Tunggu Aku

Tempat yang bukan barat dan timur
dihatimukah?

Kalau begitu, tunggu aku
pelayaran ini terasa lambat
tapi jelas, pelabuhan berikutnya
kamu

aku harap ini pelayaran terakhir
hingga jiwa ini dapat
bersemayam pada pantainya

lambai ombak yang kau kirim
datang bersama senyummu
menguatkan jiwa sampai kesana

ragu masih menderak juga
tanya-tanya timbul bagai
percik gelepar ikan

senyummu, pelukmu, belai hatimu
rumah yang aku nanti
atap yang aku cari
kita harus isi-mengisi
jegal juga keraguan yang buta

– tak tahu hatimu seperti apa –

entah kapan tiba
peta sudah kubalik-balik
menetapkan kebenaran titik koordinat
menilik angin, apakah mengantarku kesana?

Sinar yang menggelorakan itu
matamu kah?

itulah api titik pusat
navigasiku. Hampir sampai?
Duhai kelasi, topang kaptenmu ini
sambutan yang tak tentu
melahirkan mabuk laut yang jarang

rapihkan semua yang di kapal
biar bagaimana
dia harus tahu

=================
Toba.
23:56 16/10/2004

One thought on “Tunggu Aku”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

48 − = 45