Author Archives: Nyenius

Tentang Perkenalan Singkat Kita

Tentang perkenalan singkat kita
Terdapat kecup-kecup manis penuh bunga
Senyum manja yang tulus
Dan bibir yang kadang merengut sebal

Mungkin kau menyesalinya
Dan merutuk pertemuan itu
Aku tidak
Itu alur cerita yang pernah kita pilih
Dengan sadar
Sebuah usaha menawar ketentuan Tuhan

Dan ya, itu singkat
Tapi bunga yang hanya hidup semalam pun
Memiliki keindahan yang mengundang rindu

Dulu kukatakan,
Aku ingin mengenalmu seutuhnya
Seluruh tentangmu
Senyummu, marahmu, manjamu
Dengan lapang dada kupeluk semuanya
Karena berasal darimu

Tahun sudah berganti
Semuanya telah menjadi sejarah
Tak tercatat
Mungkin ada jutaan kisah
Seperti ini di luar sana
Tapi ini milik kita sendiri

Kaupun tak akan tahu
Puisi ini untukmu
Tapi itu tak penting
Karena aku tak berusaha mengajak
Kembali kesana
Kisahnya sudah di pigura
Yang siap kubakar

Tetaplah senyum itu
Berikan kepadanya dengan indah
Sepenuh hatimu.
Adios

Terima Kasih Tuhan

Tuhan, terima kasih atas jalan-jalan yang pernah kulewati kemarin-kemarin. Karenanya, hari ini ada, dan pilihan ini yang kupilih. Maafkan bila kemarin aku mengeluh, itu salahku, sebab kebodohanku. Jangan berhenti bicara padaku, jangan butakan suara hatiku, jangan pernah. Ya, aku pun akan berusaha. Karena aku telah lahir dan hidup, dan aku percaya kelahiranku bukanlah tanpa arti dan tujuan. Aku belum sepenuhnya mengerti tentang hal itu, tapi akan kucari tahu. Jangan butakan aku, jangan butakan mata hatiku. Karena itu adalah kunci dari hargaku sebagai manusia, karena itu adalah penentu kualitas hidupku. Akan banyak godaan didepan, aku sadari itu. Tapi aku tak takut bila kau menjadi penunjukku.

Jangan biarkan aku bersama kebodohan…

Kenyataan Pada Suatu Pagi

Kenyataan yang kita temukan pada suatu pagi, mencegat dengan kejutan. Kita bertemu orang-orang yang bercerita, membawakan mendung atau cerah ke kepala. Tapi begitu kita menengok keluar pintu, kehidupan terus deras berjalan. Deras seperti jeram di musim hujan. Tanpa tidur, tanpa istirah, terus melaju begitu kuatna. “orang-orang bertahan”, itu kata mereka, dan memang begitu. Kau, aku, kita masih terjerembab dalam nafas ini. Yang memaksa kita untuk menelan segalanya.

Kenyataan yang kita temui pada suatu pagi, bercerita tentang program komputer yang kita buat, laporan tugas yang kita ketik, analisis perhitungan yang kita pikirkan, goresan sketsa yang baru digaris, baju yang baru kita jahit, kayu yang baru kita pahat, barang yang baru kita jual, tulisan yang baru kita tuangkan. Mengatakan bahwa tangan yang berbuat itu adalah tanganmu, sepasang tangan unik yang hanya ada satu di dunia, tanganmu. Sebagai bukti bahwa kita tidak boleh menyerah, sebagai tanda bahwa Tuhan meminjamkan daya kepada kita untuk membuat, dan merubah dunia, setidaknya yang ada didepan mata, sekurangnya diri kita sendiri.

Kenyataan yang kita jumpai pada suatu pagi, berkata; “Jadi, apalagi yang kau tunggu!”

Akhir hayat php 4…

PHP 4 end of life announcement
[13-Jul-2007]

Today it is exactly three years ago since PHP 5 has been released. In those three years it has seen many improvements over PHP 4. PHP 5 is fast, stable & production-ready and as PHP 6 is on the way, PHP 4 will be discontinued.

The PHP development team hereby announces that support for PHP 4 will continue until the end of this year only. After 2007-12-31 there will be no more releases of PHP 4.4. We will continue to make critical security fixes available on a case-by-case basis until 2008-08-08. Please use the rest of this year to make your application suitable to run on PHP 5.

For documentation on migration for PHP 4 to PHP 5, we would like to point you to our migration guide. There is additional information available in the PHP 5.0 to PHP 5.1 and PHP 5.1 to PHP 5.2 migration guides as well.

further info see www.id.php.net

Bertahanlah

Bertahanlah
Ketika semua yang tampak penting meninggalkanmu
Bertahanlah
Ketulusan akan terus dikupas
Dengan perpisahan
Dengan kemustahilan

Tengok sejarah
Siapa yang tercatat?
Apakah mereka yang pergi
Atau dia yang bersimbah pada pegangan

Ketulusan
Adalah buah yang harus dibuka kulitnya
Berduri, ataupun keras.

Kemurnian adalah pucuk mawar
Penuh duri tangkainya

Bertahanlah

——————
09/06/2007; 11:56

Pelayar yang Tertipu

Dan sukses pun diraihnya
Rasa puas lantas menikam perlahan
Merobek jiwa yang susah payah disusun

Tiang kemudi dilepas
Tangannya sibuk mengacungkan kemenangan
Perahu oleng mengarah karang

Kompas tak lagi ditilik
Matanya berbinar natapi langit
Dengan sorot lega
Barat dan timur tak terjaga
Pelayaran berbelok arah dengan halus

Dikira angin berpihak padanya
Padahal angin hanyalah angin
Ombak pun sekedar ombak
Dalam lirik burung camar berbisik;
“ya, ya, satu orang lagi berlupa.
Entah akan tersasar atau mati menumbuk karang”

Dan secuil sukses pun diraihnya
Rasa puas mengerat kemanusiaannya
Lupa menjadi pakaiannya.
Dia tak sadar,
Bahwa lautan tak pernah henti
Berombak
Sampai hari dia mati

—————————-
Tuesday, July 10, 2007

Ya, Dan Biarkan Penari itu Menari

Ya, dan biarkan penari itu menari
Di depan kita dengan secarik kain
Yang nanti pun lepas

Aku jadi muak
Berada disini menyaksikannya
Pada setiap gerak ada harapan akan uang
Nafsu berganti kasihan

Tidak adakah hal lain?
Ya, dan kau pun tertawa
Menggerayangi yang lainnya

Aku pun tertawa
Sambil menahan kencing
Hatiku tercabik-cabik
Sudahlah, bayar uangnya
Biarkan mereka pulang

Tapi ah tidak
Kantong telah dirogoh
Pertunjukan harus selesai
Aku hanya tamu

Aku menjadi kambing dungu
Yang terjebak dalam penasaran
Dan merasa sangat bodoh

Tentang Sejarah Dosa Kita

Tentang sejarah dosa kita
Tak ada yang bisa menghapusnya
Tercecer di belakang dalam titik-titik hitam

Tentang kesunyian
Keberengsekan yang aku tabuh
Pada bibirmu
Aku tak bisa menjelaskannya

“sudahlah, ini hampir tengah malam”

Nikmati saja cahaya kota
Dari jendela ini
Manjakan wajah dalam tamparan angin malam
Dosa masih tergeletak di situ

“tapi, sudahlah, ini hampir tengah malam”

Semuanya mendadak hening
Ada kerinduan aneh menyeruak
Memanggil sesuatu yang indah
Entah itu apa
Aku merasa sejuk dan nyaman

Angin malam, lampu kota
Pada jendela ini aku berpegangan
Menceritakan kegelisahan atas dosa
Yang terus melirik tajam

Aku ingin pergi
Tapi apa bedanya
Sejarah sudah tercatat
Kebenaran jadi tak pasti

Aku hanya terus
Menggenggam erat jendela ini
Berharap ia mengerti
Dan memberi sedikit kedamaian

Aku melihat ke bawah
Penjual makanan berderai tawa dengan tukang becak
Rasanya ingin meloncat

Dan selesai

—————-
Wednesday, July 04, 2007

Lagu Rindu Penduduk Yastrib

Kawan-kawan bajingan
Dimana pun berada

Kita pernah bermimpi menjadi sesuatu
Setidaknya mencoba untuk berhayal
Dan lantas menertawakannya

Mungkin hanya sekedar
Penyegar suasana
Tapi ya, kita pernah melakukannya

Ingatkah
Di dalam suatu rumah tingkat 2
Dengan lampu-lampu bohlam temaram
-yang itu semua karena uang kiriman lebih baik
Untuk beli rokok ketimbang lampu pl yang terang-
Dan ruang-ruang gelap yang kosong.
Kita berbincang tentang masa depan
Tentang pertikaian antar orang-orang fanatik
Tentang sejarah musisi-musisi yang terpaksa masuk
Ke telinga
Tentang larangan menghisap ganja di dalam rumah
Tentang handuk seseorang yang tak ingin digunakan bersama
Tentang seorang kawan yang mandi I bawah
lantas handukan sambil jalan ke kamarnya di atas
Tentang kelainan yang ingin diperbaiki
Tentang film-film biru yang menjadi kata kunci
Tentang hip-hop yang hanya dimengerti seseorang
Tentang gitar
Tentang panggung
Tentang gunung
Hampir tentang semuanya!

Sekarang aku di persimpangan
Menatapi cita-cita yang berserakan menunggu jawab
Tiba-tiba aku rindu;
“Apa kabar kalian?”

Mungkin bukan waktunya bertanya
Tapi sewaktu aku menatapi jalan hidupku
Aku teringat kalian;
“Bagaimana jalan hidup kalian?”

Ingin mendengar kisah
Walau aku ragu itu akan terwujud
Tapi harap tetap ada

Mungkin hanya sepenggal-dua penggal cerita
Tapi,
Itu pun kutunggu

——————————–
Wednesday, July 04, 2007

Semalam Merancang Hidup di Neraka

Semalam Merancang Hidup di Neraka

Monday, July 02, 2007
7:42 PM

Semalam merancang hidup di neraka
Bersama musik orang-orang busuk
Dan setengah botol vodka

Hening menghantarkan
Pelecehan atas dosa
Kaki bersilangan diatas meja
Hembus tembakau, seteguk lagi
Dan kita tertawa

Begitu aneh rasanya dosa yang satu ini
Ada rasa enggan dan konyol
Tapi tetap dijalankan dengan tenang

Lihat gitarnya melambung ke langit
Kita pejamkan mata
Larut ke dalam suasana palsu

“mainkan terus bluesnya, mainkan terus bluesnya”

Dan setenggak lagi membasahi tenggorokan
Panas menjalar ke kepala
Dan berkata: “Oh Tuhan, dunianya bergoyang”

Temaramkan sedikit lampu
Berikan suasana remang pada hati
Diatas sofa empuk, merancang kursi panas
Di neraka

Angkat seloki tinggi-tinggi
Besulang untukmu Bonzo; “mungkin nanti kita jumpa,
sementara itu hentakkan bass drum dikakimu”

Sekelebat senang, sekelebat sedih
Sekelebat bangga, sekelebat takut

Dalam satu keputusan
Pada suatu malam
Terpesan sudah lapak-lapak api Tuhan

-Jimmy Page baru saja memulai lagu berikutnya-

—————
Monday, July 02, 2007