gelap

aku betul-betul ingin
kau disini
kita rebahkan risau
dalam bayangan yang menyatu
lembut


—
Toba.
1:45 AM 4/14/03

Congrats!

Kami ucapkan selamat kepada Oom Robert Smith dan kawan-kawan, yang tergabung dalam grup musik:

The Cure

atas penghargaan MTV Ikon yang mereka terima (sekitar bulan september kemarin), MTV Ikon bukan segalanya, yang penting kalian terus berkarya.

Sekali lagi selamat!

pergi ke bulan

Malam itu terlalu berlalu
Ingin ku dekapkan kau
bersama ge (mer) lap nya bintang
sepi nya insan
dinginnya udara
kantuknya mata
penatnya hari

Wahai penguasa malam
takkan ku lepas
takkan begitu saja,

(Aku ingin pergi ke bulan)

tega kau malam
pergi begitu saja berganti
oleh cahaya pagi.
Kembalikan bulanku!

Bagian bumi hijau
telah kujadikan alas
hitam akan langit angkasa
berlampukan bintang kejora
berkabut selimut udara
Semua cipta Mu

Wahai malam ku
kurindukan saat-saat terakhir
menjelang subuh
seiring azan berkumandang.
bersama jatuh sejuknya
butiran embun

Secerah apapun pagi
takkan bisa rebut
Hatiku dengan malam