Kita bertemu
saling pandang, lalu diam
tak banyak bahasa ingin diucap
karena sepertinya segala yang dihati
sudah terdengar
ini tidak menarik
aku ingin kita bicara
menertawakan yang tak perlu
dan merasakan udara sekitar bergerak
agresif
apakah karena pengertian
kita membuat benteng?
apakah semuanya terasa mapan
dan telah berjalan dijalurnya?
aku percaya tidak
tapi mengapa, dalam bahasa yang terhambur
kental terasa ruang-ruang kosong yang hampa
apakah karena terlalu saling menjaga?
apakah karena garis antara kita begitu jelas?
mungkinkah sebab kekurangan satu jiwa
yang biasa menjembatani kita?
aku bosan bertanya-tanya
pertemuan harusnya bukan kehendak satu jiwa
dialog harusnya bukan melulu demi diri sendiri
waktu terus menggelontor
habis dimakan benak sendiri-sendiri
12:59 04/01/2007