Ternyata Memang Kamu

ternyata
padamulah hatiku bercokol nyaman
pada belaimu kepalaku tunduk syahdu

pada pengertianmu
pada marahmu

aku sadar
cinta telah menjadi bahasa keseharian kita
bukan lagi bunga, bukan lagi bahasa verbal

makin hari, hati makin saling mengunci
semakin terlibat, semakin ketergantungan

ternyata
hatimulah yang bersenyawa dengan hatiku
saling mengisi kondisi-kondisi
dan variabel-variabel baru

kaulah orang yang ingin kulindungi
dan berbagi keriput wajah suatu hari nanti

14:32 07/05/2006

One thought on “Ternyata Memang Kamu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

73 − = 63