Dalam rangkaian nama-Nya yang terus kau ucap terselip “aduh”
menangislah, tissue ini siap sudah di tangan ku
meringislah, kupasang telinga ini untuk menyambut
“laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ha”
rahasia-Nya siapa yang tahu
duka-sukapun sang misteri sejati
—
tapuy april 04
Teras kamar Yusuf R. S. Asyifa Sukabumi
strukturnya biasa, racikan diksinya dibeberapa bagian terasa aneh (sangat wajar dalam puisi), tapi penopang utama puisi ini adalah ketulusan, dan intensitas emosi yang mengalir dalam penulisannya.
Dhan, siapa yang lagi sakit? ibumukah?? mudah2an dikasih kesabaran ya…
iya, ibu saya. alhamdulillaah sekarang udah sembuh da!
wadooh intensitas emosi? hehehe naon tah?
nyenius teh saha? trus adjeng teh lies adjeng dewei aminah bukan?
nyenius itu gue Toba, ya betul, itu Teteh Lies Adjeng Dewi Aminah