Kenyataan yang kita temukan pada suatu pagi, mencegat dengan kejutan. Kita bertemu orang-orang yang bercerita, membawakan mendung atau cerah ke kepala. Tapi begitu kita menengok keluar pintu, kehidupan terus deras berjalan. Deras seperti jeram di musim hujan. Tanpa tidur, tanpa istirah, terus melaju begitu kuatna. “orang-orang bertahan”, itu kata mereka, dan memang begitu. Kau, aku, kita masih terjerembab dalam nafas ini. Yang memaksa kita untuk menelan segalanya.
Kenyataan yang kita temui pada suatu pagi, bercerita tentang program komputer yang kita buat, laporan tugas yang kita ketik, analisis perhitungan yang kita pikirkan, goresan sketsa yang baru digaris, baju yang baru kita jahit, kayu yang baru kita pahat, barang yang baru kita jual, tulisan yang baru kita tuangkan. Mengatakan bahwa tangan yang berbuat itu adalah tanganmu, sepasang tangan unik yang hanya ada satu di dunia, tanganmu. Sebagai bukti bahwa kita tidak boleh menyerah, sebagai tanda bahwa Tuhan meminjamkan daya kepada kita untuk membuat, dan merubah dunia, setidaknya yang ada didepan mata, sekurangnya diri kita sendiri.
Kenyataan yang kita jumpai pada suatu pagi, berkata; “Jadi, apalagi yang kau tunggu!”
Cukup bijaksana, kalo kata film Evan Almighty, Change The World dapat dimulai melalui suatu perbuatan baik yang dilakukan secara acak, atau Act Random Kindness.