Aliran sujud yang tehenti akan merusak hari-hari. Itu terasa sekarang, berhari-hari hidup tanpa darah di wajah. Semuanya berjalan mengambang, abu-abu. Entah itu pemenuhan atau pengingkaran, tak ada yang kunyawai sepenuhnya. Kubangan kegelapan yang dulu, terasa melambai-lambai di pipi, menggoda untuk menampar sekali lagi, di waktu ini di sini. Aku acuhkan begitu saja, kucari jalan untuk membuatnya jadi kemenangan dan jalan yang juga terang. Kuniarkan tubuhku berjalan dan bekerja seperti kerbau, tak banyak bicara, tak banyak menimbang, kerjakan atau tinggalkan, dengarkan, atau pura-pura tak mendengar. Benar atau salah dilupakan sejenak, karena ia bisa merusak kepaduan pikiran yang tengah dibangun. Terasa kewajiban untuk terus, entah duri atau tanah yang diinjak, entah gelap atau terang jalan yang dilewati.
_kita harus terus atau nadi biru yang menggeletar tumbuh ini akan kemali mati.
Kapal yang baru bertolak ini patah sayapnya diterjang angin tak tentu asal.
_masih ada dayung.
Peta navigasi hilang terbawa.
_masih ada laut didepan, tak ada alasan kembali.
Kita bisa tersasar dan bodoh.
_matahari masih bersinar terang-terang, bila kurang, tunggulah malam, bintang leih kaya menunjukkan arah.
Tenaga kita takkan cukup untuk terus, berhenti dulu.
_betlulkan layar selagi jalan, kecepatan berkurang, tak apa, tapi kita terus.
Kurang baik itu. Ini bukan sekadar disorientasi, tapi masalah semangat.
_semangat adalah sarat mutlak kehidupan, tanpanya kita mati dalam hidup. Penanda hidup yang paling dasar adalah gerak. Bila kita tak memiliki syarat itu, baiknya kita kembali kepada yang paling dasarnya; terus bergerak.
Ini goblok! Saya tak mau terus! Keadaan tidak mendukung begini.
_alasan adlah pilihan para penakut, rumah orang yang enggan mencoba, oportunis. Seperti arti katanya, keadaan ideal adalah keadaan yang berada dalam dunia idea, dan keadaan itu sempurna. Tak akan pernah ada 100% keaaan ideal itu hadir di sini. Bila kita berkata baru bisa melakukan sesuatu pada suatu keadaan tertentu, energi kita akan habis menunggu.
Kau berani berkata-kata muluk.
_sambil berkata-kata, aku gemetar ketakutan pada suaraku sendiri. Tapi, ketika bicara, aku sudah mulai mengusahakannya.
Aku tak akan terus! Berlayar ke arah yang buta itu terlalu gila!
_(tak ada jawaban)
Terdengar kecipak air laut, berdebum tertimpa benda. Suara yang terus menyangkal itu terjungkal ke laut, setelah ditendang oleh lawan bicaranya. Pelan, perahu itu maju. Kembali disambungkan sujud-sujud, walau tak lurus. Wajah pengendaranya hampa, tapi ia terus maju, dengan satu dayung.
Ba….. I’m jealous with you!! ๐
Apa yang harus dijelesin???
ya…. kesadaran itu…. kok gw bebal mulu yaaa hiks…hiks… ๐
jeles ba..pokoknya jeles jeles jelesssssss
*ngambek ngambek ga jelas mode : ON
Lio, sakit lo ya??
pfuuhh… kalimat2 lo kuat banget ba…