Category Archives: Blog

12 Maret 2004

Kita selalu pindah dari satu mimpi ke yang lainnya. Karena mereka tak selalu berhasil, dan kita hanya ingin melihat mimpi indah, yang terindah kalau perlu.

Ke’manusia’an kita semakin hilang.

9 Maret 2004

Ada tatap menyusup dalam kalimat sederhanamu. Hatiku terantuk haru seketika. Jiwa kita memang lautan dan sungai, hanya bertemu sesaat dimuara. Aku tak sedih lagi sekarang, hanya saja, mengingat perubahan ini, menggetarkan kesadaranku.

Kau telah melepas sepenuhnya, aku tahu.

Banyak yang tak terucap tampaknya.

7 Maret 2004

Kata-kata lahir bukan untuk terfahami sepenuhnya. Mereka penuh cacat, mereka adalah pokok pangkal penghianatan. Dalam berjuta salah-paham (karena kata-kata), skenario Tuhan jalin-menjalin seperti senyawa kimia, membangun sesuatu. Semuanya dalam hidup kita, demi hidup kita.

Jadi kau tak akan mengerti sekarang, mereka akan buruk-sangka sekarang, kita tenggelam dalam duga-duga penuh tanya. Ini akan jadi luka, yang sakit menyengat dari dalam.

Dan kata-kata takkan bisa menyelesaikannya.

Januari 4

Teruslah menyanyi kawan, isi kemudaan ini. Pelabuhan-pelabuhan dan halte-halte telah menanti di depan. Kita tak akan berhenti disini, dan jangan mencoba berhenti. Jangan cepat rebah pada nasib. Bahasa Tuhan terlalu rumit untuk terus dipikirkan, mainkan saja, tembus saja, selama tangan masih bertenaga, selama langkah masih ada jiwanya. Rebut kemudaan ini, jangan cemar oleh urusan-urusan kedewasaan. Aku lelah bicara tentang tahi kucing, -cinta, kesetiaan, dan keluarganya- jiwaku menjadi ketergantungan, gandrung pada hati yang tak tercapai. Sudahilah diskusi global ini, jiwaku sendiri hilang, hatiku berhenti bicara, mulutnya ditambal luka-luka.

Setelah tahun-tahun berjalan mengusung sebuah hati, menjaganya dari kebocoran-kebocoran, merajutnya ke dalam mimpi-mimpi, aku terbangun pada siang harinya dan ditampar hatiku yang datang bersama kenyataan. Luka membekas di jiwa bertuliskan, “Aku ini hanya tipuan dari Tuhan, bodoh!”. Aku diam, hilang keyakinan, dan jalinan yang terbangun kubanting seketika. Aku muak, tetapi takut untuk marah pada Tuhan. Dia tetap agung dan tak terjamah salah. Seorang murid yang salah mengartikan bahasa-bahasa angin, jatuh karena kebodohannya.

“Kita semua belajar”, ucap suara-suara jamak.

Diam! Aku tak butuh ucapan pamer kekuatan-diri. Aku cuma bertanya, apa ada hati yang benar tulus mengelus?

Kita memang sendirian
benar-benar sendiri.

Januari 3

Kita hidup dalam impian, berjalan dalam bayang-bayang panjang yang menipu. Seperti orang yang menyeberangi jurang dengan seutas tali, tapi matanya meniti jalan yang lain.

Hey, kita mati besok pagi! Bukan berita baru, kematian terus melirik kita, dan kita terus berpura-pura seperti orang goblok. Aku muak dengan kemudaan ini, dan aku mual melihat orang dewasa berlaku picik demi perutnya.

Berita hari ini: ternyata Tuhan menyembunyikan dunia yang sebenarnya dari kita.