Udah lama gue meraba-raba tentang bagaimana sebenernya cara untuk memadukan warna, udah dua tahun mempelajari interior, tapi tetep aja sucks dalam hal mewarnai dan juga memilih warna. masalah teknik mewarnai (dengan dan atas berbagai media) mungkiin sebenernya masih bisa diatasi dengan pengetahuan akan perpaduan warna-warna yang baik. Selama ini gue hanya bisa kagum dan (masih juga) keheranan ketika melihat orang (misalnya) memadukan warna ungu dan hijau tapi tetap kelihatan klop, and end up in twilight zone.
| marker |
Pagi ini, gue mulai membiasakan diri gue (kembali) dengan alat-alat pewarna, khususnya marker. Mencoba mengenali karakter warna yang dihasilkan sampai menyapukan marker dengan baik. Sasaran medianya adalah sketsa-sketsa yang udah gue bikin di buku skets A3 gue (jenis kertas sketsa tentu). Setelah mulai terbiasa, gue pun mulai coba-coba membuka buku ‘Teknik Pembuatan Gambar Berwarna‘ yang disusun oleh Michael E. Doyle. Dari situ gue mulai mencari beberapa sampel, baca-baca sedikit, dan kembali lagi ke buku sketsa. Gue warnain sebuah sketsa meja rias yang gue bikin beberapa waktu lalu. Didasari dengan marker berwarna Naples Yellow, target warna yang tergambar di benak gue adalah warna perpaduan antara kuning dan cokelat. Dua kali sapuan untuk bagian-bagian yang terkena cahaya, dan 4-5 kali lebih sapuan untuk daerah shade. Setelah selesai, gue perhatiin gambar itu dari jauh dan dekat, yup, the color works, gambarnya jadi keliatan lebih hidup dari sebelumnya. Gue lanjutin dengan meniban semua warna dasar itu dengan pensil warna murahan merk Lyra. Gue pilih warna oranye, gue coba sebentar, dan gue beralih ke warna cokelat standar. gue tiban semuanya, dengan penekanan yang berbeda pada tiap bagiannya, ringan pada bagian yang terkena cahaya, dan agak keras pada bagian shade. Hasilnya, BURUK. Gue nyesel nambahin warna itu. Terngiang kembali komentar-komentar dosen atas gambar-gambar berwarna gue. Mereka cuma berkomentar ringan, “kamu kurang berani ngewarnainnya”.
| Color Wheel |
Shit, they’re right, seringkali gue ‘ngerusak’ gambar yang udah gue bikin begitu tangan ini menyentuh pewarna dan menyapukannya pada gambar tersebut. Sedikit desperate terbit dalem ati. Ow, it’s 3 am, harus tidur, tapi iseng buka buku Michael E. Doyle lagi, dan disitu ada sedikit kalimat diantara tutorialnya masalah perpaduan warna. Di gambarnya terlihat warna Mauve (ungu muda) hasil marker, ditimpa dengan Celadon Green. Kalimat selanjutnya berbunyi; “Warna yang hampir-berkomplemen ini menghasilkan kelabu yang hidup.” Ber-KOMPLEMEN, ah bodoh sekali gue ini, yup, tentu saja warna nggak bisa sembarangan di gabungin begitu aja, buat apa ada teori warna, Color Scheme, broer! Geblek sekali gue. Selama ini gue kurang menyadari dan mengerti fungsi dari color-scheme tersebut, tapi hari ini gue dapet sedikit gambaran tentang fungsi mereka. Mungkin.