Tag Archives: peliharaan

Pertama Kali Punya Kura-kura Brasil (RES Newbies)

Ini mungkin sedikit sharing pengalaman tentang pengalaman umum yang dialami ketika pertama kali punya kura-kura (terutama Red Eared Slider/kura-kura Brasil).

1.) Kura-kura akan tampak ketakutan. Ini hal wajar yang rata-rata dialami oleh binatang peliharaan ketika mereka pindah tempat. Efeknya adalah, kura-kura / RES tidak mau keluar dari persembunyiannya dan hanya keluar bila tidak ada orang. Biasakanlah Anda memperlihatkan diri didepannya, baik itu waktu memberi makan ataupun sekedar memperhatikan dia berenang-renang. Jangan biasakan membuat gerakan yang mengagetkan RES Anda, itu akan menciptakan trauma tersendiri, intinya berbaik-baiklah pada RES anda, berikan kesan pertama yang baik.

2.) Kura-kura Anda tidak mau makan. Keadaan ini biasanya berlangsung selama 2-3 hari. Hal ini disebabkan karena perpindahan tempat hidup dan juga dia belum mengenali makanan yang Anda berikan sebagai makanan. Jangan hawatir, dan jangan paksakan dia untuk makan, kura-kura punya daya tahan yang hebat. Kecuali dalam jangka seminggu atau lebih dia belum juga mau makan, ada kemungkinan kura-kura Anda sakit.

3.) Kura-kura Anda kan berusaha untuk kabur. Ya, apalagi bila yang Anda beli masih kecil, dia akan berusaha mati-matian untuk kabur dari ‘kolam’ yang telah Anda sediakan buat dia.

Semakin lama, Anda dan kura-kura Anda akan semakin akrab. Saya pribadi, kalo lagi kesepian, saya lepasin RES saya yang bernama Obeh, Oman, Gopal, di kamar saya, saya biarin mereka lalu-lalang, tak jarang saya jadi bangun pagi karena muka saya dilangkahi dengan semena-mena oleh salah satu dari mereka.  :laughing:

Setiap saya nongol di atas akuarium mereka akan segera menghampiri ke permukaan untuk minta makan, kalo udah begini bawaanya gak tega, saya suapin deh mereka pake anak ikan mas 😀 (nyamm!!!)

Setingan kolam/akuarium secara umum:
BASIC REQUIREMENT:
– Kolam / akuarium (biaya antara Rp. 50.000 – 100.000)
– Filter akuarium (gunakan jenis filter atas, ini karena RES termasuk mahluk yang jorok) (harga antara Rp 45.000 – 70.000)
– Lampu spotlight 50 watt (Rp. 20.000 – 30.000)
– Lampu UV + dudukannya (Rp30.000 – 50.000)
– Colokan Timer (harga lumayan mahal. ini OPTIONAL kok)
– Batu / ubin / kayu, untuk tempat berjemur RES (sesuai kreasi Anda)
– Hiasan lainnya. (bisa keluar uang atau tidak sama sekali)

> Usahakan air terus berputar (sirkulasi), karena RES termasuk binatang yang cepat buang air besar dan juga mengeluarkan urine, kasarnya, dia binatang yang jorok. Dan filtrasi harus bagus.

> Tinggi air akuarium minimal dua kali panjang tubuh RES Anda.

> Berikan arus air yang cukup memadai. RES adalah perenang yang baik, akan lebih baik lagi kalau ia dilatih di air yang berarus.

> Jangan sembarangan menyatukan RES dengan mahluk akuarium lainnya (atau kura-kura jenis lain). Karena hal ini hanya akan menyebabkan kematian bagi mereka (mas koki saya 5 ekor tewas semua, bahkan sapu-sapu juga dihajar!).

> Jangan sembarangan menyatukan RES yang berbeda ukuran, karena mereka mahluk yang ‘rada’ teritorial. Jadi yang berukuran lebih gede gak akan segen-segen buat ‘menyikat’ yang lebih kecil. Tapi kalo Anda tau strategi nyampurinnya, silahkan aja (toh punya saya sekarang akrab, malah yang kecil sering ‘digendong’ kemana-mana sama yang gede).

> Nyalakan lampu spot dan UV di siang hari-sore hari. Akan lebih efektif lagi jika anda menyediakan timer bagi lampu ini. RES itu mahluk yang gila berjemur, dan jangan lupa vitamin D3 yang diperoleh dari sinar UV akan menghindari dia dari penyakit radang tulang dan memperbaiki pertumbuhan tempurungnya/menyembuhkan luka. Tapi terlalu lama pun gak bagus.

> Selingi makanannya. Jangan cuma kasih makan RES Anda dengan pelet dan pelet terus, selingi dengan makanan hidup (anak lele/ikan mas), dan juga sayuran dan kalau perlu vitamin. Jangan turutin nafsu makan mereka, karena mereka bakal keliatan gak ada kenyangnya, dan mereka pun tidak tahu kapan mereka kenyang, kalo kelebihan bisa-bisa mati nanti.

Data Umum Kura-kura Brasil (RES)

Gambar diambil dari The Turtle: An Owner’s Guide to a Happy Healthy Pet written by Lenny Flank, Jr. (New York: Howell Book House, 1997)

Nama panggilan : Red-Eared Slider
Nama panggilan Indonesia : Kura-kura Brasil
Nama keren : Trachemys Scripta Elegans
Kawasan : Amerika Selatan
Habitat : Air tawar — kolam, sungai, sungai kecil,
Rata-rata temperature yang diperlukan : 75F / 23.9 c
Makanan : Omnivora, lebih suka daging waktu kecil, dan sayur diwaktu dewasa.
Ukuran Dewasa : 11″ / 27.9 cm (ukuran tempurungnya)
Sexing : Pejantan memiliki kuku depan yang panjang, buntut yang pendek, dan plastron (tempurung) yang lebih cekung.

(Informasi ini didapat dari halaman Peng’s Pet Red-Eared Slider.)

==============================================

Red Eared Sliders (RES) adalah bagian dari keluarga besar kura-kura yang disebut Emydidae. Mereka adalah subspesies dari bermacam-macam Trachemys Scripta. Spesies Trachemys scripta saat ini beranggotakan 14 subspesies yang berada di daerah Amerika Serikat, dari Mexico dan Amerika Tengah dan dari selatan ke Brazil.

Nama ilmiah RES yang disepakati adalah Trachemys scripta elegans. Dulu, RES terdaftar di bawah keluarga Chrysemys atau Pseudemys.

Ukuran : Pejantan dewasa normalnya berukuran 5-8 inchi, sedangkan betinanya sekitar 10-12 inchi.

Kelamin : Pejantan memiliki tubuh yang lebih kecil dari betina. Pejantan dewasa menumbuhkan kuku depan lebih panjang daripada betina. Pejantan dewasa juga memiliki buntut yang lebih panjang. Pada pejantan, lubang pengeluaran berada lebih jauh dari tubuhnya daripada milik betina. Buntut pejantan lebih tipis di pangkalnya dibanding betina. Terkadang sulit untuk menentukan jenis kelamin dari bayi RES.

Pertumbuhan : Kematangan seksual pejantan dapat dilihat dari ukurannya, ketika ukurannya mencapai sekitar 3-4 inchi. Tergantung dengan perawatannya, ukuran ini bisa tercapai dalam 2-4 tahun. Untuk betina, umur lebih menentukan kematangan seksualnya ketimbang ukuran. Di alam liar, betina akan mencapai kematangan seksualnya antara 5 dan 7 tahun. Betina dewasa biasanya memiliki ukuran tempurung sekitar 5 1/2 inchi atau lebih. Di penangkaran, bila mereka dipelihara dengan perawatan yang tepat tanpa hibernasi, kematangan seksual dapat diraih setelah 2 1/2 tahun (jantan) 3 1/2 tahun (betina). Pertumbuhannya akan bisa lebih cepat lagi, apabila bayi dan ‘balita’ RES di beri makanan berprotein tinggi (20 – 50%). Apabila kematangan seksual telah tercapai, persentase protein harus dikurangi hingga hanya 25% saja.

Umur : Jika dipelihara dalam kondisi yang sesuai, RES mampu hidup antara 20 – 30 tahun atau lebih.

Perubahan Warna : Di berbagai populasi RES, terdapat kecenderungan perubahan warna seiring dengan menuanya RES. Ini biasanya terjadi pada pejantan, yang mana perubahan-perubahan pigmentasi tampak berhubungan dengan produksi hormon pejantan, testosteron, dan demikian juga cenderung berhubungan dengan pertumbuhan cakar depan. Seiring dengan menuanya RES, baik tempurung maupun bagian tubuh lainnya akan berubah menjadi hitam (gelap).

Modifikasi warna : Karena beberapa juta RES diproduksi per tahun untuk dijual keluar Amerika, dan karena para hobiis tertarik untuk menghasilkan warna-warna yang lebih menarik lagi, beberapa perubahan warna sekarang telah tersedia. Warna-warna semacam pastel, albino, kuning, dan lain-lain dapat dihasilkan.

Cara Memilih Kura-kura Brasil (RES)

Pepatah lama bilang: teliti sebelum membeli, biar gak rugi nanti. Nah RES yang dijual dipasaran belum tentu semuanya bagus atau sehat. Berikut adalah tips-tips yang sebaiknya kita lakukan pada saat membeli RES.

1.) Perhatikan kumpulan kura-kura yang akan Anda beli. Pastikan airnya bersih. Kura-kura harusnya terlihat aktif dan waspada. Pilih salah satu yang aktif yang menarik perhatian Anda.

2.) Ambillah. Kura-kura tersebut harusnya terasa memiliki berat yang memadai. Jika kura-kura tersebut aktif selama berada di tangan Anda, gerakan-gerakan kakinya dapat memberi gambaran akan tenaganya. Jika kaki belakangnya ditarik perlahan, Kura-kura tersebut harusnya memliki respon yang baik (menarik kakinya kembali). Kura-kura yang sakit biasanya terlihat dari berat yang kelewat ringan, dan mereka memiliki daya respon yang lemah.

3.) Perhatikan baik-baik bagian kepalanya. Matanya harus terlihat terbuka lebar dan cerah. Hindari binatang dengan mata cekung, tertutup, atau berair. Perhatikan bagian pipinya, mereka harusnya terlihat sedikit menonjol dengan ukuran yang sama, ketika kepalanya dilihat dari atas. Hindari binatang yang salah satu pipinya cekung ke dalam atau lebih besar ketika di bandingkan.

4.) Perhatikan bagian kaki-kakinya, pastikan tidak ada luka ataupun pembengkakan yang aneh. Periksa juga bagian ekor, apakah ada luka atau pembengkakan aneh juga.

5.) Sekarang perhatikan tempurungnya. Periksa apakah ada luka atau tanda-tanda infeksi baik di bagian karapas (tempurung) ataupun bagian bawah tubuhnya. Bentuk infeksi tersebut akan tampak seperti potongan kecil berwarna gelap/terang yang tidak biasa pada tempurung atau bagian bawahnya. Sementara memegang kura-kura itu ditangan, tekan tempurungnya perlahan-lahan. Jika terasa lembut dan lentur, jangan pilih kura-kura tersebut. Tempurung yang lembek atau lentur adalah tanda-tanda dari penyakit tulang  (metabolic bone disease). Cara lain untuk mengetahui radang tulang adalah dengan menekan secara perlahan bagian pinggiran tempurung yang tipis (sisi belakang tempurung). Kura-kura yang mengalami radang tulang akan memiliki sisi-sisi tempurung yang lentur. Jika gejala radang tulang itu tidak begitu parah, seekor kura-kura dapat dirawat dengan cara memberikan makanan yang banyak mengandum kalsium dan tambahan vitamin D3.

Bila semua ‘tes’ tersebut telah dilaksanakan dan hasilnya baik, maka, belilah kura-kura tersebut. B)