Category Archives: Blog

Pertama Kali Punya Kura-kura Brasil (RES Newbies)

Ini mungkin sedikit sharing pengalaman tentang pengalaman umum yang dialami ketika pertama kali punya kura-kura (terutama Red Eared Slider/kura-kura Brasil).

1.) Kura-kura akan tampak ketakutan. Ini hal wajar yang rata-rata dialami oleh binatang peliharaan ketika mereka pindah tempat. Efeknya adalah, kura-kura / RES tidak mau keluar dari persembunyiannya dan hanya keluar bila tidak ada orang. Biasakanlah Anda memperlihatkan diri didepannya, baik itu waktu memberi makan ataupun sekedar memperhatikan dia berenang-renang. Jangan biasakan membuat gerakan yang mengagetkan RES Anda, itu akan menciptakan trauma tersendiri, intinya berbaik-baiklah pada RES anda, berikan kesan pertama yang baik.

2.) Kura-kura Anda tidak mau makan. Keadaan ini biasanya berlangsung selama 2-3 hari. Hal ini disebabkan karena perpindahan tempat hidup dan juga dia belum mengenali makanan yang Anda berikan sebagai makanan. Jangan hawatir, dan jangan paksakan dia untuk makan, kura-kura punya daya tahan yang hebat. Kecuali dalam jangka seminggu atau lebih dia belum juga mau makan, ada kemungkinan kura-kura Anda sakit.

3.) Kura-kura Anda kan berusaha untuk kabur. Ya, apalagi bila yang Anda beli masih kecil, dia akan berusaha mati-matian untuk kabur dari ‘kolam’ yang telah Anda sediakan buat dia.

Semakin lama, Anda dan kura-kura Anda akan semakin akrab. Saya pribadi, kalo lagi kesepian, saya lepasin RES saya yang bernama Obeh, Oman, Gopal, di kamar saya, saya biarin mereka lalu-lalang, tak jarang saya jadi bangun pagi karena muka saya dilangkahi dengan semena-mena oleh salah satu dari mereka.Β  :laughing:

Setiap saya nongol di atas akuarium mereka akan segera menghampiri ke permukaan untuk minta makan, kalo udah begini bawaanya gak tega, saya suapin deh mereka pake anak ikan mas πŸ˜€ (nyamm!!!)

Setingan kolam/akuarium secara umum:
BASIC REQUIREMENT:
– Kolam / akuarium (biaya antara Rp. 50.000 – 100.000)
– Filter akuarium (gunakan jenis filter atas, ini karena RES termasuk mahluk yang jorok) (harga antara Rp 45.000 – 70.000)
– Lampu spotlight 50 watt (Rp. 20.000 – 30.000)
– Lampu UV + dudukannya (Rp30.000 – 50.000)
– Colokan Timer (harga lumayan mahal. ini OPTIONAL kok)
– Batu / ubin / kayu, untuk tempat berjemur RES (sesuai kreasi Anda)
– Hiasan lainnya. (bisa keluar uang atau tidak sama sekali)

> Usahakan air terus berputar (sirkulasi), karena RES termasuk binatang yang cepat buang air besar dan juga mengeluarkan urine, kasarnya, dia binatang yang jorok. Dan filtrasi harus bagus.

> Tinggi air akuarium minimal dua kali panjang tubuh RES Anda.

> Berikan arus air yang cukup memadai. RES adalah perenang yang baik, akan lebih baik lagi kalau ia dilatih di air yang berarus.

> Jangan sembarangan menyatukan RES dengan mahluk akuarium lainnya (atau kura-kura jenis lain). Karena hal ini hanya akan menyebabkan kematian bagi mereka (mas koki saya 5 ekor tewas semua, bahkan sapu-sapu juga dihajar!).

> Jangan sembarangan menyatukan RES yang berbeda ukuran, karena mereka mahluk yang ‘rada’ teritorial. Jadi yang berukuran lebih gede gak akan segen-segen buat ‘menyikat’ yang lebih kecil. Tapi kalo Anda tau strategi nyampurinnya, silahkan aja (toh punya saya sekarang akrab, malah yang kecil sering ‘digendong’ kemana-mana sama yang gede).

> Nyalakan lampu spot dan UV di siang hari-sore hari. Akan lebih efektif lagi jika anda menyediakan timer bagi lampu ini. RES itu mahluk yang gila berjemur, dan jangan lupa vitamin D3 yang diperoleh dari sinar UV akan menghindari dia dari penyakit radang tulang dan memperbaiki pertumbuhan tempurungnya/menyembuhkan luka. Tapi terlalu lama pun gak bagus.

> Selingi makanannya. Jangan cuma kasih makan RES Anda dengan pelet dan pelet terus, selingi dengan makanan hidup (anak lele/ikan mas), dan juga sayuran dan kalau perlu vitamin. Jangan turutin nafsu makan mereka, karena mereka bakal keliatan gak ada kenyangnya, dan mereka pun tidak tahu kapan mereka kenyang, kalo kelebihan bisa-bisa mati nanti.

Data Umum Kura-kura Brasil (RES)

Gambar diambil dari The Turtle: An Owner’s Guide to a Happy Healthy Pet written by Lenny Flank, Jr. (New York: Howell Book House, 1997)

Nama panggilan : Red-Eared Slider
Nama panggilan Indonesia : Kura-kura Brasil
Nama keren : Trachemys Scripta Elegans
Kawasan : Amerika Selatan
Habitat : Air tawar — kolam, sungai, sungai kecil,
Rata-rata temperature yang diperlukan : 75F / 23.9 c
Makanan : Omnivora, lebih suka daging waktu kecil, dan sayur diwaktu dewasa.
Ukuran Dewasa : 11″ / 27.9 cm (ukuran tempurungnya)
Sexing : Pejantan memiliki kuku depan yang panjang, buntut yang pendek, dan plastron (tempurung) yang lebih cekung.

(Informasi ini didapat dari halaman Peng’s Pet Red-Eared Slider.)

==============================================

Red Eared Sliders (RES) adalah bagian dari keluarga besar kura-kura yang disebut Emydidae. Mereka adalah subspesies dari bermacam-macam Trachemys Scripta. Spesies Trachemys scripta saat ini beranggotakan 14 subspesies yang berada di daerah Amerika Serikat, dari Mexico dan Amerika Tengah dan dari selatan ke Brazil.

Nama ilmiah RES yang disepakati adalah Trachemys scripta elegans. Dulu, RES terdaftar di bawah keluarga Chrysemys atau Pseudemys.

Ukuran : Pejantan dewasa normalnya berukuran 5-8 inchi, sedangkan betinanya sekitar 10-12 inchi.

Kelamin : Pejantan memiliki tubuh yang lebih kecil dari betina. Pejantan dewasa menumbuhkan kuku depan lebih panjang daripada betina. Pejantan dewasa juga memiliki buntut yang lebih panjang. Pada pejantan, lubang pengeluaran berada lebih jauh dari tubuhnya daripada milik betina. Buntut pejantan lebih tipis di pangkalnya dibanding betina. Terkadang sulit untuk menentukan jenis kelamin dari bayi RES.

Pertumbuhan : Kematangan seksual pejantan dapat dilihat dari ukurannya, ketika ukurannya mencapai sekitar 3-4 inchi. Tergantung dengan perawatannya, ukuran ini bisa tercapai dalam 2-4 tahun. Untuk betina, umur lebih menentukan kematangan seksualnya ketimbang ukuran. Di alam liar, betina akan mencapai kematangan seksualnya antara 5 dan 7 tahun. Betina dewasa biasanya memiliki ukuran tempurung sekitar 5 1/2 inchi atau lebih. Di penangkaran, bila mereka dipelihara dengan perawatan yang tepat tanpa hibernasi, kematangan seksual dapat diraih setelah 2 1/2 tahun (jantan) 3 1/2 tahun (betina). Pertumbuhannya akan bisa lebih cepat lagi, apabila bayi dan ‘balita’ RES di beri makanan berprotein tinggi (20 – 50%). Apabila kematangan seksual telah tercapai, persentase protein harus dikurangi hingga hanya 25% saja.

Umur : Jika dipelihara dalam kondisi yang sesuai, RES mampu hidup antara 20 – 30 tahun atau lebih.

Perubahan Warna : Di berbagai populasi RES, terdapat kecenderungan perubahan warna seiring dengan menuanya RES. Ini biasanya terjadi pada pejantan, yang mana perubahan-perubahan pigmentasi tampak berhubungan dengan produksi hormon pejantan, testosteron, dan demikian juga cenderung berhubungan dengan pertumbuhan cakar depan. Seiring dengan menuanya RES, baik tempurung maupun bagian tubuh lainnya akan berubah menjadi hitam (gelap).

Modifikasi warna : Karena beberapa juta RES diproduksi per tahun untuk dijual keluar Amerika, dan karena para hobiis tertarik untuk menghasilkan warna-warna yang lebih menarik lagi, beberapa perubahan warna sekarang telah tersedia. Warna-warna semacam pastel, albino, kuning, dan lain-lain dapat dihasilkan.

Cara Memilih Kura-kura Brasil (RES)

Pepatah lama bilang: teliti sebelum membeli, biar gak rugi nanti. Nah RES yang dijual dipasaran belum tentu semuanya bagus atau sehat. Berikut adalah tips-tips yang sebaiknya kita lakukan pada saat membeli RES.

1.) Perhatikan kumpulan kura-kura yang akan Anda beli. Pastikan airnya bersih. Kura-kura harusnya terlihat aktif dan waspada. Pilih salah satu yang aktif yang menarik perhatian Anda.

2.) Ambillah. Kura-kura tersebut harusnya terasa memiliki berat yang memadai. Jika kura-kura tersebut aktif selama berada di tangan Anda, gerakan-gerakan kakinya dapat memberi gambaran akan tenaganya. Jika kaki belakangnya ditarik perlahan, Kura-kura tersebut harusnya memliki respon yang baik (menarik kakinya kembali). Kura-kura yang sakit biasanya terlihat dari berat yang kelewat ringan, dan mereka memiliki daya respon yang lemah.

3.) Perhatikan baik-baik bagian kepalanya. Matanya harus terlihat terbuka lebar dan cerah. Hindari binatang dengan mata cekung, tertutup, atau berair. Perhatikan bagian pipinya, mereka harusnya terlihat sedikit menonjol dengan ukuran yang sama, ketika kepalanya dilihat dari atas. Hindari binatang yang salah satu pipinya cekung ke dalam atau lebih besar ketika di bandingkan.

4.) Perhatikan bagian kaki-kakinya, pastikan tidak ada luka ataupun pembengkakan yang aneh. Periksa juga bagian ekor, apakah ada luka atau pembengkakan aneh juga.

5.) Sekarang perhatikan tempurungnya. Periksa apakah ada luka atau tanda-tanda infeksi baik di bagian karapas (tempurung) ataupun bagian bawah tubuhnya. Bentuk infeksi tersebut akan tampak seperti potongan kecil berwarna gelap/terang yang tidak biasa pada tempurung atau bagian bawahnya. Sementara memegang kura-kura itu ditangan, tekan tempurungnya perlahan-lahan. Jika terasa lembut dan lentur, jangan pilih kura-kura tersebut. Tempurung yang lembek atau lentur adalah tanda-tanda dari penyakit tulangΒ  (metabolic bone disease). Cara lain untuk mengetahui radang tulang adalah dengan menekan secara perlahan bagian pinggiran tempurung yang tipis (sisi belakang tempurung). Kura-kura yang mengalami radang tulang akan memiliki sisi-sisi tempurung yang lentur. Jika gejala radang tulang itu tidak begitu parah, seekor kura-kura dapat dirawat dengan cara memberikan makanan yang banyak mengandum kalsium dan tambahan vitamin D3.

Bila semua ‘tes’ tersebut telah dilaksanakan dan hasilnya baik, maka, belilah kura-kura tersebut. B)

Perkembangan Komik Luar di Indo Belakangan Ini

Ada hal yang cukup menyenangkan belakangan ini kalau berkunjung ke kedai komik ataupun toko-toko buku besar. Apa sebab? Adalah semakin tingginya frekuensi kemunculan judul-judul komik baru dengan tema yang makin beragam. Nggak Cuma masalah cinta, perang, berantem, ataupun monster-monster aneh yang harus dibasmi atau dikoleksi. Tapi juga tema seputar politik, olahraga, kedokteran, musik, masak, bahkan tentang petugas pemadam kebakaran dan masih beberapa tema-tema unik lainnya.

Hal ini kalo di luar negeri, ya katakanlah di Jepang sudah bukan hal baru lagi. Karena dengan banyaknya saingan pembuat komik tentu akan memaksa para pembuat komik untuk menyuguhkan racikan-racikan komikΒ  yang baru segar dan fresh. Bukan hanya dari segi teknik grafis, tapi juga tentu dari tema. Mau bukti? Coba aja tengok ke www.anip.homeunix.com/manga disitu kita bisa liat betuapa buanyaknya judul dan tema komik yang sudah beredar di negeri seberang (dan kita juga bisa download hihihihi). Dan gue pribadi bersukur tema-tema ‘langka’ itu mulai ramai bermunculan di dunia perkomikan tanah air kita. Pada akhirnya komik bener-bener bukan Cuma buat anak kecil atau abegeh aja. Hal ini tidak dipungkiri juga didorong oleh munculnya penerbit-penerbit komik baru, sehingga nuansa komik tidak di ‘monopoli’ oleh satu penerbit mapan saja yang mana sensornya ketat, jadi agak mengurangi nilai asli komik itu :p. Selain mengurangi ‘nilai asli’ komik itu, karena kebijakan sensor yang ketat, tentunya akan mempengaruhi proses pemilihan tema komik yang diterbitkan. Bahkan ada penerbit yang khusus menerbitkan tema-tema yang berbau mesum, ada juga yang menghususkan diri menerbitkan komik untuk dewasa dengan jalan cerita yang lebih kompleks. Entah apakah ini termasuk dampak dari kebebasan pers atau apa. Sejauh pemantauan gue pribadi, fenomena ini terjadi sejak jaman reformasi. Ya semacam efek dari sebuah ‘pembebasan’ dari kekangan. Lo semua juga tentu pada merhatiin bahwa begitu reformasi dinyatakan mulai bermunculan majalah atau tabloid-tabloid yang memuat foto-foto seksi wanita. Saat itu pula komik yang bertema mesum berani muncul terang-terangan. Itu efek buruknya (buruk gak ya?? ), nah efek lainnya ya muncul tema-tema komik yang beragam, yang dewasa (tapi bukan fokus pada tema mesum) pun ikut muncul.

Keragaman tema ini mengobati kekosongan minat yang terjadi selama ini. Karena gak semua orang selera mbaca jagoan dengan kostum aneh plus pedang yang lebih gede dari badannya ngalahin monster yang keliatan sangar padahal sekali sabet K.O. Contoh, sekarang mulai ada komik politik, sebut saja judul Kunimitsu yang bercerita tentang perjuangan seorang remaja desa yang jadi sekretaris politikus, dan bercita-cita menjadi politikus hebat yang mampu merubah negara, kemudian ada juga judul Ministry of Finance, atau juga yang berbau-bau diplomasi Yu Go; the negotiator. Ada juga tema kedokteran seperti God Hand Teru yang menceritakan perjuangan seorang dokter bedah muda yang berjuang mencapai ahli bedah legendaris bergelar ‘God Hand’ seperti ayahnya, ada juga The Nurse (yang ini gue belum baca), ada juga Homunculus yang menceritakan tentang efek samping teknik bedah Trepanasi (membuat lubang di tempurung kepala) terhadap seorang pria bernama Susumu. Dari tema musik, mulai terbit komik Beck yang bercerita tentang kehidupan membosankan seorang anak smp yang berubah setelah ia bertemu dengan musik yang menggugah jiwanya. Daaaaan masih banyak lagi tema lainnya yang masing-masing hadir untuk pangsa pasarnya sendiri. Sebulan sekali ke toko atau kedai buku selain beli nomor baru juga beli judul komik yang baru terbit. Aaaah menyenangkan sekali smilie

PS: terbetik juga dipikiran; ‘gimana nasib komik indonesia’, duh gak tau deh, gue berposisi sebagai konsumen disini, dan belum ada komik indonesia yang menarik minat gue…. jadi nungguin someday sajalah

Kozmic Bllues

Time keeps movin’ on,
Friends they turn away.
I keep movin’ on
But I never found out why
I keep pushing so hard the dream,
I keep tryin’ to make it right
Through another lonely day, whoaa.

…
…

Aww, but it don’t make no difference, baby, no, no,
And I know that I could always try.
It don’t make no difference, baby, yeah,
I better hold it now,
I better need it, yeah,
I better use it till the day I die, whoa.

…
…
…

Oh! But it don’t make no difference, babe, hey,
And I know that I could always try.
There’s a fire inside everyone of us,
You’d better need it now,
I got to hold it, yeah,
I better use it till the day I die.

…
…

Kozmic Blues: Song by Janis Joplin

Step-by-step instalasi Php-Apache

    Baru terhadap Php-Apache? Ok sekarang sama-sama kita urai cara installasinya. Demi pemahaman yang lebih agak sedikit mendalam (hehehehe), kita gak akan pake paket Apache yang menggunakan instalasi otomatis (yang exe ato msi), tapi kita pake yang binary aja, jadi tinggal ekstrak dan setup manual, begitu juga dengan php-nya.

    Apa yang lo tawarkan di artikel ini?

    Hmmm, gue menawarkan sebuah tutorial praktis tentang gimana install php-apache di sistem windows. Gue nggak ngasih penjelasan detail tentang kenapa begini-kenapa begitu nya, itu bukan sasaran artikel ini. Sasaran artikel ini adalah bagaimana lo menginstall Php-Apache secara manual dari awal hingga bisa berfungsi. Gue gak menjamin keamanan atopun ke stabilan hasil instalasinya, sasaran gue adalah setup untuk server lokal, buat development lokal atopun buat belajar, jadi lagi-lagi sasarannya adalah ‘POKOKNYA SERVERNYA JALAN, DAN BISA PARSING PHP SECARA STANDAR". Gue pun gak akan ngebahas setingan yang advanced disini.

Anggapan lo tentang gue?

Gue asumsikan bahwa lo adalah pengguna php yang belum pernah nginstal Php-Apache secara manual, atau pernah nginstall secara manual tapi kapok untuk melakukannya lagi, misalkan karena petunjuk instalasi yang ‘berserakan’, terpisah antara php dan apache, ato karena pikiran; "Waktu itu bisa nginstall, tapi gimana ya?? @#&%!^@!(." Dan ogah ribet untuk nginget-nginget lagi.

    Dimana ngedownload Php dan Apache nya?

    Buat Apache silahken masuk ke www.apache.org

    Buat Php silahken masuk ke www.php.net ato yang indonesianya www.id.php.net

    Yang mana yang harus di download?

    Untuk tutorial ini, download lah yang binary package, bukan yang pake installer (.msi ato .exe). Biasanya paket binary ini berbentuk file kompresan (yang di zip).

    1. Php v5.x
    2. Apache v2.x

    OS-nya apa?

    Tutorial ini hanya menerangkan instalasi Php-Apache buat OS WinXP dan Vista.

    Spesifikasi komputernya yang gimana?

    Kasarnya, komputer abal-abal juga bisa πŸ™‚

    Banyak omong nih kapan mulainya???

    Iye, iye, kita mulai sekarang.

    Untuk pertama kali, harap ikuti instruksi dibawah dengan runut dan sesuai dengan yang dituliskan, nanti kalo dah lancar terserah deh mo gimana juga ^_^

    Ok, so lo dah download dua program itu kan?? Belom?? Download dulu lah….

    ……..

    Nah udah downloadnya? Baru kita bisa mulai sekarang :).

    Install Apache nyok!!

  1. Ekstrak file kompresan Apache ke drive C. struktur direktorinya jadi begini: C:\Apache
  2. Sekarang buka file konfigurasi Apache, letaknya di C:\Apache\conf\httpd.conf, buka dengan teks editor favorit lo.
  3. File konfigurasi ini terbagi ke dalam 3 bagian secara garis besarnya, untuk instalasi dasar, kita hanya akan menyentuh 2 bagian saja, yaitu yang pertama dan kedua. Tapi bolehlah kita jabarin sedikit mengenai 3 bagian tersebut.

    1. Global Environment. Bagian yang berisi instruksi-instruksi yang mengatur proses server Apache secara keseluruhan.
    2. Parameter server utama. Mendefinisikan instruksi-instruksi yang menangani permintaan yang tidak ditangani oleh virtual host. Dan juga mendefinisikan sebagian default value untuk konfigurasi virtual host.
    3. Virtual Host. Setting untuk virtual host, yang memungkinkan untuk membuat banyak hostname/domain yang berbagi proses server Apache yang sama.

    Pusing ngedenger penjelasan di atas? Ya udah cuekin aja, wong gue juga baru ngeh pas lagi nulis artikel ini kok, hehehehe. Yang penting saat ini adalah apa yang akan kita lakukan dibawah ini, itu aja. Kita akan mengedit file konfigurasi ini berurutan dari awal file hingga akhir file, jadi lo Cuma perlu scroll aja terus ke bawah dan ganti value-value konfigurasi awal dengan yang disebutkan dibawah ini.

  4. Kita mulai dengan seksi kesatu (Section 1). Kalau udah selesai dengan satu setingan, terus scroll ke bawah untuk setingan selanjutnya.

    1. Cari setingan bernama ‘ServerRoot‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
ServerRoot "C:\Apache"

    1. Hapus tanda komentar (#) pada bagian:
#LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so

    Menjadi:

LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so

    1. Hapus tanda komentar (#) pada bagian:
#AddModule mod_rewrite.c

    Menjadi :

AddModule mod_rewrite.c

    1. SEKIAN yang perlu kita lakukan pada Section 1.

  1. Lanjut ke seksi kedua (2):

    1. Cari setingan bernama ‘ServerAdmin‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
ServerAdmin alamat@email.anda

    1. Cari setingan bernama ‘ServerName‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
ServerName localhost

    1. Cari setingan bernama ‘DocumentRoot‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
DocumentRoot "C:\Apache\htdocs"

    1. Cari setingan bernama ‘<Directory "@@ServerRoot@@/htdocs">‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
<Directory "C:\Apache\htdocs">

    1. Scroll ke bawah, cari setingan bernama ‘AllowOverride None‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
AllowOverride All

    1. Didalam tag <IfModule mod_dir.c>, tambahkan:

DirectoryIndex index.php

DirectoryIndex default.php

DirectoryIndex default.html

    1. SEKIAN yang perlu kita lakukan pada Section 2.

  1. Pencet "Windows+R" (menu ‘Run’), ketik cmd untuk buka command-line Windows. Pada tahap ini kita akan menginstall Apache sebagai servis nya Windows.
  2. Setelah command-prompt nya kebuka masuklah ke direktori Apache melalui command-prompt. Buat yang belum familiar dengan command-prompt, caranya begini:

    1. Ketik ‘cd\‘ kemudian enter. Prompt akan berubah menjadi "C:\>_" 
    2. Ketik ‘cd Apache‘ kemudian enter. Maka prompt akan berubah menjadi "C:\Apache\>_", itu berarti kita sudah berada di dalam direktori Apache.
    3. Ketik ‘apache -k install -n apache‘ kemudian enter. Jika berhasil, maka akan muncul tulisan:

    "Installing the apache service

    The apache service has been installed successfully."

    kalo gagal, ya tulisan yang muncul bukan begitu.

    1. Tes instalasi servis Apache dengan menyalakannya, dengan perintah: "NET START APACHE". Jika berhasil akan muncul pesan yang mengatakan bahwa servis Apache berhasil dijalankan.
    2. Kemudian matikan servis Apache dengan perintah: "NET STOP APACHE" 

  3. Sudah sampai disitu kita selesai dengan Apache

  4. Note: Untuk uninstall servis apache, kita lakukan hal yang sama dengan ketika ingin menginstallnya hanya saja perintahnya berbeda, yaitu : "C:\Apache\>apache -k uninstall -n apache" nanti akan muncul pesan :

    "Removing the apache service

    The apache service has been removed successfully."

    Bila deinstalasi berhasil.

     

    Install PHP nyok!!!

  5. Sekarang ekstrak file zip php ke dalam direktori Apache. Struktur direktorinya jadi begini: C:\Apache\php
  6. Melalui windows Explorer, masuklah ke direktori php dan temukan file bernama php.ini-recommended, setelah itu rename file tersebut menjadi php.ini. php.ini merupakan jantung konfigurasi php. Saat ini tidak perlu banyak perubahan yang kita lakukan padanya, cukup rename saja.
  7. Kita akan ‘menginstall’ php ke dalam Apache sebagai modul*. Caranya buka file konfigurasi Apache yang terletak di: c:\Apache\conf\httpd.conf. Buka file httpd.conf itu dengan teks editor favorit lo. Sebelumnya juga udah ‘nyicipin’ httpd.conf kan, gampang kan? Nah sekarang buka dan tambahkan baris-baris berikut ini:
    1. Di bagian paling bawah LoadModule, tambahkan:

LoadModule php5_module "c:/Apache/php/php5apache.dll"

    1. Di bagian paling bawah AddModule, tambahkan:

AddModule mod_php5.c

    1. Di bagian <IfModule mod_mime.c>, tambahkan:

AddType application/x-httpd-php .php

AddType application/x-httpd-php-source .phps

      Note: bagian ini adalah instruksi agar Apache mengenali file berekstensi .php dan meminta php untuk memproses kode-kode php didalamnya, so kalo lo pengen ada file berekstensi nama lo misalkan abdul sebagai skrip php, tinggal tambahin aja "AddType applicaton/x-httpd-php .abdul", hehehehe.

  1. Untuk kepentingan pengetesan nanti, mari kita buat sebuah file php. Buka teks editor kesayangan lo, kemudian tuliskan kode berikut ini didalamnya, kemudian save sebagai phpinfo.php :

                         <?  echo phpinfo(); ?>                        

  1. SEKIAN setup phpnya.
  2. Nah tuh dua sejoli kan udah ke-install nih, tinggal tes dah udah berhasil belum semuanya.

    1. Nyalakan servis Apache. Masuk ke menu ‘Run’ dari start menu, dan ketik: "net start apache"
    2. Buka browser dan arahkan ke alamat: "http://localhost"
    3. Bila yang kebuka adalah halaman ‘Welcome dari Apache’ maka proses instalasi Apache berhasil.
    4. Sekarang memastikan instalasi php. Buka browser, arahkan ke alamat: "http://localhost/phpinfo.php"
    5. Bila yang keluar adalah halaman informasi tentang php (mulai dari versi dan lain sebagainya), maka instalasi php selesai, dan itu berarti kerjaan instalasi Php-Apache kita pun selesaiiiii!!! Howeeeeeee!!!!

    Epilogue

    Sebetulnya saat ini udah banyak ‘paket server’ yang menawarkan php-apacahe-mysql yang sudah terinstall dan terkonfigur dalam satu paket saja. Tapi untuk memulai, rasanya itu kurang ‘mendidik’, karena paket-paket tersebut pun memiliki kemungkinan error, yang kalo kita nggak tahu gimana sistem aslinya itu berjalan bisa bikin keder plus jengkel juga. Jadi dengan melakukan instalasi manual ini, diharapkan kita dapat lebih memahami tentang seluk-beluk aplikasi web server yang akan kita gunakan, minimal gak buta-buta banget lah. Selebihnya terserah mau pake ‘paket-paket’ tersebut atopun install sendiri ^_^

Bagaimana Membuat Virtual Host di Apache 2.x

    Pertama, install atau setup Apachenya dengan benar πŸ˜€ setelah itu baru kita mencoba membuat virtual host nya. Kalo lo belum setup Apache-Php nya dan kurang paham akan hal itu, coba liat artikel ini (step by step setup Apache-Php).

    Hal yang akan kita lakukan ini sudah dicobakan pada Apache 2.x (versi 2 ke atas). Gue gak tau dan gak jamin bisa jalan di Apache 1.x (kalo gak salah sih gak bisa). Dan gue baru nyoba hal ini di OS WinXP dan Vista. Perbedaan cara di XP dan Vista gue jabarin dibagian paling bawah artikel ini.

    Sekarang mari kita mulai ^_^

  1. Apa itu Virtual Host?
  2. Ngggg, saat ini gue lagi males ngejelasinnya, jadi kita lewat dulu. πŸ˜€

  3. Kenapa Virtual Host?
  4. Jawaban ‘resmi’nya gue gak tau, tapi yang jelas ini diperluin untuk menghemat effort dalam pengembangan aplikasi di server lokal. Misalkan lo punya 4 project berbeda, daripada tiap kali harus ngetik ‘http://localhost/upil_project‘, kemudian ‘http://localhost/ingus_project‘ dan seterusnya, kan mending langsung ‘http://upil_project‘ ato ‘http://upil_project.com‘ dan ‘http://ingus_project‘ dan seterusnya juga. Lagi pula dengan begitu setiap project jadi berada pada posisi root directory. Yang paling menariknya lagi tiap folder project itu bisa tersimpan dimana aja di hardisk kita, gak mesti semuanya ngumpul di satu folder ‘htdocs’ misalnya πŸ™‚

  5. Gimana caranya?
  6. Ok, sekarang anggap Apache kita udah tersetup dengan benar, dan kita pengen bikin virtual host buat project kita yang bernama ‘odong-odong’. Begini skenarionya:

    1. Nama project : Odong-odong
    2. Domain yang mau kita buat : bisnis_odong
    3. Lokasi folder: C:My WebsOdong (buat lah / tempatkan satu file teks ke dalamnya)
    4. Lokasi Apache : C:ApacheApache
    5. Sistem operasi : WinXp

    Begini caranya:

  7. Buka file konfigurasi apache menggunakan teks editor favorit lo. Di c:ApacheApacheconfhttpd.conf
  8. Scroll ke bagian paling bawah dokumen konfig itu, atau pencet “ctrl+f” dan cari kata-kata ‘Virtual Host’. Beginilah kira-kira kondisi awal konfigurasi virtual host di httpd.conf (kata-kata yang tercetak tebal adalah yang akan lo rubah):

    #

    # Use name-based virtual hosting.

    #

    #NameVirtualHost *:80

    #

    # VirtualHost example:

    # Almost any Apache directive may go into a VirtualHost container.

    # The first VirtualHost section is used for requests without a known

    # server name.

    #

    #

    # ServerAdmin webmaster@dummy-host.example.com

    # DocumentRoot /www/docs/dummy-host.example.com

    # ServerName dummy-host.example.com

    # ErrorLog logs/dummy-host.example.com-error_log

    # CustomLog logs/dummy-host.example.com-access_log common

    #

    Rubah jadi begini:

    #

    # Use name-based virtual hosting.

    #

    NameVirtualHost *

    # Liat sebelumnya ada *.80 kan? Karena kita gak mau pusing set port number

    # ya bikin ‘umum’ sajalah :D. –jujur, gue gak begitu ngerti hahahahaha–

    #

    # VirtualHost example:

    # Almost any Apache directive may go into a VirtualHost container.

    # The first VirtualHost section is used for requests without a known

    # server name.

    #

    # di tag pembuka ini () tadinya ada *.80 nya kan? Sekarang ilangin ajah

    ServerAdmin webmaster@bisnis_odong.com

    # ini alamat email admin webnya. karena ini Cuma di lokal, gak penting lah

    DocumentRoot “C:My WebsOdong”

    # Document root nya project lo, tempat lo naro file2 project lo.

    # Liat tanda kutipnya kan? Itu karena ada direktori yang mengandung spasi (My Webs)

    # Kalo gak ada yang make spasi sih, gak pake kutip juga gak papa.

    ServerName bisnis_odong

    # ini nama domain nya

    Ok kita selesai dengan file konfigurasi Apache, NEXT.

  9. Sekarang kita bermain-main dengan file system nya ‘Kusen’ alias ‘Jendela’ alias ‘WindowsXp’ OS andalan kita yang penuh kompromi itu πŸ˜€
  10. Buka file C:Windowssystem32driversetchosts . Biar gampangnya, pencet “Windows+R” (kotak dialog ‘Run’) kemudian ketik alamat file tadi, dan klik enter. Setelah itu akan muncul kotak dialog ‘Open With’, bukalah dia dengan teks editor favorit lo.

    Isi file tersebut yang masih perawan akan seperti ini:

    # Copyright (c) 1993-1999 Microsoft Corp.

    #

    # This is a sample HOSTS file used by Microsoft TCP/IP for Windows.

    #

    # This file contains the mappings of IP addresses to host names. Each

    # entry should be kept on an individual line. The IP address should

    # be placed in the first column followed by the corresponding host name.

    # The IP address and the host name should be separated by at least one

    # space.

    #

    # Additionally, comments (such as these) may be inserted on individual

    # lines or following the machine name denoted by a ‘#’ symbol.

    #

    # For example:

    #

    # 102.54.94.97 rhino.acme.com # source server

    # 38.25.63.10 x.acme.com # x client host

    127.0.0.1 localhost

    Nah tambahkan baris ini di bagian paling bawah (jangan lupa klik enter dulu) : 127.0.0.1 bisnis_odong

    Jadi begini:

    # Copyright (c) 1993-1999 Microsoft Corp.

    #

    # This is a sample HOSTS file used by Microsoft TCP/IP for Windows.

    #

    # This file contains the mappings of IP addresses to host names. Each

    # entry should be kept on an individual line. The IP address should

    # be placed in the first column followed by the corresponding host name.

    # The IP address and the host name should be separated by at least one

    # space.

    #

    # Additionally, comments (such as these) may be inserted on individual

    # lines or following the machine name denoted by a ‘#’ symbol.

    #

    # For example:

    #

    # 102.54.94.97 rhino.acme.com # source server

    # 38.25.63.10 x.acme.com # x client host

    127.0.0.1 localhost

    127.0.0.1 bisnis_odong

    Save dokumennya, kemudian tutup.

  11. Sekarang jalankan Apache nya, buka browser favorit lo, dan ketik alamat ‘http://bisnis_odong‘ kemudian enter. Nah seharusnya lo sekarang udah bisa ngeliat file yang lo taro di webroot lo tadi di layar browser πŸ™‚
  12. Vista

    Cara setup virtual host Apache di XP dan Vista gak beda jauh, Cuma bedanya kalo di Vista kita perlu privilege Admin supaya bisa ngedit file ‘hosts’ nya Windows. Lokasinya juga sama kok di ‘%SystemRoot%System32Driversetchosts‘. That’s it.

    Ok begitulah, silahkan mencoba. Kalo ada yang salah ato kurang dari penjelasan gue feel free to write me a comment πŸ™‚