Bahagia merekah
bila hujan datang
walau hati ini sakit bagaimana
rintiknya menjinakkan
galau dan dengki
hujan, kegelapan, dan angin
kesanalah aku berlari
jika dunia disekitar tak hendak menampungku
dalam kegelapan
menikmati derai tawa hujan pada bumi
hati menjadi lerai, kepala seperti ditadahi awan
ini adalah ruang pesta malaikat
hujan pun bercerita -selalu cerita yang sama-
“Manusia lahir dan menangis,
ia lahir bersama galau, meneriakkan kegelisahan yang murni.
Tentang eksistensinya, kesombongannya, dan Tuhan.
Pada galau Tuhan menitipkan harapan,
harapan dunia dan harapan Dunia Yang Akan Datang.
Dan kami bangsa hujan, dilahirkan dengan senyum.
Peluntur hasrat-hasrat dan dengki, pelipur kesedihan,
pelipur galau di titik puncak.”
Hujan, kegelapan, dan angin
adalah ruang rahim ibu yang penuh kasih
ruang tanpa justifikasi, alasan, dan kecaman.
segalanya diluluhkan menjadi senyum.
Dalam senyum
“Ah, hujan…”
—–
6:28 PM 7/17/2005
coba di sini ujan jg huhuhu…
lu, lo online????
waaaaaahhhh… ada ktemuan via online niy kayaknya.. huerhuerhuer… ๐ btw gw perna liat imel ini di comment blog gw
keyyyyyyyyen!!!!!!!!