Category Archives: Blog

Saya tak suka tulisan ini

Seorang bocah yang rapuh, mencoba mengatakan pada dunia bahwa dirinya ada. Setitik sinyal dolontarkannya ke langit dan selalu hilang ditelan malam. Seorang bocah yang selalu jatuh (seperti bocah-bocah lainnya), dan bangkit dengan beragam tangisan, mencoba untuk tetap berjalan. Terkadang ia takut kepada esok, tak jarang ia tantang mentari pagi, dan ada kalanya tak dipikirkan sama sekali.

Seorang bocah lusuh yang berusaha tampil serapih mungkin, tetap saja berhiaskan noda-noda cipratan dari tempat-tempat ia bermain. Selama ini telah menjadi bocah bengal yang tak memperhatikan waktu, ingin bermain selama mungkin dengan sebanyak mungkin peralatan yang bisa/akan diraihnya, dan tiba-tiba waktu menampakkan dirinya. Teman-teman yang menghilang/dihilangkan, lapangan bermain yang digusur, dan tali-tali yang tak terlihat bernama tanggung jawab melilitnya makin erat, sehingga kakinya tak dapat berlari sejauh yang pernah ia bisa. Ia merasa hanya dapat berjalan lurus-lurus, sebab waktu yang terus berjalan mengantarkan dunia disekelilingnya membangun jalan layang tinggi melalui dirinya, melaju beberapa tahun melewati dirinya. Dia menyadari, dirinya masih dikubangan lumpur yang lama, dengan jenis mainan yang sama. Dengan bodoh, ia masih penasaran dengan lumpur-lumpur yang sulit digenggam, kental, liat dan menggemaskan.

Begitu waktu menampak dengan jelas, dengan tangan belepotan ia berdiri terperangah melihat bagaimana semuanya telah berubah. Ia berlari mengejar sekuat yang dibisa, tapi waktu tak pernah berhenti, dan ia telah (dan terus) berlari mendahuluinya. Sia-sia, tak mungkin dikejar dalam cara bodoh begitu. Terpekur, melihat ke depan, ke belakang, dan pada dirinya sendiri, lantas pada lumpur ditangannya. Digenggam sisa lumpur itu dan berkata; Lumpur ini harus bisa membayar atas apa yang telah kuhabiskan atasnya, sebatas lumpur biasa atau modal.

Perasaan bodoh, bocah yang paling bodoh, menekan kepalanya keras-keras ke tanah, menyakitkan hatinya. Hanya Tuhan semata yang boleh sombong di jagat raya – atau apapun namanya-. Ia lanjut berjalan, tidak berlari, ia harus menata semuanya dan terus melaju. Tak ada yang bisa disalahkan, dan dalam urusan menjalani hidup memang tidak ada yang dapat disalahkan, karena sepenuhnya pilihan pribadi, dan dia tahu dengan sadar bahwa melakukan sebuah kebodohan sama dengan menciptakan sebuah perangkap yang kelak menjepit kakinya di satu ketika, dan dia dipaksa untuk tahu, bahwa bodoh itu mahal, lebih mahal ketimbang menjadi cerdas.

Dia pernah berambisi menjadi sesuatu yang berarti di jagat raya, ah dunia pun masih terlalu besar tampaknya, sedang jagat dihatinya pun masih belum terkendali, seorang bocah yang benar-benar rapuh, hampir mendekati keledai.

Di Jakarta, kota ambisi dan persaingan.

wyswyg

Ohohoho, saat ini editor teks di user panel udah pake WYSIWYG (What You See Is What You Get). Ini gue lakukan setelah sekian waktu mencari skrip teks editor WYSIWYG yang ringan dan simple, gue temuin  OpenWysiwyg memenuhi kriteria tersebut. Apa itu WysiwyG? nggg, singkatnya ketika lo bikin posting, suasananya kayak ngetik di word, gitu aja, silahkan coba di sini.

(news ends here)

Since I’ve been Loving You

Fantastic Four Begitu lagu ini dibuka, telinga kita langsung disayat oleh besetan gitar Jimmy Page yang emosional selama 1.16 menit, di assist oleh bonzo pada drum dan John paul jones pada organ, terbangunlah suasana sakral. Buat gue pribadi reaksi reflek badan gue begitu ngedenger lagu ini di maenin adalah langsung ngerebahin punggung gue, bersandar, menghisap rokok dalam-dalam sambil bergumam: “Gila….”

Lagu bernada blues ini berdurasi total sekitar 7.18 menit (versi rekaman studio). Sebagaimana ciri khas komposisi musisi era 60 dan tujuh puluhan yang doyan menciptakan lagu berdurasi panjang (yang kalo nggak salah dipelopori oleh Ray Charles, kalo gak salah ya). Tapi untuk lagu ini, durasi sepanjang itu kerasanya sebentar, malah kalo bisa lebih. Intensitas emosi dalam lagu ini begitu terasa menggigit, rasa perih dan jeritan batin dari lirik sederhananya dengan setia dikawal oleh gitar, organ, bahkan drum sekalipun menambah dalam emosi yang disampaikan lagu. Hampir tidak ada instrumen yang mubazir, semuanya berperan. Belum lagi suara dahsyat dari Robert Plant, kadang membentak atau melengking tinggi. John paul jones pada bass dan organ (ato orgel, entahlah apa namanya) dengan nakal ‘tampil’ pada momen-momen tertentu, menambah aksentuasi suasana sendu yang dalam.

Dan momen yang paling gue tunggu hadir pada menit ke 3:39, yaitu gitar solo Jimmy Page! Permainannya berlangsung selama 1:13 menit, but it feels like forever… selama itu Jimmy berteriak melalui ‘The One’ (nama gitarnya), meraung-raung, seolah ingin mendobrak pintu langit. Kristal-kristal orgasmus bertebaran selama The One bersuara, suara-suara itu masuk ke dalam telinga, mencengkram ubun-ubunnya hati dan mencoba menariknya ke atas, terus ke atas hingga terasa sakit. Dan begitu melodi selesai kelegaan tersendiri muncul, seperti habis ngelewatin turunan jet coaster.

Ngedengerin lagu ini bagi gue sama juga sport jantung dan emosi, bikin ketagihan. Uhhhh… 😉

Since I’ve been Loving you – lyric
By: Led Zeppelin

Working from seven to eleven every night,
It really makes life a drag, I don’t think that’s right.
I’ve really, really been the best of fools,
I did what I could.
‘Cause I love you, baby, How I love you, darling,
How I love you, baby,
How I love you, girl, little girl.
But baby, Since I’ve Been Loving You.
I’m about to lose my worried mind, oh, yeah.             

Everybody trying to tell me that you didn’t mean me no good.
I’ve been trying, Lord, let me tell you,
Let me tell you I really did the best I could.
I’ve been working from seven to eleven every night,
I said It kinda makes my life a drag.
Lord, that ain’t right…
Since I’ve Been Loving You, I’m about to lose my worried mind.

Said I’ve been crying, my tears they fell like rain,
Don’t you hear, Don’t you hear them falling,
Don’t you hear, Don’t you hear them falling.

Do you remember mama, when I knocked upon your door?
I said you had the nerve to tell me you didn’t want me no more, yeah
I open my front door, hear my back door slam,
You must have one of them new fangled back door man.

I’ve been working from seven, seven, seven,
to eleven every night, It kinda makes my life a drag…
Baby, Since I’ve Been Loving You, I’m about to lose,
I’m about lose to my worried mind.

A House and A Home

House – Ragawi (fisik)
Home – Jiwani (psikis)

A HOUSE – CAN BE BUILT IN A VERY SHORT TIME
A HOME – IT TAKES YEARS TO CREATE HOME

*Diambil dari diktat mata kuliah Merancang Interior I…

search

Gue tambahin fitur search di blog ini. Fitur search ini ‘menggunakan’ jasa search nya www.search.msn.com hanya untuk mencari konten yang ada di blog ini. Demi membuat blog ini lebih ‘ramah-user’. Silahken coba search sesuatu di blog ini 🙂

Kenapa MSN? Kenapa bukan Google?

Hehehehe klik more buat cerita lengkapnya…

Gue ini (masih) Mahasiswa…. : toba anak sekolahan

Yaaa betulllll, gue masih mahasiswa, sementara yang lain sudah anu-itu-ini-ono :unsure: bleh, perasaan dan status ini jadi makin kerasa ketika gue ngeliat KRS dan ngitung SKS gue, hwarakadah, rupanya setelah dihitung, gue bakal lulus taun 2009!!! (itupun kalo lancar semua, dengan memperhitungkan juga mata kuliah yang ngulang). Taun segitu sih si Akbar vs Ajeng dah bikin anak kedua, aves dan Rika lagi bikin anak pertama, Lulu-Aga inc. lagi menyusui anak pertama, Bayu campur Aiwa lagi bulan madu di Arab karena Bayu jadi pengacara perusahaan minyak misalnya, (Fahdi, Imud, Anes & Rai dkk lainnya entah deh :)) ) dan Shulhu mesti nunggu (??!! duh). Dan ‘perpanjangan’ setaun itu (mestinya cuma sampe semester 8) ‘hanya’ karena satu mata kuliah ga lulus Merancang Interior I!!

Ya emang mungkin masih dalam tahap ‘wajar’ karena taun 2009 itu, periode semester Feb – Juli adalah semester sembilan (setidak nya bukan sepuluh, JANGAN SAMPE!). Daaaan setelah gue sadari dengan begitu berarti gue akan menjalani masa kuliah sepanjang 8 tahun! (STSI 3 taun + Interior 4.5 taun lah), jeeeeee hampir nyaingin wajib belajar sembilan taun dari es de sampe esempe! (mestinya gue dapet award dari DikNas nih).

But, at least I’m not alone (yah nyari kawan deh), ada Aul di Bogor yang start ngulang kuliahnya bareng ma gue di periode 2004, Patkay di Jerman yang baru mulai 2005 kemaren (dengan isu, mo mulai baru lagi di taun ini 2006), duh itu ide buruk, nyari2 kawan senasib, tapi ga pelak lagi, ‘kawan senasib’ itu agak bikin ayem juga <_< (tetep aja salah mikir kayak gitu). Tapi setidaknya gue punya gambaran buat apa yang bakal dan mesti gue hadepin tiga taun ke depan. 3 Years Agenda; College – Bussiness – Married.

statistik

Gue nambahin box baru di jajaran menu-menu box nyenius.com. Yaitu Site’s Referer, apakah itu? Itu maksudnya situs-situs yang mengandung link yang mengarahkan user ke alamat blog ini. Entah itu dari search engine, list Links di halaman situs orang de el el. Pokoknya halaman web manapun yang ada link ke www.nyenius.com (ataupun halaman lain di nyenius.com), dan kemudian link itu di klik, maka situs (yang mengandung link tadi dan diklik linknya) itu akan terdaftar di Site’s Referer gue. Jadi, kalo alamat blog/situs lo ga tercantum di daftar Relations gue, bikin aja link ke blog ini di situs lo dan klik! Maka blog/situs lo pun masuk ke list referer gue.

(click more for complete story…)