Category Archives: Blog

Terima Kasih Tuhan

Tuhan, terima kasih atas jalan-jalan yang pernah kulewati kemarin-kemarin. Karenanya, hari ini ada, dan pilihan ini yang kupilih. Maafkan bila kemarin aku mengeluh, itu salahku, sebab kebodohanku. Jangan berhenti bicara padaku, jangan butakan suara hatiku, jangan pernah. Ya, aku pun akan berusaha. Karena aku telah lahir dan hidup, dan aku percaya kelahiranku bukanlah tanpa arti dan tujuan. Aku belum sepenuhnya mengerti tentang hal itu, tapi akan kucari tahu. Jangan butakan aku, jangan butakan mata hatiku. Karena itu adalah kunci dari hargaku sebagai manusia, karena itu adalah penentu kualitas hidupku. Akan banyak godaan didepan, aku sadari itu. Tapi aku tak takut bila kau menjadi penunjukku.

Jangan biarkan aku bersama kebodohan…

Kenyataan Pada Suatu Pagi

Kenyataan yang kita temukan pada suatu pagi, mencegat dengan kejutan. Kita bertemu orang-orang yang bercerita, membawakan mendung atau cerah ke kepala. Tapi begitu kita menengok keluar pintu, kehidupan terus deras berjalan. Deras seperti jeram di musim hujan. Tanpa tidur, tanpa istirah, terus melaju begitu kuatna. “orang-orang bertahan”, itu kata mereka, dan memang begitu. Kau, aku, kita masih terjerembab dalam nafas ini. Yang memaksa kita untuk menelan segalanya.

Kenyataan yang kita temui pada suatu pagi, bercerita tentang program komputer yang kita buat, laporan tugas yang kita ketik, analisis perhitungan yang kita pikirkan, goresan sketsa yang baru digaris, baju yang baru kita jahit, kayu yang baru kita pahat, barang yang baru kita jual, tulisan yang baru kita tuangkan. Mengatakan bahwa tangan yang berbuat itu adalah tanganmu, sepasang tangan unik yang hanya ada satu di dunia, tanganmu. Sebagai bukti bahwa kita tidak boleh menyerah, sebagai tanda bahwa Tuhan meminjamkan daya kepada kita untuk membuat, dan merubah dunia, setidaknya yang ada didepan mata, sekurangnya diri kita sendiri.

Kenyataan yang kita jumpai pada suatu pagi, berkata; “Jadi, apalagi yang kau tunggu!”

Akhir hayat php 4…

PHP 4 end of life announcement
[13-Jul-2007]

Today it is exactly three years ago since PHP 5 has been released. In those three years it has seen many improvements over PHP 4. PHP 5 is fast, stable & production-ready and as PHP 6 is on the way, PHP 4 will be discontinued.

The PHP development team hereby announces that support for PHP 4 will continue until the end of this year only. After 2007-12-31 there will be no more releases of PHP 4.4. We will continue to make critical security fixes available on a case-by-case basis until 2008-08-08. Please use the rest of this year to make your application suitable to run on PHP 5.

For documentation on migration for PHP 4 to PHP 5, we would like to point you to our migration guide. There is additional information available in the PHP 5.0 to PHP 5.1 and PHP 5.1 to PHP 5.2 migration guides as well.

further info see www.id.php.net

Bertahan dan bergerak; tak ada cara cepat

You know what? Bertahan adalah sesuatu yang menyebalkan, menyerang pun sesuatu yang menyebalkan. Apalagi bertahan pada sesuatu yang mulai ditinggalkan orang-orang. Tapi saya tahu, yang bertahan itulah yang nanti menyicipi manisnya gula-gula di roda bagian atas nanti, tapi tetap, hal itu tidak menghilangkan stempel menyebalkan dari bertahan.

Pada tiap jalan perjuangan, pasti akan bertemu dengan keadaan-keadaan mustahil, keadaan yang menunjukkan mustahil untuk terus, tidak feasible, tidak mungkin, keadaan “it’s all bullshit”, dan lain sebagainya. No real shortcut in this world. Tidak ada cara mudah untuk menjadi sesuatu, tidak ada cara cepat untuk meraih sesuatu. And if you, assholes who robbed other peoples sweat, says the opposite… time will proof honey, time will proof…. But if the one who shout the opposite is a good man, that’s just mean, this is not your way…

Is it mine?

Colokan yang Canggih

Btw, gue kemaren baru beli colokan seperti yang ada di gambar di bawah ini. Apa itu? ini adalah steker yang bisa di set waktunya. Misalkan kita cuma pengen steker ini ngalirin listrik setiap harinya pada jam 6 pagi selama 2 jam saja begitu. NAAAAAHHHH, masalahnya adalah gue gak tau cara ngoperasiinya gimana. Baca manualnya? Udah baca, didalem kemasannya cuma ada dua carik kertas yang terus mengatakan “pencet tombol ini-pencet tombol itu” PADAHAL, barang kampret ini kan gak punya tombol!!! Yang ada cuma ‘sesuatu’ yang berbentuk lingkaran, dan memang HANYA BISA diputer, bukannya DIPENCET.

Ok, ok, calm down dude,….. Gue cuma mao nanya, ada yang tau gak cara makenya gimana? plis?….

colokan ber-timer

Crazy About Cake

Pada awal tahun ini, saya kelimpahan proyek web lagi dari seorang kawan. Sama seperti proyek-proyek web sebelumnya, menggunakan php-mysql. Jadi apa bedanya? Istimewanya proyek kali ini adalah pembuatannya yang menggunakan framework, sesuatu yang sebelumnya saya anggap sebagai mistik, repot, aneh, dan ribed. Hehehehe, maklumlah gue Cuma programmer web amatiran yang Cuma ngerti cara prosedural ajah, dan lagi kesusahan belajar konsep OOP (object oriented programming). Teman saya itu tahu betul saya Cuma bisa cara prosedural, tapi dia mau mencipratkan pekerjaan tersebut kepada saya, tentu dia punya pertimbangan sendiri, maka saya pun berani menyanggupinya, karena saya percay a dia punya kepercayaan tersendiri kepada saya (jeh ribed).

Intinya gue ambil pekerjaan itu, dan memang proyek itulah yang saya butuhkan agar saya bisa dan ‘terpaksa’ betul-betul belajar mengenai OOP (sekali lagi, object-oriented programing). Saya mulai modul pertama saya dalam keadaan buta terhadap keajaiban-keajaiban yang dilakukan framework buatan teman saya tersebut. Dia kasih saya API dasar dari frameworknya, tapi tetep aja saya belum bisa dan biasa baca dokumentasi API, jadi patokan saya adalah contoh yang dia beri, dan beberapa penerangan tentang cara kerja framework tersebut dari beliau –which is banyak yang saya lupa–. Perkembangan proyek berjalan lamat-lamat (2 bulan ya ves?), baru pada masa-masa akhir proyek itulah saya mulai mengerti tentang kerja framework itu (karena juga ditengah jalan saya diangkat jadi ‘system analyst’, karena system analis yang satunya mandek), sehingga saya tidak perlu lagi ‘nyontek’ ke skrip yang sudah ada.

Bekal ilmu terbesar disitu adalah saya mulai mengerti tentang konsep three-tier (Model-View-Controller). Dimana kehandalannya adalah terdapat pada pemisahan logika-tampilan-database. Setelah proyek tersebut 90% rampung dan sekarang sedang dalam tahap uji-coba oleh usernya, terbetik dihati ingin mencoba sebuah framework php yang lainnya. Selain ingin tahu, juga ingin memastikan benar-tidaknya pemahaman saya tentang three-tier, dan jelas ingin menguatkan apa yang baru saja saya ngerti. Didepan Firefox, saya mengingat-ingat nama framework yang pernah saya dengar….. Teringatlah rekomendasi teman saya fahdi duluuuuu banget yaitu CakePHP, langsung saya ketik; www.cakephp.org disitulah mulainya saya masuk ke dunia CakePhp Rapid Development. Saya download package-nya, manualnya, API-nya (pake TeleportPro), lantas saya tinggalkan menumpuk di harddisk selama hampir sebulan. Begitu ada waktu luang, langsung saya buka itu package, manual, dan API nya.

Yah saya ulik itu package sebagaimana ‘konvensi’ menggunakan skrip orang lain, baca README, INSTALL, dan keterangan berbentuk dokumen teks lainnya. Saya baca manualnya dengan runut. Hehehehe yang bikin saya pengen ketawa, orang-orang baik yang sudah membuat skrip dan manual itu selalu saja mengatakan kepada pembaca sebuah pernyataan yang seperti: “…kita menggunakan konsep MVC, anda tidak mengerti apa itu MVC? Tenang saja itu tidak sesulit kelihatannya, bahkan saat ini anda tidak perlu betul-betul mengerti tentang MVC….” Anda tahu, kalimat-kalimat seperti itu menenangkan, dan percaya atau tidak, itu membantu membuat sesuatu yang rumit jadi terbayang seperti mudah, dan juga tenang karena kita jadi percaya bahwa ada orang-orang baik yang mencoba menjelaskan kerumitan itu dengan cara yang paling mudah dimengerti orang.

Pada akhir manual tersebut, ada dua buah tutorial membuat aplikasi dengan framework CakePHP. Hmm disinilah dimulainya pengertian praktis dari suatu aplikasi yang baru kita baca (setidaknya bagi saya). Dua tutorial untuk membuat modul user dan modul login. Saya lakukan, dan berhasil! Fufufufu mata saya berbinar-binar, dan ngomong sendiri, yoi, ini baru cepet buat bikin aplikasi web. Kebetulan juga saat itu ada rencana bikin website buat klub petualang SMA gue (Mothahari Adventure Team). Jadilah sudah, dapet ‘mainan’ baru plus kesempatan buat praktek. Mulailah saya bikin itu website, dan makin tenggelam saya dalam manual dan API CakePHP (saat itulah saya baru bener-bener bisa baca dan ngerti maksud dari API itu apa :p). Dalam kurun waktu 3 hari, website itu pun rampung sekitar 80%, dan sudah online terpasang, tinggal proses otentikasinya yang belum.

Dari situ saya makin gandrung sama CakePHP, karena hal tersebut betul-betul memudahkan pengerjaan aplikasi web. Beberapa rencana baru mulai berdatangan, yaitu mengkoding ulang (bahasanya aneh ya) mustnews dan Mustang Forum berikut blog ini menggunakan CakePHP. Dalam proses koding ulang mustnews inilah muncul hambatan-hambatan baru (yang disebabkan ketidak-tahuan saya), but it’s all fun ^_^

Captcha

Sekarang diharapkan penangkal spam sudah lebih solid lagi. Dalam tiap form yang ‘bebas lepas’ gue pasangin captcha. spam lama sudah dibersihkan. Sayang, sepertinya beberapa posting di forum terhapus. Nanti dicari cara untuk mengembalikannya.

Air Beriak Tanda Tak Dalam

Ketika sesuatu memasuki tahap serius, banyak hal-hal kecil yang sebelumnya terlewati muncul. Celakanya ia sering kali menjadi masalah. Mungkin sebetulnya bukan masalah, hanya saja ia perlu diperhitungkan kembali, dan diambil tindakan untuk mengatasinya, menghapusnya dari checklist atas hal-hal yang memang seharusnya dilakukan.

Ketika berpikir masalah tujuan, strategi, kita bicara tentang hal yang global. Ketika strategi dan tujuan itu dijabarkan, dijalankan, kita berhadapan dengan hal-hal kecil dan detail. Ini kesadaran yang harus diterima, supaya muncul tindakan mencegah detail-detail tersebut tidak menjadi masalah.

Waktu jalan semakin meruncing ke satu arah, ada prioritas-priritas yang harus dipilih. Pilihan ada banyak, ia akan selalu banyak, begitu juga kesempatan. Tapi mereka hadir bukan untuk dijalani semuanya, ia memberitahu tentang keterbatasan manusia dan mengajarkan bahwa kita harus memilih. Mengutip suatu tajuk rencana koran kompas yang tanggalnya saya lupa, tulisan itu berkata: “…memilih tidak selalu antara yang baik dan yang buruk, tidak jarang kita harus memilih antara yang buruk dan yang lebih buruk…”