Category Archives: Puisi Cinta Member

Di batas pergantian hari!

– kuucapkan salam dan doa –

semoga setiap kebajikan dan anugerah kemuliaan seorang Ibu tercurahkan selalu kepadamu!

semoga setiap tetes tangisan para Syuhada, menjadi embun yang menghapus kemalasan di wajahmu

semoga setiap jerit tangisan bayi yang baru lahir, menjadi tameng atas tiap tendensi untuk menyerah

aku berdiri di belakangmu, menjagamu agar tak pernah menengok ke masa lalu yang pahit

aku berdiri di depanmu, menunjukkan jalan agar kamu tak pernah pergi jalan yang salah lagi

aku berdiri di tengah dan tepat berada dalam tiap langkah yang kamu ambil, agar kamu tahu,
realita dan alasan hidupku adalah kamu

Something..

I tried to go on like i never knew u..
im awake but my world half asleep..
i pray for this heart to be unbroken..
but without you, all im going to be is incomplete..
did i fall in love?
or did i find disaster..
coz.. after all i’ve done..
we’ll never be more than friends..

cermin lain

CERMIN LAIN

pada tuhan-tuhan paling antik yang pernah kureka
pada kamu-kamu yang tak pernah meng-aku
pada dinding tempat suara hati dipental
pada setan-setan mantan pujaan

aku harus menggantung diri didepan kalian
sambil membaca nama Tuhan dan kitab suci
untuk mengenang sesanti yang pernah kusajenkan
biar pula patah hati
sudah teramat terimakasih
saat kita tertawa bersama membikin para malaikat menangis di depan Tuhan

kalian memang terlalu setia
hingga aku harus menikah di ujung neraka
bersama dewi-dewi lacur pujian kita dulu
oh..
kalaulah hati ini statis pada iblis
kini ragulah dia pada segala
pada Tuhan-tuhan baru atau
aku-aku lain yang menyimpan sejuta aku
tapi
tanpa kamu!

Tanpa Judul II

Peterpan…
Mengingatkan aku tentang dirimu
setiap lagu yang dinyanyikannya
membawa anganku pergi mengingat dirimu
sesak rasanya dada ini….
mengingatmu
dan mengingatmu lagi
pada siapa harus kukatakan semua rasa ini?
AKU MENCINTAIMU…
tapi,
tak mungkin kukatakan lagi padamu
karena semuanya telah berakhir


—
january 9th,2005

Tanpa Judul

hari ini,
aku ingin bilang kalo aku gak jatuh cinta…
tapi,
kenyataannya hari ini aku justru merindukannya.
aku ingin menghapus bayangannya bahkan namanya dari ingatanku.
tapi aku tak mampu
atau….
aku tak mau?


—
Talitha

Nyanyi Kesepian

aku ingin sekali bisa mendendang merdu
semerdu nyanyi peri-peri kamarku
menyibak tirai bisu
apa kau ingin aku disitu
agar kita bisa saling merayu
agar kita bisa lebih lama bercerita
tentang kau dan aku

sekarang aku sepi
tak ada kamu bahkan peri kamarku


—
Diva.

Aduh

Dalam rangkaian nama-Nya yang terus kau ucap terselip “aduh”
menangislah, tissue ini siap sudah di tangan ku
meringislah, kupasang telinga ini untuk menyambut
“laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ha”
rahasia-Nya siapa yang tahu
duka-sukapun sang misteri sejati


—
tapuy april 04
Teras kamar Yusuf R. S. Asyifa Sukabumi

Lelah

lelah…
hari kujalani selalu begini
kadang kuberfikir apa yang ku cari ?

apa yang kucari?
apa yang harus kujalani?
apa yang harus kulewati?
semua terasa sama “BASI”
hatiku terasa mati

ya allah ampuni hamba mu ini
yang terlalu bodoh membaca dunia ini


—
Harir.

Annisa


-sepenggal kisah Rully Ambarwati dan aku

raut wajah nan ranum
isyaratkan rindu pada lelaki,
pun seorang jejaka yang lupa diri

raut wajah kusutku
lampiaskan kata darinya,
pun tamparmu di pipiku

waktu bibir nakalku
mengajak bibirmu rekreasi


—
Rakhmat Koes
bandung, 2004

jejak A

 
           cintacinta
          sukasukasuka
         lukalukalukaku
        rasarasarasarasa
        masih      masih
        rindu      rindu
        mimpi      mimpi
        gejolakgejolakku
        kelaminkelaminku
        sendirisendiriku
        masih      masih
        fasih      fasih
       bilang      bilang
     cintakau      cintakau
     wanitaku      wanitaku

  
---
Rakhmat Koes.
bandung,2004