Author Archives: Nyenius

Hujan Sore Ini

Hujan yang turun sore ini terasa sopan. Perlahan dikirimnya mendung satu jam sebelum kehadirannya. Kemudian tetesan air merintik membasahi daunan dan rumah-rumah. Membawa aroma tanah basah yang romantis. 

Langit abu-abu muda meruntuhkan semua urusan-urusan. Melambatkan detak jantung yang terus dipacu hasrat. Memaksa danau dalam jiwa berhenti meriak. 

Dunia ini penuh lapisan yang menutupi kesejatian; apa-apa yang ada dibalik hijab pandangan mata. Contohnya langit kelabu ini, aku tahu persis dibalik sana matahari masih meraja. Bahkan pada kegelapan malam pun matahari sejatinya tak pernah memadamkan apinya. 

Kita hanya berputar, diputar, diblender dalam sajian pemandangan yang kasat mata. Sampai hilang kontrol atas reflek pengolahan realitas dan data, lantas bertindak dengan bodohnya. Dengan bodohnya. 

Tanah, besi, kayu, air, api, seharusnya menjadi unsur pembentuk yang membantu. Bukan tujuan. Tetapi kekuatan yang menyentuh fisik kita selalu membutakan kota dalam takut dan takjub. 

Padahal kekuatan tak kasat mata, yang mendesak ke dalam batin jiwa jauh lebih sering mengintimidasi dan membahagiakan kita. 

Langit mendung berwarna abu-abu muda, karena diberi cahaya matahari dibaliknya. Begitu juga raga yang sehat dan bahagia, didorong batin yang kaya dan sadar. 

Kesejatian, Tuhan, bukakanlah pintu kesejatian padaku. 

Batinku, maaf sudah lama kita tidak bicara. 

Google Inbox

Google Inbox aplikasi kotak email dari google yang membantu pengguna menjaga mailboxnya selalu kosong. Yup, kosong. Sekarang ini dengan semakin maraknya pemasaran via email dan notifikasi berbagai hal via email, maka inbox pemilik email menjadi sesak dengan email-email yang sebagian besar tidak penting.
Maka dari itu aplikasi semacam ini muncul untuk memudahkan pengguna ‘membuang’ email yang tidak penting atau sudah tidak memerlukan perhatian kita lagi. Dengan inbox yang bersih membuat kita kembali awas dengan email-email baru yang lebih penting mendaoat perhatian kita.

Aplikasi semacam ini yang saya tahu diawali aplikasi iPhone keluaran Dropbox, yang pada peluncuran perdananya sampai ratusan ribu pengguna harus mengantri sebelum bisa menggunakan aplikasi tersebut. Namun disayangkan setelah setahun aplikasi tersebut ditutup. Mungkin karena ada tujuan perusahaan induk tidak tercapai dengan hadirnya aplikasi tersebut.

Hijrah dari Facebook, Nulis Lagi di Blog

Facebook belakang ini semakin runyam centang perentang. Bagi saya sudah tidak nyaman lagi untuk menuliskan isi pikiran. Karena fenomenanya kita nulis ke arah mana, eh tau-tau ada yang ngerasa kesindir dll. 

Jadi facebook memang sudah tembok jalanan yang tidak bisa sembarang kita nulis ini-itu, kebanyakan orang isengnya, apalagi kalau friendlist nya banyak. 

Yah lebih baik kembali kesini, ke ember sendiri. Lebih bebas mau numpahin air atau martabak. 😀

And I Shall Name You Bejo

Setelah penantian dari Agustus 2015, akhirnya datang juga motor Royal Enfield Desert Storm 500cc yang gue idam-idamkan. Dan dia gue kasih nama; Bejo. 

Setelah melalui berbagai issue, mulai dari harga yang berubah, launching yang terus diundur dan lain sebagainya. Syukurnya harga ternyata hanya nambah 1 juta dari price list yang pertama keluar tahun lalu. 

Proses mendapatkan si Bejo ini cukup unik dan berbeda dengan ketika gue membeli Kawasaki Estrella. Waktu tunggu, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama masa penantian itu merubah cara pandang dan sikap gue terhadap aktifitas motoran selama dua tahun ke belakang. 

Awalnya menggebu, sabar, sampai lupa, dan tau-tau udah waktunya menjemput motor ini dari dealer.

  
 Sekilas soal Royal Enfield Desert Storm 500cc ini bila dibandingkan Estrella langsung terlihat pada build quality-nya. Ban bawaan estrella itu Bridgestone Accolade (seri retro nya bridgestone). Sedanga Royal Enfield menggunakan ban MRF yang juga dipakai Bajaj Pulsar, shock belakangnya pun sama dengan yang dipakai bajaj. Awalnya riding position masih agak kagok, masih berasa lebih nyaman Estrella. Tapi lama kelamaan mulai terbiasa, malah ternyata guncangan jalan lebih tidak terasa pakai Royal Enfield. 
Sebelum melalui masa reyen, getaran pada setang sangat terasa, namun begitu melewati 500km mulai terasa halus.

Saat ini (600km) gue baru coba akselerasi sampai 130+kmph. Untuk mencapai kecepatan itu ngga terlalu sulit buat motor ini. Power bawah terasa ngisi di semua gigi, tapi di gigi atas agak kosong. Wajar sih, motor ini 500cc, 27,5hp dan torsi 41nm. 

Overall, I’m happy with this bike. Gue pakai buat motor harian dan berharap bisa touring jauh yang seru!

  
 

Adios ID-Zippo, Welcome Zigath

Tahun 2009, saya mulai menjual Zippo. Dari 2 buah Zippo, menjadi 5, menjadi 10 dan seterusnya. Saat itu hanya ada sekitar 3-4 penjual Zippo aktif di Kaskus.

Tahun 2010, para penjual, pembeli mulai saling berinteraksi secara acak dan akhirnya semua bertemu pada ujung-ujung simpul komunikasi dalam sebuah posting thread Zippo di Kaskus.

Tahun 2011, dimulailah babak baru, lahir nama ID-Zippo hasil dari rapat online via konferensi Yahoo! Messenger yang dihadiri 5 orang (1 orang absen karena gaptek). Lahir pula forum www.id-Zippo.com

Tahun 2012, acara Gathering nasional pertama ID-Zippo diadakan dengan 3 (kalau tidak disebut 2) orang panitia inti. Dari pertemuan ini banyak wacana bergulir; pembentukan organisasi, kegiatan-kegiatan offline dan seterusnya. Saya dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum ID-Zippo. Regional Bandung, Jogja, Surabaya dibentuk.

Tahun 2013, timbul bibit perpecahan internal karena perbedaan cara, yang berujung pergantian Ketua Umum. Perselisihan internal ini cuup ditutupi agar tidak mempengaruhi persatuan semuanya. Efeknya terjadi vakum kegiatan offline dan online. Bahkan Gathering Nasional ID-Zippo ke-2 yang sedianya diadakan pada bulan Februari mundur ke bulan Agustus.

Tahun 2014, setengah tahun pertama masih terjadi kevakuman di ID-Zippo. Kemudian terjadi fenomena ramai kembalinya grup Zippo di Facebook, dengan puncaknya beberapa penggemar Zippo di Bandung (yang belum pernah terlibat di ID-Zippo sebelumnya) mengadakan acara offline halal bi halal penggemar Zippo, suatu momen dimana pertama kalinya sejak 2012 saya hadir di acara komunitas Zippo bukan sebagai panitia. Para pengurus ID-Zippo terpancing untuk kembali aktif dan berkonsolidasi di tengah perkembangan yang terjadi. Lahir ID-Zippo regional Semarang, dan ID-Zippo coba merangkul penggemar Zippo di Bandung ke dalam regional yang sebelumnya mati. Gathering Nasional ke-3 diadakan di Yogyakarta pada bulan tahun itu. Setelah Gathering ke-3 saya kembali diminta menjadi Ketua Umum.

Tahun 2015, di tengah panasnya geliat semangat penggemar Zippo di daerah untuk aktif, mulai timbul gesekan-gesekan yang berujung pada konflik personal. Regional Bandung menjadi tuan rumah Gathering Nasional ke-4 pada bulan April, dimajukan agar berikutnya bisa kembali ke bulan Februari. Grup Zippo di Facebook semakin banyak berdiri. Semenjak terjadinya konflik di awal 2015 suasana grup-grup Zippo tidak bisa dikatakan nyaman untuk para penggemar Zippo, karena konflik tersebut menyisakan sentimen berkepanjangan. ID-Zippo terus berusaha menyuarakan persatuan penggemar Zippo se-tanah air. Ketika hampir menyerah, saya dan dua pengurus sowan ke seorang tokoh yang saat itu posisinya berada di tengah. Mengutarakan visi-misi ID-Zippo tentang persatuan dan kami siap berkorban demi itu terwujud. Saya sebagai ketua siap diganti, asalkan persatuan bisa terwujud, bahkan nama ID-Zippo pun boleh diganti; asal persatuan itu bisa terwujud.

Setelah serangkaian tour kami lakukan ke daerah-daerah, terwujudlah Musyawarah Nasional Penggemar Zippo 1 pada 19-20 September di Yogyakarta. Ketua Umum diganti, nama pendiri bertambah, nama ID-Zippo berganti menjadi Zigath; www.zigath.com

 

Adios!
ID-Zippo

See you on 
the other side!

:’)

Royal Enfield Turun Harga – ATPM resmi?

Sebuah info nampaknya beredar di grup-grup bikers beberapa hari ke belakang yaitu daftar harga motor legendaris Royal Enfield. Langsung saja berikut ini broadcast yang saya dapatkan pada hari Selasa 26 mei 2015 kemarin:

Bro & Sist
Bagi berminat dgn Royal Enfield mulai besok bisa submit nama, type & warna motornya
(silahkan lihat di www.royalenfield.id)

Royal Enfield Pricelist

  • Bullet 350: 54jt
  • Bullet Electra 350: 59jt
  • Classic 350: 61jt
  • Rumbler 350: 69.5jt
  • Bullet 500: 69jt
  • Classic 500: 74.5jt
  • Rumbler 500: 82
  • Continental GT: 145
  • Classic Battle Green 500/Desert Storm 500: 76jt
  • Classic Chrome 500: 81jt

Note: Off the road
Dah murah royal enfield
Importir umum pada gulung tiker ini mah
BBN abis 15% dari harga off the road

Sebelumnya, pada awal tahun 2015 ini saya pernah mendengar selentingan kabar dari rekan biker senior (om Kreisna, ABS Motor) akan masuknya motor Royal Enfield melalui ATPM resmi dengan harga jauh dibawah yang ditawarkan IU (importir umum) pada tahun 2014 lalu. Bahkan sudah ditawarkan untuk preorder dengan deposit sebesar 15 juta rupiah. Waktu itu diinfokan barang akan datang pada bulan April.

Sebagai gambaran, pada tahun 2014 harga Royal Enfield berada di kisaran 160-170 jutaan (off the road). Dan bisa dilihat sendiri perbandingannya dengan price list Royal Enfield yang dibroadcast di atas, sungguh menggugah selera. Melihat harga tersebut sepertinya sedikit demi sedikit jalanan kita akan diramaikan oleh derum mesin legendaris 1 silinder Royal Enfield.

Jakarta – Sawarna

Waktu yang berjalan
Mengharmoniskan hembusan angin
Memupuhkan debu jalan ke wajahku
Seperti inisiasi pejuang suku-suku

Pemandangan berganti
Kota, desa, hutan, pantai
Aroma bertukaran
Polusi, oksigen dan garam
Merasuk ke dalam paru

Aku dan motorku
Menutur 99 Nama Agung
Pada artefak aspal dan tanah
Menjadi gembala manusia pencari angin

Jalan raya adalah nadi kota-kota
Penyalur jutaan kepentingan dan kebutuhan
Aku belajar mengenai kebaikan dan kanker di sana
Mencari ayat yang disamarkan olehNya

Waktu yang berjalan
Mengharmoniskan ragam aroma
Memampatkan kenang dan wacana

Berzikir dalam kecepatan dan kelokan
Melupakan fisik, bersatu dengan udara
Melesat bersama waktu
Ke dalam nadi-Mu

Ciputat, 15 Februari 2015, 09:40 wib

Spiral Tantangan

Menjadi seorang enterpreneur dikatakan butuh keberanian dan kemauan untuk keluar dari zona nyaman seseorang. Dan mungkin beberapa orang berfikir itu hanya terjadi sekali ketika dia memulai, tapi ternyata tidak demikian kenyataannya.

Sebagian orang mengatakan keluar dari zona nyaman berarti menempatkan diri pada sisi tebing yang curam. Posisi yang selalu dikelilingi ancaman dan ketidakpastian, sehingga pilihan Anda adalah fokus untuk
mencari solusi yang dapat membuat Anda survive, atau jatuh terpuruk ke dalam jurang.

Dari sisi profesi, tahun 2012 merupakan tahun peralihan saya dari pekerja perusahaan IT sekaligus pelaku usaha desain interior kepada niat fokus berbisnis Zippo. Berbagai krisis terjadi, pada tataran ekonomi keluarga, konsep bisnis, hubungan personal dan profesional. Namun saya selalu berusaha untuk tidak menyerah, saya ikuti alur semua masalah yang terpapar di muka. Saya merasa ada di era pendadaran kawah candradimuka yang memelanting saya kesana-kemari. Kondisi-kondisi yang memaksa saya keluar dari zona kenyamanan, dan beberapa kali harus mengoreksi cara dan pemahaman yang saya miliki akan segala sesuatu.

Pada 2013 mulai timbul titik terang, impian memiliki toko Zippo offline mulai dapat diwujudkan. Lagi-lagi di situ saya dipaksa keluar dari zona kenyamanan. Pola hidup yang sangat tidak teratur pada dua tahun sebelumnya harus dirubah ke pola yang baru. Saya harus berangkat ke toko pagi, dan pulang ketika agak malam, mencari karyawan, menaikkan jumlah penjualan, dan secara sosial menjalani posisi ketua komunitas dengan segala macam dinamikanya.

Pada akhirnya, saya yakin ketika Anda memiliki kemauan untuk maju, Anda akan menghadapi spiral ‘krisis’ yang memaksa Anda berulang kali keluar dari zona nyaman Anda, pada posisi manapapun Anda berpijak. Baik sebagai pekerja maupun seorang enterpreneur. Krisis-krisis tersebut berisikan tantangan-tantangan baru yang menanti untuk dijawab. Dan bersyukurlah Anda ketika tantangan yang Anda hadapi selalu berbeda dan semakin bertambah tingkat kesulitannya.