Aduh

Dalam rangkaian nama-Nya yang terus kau ucap terselip “aduh”
menangislah, tissue ini siap sudah di tangan ku
meringislah, kupasang telinga ini untuk menyambut
“laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ha”
rahasia-Nya siapa yang tahu
duka-sukapun sang misteri sejati


—
tapuy april 04
Teras kamar Yusuf R. S. Asyifa Sukabumi

5 thoughts on “Aduh”

  1. nyenius

    strukturnya biasa, racikan diksinya dibeberapa bagian terasa aneh (sangat wajar dalam puisi), tapi penopang utama puisi ini adalah ketulusan, dan intensitas emosi yang mengalir dalam penulisannya.

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 38 = 42