Entahlah…
malam ini belum lagi terasa nyaman ketika kita menundukan kepala dan jalan menuju arah yang berlawanan,
pulang dan lalu berbaring untuk menghempaskan sial hari ini.
Aneh.
Entahlah…
Setelah minggu-minggu yang lalu,
selalu bersama untuk mengais sedikit tawa dari wajahmu, wajahku dan wajah mereka,
berpelukan dalam hangat…
Entahlah…
Kau yang selalu megundang datang untuk meneguk kembali ketidaksadaran,
dan lalu kembali bercerita melanjutkan malam yang kian berdetak,
Segalanya terasa nyaman,
hanya karena sabtu malam selalu ada untuk menertawai hari hari yang telah lewat,
bersama kau dan tiga gelas besar bir hitam kegemaranku.
Apakah bosan yang membuat gelas gelas warsteiner dan selinting ganja terasa hambar,
karena setiap berpisah kita akan selalu berkata
„ bis nächste Woche dann“
( sampai minggu depan ).
Semacam rutinitas seperti layaknya bangun pagi pada hari senin.
Atu kau punya alasan lain?
Matamu tidak tampak jujur,
Tidak sebagaimana biasanya…
Aku tidak perduli apa yang kau harapkan lagi di sabtu malam ini,
bagiku, aku hanya ingin tertawa bersama teman temanku.
—
Patkay.
Berlin, 2004-11-28
Ini puisi sederhana yang padat, salut gue kay. Gue ngerasain ‘hawa goenawan mohamad’ didalemnya (yang lagi gue senengin karyanya sekarang ini). Tapi ngomong-ngomong, kalo nulis kata ulang itu pisahin dengan “-” dong, jangan pake metode penulisan arab! :p
eh bentar, barusan gue baca lagi puisinya, udah punya pasangan homo tetap loe sekarang????
hehehe, thank’s ba. anjing, homo!!#(
Anjing! bentar, gue baca lagi barusan. Kayaknya, ini hasil / pengaruh dari sastrawan-sastrawan Rusia yang loe baca itu, dari pengadeganannya kerasa kayak karya2 seniman sosialis. Ah, kay, sebaiknya kau ke Rusia saja, gantiin Lenin…
anjing…kayak karya seniman sosialis!! gak sebagus itulah!! yang pasti puisi ini emang gw bikin buat ngegambarin aktivitas. detail peristiwanya jd sumber gw nulis. but by the way, thank’s lo mau komentarin ni puisi :@)
N/B: kok lenin seh?!?
salah ya???? yah kalo gitu ke kambodia aja, gantiin Polpot pimpin khmer merah baru…
hehehehe tai lu!!! pol pot sih mendingan akbar yang gantiin…:@))
kok akbar???