Aku mengenangkanmu
bukan karna cinta
hanya rindu pada
masa dimana jiwaku begitu bertenaga
hanya rindu pada
langit yang menaungi kemudaanku
aku membacakan puisi
bukan karena menginginkanmu
hanya mencoba raih
nyawa pekat yang meliputi hatiku dulu
Langit betul-betul berawan antara kita
Debu benar-benar mengacaukan pandang
Jangankan sinaran Tuhan
sedang mentari pun tidak menerangi
jalan menujumu
– aku tak (pernah) lagi protesi hal hal itu –
Kau menjadi data yang kubaca
dalam byte-byte kaku
demi kepentinganku sendiri
tanpa harap lebih jauh
Hanya untuk merasakan pendaran-pendaran lama
yang sama sekali tak berhubungan denganmu
kisah kita kujadikan mesin pabrik
untuk memerah kemurnian rasa
yang dulu kau sia-sia
Kubaca namamu
bukan karena ada benih yang tumbuh lagi
Hanya sedang belajar sejarah diriku
—————
3:11 22/10/2006