Category Archives: Puisi Cinta Member

Berlin, Saturday night

Entahlah…
malam ini belum lagi terasa nyaman ketika kita menundukan kepala dan jalan menuju arah yang berlawanan,
pulang dan lalu berbaring untuk menghempaskan sial hari ini.
Aneh.

Entahlah…
Setelah minggu-minggu yang lalu,
selalu bersama untuk mengais sedikit tawa dari wajahmu, wajahku dan wajah mereka,
berpelukan dalam hangat…

Entahlah…
Kau yang selalu megundang datang untuk meneguk kembali ketidaksadaran,
dan lalu kembali bercerita melanjutkan malam yang kian berdetak,

Segalanya terasa nyaman,
hanya karena sabtu malam selalu ada untuk menertawai hari hari yang telah lewat,
bersama kau dan tiga gelas besar bir hitam kegemaranku.

Apakah bosan yang membuat gelas gelas warsteiner dan selinting ganja terasa hambar,
karena setiap berpisah kita akan selalu berkata
„ bis nächste Woche dann“
( sampai minggu depan ).
Semacam rutinitas seperti layaknya bangun pagi pada hari senin.

Atu kau punya alasan lain?
Matamu tidak tampak jujur,
Tidak sebagaimana biasanya…

Aku tidak perduli apa yang kau harapkan lagi di sabtu malam ini,
bagiku, aku hanya ingin tertawa bersama teman temanku.


—
Patkay.
Berlin, 2004-11-28

Bintang dan Kau

malam sunyi menatap langit..
menunggu bintang jatuh
berharap dapat mengharapkan sesuatu
tentang mu….
mengharapkan kau hadir seiring munculnya bintang itu

akan kah bintang itu hadir malam ini?
akan kau sudi hadir malam ini?
jangan enggan karena ku akan selalu menunggu mu disini disetiap malam sepiku…..
sendiri..


===============
Harir.

My Only Light

the only light,
explode from the sun,
propagate through the air,
within the energy of her wave,

my only light,
summing her smile,
between his flowerring shadow
and shimmering face,

my only light,
tracing every path,
charging my blood,
with her electrifying particle,

my only light, my only imagination,
the only light, the only imagination
where you are, where i dream
lining in a way of happiness


===============
Fahdi Maula.

Dua Sisi

terang bisa berubah menjadi gelap..
senang pun pasti berubah…
sama halnya dengan cinta kita…
suatu saat akan berubah…

tapi mengapa kau berubah sebelum saatnya?
berusaha menipu dirimu
apakah itu tidak pedih?

kumohon berhentilah …
berhentilah menipu dirimu
kuingin liat sisi itu lagi
sisi dari dirimu yang dulu lagi

karena aku mencintaimu….


==================
Harir.

Untukmu Kekasihku

gelap ruang yg ku tepati
tanpa ada sebias cahaya yg dpt kulihat….gelap..
pedihnya kerikil yg kulalui
tanpa ada alas yg dapat ku pijak…pedih…
tapi ku berusaha berjalan ke depan
entah kemana arah kulalui…
tapi pasti kulalui semua ini hanya untuk bertemu denganmu…..pasti…


=================
Harir.
( mas, laen kali jangan pake singkatan ya… -red.)

Tidak Untukku

Jika tanganku dapat bicara
Dia akan mewakili keberanianku berkata
“Betapa kamu tidak punya perasaan”

Jika bibirku berani menutupi ketakutan di hati
Dia akan berkata
“Kamu tidak tahu betapa aku tidak mau”

Kau tak pernah mengerti
Kau tak mau tahu
Aku yang sakit!

Beribu kata kau ungkap
Dengan berjuta makna kau tebar penuh pesona
Semua untuk wanita
Tapi tidak untukku

Cinta
Cinta
Cinta
Kau ungkap
penuh rasa kagum
Kau tuju untuk satu wanita
Untuk dua wanita
Tapi tidak untukku

Aku yang merasa,
Cerita yan kau buat
Hanya untuk merasakan mereka
Tetapi bukan untukku

Tak ikhlas kamu bicara
Tulusnya bukan untukku
Dibuat agar aku percaya

“sakit”
Hanya itu!

Tapi bohong jika aku katakan
:Pergilah kamu”

karena kamu hanya laki-laki tanpa apa pun
Kamu penyakit!
Kamu virus!
Tak sedikit pun kamu berperasaan
Tak sedikit pun kamu punya cinta yang tulus

Aku hanya ingin kau cinta
Dengan tulus
Bukan demi merasakan lagi seseorang
Itu fitnah namanya!

Tapi kenapa tidak untukku?

Jujurlah aku, jujurlah kamu
Aku yang harapkan cinta
Kau yang beri cinta
Tapi tak sepenuhnya
Untuk apa?

Aku
katakan saja
“Kau anjing!”
Anjing yang bikin aku…
Ah…
Semuanya diungkap saja
Aku merasa tak ada
Karena semua bukan untukku

================
Rina.
18 Maret 2002

Aku Masih Butuh Kamu

Aku buka jendela kamar
Lalu aku lihat keluar
Tidak ada siapa pun disana
Kecuali mobil-mobil yang lewat tanpa bosan

Disini
Aku masih memikirkan kamu
Aku masih butuh kamu

Sesaat air mataterseret keluar
Seperti dipaksa
Aku sadar, kau sudah tidak disini

Aku berfikir
Pengorbanan ini hanya sedikit
Untuk orang yang aku inginkan

Aku melihat wajahnya, aku melihat keikhlasan
Dia biarkan aku melakukan ini
Dengan segala sakit sekalipun

Dia tau yang aku lakukan
Dia tau yang aku mau
Dia menyadari siapa dirinya

Sesekali, bahkan sering
Terlintas kalimat di hati
“Aku tidak mau ini terjadi”

Aku tidak bisa berbuat
Aku juga tidak bisa menjalani
Aku hanya bisa diam dan menerima

Dalam keadaan tolol sekalipun
Aku diam tanpa usik
Tak ada gerak di hati

Aku ingin kamu, dan itu mungkin, tapi aku tidak

Aku tertidur sekejap
Lalu aku bangun dengan mata mencari

Aku ingat kamu
Terbawa sedikit dalam pejaman mataku tadi

Hh…. aku memang masih butuh kamu

Aku merasa
Aku sedang dipenjara
Dengan kuncinya yang kau telan
seperti di film kartun

=================
Rina.
10 Nov 2001