Author Archives: Nyenius

Indiana Jones and The Kingdom of The Crystal Skull : Kritik dan Spoiler

Sebenernya udah dari minggu kemaren pengen nulis tentang film ini , tapi terhalang oleh koneksi internet yang sedang dalam tahap peralihan.

Film Indiana Jones kali ini bercerita tentang perburuan dan perebutan tengkorak kristal peninggalan bangsa Maya. Perebutan terjadi antara Prof. Indi dan tentara Jerman. Latar belakang film ini adalah pasca PD II. Film dibuka dengan adegan action, DR. Jones beraksi dengan cambuk legendarisnya kabur dari tawanan tentara Jepang, terus lolos dari ledakan uji-coba bom nuklir. Kemudian DR. Jones dicurigai sebagai mata-mata musuh oleh FBI, akibatnya dia dipecat dari pekerjaannya sebagai dosen. Ketika akan berangkat ke Eropa, ada seorang anak muda yang memberitahunya bahwa teman lama Jones diculik karena dicurigai memiliki tengkorak kristal dan mengetahui lokasi kota kuno Maya yang telah lama hilang. Diceritakan bahwa kota kuno tersebut seluruhnya terbuat dari emas, dan tengkorak kristal tersebut merupakan kunci untuk ‘mengaktifkan’ kembali kota tersebut beserta kekuatannya. Orang yang mengaktifkannya berhak memiliki kekuatan tersebut. Kisah yang cukup klasik dan banyak dianut oleh film-film kebanyakan; ‘kekuatan super untuk menguasai dunia’.

Hal yang sangat disayangkan dari film ini adalah action yang bertele-tele, dan pada beberapa bagian terlihat janggal. Semua kejanggalan dimulai ketika DR. Jones Cs. Ditawan musuh dan dipaksa menunjukkan letak kota tersebut. Mereka pergi menembus Amazon dengan formasi kendaraan: paling depan mobil untuk buka jalan, mobil yang ada gergajinya, untuk nebang pohon dan semak; dibelakangnya baru mobil-mobil personel. Di tengah jalan DR. Indi Cs memberontak, melumpuhkan sebagian besar mobil, termasuk mobil buat buka jalan tadi. Setelah itu terjadilah aksi kejar-kejaran pake mobil di tengah hutan yang belum dibuka jalannya. Lah gimana bisa? Pertama-tama  supaya mobil bisa masuk mesti dibuka jalan dulu, nah ini tanpa mobil pembuka jalan ada tiga mobil yang kebut-kebutan di hutan liar??!!

Setelah kejar-kejaran di hutan itu keanehan berlanjut. Adegan berlanjut dengan ‘sesi’ berantem antara Jones Cs dengan tentara musuh. Adegan berantem antara Jones dengan komandan musuh sangat bertele-tele, itu sangat terasa. Tidak ada ‘pesan’ ataupun maksud jelas yang hendak disampaikan dalam adegan pukul-pukulan dengan durasi lama tanpa ada yang roboh itu, bahkan lucu-lucuan pun tidak.

Sebelumnya, ada bagian yang menunjukkan bahwa pihak musuh mengindikasikan bahwa tengkorak kristal itu adalah tengkorak alien. Dan begitu Jones Cs berhasil memasuki isi kuil, ternyata tengkorak itu benar-benar tengkorak alien!!!  Damn, udah gitu wujud alien yang dipilih pun wujud alien pasaran; kepala lonjong, mata oval hitam, dagu runcing, dan mulut kecil. Kok jadi soal alien sih??! Rupanya alien tersebut adalah salah satu tengkorak dari tengkorak alien lainnya yang berada di dalam kuil. Setelah tengkorak itu diletakkan di kepala yang putus, tiba-tiba semua tulang alien itu bersatu dan menjadi hidup lagi. Disitu ada keanehan baru, DR. Jones menjawab pertanyaan temannya dengan mengatakan bahwa mereka bukan alien, tapi mahluk antar-dimensi. Darimana DR. Jones tahu? Padahal sebelumnya tidak ada adegan yang menerangkan atau memberi petunjuk bahwa DR. Jones tahu atau mencari tahu tentang mahluk tersebut.

Belum lagi kaget dan kecewa gue yang pertama ilang udah ditambah lagi. Ceritanya rombongan DR. Jones berhasil lolos ketika kuil itu mulai hancur karena diaktifkan dengan tengkorak, rupanya Jones Cs lolos muncul tepat diatas tebing yang mengelilingi kuil tersebut, terlihat kuil tersebut runtuh dan berganti PIRING TERBANG keluar dari bawah tanah, dan terbang entah kemana!!! Maak PIRING TERBANG!!!!  WHY??

Gak abis pikir, padahal tuh film garapan engkong Steven Spielberg. Udah deh, pulang dari bioskop dengan senyum kecut dan hambar.

My Name is Sam….

Sedikit Sejarah
Sejak pertama gue punya komputer, gue selalu ngasih nama buat mereka, buat nunjukin rasa sayang dan menambah keakraban.

Jhonny I
Dibeli dengan tangis dan airmata. Karena untuk mendapatkan Jhonny I, gue sempat cek-cok dengan orang tua gue untuk minta segera dibelikan komputer. Saksi mata yang saat itu ada di TKP: Aves. Komputer desktop dengan casing mini-tower berprosesor AMD 800MHz. Dibeli disebuah toko di jalan Tamansari diantara kampus ITB dan UNISBA Bandung. Kalo gak salah, tau toko ini dari internet. Spesifikasi Jhonny satu mirip dengan spec komputer desktopnya aves. Perjalanan hidupnya berakhir tragis. Setelah semalaman dipakai untuk nonton F4 (ef-se) bareng anak-anak di kostan, besok sore nya ketika akan dinyalakan keluar asap dari dalam tubuhnya (casingnya). Burned inside, he’s down forever instantly.

Spesifikasi
– AMD Duron 800 MHz
– Memori 64MB
– Motherboard ECS, sound & graphic integrated
– Speaker Altec Lansing 2.0
– Hardisk 20 GB
– Samsung SyncMaster M450 14″ CRT
– USB 1.0

Pengalaman berkesan
– Waktu pertama kali coba install ulang windows 98. Itu pengalaman pertama gue nginstall ulang komputer. Proses itu berlangsung sambil sesekali telp aves di jakarta, minta petunjuk.

Kondisi terakhir
– Dead, after playing TV serial F4 all night long.
– Part-part nya sebagian tersebar di temen-temen gue. Speaker dan hardisk di Rizal, motherboard + casing+memori di Imud (matinya udah kayak Pitung hehehehe….).

Jhonny II
Jhonny II Komputer desktop dengan casing tower-atx, masih berprosesor AMD hanya kali ini kecepatannya meningkat jadi 1400 MHz (1.4 GHz). Untuk Jhonny II ini, gue Cuma beli cpunya aja. Sedangkan monitornya atau mukanya masih pake punya Jhonny I. Gue belinya per part, pisah-pisah, sehingga ini adalah komputer pertama yang gue rakit sendiri. Juga dengan bantuan aves, via korespondensi telpon.

Spesifikasi
– AMD Athlon XP 1700+ 1.4 GHz
– RAM 128 MB Visipro. Diupgrade jadi 700 MB (tapi gak stabil, seringnya 512 MB)
– Hardisk 40 GB
– Motherboard ECS K7VTA3,  sound integrated. Diganti SoundBlaster 5.1
– Graphic Card Nvidia 64 MB
– Speaker Altec Lansing 2.0 (peninggalan Jhonny I). Terakhir ganti Phillip 5.1
– Monitor Samsung SyncMaster (peninggalan Jhonny I)
– USB 1.0

Pengalaman berkesan
– Gue beli dari duit honor nulis skenario di MQTV.
– Ini pertama kali gue ngerakit PC
– Pertama kali gue menikmati sound Phillips 5.1 berikut soundCard Creative SoundBlaster yang support 5.1
– Jadi editor untuk beberapa film indie, video klip indie, dan pembuatan beberapa skenario sinetron dan fim lepas
– Pertama kali belajar Php-Apache-MysQL
– Selang beberapa hari setelah Jhonny II selesai dirakit, temen gue Bayu minta anter beli komputer, terpisah juga, dirakit bareng-bareng. Spesifikasinya sama, Cuma prosesor dan memori lebih gede punya Bayu. Jadi kalo istilahnya bayi, Jhonny II kembar sama punya si Bayu, Cuma beda susunya aja.

Kondisi terakhir
– Sempat dipake oleh adek gue yang kuliah juga. Penyakit menahun yang terakhir kali sering terjadi adalah mati mendadak kalau lagi pake Ms Word (aneh kan).
– Terakhir adek gue laporan OS nya error, gak mau booting.
– Sudah ‘memakan’ satu CD-ROM dan satu DVD-ROM combo.
– Sekarang tergeletak di kamar belakang, dalam kondisi lengkap, kecuali kedua hardisknya yang sekarang ada di kamar gue.

James Jhonny I
James_jhonnyIni adalah pertama kalinya gue punya laptop. Merknya Axioo seri Centaur. Gue beli pake uang honor project bikin web sama Aves, dan sebagiannya ditambahin sama babeh. Panggilan singkatnya James, tapi terkadang kalo jalannya lagi lemot gue omelin dengan nama “Ayolah Jonnn!”. Specnya lumayan, Intel CoreDuo T2130, RAM 1 GB, HD 80 GB, Grafik intel GMA 945 (turboCache upto 256 MB). Umurnya Cuma sebulan (pas banget sebulan).

Wafat karena diinstall Mac Tiger 1.4.7. Waktu itu Aves berhasil install Mac di laptop Acer yang spesifikasi nya sama dengan James. Maka tanpa membuang-buang waktu, tengah malam itu juga gue ke rumah aves, dan nginstall Mac. Berhasil, jalannya lancar banget, smooth. Terus gue sleep-in si James, pulang dan nyalain lagi mac nya. Jalan dengan mulus, sekitar jam 3 pagi gue ketiduran dalam kondisi James menyala dan OS Mac berjalan. Paginya jam 8 gue bangun, kondisi layar James blank, tapi tombol power masih menyala. Gue pencet tombol power sekitar 10 detik (shutdown kasar). Setelah itu gue teken lagi tombol power, lah gak mau nyala lagi. Gue coba terus dengan berbagai cara, masih juga gak ada reaksi. Sekitar jam 9 pagi baru gue yakin bahwa James I telah meninggalkan gue…. (saat itu gue gak tau penyebabnya adalah OS Mac itu).

Siangnya gue pergi ke Mangga Dua, Service Center Axioo….
Sampai di sana, gue langsung serahkan laptopnya, dan bilang si James mati total. Tanpa banyak basa-basi petugas Axioo bilang akan diganti baru (dengan seri yang sama tentunya). Sempet deg-degan takut ditanya macem-macem, taunya nggak, hebat 😀

Spesifikasi
– Intel CoreDuo T2130 Yonah
– Chipset Intel 945GM
– Hardisk 80GB
– RAM aslinya 256, upgrade jadi 1 GB
– Dynamic Video Memory Allocation (DVMT) up to 256 MB, Intel® Graphics Media Accelerator 950
– IEEE 1394
– Intel® Pro/Wireless 3945ABG
– 14” WXGA Flat Panel TFT (1024×768)
– ExpressCard/34 dan ExpressCard/54
– USB 2.0
– DVD Super Multi
– Card Reader

Pengalaman berkesan
– Pertama kalinya bisa koding php dimanapun kapanpun.
– Sejak era James dimulai, gue mulai jarang ke warnet
– Membuktikan bahwa orang bisa punya apapun asal mereka mau dan bertekad. Dalam kasus gue laptop, tadinya gak kebayang kapan bakal punya laptop, thanks to Aves dan Tukul 😀

Kondisi akhir
– Dead, killed by Mac Tiger

James II
Ini mungkin komputer tersingkat hidupnya yang gue pegang. Begitu James II (hasil tukar) datang, dan isi perut James I (Hardisk) dipindahkan ke James II, gue dipersilahkan untuk mencobanya. Gue coba nyalain, dan tak sengaja ke pencet booting ke Mac Tiger lagi. Jalan lagi dengan lancar. Wuiiihhh seneng banget. Habis itu gue shutdown ‘Mac’ nya. Gue coba lagi nyalain (untuuuuuung gue coba dulu), dan MATI TOTAL LAGI! Bleh, di situ baru gue curiga, jangan-jangan Mac nya jadi penyebab si James mati total.

Gue lapor lagi, dan DIGANTI BARU lagi… Huehehehehe hebat juga Axioo.

Pengalaman berkesan
– Sempet ngeliat Mac sialan itu jalan dengan lancar, dan didepan mata gue sendiri Mac sialan itu ngebunuh James II hanya dengan tombol shutdown.
– Jadi tau bagusnya customer service Axioo

Kondisi akhir
– Dead, killed (again) by Mac Tiger

James III
Setelah James III (hasil tukeran kedua) dateng, gue coba lagi nyalain dan buru-buru pilih OS Windows waktu baru nyala, coba shutdown, nyalain lagi, ahh, lancarrrrr. Dalam hati gue bertekad untuk ngehapus Mac sampe ke akar-akarnya dari hardisk James.

Satu tahun waktu berlalu, kebutuhan komputasi gue meningkat. Dari yang awalnya lebih sering bikin web dan buat skrip php, jadi lebih sering pake aplikasi-aplikasi grafis dan 3D. Klan James ini rupanya hanya bisa memenuhi kebutuhan gue itu sekitar kurang dari setengahnya. Dilihat dari render 3D yang resolusi nya terbatas, atau kalau garis gambar yang dibikin sudah terlalu rumit, kerjanya melambat. Maka gue putuskan untuk mencari penggantinya.

Pengalaman berkesan
– Gue stikerin. Yang awalnya warna abu-abu metalic basi, jadi warna oranye menyala.
– Bikin gambar-gambar pesanan furniture n the move
– Pertama kali install Vista, dan sempet beberapa lama dipake sampe akhirnya balik lagi ke XP Cuma demi maen Winning Eleven dengan lancar.
– Mulai berkenalan dengan berbagai merk laptop lainya.

Kondisi terakhir
– Dijual ke perusahaan IT
– Dipake sama programmer hebat bernama Anes

Samuel (Sam)
Keberadaannya ditangan gue, tidak lepas dari sumbangsih James III yang dijual, ditambah uang dari jual furniture, ditambah honor bikin website, ditambah pinjaman lunak dari istri tercinta 😀 . Ini adalah komputer dengan daya komputasi paling mumpuni dari semua komputer yang pernah gue punya. Makanya seri ‘klan’ nya pun gue ganti, tadinya gue mo namain Jhonny III. Sebagai penerus dari klan awal komputer gue, dimana gue baru belajar semuanya, tapi nggak sreg, jadi gue ganti.

Spesifikasi Sam (Asus M50S v)
– Intel Centrino Core 2 Duo T9300 Penryn
– RAM 3 GB
– Hardisk 300 GB
– 15.4″ WXGA+ resolution 1480×1280
– DVD Super Multi
– VGA GeForce 9500m GS 512 MB, ditambah Dynamic Video Memory Allocation hingga 1 GB. Jadi total 1.5 GB
– Speaker built in Altec Lansing
– iRDA & Bluetooth included
– 1 buah port HDMI (buat HDTV)
– IEEE 1394
– Wireless
– Card Reader 4-in-1 (MS/MS Pro/SD/MMC)

Pengalaman berkesan
– Pertama kali punya laptop dengan OS berbayar yang original; Windows Vista Home Premium.
– Berjuang mati-matian buat nginstall Mac Leopard tapi gak bisa-bisa, sampe sekarang.
– Mulai mengurangi frekuensi penggunaan aplikasi bajakan, dan berjuang untuk membeli software original yang bener-bener gue butuhin.
– Pertama kalinya maen game simulasi yang kompleks tanpa diganggu lag-lag sialan (Whuahahahahaha)
– Dibeli tak lama setelah gue menikah.
– Pertama kali jadi member vip di jaringan pemilik merk ternama (Asus)
– So far, dialah laptop termahal yang pernah gue beli (saya tidak tergiur membeli Mac, hehehehe)

Kondisi terakhir
– He’s fine with me

Pesan dari Sam

“Hello
everybody, my name is Sam…”

Situs TentangKayu.com

Setelah sekianlama mencari situs-situs yang memuat informasi tentang materi-materi penunjang ilmu desain interior, akhirnya gue menemukannya. Inilah dia “Semua Tentang Kayu”, dengan url www.tentangkayu.com.

Sengaja gue bahas disini, buat nunjukin rasa terima kasih gue terhadap sang penulis dan pemilik website tersebut, karena beliau mau menyempatkan diri membagi ilmu dan pengalamannya. Situs ini membahas segala hal yang berhubungan dengan kayu dan permebelan secara umum. Bahkan membahas tentang alat-alat, mesin, dan teknik-teknik pembuatan furniture. Sangat berguna bagi para praktisi desain dan tentu saja; para mahasiswa :D.

Semoga ke depannya makin banyak situs-situs yang seperti ini. Gue sendiri sudah beberapa kali coba bikin situs kayak gitu, tapi selalu gagal, entah karena malas menulis, juga karena bingung mo nulis apaan… hahahahaha…. lah ilmu gue aja masih cetek. Bravo! Maju terus desain indonesia! 😀

Beli Printer Baru (lagi)

You know, sebelumnya gue dah tulis soal gue beli printer Canon ip1880, sementara itu printer Epson c58 gue masuk bengkel service, karena tintanya gak keluar sama sekali. Dan rupanya apa yang ditakutnya benar-benar terjadi. Memang head nya udah kena. Akhirnya blank dan udah gak bisa dipake lagi.

Keterangan yang gue terima dari tukang service nya adalah kerusakan pada head printer yang tadinya Cuma di head warna merah, sudah merambat ke bagian warna yang lain. Gue nggak sreg dengan jawaban mereka, karena sebagaimana yang gue ceritain sebelumnya, sehari sebelum blank, printer itu masih bisa ngeluarin warna, kecuali merah. Gue curiga itu malah rusak karena proses perbaikan (dengan cara cleaning menggunakan cairan pembersih, dan juga head cleaning berulang-ulang melalui software) yang terlalu dipaksakan. Tapi gue pura-pura bego aja. Mencoba bersikap bijak, gak mau terlalu nuntut. Toh ketika gue bawa tuh printer, memang kondisinya sudah beberapa bulan gak dipake, neglected begitu saja di kamar adek gue. Juga gue dah ngalamin dapet pelanggan yang subhanallah rewel nya bener-bener nguji kesabaran.

Walhasil, gue punya infus Epson yang gak kepake kan jadinya. Bagaimana caranya nih, duit dah keluar 300 rebu masa gak jadi apa-apa. Ya sudahlah, gue beli printer lagi, Epson c90. mereka pun ngasih solusi supaya beli printer lagi baru, atau beli head buat c58 ini. Beli head 300 ribu, printer baru 470, lah mending beli baru, secara hitungan jangka panjangnya keliatan lebih menguntungkan.

Belilah gue Epson c90 dan langsung diinfus (walau sempet masalah karena bentuk cartridge nya beda, c90 lebih panjang ukurannya). Beli kertas foto kemudian gue bawa pulang printernya. Di rumah gue test, Epson c90 sama canon ip1880 buat print foto. Hasilnya sama-sama memuaskan, lumayan ngobatin kesel di ati. Tapi dari hasilnya, warna Canon lebih terang ketimbang Epson. Gue curiga sih karena si Canon masih pake tinta asli, sedangkan Epson udah tinta infusan. Akhirnya curi belajar dari tukang print kampus, ya ngeprint foto nya pake photoshop, yang mana yang itu yang gue kurang bisa sebenernya…. Hahahaahhaha…

Sekarang dua printer itu gue pisah, Canon di taruh di toko, dengan pertimbangan desainnya yang bisa buka tutup lebih aman buat lingkungan berdebu kayak toko gue. Sedangkan Epson di rumah, buat gue dan adek gue. Wuuhuu, macam gak ada kebutuhan laen saja seminggu dua kali beli printer, goblok.

Pemindahan Blog Nyenius.com

Akhirnya gue putuskan agar halaman utama dari domain nyenius.com adalah forumnya. Karena gue rasa mungkin itu bisa lebih dimanfaatkan oleh orang banyak. Dan gue sadar, dengan memindahkan blog ini ke dalam subdomain seperti ini (www.blog.nyenius.com) sama aja kayak mindahin barang ke pojok ruangan, kemungkinan untuk diliriknya semakin kecil. Tapi nggak juga ah, kayaknya kalo gue nya rajin nulis, masih mungkin untuk dikunjungin banyak orang. Hehehehehe… Binun…

Semua link-link ke halaman dan tulisan di nyenius.com sudah tercatat di hardisknya google. Hmmm perpindahan ini juga harus perhitungin hal tersebut. Kan sayang kalo ada rang search di google, link ke nyenius.com udah keluar, tapi pas di klik malah broken link. Tapi ya insyaallah gue udah utak atik sedikit script di nyenius.com, jadi kalo ada yang dateng pake url lama, bisa langsung ‘dianterin’ ke lokasi link yang baru.

Url nya gue rubah jadi model nice url. Kayak yang dipake banyak mesin blog sekarang ini. Nice url nya juga masih ngakalin, pake skrip php. Nggak kayak yang aslinya yang seharusnya pake mod_rewrite nya Apache. Tadinya udah mau pake itu tuh, tapi…. Ribet ah, gak jadi :p

Semoga saya jadi makin rajin menulis, tanpa memikirkan apakah akan dibaca orang atau nggak. Ciaw.

Tingkat pembajakan di Indonesia Menurun

Menurut juru bicara perwakilan BSA (Business Software Alliance) Indonesia, Dobby A. Sheyoputra, yang gue kutip dari harian Rakyat Merdeka tanggal 18 Mei 2008, peringkat pembajakan piranti lunak Indonesia telah turun. Tahun 2005 Indonesia menduduki peringkat 3, kemudian pada 2006 turun lagi ke peringkat 8, kemudian pada tahun 2007 turun lagi ke peringkat 12. Donny memberikan keterangan tambahan bahwa peringkat tersebut diraih karena ada beberapa negara yang baru disurvey, “Perubahan peringkat ini juga disebabkan adanya beberapa negara yang baru disurvey tahun ini dengan persentase yang lebih tinggi dari Indonesia, seperti Yaman (89%), Lebanon (88%), dan Irak (84%)”, tukas Donny. Sedangkan peringkat pertama diduduki oleh tiga negara yaitu Armenia, Azerbaijan, Bangladesh.

Sepertinya tingkat penghargaan Indonesia terhadap karya cipta mulai membaik. Gue sendiri disadarkan oleh sikap seorang temen gue (aves) akan hal menggunakan piranti lunak asli. Akhirnya, sekarang, kalo nyari tools, kalo gak sanggup beli, sebisa mungkin gunain versi ‘Lite’ nya, yang biasanya gratis tapi dengan kemampuan terbatas (ya gak bakal semua fiturnya kepake juga sih).

Untuk itu, di forum nyenius, gue buka topik FreeWare. Silahkan kunjungi, komentari dan tambahkan bila perlu.

Mari mulai ‘bersih-bersih’ isi komputer 🙂

BBM Naik (2)

Malam ini tanggal 24 Mei 2008, hari pertama BBM dinaikkan harganya, gue nganterin bokap gue ke dokter. Dari rumah di daerah Ciputat ke Pamulang. Gue berdua naek angkot. Begitu sampai di Pamulang, ada orang lain yang turun di tempat yang sama. Perempuan itu turun duluan, dia membayar supir dengan uang 2000 rupiah, tarif angkot Ciputat-Pamulang seperti biasanya. Tapi tiba-tiba supir angkot menegur dengan nada marah; “Kurang seribu bu!” Sambil tangannya menunjuk-nunjuk kertas fotokopian tarif yang ditempel di kaca depan. Dengan muka cemberut perempuan itu menambahkan uang yang diminta. Setelah itu giliran gue dan bokap bayar, kita kasih lima ribu, tetep dengan nada kesal sopir itu bilang “Enam ribu pak!”.

Pulang dari dokter, naek angkot lagi. Tak lama angkot berjalan, ada penumpang yang mau turun, membayar ongkos, dan lagi-lagi seperti supir yang tadi, supir angkot itu marah-marah dan mengatakan uangnya kurang. Setelah penumpang itu turun, mobil melaju lagi. Sambil supir angkotnya misuh-misuh sendiri sama penumpang yang ada disampingnya, mengatakan bahwa tadi ada penumpang yang bayarnya kurang dan ia tidak terima uangnya karena kesal (entah kenapa, mungkin si penumpang menolak bayar lebih). Rupanya dikursi belakang ada teman penumpang yang diomongin supir, dengan ketus dia bilang “Nanti dibayar sama saya Bang!”, “oh, iya” jawab si supir dingin. Baru tuh supir diem gak ngomong apa-apa lagi.

Begitu para penumpang turun di ciputat, kami membayar ongkos (orang lain duluan), tetep saja sesekali si supir ngomel minta tambah ongkos. Hanya bedanya kenaikan ongkos oleh supir ini Cuma 500 perak, sedangkan yang tadi naeknya 1000. Huahh, kesel juga sih liatnya, kan bisa dia minta ongkos tambah tanpa perlu marah-marah. Tapi mungkin awalnya mereka sopan kali ya, tapi mungkin orang pada nolak, jadi pas udah malem gini dia langsung marah biar gak didebat.

Besokan harinya gitu juga gue denger dari kakak gue yang ke toko naek angkot, supir-supir itu minta tambah ongkos sambil marah-marah. Yang gue liat, mereka kesel, jengkel, tapi akhirnya pelampiasannya ke penumpang, mahluk yang paling deket dan paling beralasan untuk dimarahi. Padahal pemerintah sendiri belum menentukan berapa kenaikan tarif angkutan umum, tapi mereka udah ‘berlomba-lomba’ menaikkan tarif.

Ya yang ribut sesama rakyat jadinya.

Siangnya gue ngobrol sama mpok pemilik warung mie disamping toko, dia lagi bingung nyari gas. Karena didaerah sekitar persediaan gas kosong. Daerah Pamulang dan Ciputat stok gas kosong semua. Dari ibu itu juga, dia dapet info dari tv bahwa harga gas 13 kg sudah melambung jadi Rp 90.000,-

Siang itu juga, gue ngelayanin orang yang mau beli lemari, gue ngeyakinin dia bahwa harga yang diberikan itu adalah masih harga lama, kita belum naikin harga. Dia menjawab dengan sok tau, “ah apa hubungannya BBM sama ginian (furniture).” Gue Cuma tersenyum dan menjelaskan perlahan-lahan hubungan erat harga BBM dengan proses distribusi barang-barang. Dalam hati Cuma berpikir, andai tuh orang tau bagaimana dampak kenaikan BBM terhadap harga bahan baku, transportasi barang, terutama terhadap bahan-bahan yang terbuat dari kimia seperti Thinner, spirtus, dan lain sebagainya. Beberapa bulan sebelum BBM naik aja, harga spirtus dan thinner sudah naik lumayan tajam.

Yah, yang ribut sesama rakyat juga jadinya.

Sore hari, gue buka sumber-sumber berita di internet, portal berita ataupun milis. Nyari berita tentang apa aja yang terjadi (terutama di ibukota) setelah pengumuman kenaikan BBM.

Kampus UNAS diserbu aparat kepolisian, lebih dari 100 mahasiswa ditangkap, beberapa bangunan dan kendaraan rusak. Dengan alasan mereka berdemo dengan anarkis dan melakukan aksi demo di malam hari. Ada juga puluhan orang dari ormas yang melakukan demo di depan istana negara yang akhirnya diinapkan semalam di kantor polisi, padahal mereka hanya berorasi, tidak anarkis. Alasannya karena aksi dilakukan pada hari menjelang malam juga.

Di Kompas juga (beberapa hari sebelum kenaikan BBM) beberapa pejabat desa dan kelurahan menolak BLT. Ada yang karena katanya tidak mendidik, ada juga yang beralasan keamanan. Memang kasihan, sampai ada rumah kepala Desa yang hampir dibakar, gara-gara urusan BLT. Mereka berada di posisi yang terjepit, disatu sisi masyarakat miskin menuntut agar dirinya dimasukkan ke dalam daftar penerima BLT, disisi lain pemerintah ngotot menggunakan data kemiskinan tahun 2005.

Kan yang ribut sesama rakyat juga akhirnya.

Walau begitu, gue juga berusaha berpikir berimbang, tidak begitu saja menyalahkan pemerintah. Dari semua alasan yang diutarakan pemerintah, intinya mereka ingin menyelamatkan perekonomian negara, menyelamatkan APBN 2008 dari defisit yang berlebih. Gak kebayang juga kayak apa jadinya kalau negara Indonesia Raya ini bangkrut.

Beberapa hal yang gue gak ngerti. Mengapa prosentase lifting minyak Indonesia terus menurun, bukannya meningkat atau minimal stagnan? Mengapa salah seorang menteri dalam iklan propaganda mengatakan bahwa “rakyat kita sudah memiliki ‘bantalan’ yang cukup, sehingga kita bisa meningkat ke kebijakan yang lebih sulit”? Dan sebagainya, dan sebagainya….

Gue tegang, membayangkan seberapa besar harga bahan baku furniture bakalan naik? Dengan harga yang sekarang aja (normal) orang udah pada protes?

Berikut file yang berisi penjelasan pemerintah mengenai kenaikan BBM : http://www.depkeu.go.id/Ind/News/NewsControl.asp?cdcate=Penjelasan_BBM_230508.doc

BBM Naik (1)

Kemarin lusa, gue nonton wawancara MetroTV dengan menteri Perdagangan (Bu Marie Elka Pangestu). Di situ Bu Menteri (diiringi dengan iklan-iklan pro BBM naik) mengungkapkan alasan-alasan pemerintah menaikkan harga BBM. Dari awal gue nonton, gue perhatiin pernyataan-pernyataan Bu Menteri tersebut kurang kuat, dengan kata lain masih bisa dipertanyakan kembali. Sayangnya gue gak rekam tuh acara, jadi gak bisa ada transkrip isi wawancara nya.

Dan tadi malam, waktu pengumuman BBM naik, dimana ada 10 menteri dan juga pejabat-pejabat yang berkaitan (seperti bos pertamina dan lain sebagainya). Ada pertanyaan menarik dari wartawan. Ada tiga poin, salah satunya adalah “Apakah pada tahun 2008 ini akan ada kenaikan BBM lagi? Mengingat alasan BBM naik adalah harga minyak dunia, dan harga minyak dunia diperkirakan masih akan naik.” Kurang lebih redaksinya seperti itu lah. Dan pertanyaan itu (kata metroTV), tidak dijawab pemerintah. Lah kalau begitu buat apa pejabat se-abrek-abrek begitu didatangkan? Padahal jelas-jelas Bu Mentri Keuangan Sri Mulyani, pada pembukaan konfrensi pers mengatakan, sengaja menteri-menteri dan pejabat terkait didatangkan agar wartawan bisa bertanya langsung kepada sumber yang berkaitan dengan pertanyaan mereka. Konferensi pers ini disiarkan langsung oleh MetroTV, sayangnya, begitu sesi  tanya jawab dimulai, dan satu wartawan mengajukan tiga poin pertanyaan tadi, siaran langsung-nya di cut oleh MetroTV dan acara kembali ke studio. Keterangan bahwa pertanyaan tersebut tidak dijawab hanya berupa keterangan lisan dari host Breaking News. Padahal gue pengen banget liat proses konferensi pers tersebut sampai tuntas, juga ngeliat muka-muka para pejabat menjawab pertanyaan wartawan yang kritis-kritis.

Menantikan pengumuman BBM naik tadi malem lumayan bikin deg-degan. Yang gue khawatirkan adalah kalau-kalau terjadi kekacauan begitu kenaikan diumumkan. Karena bisa jadi ada pihak yang ingin bermain di air keruh ini. Masih kebayang kerusuhan taun 1998. Syukur yang gue takutin gak terjadi, tapi tetep ada reaksi; mahasiswa beberapa kampus bergerak. Hal itu sudah gue duga sebelumnya, dan memang mengharapkannya.

Presiden dan wakil presiden cenderung mengabaikan demo-demo yang dilakukan mahasiswa, sebagian karena merasa gerakan mahasiswa itu tidak murni lagi, alias ditunggangi. Beberapa tokoh alumni aktifis mahasiswa telah meyakinkan semua orang bahwa gerakan mahasiswa itu masih murni. Tapi pemerintah sepertinya tetap memandang curiga, terlihat dari reaksi pemerintah terhadap para pendemo.

Paginya di toko,  gue ngelayanin pembeli yang terlihat buru-buru. Katanya dia cari meja belajar buat anaknya, gue ajak ke workshop di lantai 1, gue kasih liat gambar meja belajar, dia kelihatan nggak begitu acuh. Bahkan ketika gue kasih tau harga pun dimuka nya tidak ada reaksi. Begitu kita mao turun ke lantai satu, tiba-tiba dia bertanya: “Harga sudah naik belum disini?”. Deg, entah mengapa, gue merasa itu adalah point of interest dia datang kesini. Dari situ gue berusaha untuk lebih merhatiin muka orang itu, dan dalam hati gue menduga-duga, “Ni orang intel kali ya, yang ditugasin ngecek harga barang pada hari pertama BBM dinaekin…” Tapi ya itu Cuma dugaan, gak perlu ada yang ge er disitu… Hahahahha…

Seharusnya saya belajar matematika dengan benar

Dalam blog ini, saya pernah memberikan sebuah kesimpulan kecil. Kesimpulan yang didasarkan dari akumulasi pengalaman dan pencernaan akan fenomena-fenomena yang saya alami dan amati. Kata-kata itu adalah : “Life is mathemathic”. Itu baru saya sadari jauh setelah saya menanamkan ketidaksukaan terhadap pelajaran matematik waktu smp dulu.

Makin kesini, kebetulan bidang yang saya geluti (desain interior), juga menyentuh wilayah hitung-hitungan tersebut. Terutama gue rasain waktu ngukur ruangan, barang yang sudah jadi, atau mendesain barang. Semisal bidang-bidang segitiga, lingkaran dan lain-lain. Di lapangan, kadang gue tidak memiliki ukuran lengkap dari suatu bidang/barang/ruang. Pada saat itulah, seringkali terngiang, ‘damn, seharusnya ini bisa pake rumus sinus-cosinus dan yang sebangsatnya ( :p ).” Atau waktu ngukur ruangan/ngedesain barang, “seharusnya gue Cuma perlu tau satu ukuran ini, dan bisa tau ukuran yang itu… Dengan rumus matematika…..”