Category Archives: Blog

Pandangan Dari Tengah Tangga

Dalam pandang tamasya jauh ke beberapa tahun silam, saya tersenyum. Saya melihat masa-masa baik, masa-masa yang dipenuhi energi dan pikiran yang tercurah pada daya cipta. Bersama orang-orang yang terinspirasi, kami membentuk, mengajak, bersama-sama mengalirkan spontanitas murni. Seperti saat ini, terasa getir dan membahagiakan sekaligus.

Dorongan berkreasi adalah sebuah dorongan ilahiah, yang ditanamkan Tuhan agar mahluk-Nya dapat memanfaatkan framework semesta-Nya. Dan dorongan itu selalu terasa menggilakan, menarik-narik untuk segera ditunaikan. Dorongan murni, dorongan untk mencipta.

Dan saya coba, walau gagap saya mulai mencoba. Dari cara terbodoh yang ada hingga datang ‘guru’ yang menerangkan kebodohan saya. Saya mencoba dengan totalitas, hingga menemukan kebenaran.

Mulai dari pengikut sesuatu yang kecil, dan menjadi pemimpin dari yang kecil, menjadi anggota sesuatu yang besar, dan menjadi pemimpin sesuatu yang besar. Walau yang teringat di kepala sebagian besar adalah kegagalan, akan tetapi melihat arah tangga yang saya naiki adalah ke atas, tak dipungkiri rasa bahagia menyelimuti kegagalan-kegagalan di kepala. Tidak sia-sia saya total dalam kegagalan-kegagalan itu.

Terima kasih Tuhan, bahwa engkau telah memberikan momen yang hening ini, di wc, sambil jongkok, diantara kebisingan-kebisingan hidup hamba. Sedetik untuk melihat ke belakang sebagai energi untuk melesat ke depan. Dan saya sadar bahwa babak ini baru saja dimulai, karena saya belum mau mati.

Setelah ini, setelah kaki melangkah keluar dari relung pribadi kedua setelah hati, yaitu wc, saya akan berjuang lagi, seperti biasa, dan akan lebih dari biasanya. Selamat datang hari baru, selamat datang karang-karang baru, hantamlah kebodohan saya, hingga terbuka pencerahan.

Dan ya Tuhan……. Jauh amat itu gayung sama bak-nya……

*Pesan sponsor: jangan lupa kunjungi www.goitgoit.com

Kelewat Peduli

Baca satu tulisan blog kontributor lifehacker.com berjudul ‘how to not give a fuck’ cukup menggelitik penuhnya kepala gw dalam beberapa hari ini. Semakin seseorang fokus terhadap sesuatu, semakin tenggelam dia ke dalamnya, semakin intens, semakin tak tersentuh.

Ya, tulisan itu membahas tentang hal umun yang seringkali menjadi kekhawatiran banyak orang. To be look bad.

Orang beropini atas kita dan begitu juga kita atas mereka. Orang berusaha saling mempengaruhi, merasa bahwa mereka tahu solusi terbaik untuk orang lain. Dan tak terasa terlalu lama hidung kita nangkring di dapur orang lain sampai lupa dapur sendiri.

Latihan Mengetik di Android

There’s always first time for everyone. Dan pengalaman pertama menggunakan keypad touch padw gadget semacam iphone atau android cukup merepotkan gw yang sebelumnya pakai keypad qwerty.

Iseng-iseng gw cari di market-nya Android aplikasi buat latihan ngetik di touchpad, dan dapetlah Typing Tutor TypingDroid.

Sebagaimana aplikasi typing tutor pada umumnya

TM (Toga Mas) Bookstore

Sudah lama, emmm, sejak pindah ke jakarta pada pertengahan 2004 lalu, gue gak serius berburu buku (terutama buku murah). Waktu masih di Bandung perburuan buku yang gue lakukan biasanya menggunakan modus; liat/cari bukunya di Gramedia, dan beli di Palasari dengan harga yang jauuh lebih murah.

Disini paling gue pergi ke Gramedia terdekat, ya gak pernah ngelirik toko buku lainnya. Beli buku pun lebih sering insidentalnya ketimbang terencana, paling bagus adalah gak sengaja baca resensi buku bagus dan segera beli bukunya ke Gramed. Gue yang dulu pernah mencanangkan satu bulan beli satu buku, sekarang menjadi semakin pelit mengeluarkan uang buat beli buku; terutama setelah makin akrab dengan internet (:evil_grin:).

Dan sesuatu yang menarik muncul tiga minggu belakangan ini. Gue ‘berjumpa’ dengan ‘TM Bookstore’, sebuah toko buku yang ternyata istri gue sudah akrab sejak lama. Gue dan keluarga suka jalan ke Poinsquare lebak bulus, dan biasanya makan di Solaria. Waktu itu disamping Solaria TM Bookstore ngadain bazaar buku (mungkin selama 3 mingguan). Selama 3 weekend kita main kesitu, gw gak pernah nyadar akan eksistensinya.

Baru setelah istri gue menceritakan ‘kecurigaan’ mengenai adanya TM Bookstore di Poinsquare, dan lantas menerangkan apa itu TM Bookstore. Gue berminat untuk datang kesitu beserta istri gue. Dan begitu melihat muka tokonya dari jauh, melihat plang diatas dua buah rak bertuliskan: “Harga Rp 5.000 s/d Rp 30.000”, gue merasa love on first sight. Langsung gue menghambur ke rak itu, dan segera memilah-milah buku yang akan masuk ke rak di rumah.

Begitu sampai di depan pintu masuk tokonya, semakin banyak rak yang terlihat, segera gue sadar, betapa banyak penawaran buku diskon disitu, hohohoho book shopping!!! Potongan harga dan diskon memberikan gue kesempatan untuk membeli buku dengan topik-topik yang menggelitik minat tapi gak sampai menggerakan tangan merogoh saku. Sebuah novel grafis yang berhalaman tebal, full color hanya dihargai 10 ribu saja, gue cuma mikir; gila aja kalo gak gue beli (kikiki lebay). Hari itu dengan uang Rp 180 ribuan gue membawa pulang setumpuk buku, beberapa diantaranya dapat bonus disampul plastik di sana (jadi inget di Palasari Bandung).

Sekarang, tiap kali maen ke Poinsquare Lebak Bulus, sebisa mungkin gue mampir kesitu, dan selalu gagal menahan godaan untuk membeli buku. Oh iya, dulu, selain karena faktor budget uang untuk membeli buku, faktor penghambat lain gue dari membeli banyak buku adalah karena gue merasa wajib untuk menyelesaikan tiap buku yang gue beli. Tapi sekarang (setelah baca pernyataan Umberto Eco Antilibrary), peduli amat lah, pokoknya gue beli dulu, buat di perpustakaan pribadi.

Lokasi TM Bookstore ada di Depok Town Square Lt. UG atau di Superindo Lt. 2, Kedoya, Jakarta Barat, atau TM Bookstore Poinsquare Lebak Bulus lantai paling atas.

Hamster Kawin, Hamster Lahiran

Warning: animal explicit content! Buat yang geli/jijik terhadap binatang serupa tikus/anak tikus, lebih baik jangan baca posting ini. Walau ini hamster bukan tikus, tetep aja kalian akan bilang ini tikus :p

Ok, you’ve been warned. 🙂

Ketika pertama kali punya hamster, gue bertanya-tanya; Kapan hamster gue kawin, beranak, dan jadi banyak? Kapan dia siap kawin? Bagaimana Mengawinkannya? Bagaimana membedakan induk yang hamil? Bagaimana merawat hamster setelah lahiran? Nah kali ini gue bahas soal peristiwa kawin dan lahiran hamster, dan dihususkan hanya membahas hamster jenis syrian.

Dan semuanya terjawab kemudian, baik dari referensi internet maupun hasil pengamatan pribadi. Hamster betina, semakin muda semakin sulit untuk dikawinkan dan juga sangat beresiko pasca melahirkannya (terutama buat anak-anaknya). Dan sebaliknya, semakin tua usia hamster, semakin mudah dikawinkan, dan tingkat survival rate anak-anak yang dilahirkan semakin tinggi. Dan hamster muda lebih liar, masih takut sama orang, semakin gede semakin jinak.

Hamster gue yang pernah melahirkan memiliki histori sebagai berikut.

  1. Lahiran pertama, anaknya lahir 10, dalam dua hari berkurang hingga tinggal 2 ekor. Sisanya dimakan induknya.
  2. Lahiran kedua, anaknya lahir sekitar 12 ekor, dalam tiga hari hanya tersisa 6 ekor.
  3. Lahiran ketiga, anaknya lahir 11 ekor, dalam seminggu masih bertahan 11 ekor. Sayang kemudian induknya hilang, entah kabur atau dimakan kucing.

Adalagi yang begini:

  1. Lahiran pertama 15 ekor. Karena salah rawat, dalam 1 malam habis semuanya dimakan induknya.
  2. Lahiran kedua lahir 8 ekor. Sampai waktu satu minggu hanya mati 2 ekor. Setelah 2 minggu semua anaknya dimakan kucing. Induknya selamat, kabur ke kandang sebelah.

Siklus awal hidup hamster:

  1. Dalam kandungan 15-20 hari. Lahir dan dipilih oleh induknya.
  2. Pada hari kelima mulai tumbuh bulu-bulu halus. Corak dan warna bulu ketika dewasa sudah bisa dilihat dari saat itu. bahkan kelamin pun sudah bisa jelas dibedakan.

    Jenis kelamin mulai bisa dibedakan, yang betina akan memiliki titik-titik puting susu (lihat panah pada gambar)
  3. Jenis kelamin anak Hamster gue kebanyakan cewek. ya perbandingannya jantan 2 : betina 4-5
  4. Anak hamster masih buta sampai hari ke sepuluh setelah lahirnya. Setelah itu baru matanya kebuka.
  5. Sekitar 8 hari setelah lahir, anak hamster mulai wara-wiri keliling kandang, belajar nyari makan sendiri. Pada tahap ini induk hamster masih repot mengembalikan anak-anak nakal itu kembali ke ‘sarang’nya (biasanya di satu sudut di kandangnya).
  6. Dalam waktu 2 minggu, anak-anak hamster sudah lari-larian, cari makan, dan minum air putih. Walau masih nyusu sama induknya.
  7. Dalam waktu 3 minggu, anak-anak hamster sudah mulai berbentuk hamster mini, dan sudah mulai jarang menyusu ke induknya. Biasanya umur segini sudah ‘dipanen’ untuk dijual.
  8. Dalam waktu 1 bulan anak-anak hamster sudah betul-betul bisa mandiri dan dipisahkan dari induknya. Secara fisik sudah bisa hamil.
  9. Dalam waktu 1,5 bulan testis hamster jantan sudah muncul, yang menandakan sudah bisa dikawinkan. Tapi biasanya belum mau dan belum jago Smile with tongue out
  10. Dalam waktu 2 bulan hamster (betina-jantan) sudah siap kawin. Lebih baik lagi kalau dikawinkan pada usia 3 bulan.

Masa-masa berahi (mau kawin)

Hamster Jantan. Sejauh yang gue liat, kayaknya hamster jantan selalu dalam keadaan siap kawin. Adalagi kondisi unik yaitu ketika hamster jantan seperti berusaha mneggaruk tubuhnya ke benda-benda yang ada di dalam kandang, bahkan ke dinding kandang. Ini bukannya lagi garuk kutu, tapi dia lagi menandai wilayah kekuasaan dengan menempelkan baunya yang dihasilkan kelenjar penghasil bau di depan kaki belakangnya.  Secara fisik, hamster jantan akan kelihatan lebih kecil dan ramping ketimbang betinanya. Dan menariknya, dua biji (testis) mereka yang ekstra besar itu, sering dipake buat bantal sama pemiliknya kalo lagi tidur (wakakakakakaka).


Nah sekarang percaya kan kalo biji hamster bisa dipake buat bantal sama doi.

Hamster Betina. Hamster betina ketika mau kawin juga mengeluarkan aroma yang khas, dan kedua, tampak lebih kalem, ketika dipegang / ditekan bagian atas ekornya, serta merta dia memasang posisi siap dikawin (lihat foto). Secara fisik, hamster betina memiliki tubuh lebih besar ketimbang pejantannya.


Dikelitikin sedikit langsung memasang posisi kawin.<foto>

Proses Perkawinan

Proses perkawinan hamster bisa terjadi semalam penuh, umumnya dari sore hingga pagi. Diselingi makan-minum dan beberapa kali tidur. Demi jelasnya, mari kita lihat foto dan video dibawah ini:

<video>

Masa Hamil

Seperti sudah diutarakan sebelumnya, hamster jenis syirian hamil selama 15-21 hari. Tanda-tanda dia akan melahirkan biasanya si betina akan gelisah mondar-mandir berusaha kabur dari kandang. Hamster pada umumnya seringkali berusaha kabur, tapi untuk hamster yang ingin melahirkan, usaha kabur ini (gelisah) bisa berlangsung semalaman. Dan bila ada pejantan di kandang itu, dia akan berusaha menyerang si jantan. Selama ini hamster-hamster gue biasanya lahir mulai dari menjelang subuh sampai siang hari.

Dari hasil pengamatan gue, pada 2-3 hari menjelang melahirkan, perut hamster betina akan membesar lebih daripada normal. Buat pemula kadang petunjuk ini suka menipu, maksudnya hamster pada saat biasa terkadang bisa terlihat lebih gemuk, itu biasanya sewaktu dia dalam posisi makan sambil duduk atau membersihkan diri sambil duduk. Ada yang bilang bentuk tubuhnya akan kelihatan seperti lampu bohlam ketika kita angkat si hamster dengan dua jari (seperti megang leher botol) dan mengangkatnya pada bagian bawah lengan depannya.

Begitu kita lihat tanda-tanda / menurut hitungan tanggal si betina akan melahirkan, segera bersihkan kandangnya apabila terlihat kotor, dan penuhin makanan serta minumannya, sebab dalam beberapa hari ke depan diharapkan kita tidak mengutak-atik kandangnya. Karena kondisi lingkungan yang kotor dapat mempengaruhi kesehatan bayi hamster. Trust me on this, gue dah ngalamin anak hamster umur hampir 2 minggu mati satu persatu tanpa sebab jelas, yang jelas adalah kandangnya kotor. Dan tentu saja, segera pisahkan pejantannya. Hamster syirian bukanlah jenis yang bisa disatukan jantan dan betina ketika sedang ada bayi.

Kandang yang kotor juga dapat menyebabkan semacam penyakit katarak pada mata hamster.

Kalau mau hamster yang lebih mesra dan kooperatif antara pejantan-betina dalam mengurus bayi, Anda harusnya pelihara hamster dwarf dari jenis campbell atau winter. Gue dah liat sendiri bagaimana hamster dwarf campbell bergantian mengurus anaknya. Bahkan ketika anak hamster syirian yang gak diurus induknya gue kasih ke pasangan itu. Sang induk Campbell langsung memungut anak hamster syirian itu, membawanya ke tempat anak-anaknya, dibersihin dan diperlakuin kayak anak sendiri. Begitu anak syirian lain gue kasih ke induk syirian yang lain, begitu mendarat langsung tu bayi dimakan.


Seekor induk hamster campbell tengah merawat (membersihkan)
anak hamster syirian yang gue masukin ke kandangnya.


Beda dengan induk hamster syrian ini, begitu ada anak asing baunya, langsung dimakan.

Masa Melahirkan

Begitu sudah terlihat dia melahirkan satu ekor anak, biarkan dia dan jangan diganggu. Bahkan selama 3-4 hari, biarkan saja, jangan sekali-kali mengutak-atik kondisi dalam kandangnya. Apalagi kalau yang sedang lahiran adalah hamster yang pertama kali mengalami proses melahirkan. Dia akan gampang sekali stress. Dan apabila ada gangguan pada kandangnya, dia bisa memakan anak-anaknya (dengan tujuan melindungi).


Proses melahirkan yang menyakitkan dan melelahkan.
Pada gambar diatas, induk hamster ini selalu berpindah tempat tiap kali dia melahirkan seekor anaknya.

Juga ketika melahirkan ini, anak-anaknya akan terlihat berserakan disekeliling kandang. Dan kita temuin sang induk lagi tidur dipojokan. Kenapa posisi anaknya acak-acakan? Karena ketika tiap satu anak keluar, sang induk (terutama yang pertama kali melahirkan) akan berpindah tempat dan melahirkan di tempat lain. Kadang kalau lahirnya siang, sampai malam kita lihat masih berserakan. Biarin aja, jangan coba-coba dipindahin, karena begitu baunya beda, matilah tu anak. Lagipula, bayi hamster yang baru lahir masih bawa persediaan makanan di pusarnya, yang cukup untuk 2 harian (kalo gak salah inget). Dari pengalaman gue, malemnya anaknya masih berserakan, pas pagi udah rapih semuanya disusuin sama induknya.


Acak-acakan, seperti induk pemula pada foto ini.


Masih ada persediaan makan alami, lihat bagian ‘pusar’-nya.

Selama 1-2 hari ke depan, sang induk akan terlihat jarang menyentuh makanan dan minuman, biarin aja, gak usah panik, itu wajar, gak perlu menggeser makanan ke dekat sang induk (I’ve done this). Bahkan setelah 2 hari itu, kebanyakan yang dilakukan sang induk adalah menimbun makanan di tempat tertentu. Biasanya nggak jauh dari tempat dia ‘mengerami’ anak-anaknya, jadi sambil nyusuin anak si induk juga bisa sambil makan. Sang induk akan kelihatan lahap makan lagi begitu anak-anaknya sudah berusia lebih dari satu minggu. Setelah umur anaknya lebih dari 10 hari, si induk baru meminta waktu lebih untuk sendiri. Ya mulai lari-larian di roda lagi, bahkan gak jarang di tengah tidur sambil nyusuin anaknya, dia bangun, pindah tempat (anaknya berceceran dijalan) dan begitu aja tidur sendirian di pojok.

Induk hamster akan menentukan berapa anakan yang sanggup dia rawat. Dia akan memakan mulai dari anak dengan kondisi terlemah, dan menyisakan sebagian yang dia ‘sanggupi’ untuk dirawat.


Ini jumlah awal dari anak-anaknya. Bisa terlihat mana yang sehat dan yang kurang sehat (dari ukuran badan sudah nggak seimbang)


Ini jumlah yang diputuskan untuk tetap dirawat oleh induknya (hanya tiga).

Induk yang pertama kali melahirkan belum mahir menyusui. Seringkali ketika anaknya menyusu dia merasa geli dan menggaruk sekitar putting susu yang lagi dihisap si anak, hingga anaknya pun ketendang. Juga dia belum pandai mengatur posisi tubuh, sehingga seringkali tidak semua anak kebagian tempat untuk menyusu (ini juga yang menyebabkan tingkat kematian anak tinggi pada induk pemula). Tapi beda dengan induk yang sudah 2-3 kali melahirkan, gue dah liat bagaimana dengan apiknya dia mengatur agar 11 anak bisa menyusu berbarengan!


Induk yang sudah berpengalaman (ini adalah melahirkan yang ketiga kalinya).


Gaya apapun jadi.

Anak-anak hamster akan keliatan seperti sedang ditindih induknya. Jangan khawatir , itu sebetulnya sedang dihangatkan oleh induknya. Dan dibawah situ mereka sedang asik nyusu. Jangan pegang anak-anak hamster sampai mereka berumur 3 minggu ke atas.


umur 3 mingguan, siap jadi biang rusuh di kandang.


(in memoriam) Keluarga hamster yang habis dimakan kucing :

 

Dua keluarga hamster yang bertahan sampai saat ini:


Ki-ka : Keluarga 1 (anak betina, induk, anak jantan), Keluarga 2 (induk, anak betina)


Ki-ka : Anak (betina), induk


Ki-ka : Anak (betina), anak (jantan), induk


 

Selamat malam semuanya…. selamat tidur…

Tidak Ada Ide yang Benar-benar Baru

Membaca posting sodara fahdi yang berjudul Ide, saya teringat waktu bicara pada rapat internal Xinix, mengenai ide. Juga teringat waktu mengikuti sebuah mata kuliah di jurusan Interior mengenai gaya-gaya desain dan ide kreatif. Teman saya itu mengatakan bahwa pastinya idenya tidak brilian, dan pasti sudah ada orang lain yang memikirkan ide tersebut entah di belahan dunia mana. Itu tepat seperti yang saya pikirkan ketika menghadapi sebuah ide yang terlintas. Ya lebih tepatnya lagi, setelah saya memikirkan/membayangkan implementasi dari ide tersebut, baru saya tilik dan saya asumsikan ada yang sudah kepikiran ide tersebut.

Yang kemudian saya lakukan setelah itu adalah sedikit riset (mostly through the internet) untuk mencari apakah ada yang sudah mengimplementasikan ide tersebut. Kalau sudah ada, apa yang bisa saya perbuat dari situ? Meninggalkan ‘ide yang saya miliki’ dan lebur pada implementasi yang sudah dilakukan orang lain. Atau membuat sesuatu yang baru kalau ternyata implementasi orang lain itu tidak seperti yang saya inginkan. Itu yang biasa saya lakukan.

Ide memang tidak pernah ada yang betul-betul baru, yang ada adalah pengembangan-pengembangan atau antithesis dari ide sebelumnya. Tantangan dan kebutuhan manusia terus berkembang, dan seiring dengan itu solusi-solusi lama (baca; ide) tentang cara manusia menghadapinya pun segera menjadi tidak relevan lagi. Maka dari itu mereka berinovasi berdasarkan kriteria-kriteria baru dari solusi yang lama.

Begitu Sebuah Ide Digulirkan…

Segala ide akan terasa sederhana dan mudah, ketika masih berada di dalam kepala kita. Sekali ide itu diutarakan kepada orang lain, apalagi itu suatu kumpulan orang-orang banyak, dia akan berkembang liar diluar kendali kita. Kepada para penggagas, ada baiknya kita pahami hal ini. Supaya tidak terkaget-kaget dan parahnya mundur langkah alias surut ke belakang.

Sudah beberapa waktu ini saya membiasakan diri saya untuk menjalankan bersit ide yang ada di kepala. Semua itu demi ketajaman dan kepekaan saya akan ide. Mana ide sampah dan mana ide yang ok. Tapi kita tidak akan membicarakan itu, kita akan bicarakan mengenai sifat ide begitu digulirkan, diungkapkan, dijalani.

Pada tahun ‘99, ketika saya dilantik menjadi ketua teater di SMA, saya memiliki ide untuk memberi bentuk baru kepada teater SMA itu (yang waktu itu menurut saya terlalu lembek), dengan bentuk teater yang saya ikuti ketika SMP di Jakarta. Malam begitu saya dilantik, saya diberi kesempatan memimpin latihan malam itu sambil ditonton senior teater yang lama. Itulah pertama kali saya ungkapkan dan implementasikan ide tentang ‘teater yang keras’ pada teater SMA saya, tidak kurang 2 orang kena timpuk sendal oleh saya malam itu.

Tapi itu sekedar ide saya, respons dari orang-orang yang saya paparkan ide tersebut berbeda, mulai dari senior yang sudah tidak jadi pengurus sampai ke teman-teman anggota teater semua bereaksi berbeda. Dan sadar atau tidak mereka mengajukan kontra-ide, sehingga terjadilah negosiasi-negosiasi yang melahirkan bentuk teater yang sama sekali beda dari yang ingin saya terapkan.

Pada tahun ‘99 juga, saya dan beberapa orang kawan, dibantu bimbingan beberapa guru, mendirikan sebuah klub ‘pencinta alam’ dalam format yang jauh berbeda dengan organisasi pencinta alam pada umumnya. Tanpa diksar (pendidikan dasar), tanpa keharusan pengembaraan/pendakian, dan terutama tanpa konsep senioritas yang sangat kami benci. Kami pun menolak sebutan PA (pencinta alam), kami lebih suka menyebut diri Tim Petualang, jadilah Mothahari Adventure Team.

Waktu berjalan, kepengurusan berganti. Hanya melalui 2 pergantian kepengurusan, konsep tersebut telah berkembang jauh dari konsep awal. Mulai ada diksar, tapi dengan ‘format MAT’. Kemudian entah pada angkatan ke-5 atau ke-7, saya menemukan anggota MAT aktif pada cium tangan kepada para senior MAT, kalau ketemu atau mau pulang, atau setidaknya membungkuk hormat pada mereka.

Pada tahun 2002 waktu kuliah di jurusan teater, saya mengungkapkan ide (yang saya ambil dari pengalaman di jogja), untuk meramaikan jalanan bandung dengan seni. Yaitu dengan menggelar pertunjukan dadakan pada malam hari di pinggir jalan. Entah itu mau baca puisi, monolog, latihan teater, dan yang terpenting, tanpa mempedulikan apa ada penontonnya atau tidak. Dan di lapangan terjadilah improvisasi-improvisasi dari konsep awal itu, pelaksanannya di pinggir lapangan gasibu tepat di seberang gedung sate Bandung. Trotoar dihiasi puluhan lilin, ada seni modern semacam break dance ikut tampil disitu, penonton boleh ikut mengekspresikan dirinya (ikut tampil; walau rekor kita cuma ditonton oleh 2 orang).

Akhir-akhir ini, pada awal 2011, saya mengajukan ide membuat komunitas/klub Zippo Indonesia kepada beberapa hobiis Zippo lainnya. Mereka sepakat untuk membentuk komunitas itu dan mulai membangunnya. Pada satu bulan pertama saja sudah banyak perubahan dari konsep awal yang diajukan dan disepakati bersama.

Hakikat ide adalah berkembang, dinamis. Apalagi ketika ide itu menyentuh kepala-kepala yang berlainan, yang juga memiliki ide (gambaran) tersendiri mengenai ide yang mereka terima. Ketika sekumpulan orang menerima ide dasar akan sesuatu, mereka akan berusaha sebaik mungkin mengembangkan ide tersebut, bahkan mungkin ada yang berusaha mengakuisisinya. Saat itulah dinamika perkembangan ide terjadi, saat itulah ide -bagi si penggagasnya- menjadi seorang anak yang dilepas ke alam bebas.

Saya sangat menikmati perdebatan mengenai pengembangan sebuah ide, karena bagi saya, konflik tersebut merupakan sebuah indikator penting bahwa orang-orang punya rasa memiliki atas ide tersebut, dan juga indikator bahwa ide itu akan terus berkembang mencapai kematangan.

Dan dari perjalanan itu, saya juga menemui orang-orang yang kelewat lekat dengan kondisi saat awal mula sebuah ide diwujudkan. Sehingga seiring waktu berjalan, dan ide tersebut perlahan-lahan berkembang, dia tidak menerimanya dan mengasingkan diri dari ide tersebut (tepatnya orang yang menjalankannya). Dan dari situ juga saya belajar memang ada pokok-pokok ide yang tidak boleh berubah, kecuali dia memang hendak ditransformasikan ke dalam bentuk ide yang (hampir) sepenuhnya baru, sebuah antithesis dari ide sebelumnya. Itu bentuk transformasi ide yang lebih jauh lagi, dia berubah ke bentuk yang baru. Saat itulah (dari ide sebelumnya), lahir sebuah ide yang sering kita bilang ‘baru’.

Bagaimana Membuat .iso Image di Windows 7

ISO image (International Organization for Standardization) merupakan sebuah arsip file yang berisikan kumpulan files berikut informasi filesystem seperti boot code. Gampangnya ISO adalah salinan (backup) cd/dvd dalam satu file saja. Dengan menyalin cd/dvd dalam bentuk ISO image, selain memudahkan pengarsipan, kita juga seolah menyimpan kondisi CD/DVD dengan segala file dan fungsi tambahannya (bootable misalnya). Mengapa kita butu iso image? Kita butuh untuk membackup dvd OS atau software-software penting dan original kita misalnya.

Ok lanjut ke teknis. Untuk mewujudkan keinginan kita ini secara gratis dan legal, kita akan menggunakan sebuah software bernama CDBurnerXP. Software gratis dengan kemampuan software berbayar. Kita hanya akan fokus pada fitur copy cd/dvd.

Ada dua cara membuat ISO image menggunakan CDBurnerXP; pertama melalui fitur ‘copy cd’, kedua melalui fitur burn kompilasi (create datadisc).

Melalui metoda Copy or Grab Disc (membuat iso image dari cd / dvd):

  1. Download aplikasi cdBurnerXP disini:
  2. Install pada komputer Anda, dan kemudian jalankan.
  3. Ini merupakan tampilan depannya.
  4. Double-click pada menu Copy or grab disc.

  5. Pada tab ‘Copy Options’ pilih ‘Hard Disc’, rubah filetype menjadi ‘ISO (single track)’,  dan berikan nama file untuk ISO image yang akan dibuat dengan mengklik tombol ‘…’ (titik-titik).
  6. Dari situ akan terbuka jendela pemberian nama file. Masukan nama file ISO yang Anda inginkan dan klik ‘save’
  7. Setelah semuanya ter seting seperti pada gambar di bawah ini, Klik tombol ‘Copy disc’
  8. Ini gambar ketika proses copy cd berlangsung.
  9. Dan apabila copy disc berhasil, maka akan muncul dialog box baru menyatakan proses sudah selesai.
  10. Inilah dia sederetan hasil backupnya Smile

NOTES: Apabila CD yang akan Anda copy dalam keadaan rusak, kemungkinan besar proses pengkopian akan gagal.

Melalui metoda Create Data Disc (membuat iso image dari file yang ada di hard disk):

  1. Buka aplikasinya dan pilih “Data Disc”
  2. Pilih file yang akan dikompilasi, kemudian klik tombol ‘Add’ atau drag ke area dibawah daftar file.
  3. Klik menu “Files > Save compilation as ISO file..”
  4. Berikan nama file ISO seperti yang Anda inginkan.
  5. Begitu di klik save, proses kompilasi menjadi file iso pun berjalan.
  6. And we’re done! Smile plok plok plok….

 

***Keterangan di wikipedia mengenai ISO image: http://en.wikipedia.org/wiki/Iso_image.
***File ISO image ini bisa di burn-ulang ke cd / dvd melalui CDBurnerXP juga.
***File ISO image ini bisa langsung dibuka di komputer menggunakan aplikasi virtual disc. Untuk Windows 7 salah satu yang gratis dan selama ini saya gunakan adalah : Virtual Clone Drive

Finally, the Backup Completed Sucksesfully…

And so the story goes…

Akhirnya, backup selesai, dengan sangat smooth setelah gue posting artikel sebelum ini (cloning my hard drive). Mungkin Tuhan menganggap gue sudah pantas untuk melakukan backup di windows 7, jadinya digampangin (jiah, bawa-bawa tuhan).

Jadi setelah gue posting itu artikel, dan seusai baca manual di sevenforum.c0m, ini langkah-langkah yang gue lakukan.

  1. Membuat  backup langsung ke hardisk eksternal (56 GB, about 1 hour).
  2. Mematikan komputer.
  3. Cabut hd 1, hd 2 dijadiin master. Memastikan HD eksternal sudah tercolok sebelum PC dinyalakan.
  4. Nyalain komputer, F12 untuk pilih menu boot, booting dari cd rom (windows repair disk).
  5. Pilih layout keyboard, ikutin wizardnya, dan backup pun berjalan lancar sampai minta restart.
  6. Windows dinyalakan, dan berhasil sudah gue meng-klon isi sistem lama ke HD baru.

Walau begitu, karena yang gue recovery itu hanya drive C aja, sedangkan di hd 1 itu ada drive C dan D. Maka begitu masuk ke OS di hard disk baru itu ada beberapa shortcut / alamat file dan direktori yang mengarah ke drive D yang hilang. Jadi gue cukup mengkopi file-file dari drive D lama ke drive D baru.

Selain itu, begitu hd 1 gue colok lagi sebagai slave, dan windows nyala. Ternyata hd 1 tidak termount, dikarenakan ada konflik properties C-nya hd 1 dan C-nya hd 2 (yang baru). Gue coba change letter drive pake easeus partition, ternyata gak bisa, karena kondisi hd 1 offline dan begitu mau di online-kan bentrok sama hard disk yang lagi online.

Akhirnya gue restart, masuk ke repair disk lagi dan pake fungsi DISKPART-nya windows untuk ngaktifin automount. Setelah itu, restart masuk ke windows lagi dan tinggal ganti-ganti drive letter hd 1 menjadi E dan F.

Dan ada satu hal aneh lagi, tiba-tiba saja Norton 360 bilang bahwa virus definition-nya hilang! Jadi harus update lagi dari nol. Wekekekeke, aneh.

Beberapa catatan kecil soal menggunakan Windows System Image Backup:

  1. Jangan sembarangan merubah nama folder tempat system image backup disimpan, kecuali kita mau nyimpan lebih dari satu system image.
  2. Jangan sembarangan memindahkan backup image direktori.
    Jadi kalau mau restore system image dari hard disk eksternal, ya backuplah ke hard disk eksternal dari awal. Jangan backup ke hardisk internal terus di copy paste ke hard disk eksternal, it won’t work. Gue gak yakin apa sebabnya.

    Sepertinya Windows mencatat path/alamat file backupnya, jadi kalo dipindahin ya keder dia. Selain itu di wizard restore imagenya, gak ada tuh tombol semacam ‘browse system image’ yang memungkinkan kita menunjukkan dimana si file backup berada. Auto-detect lah ceritanya.

  3. Ada baiknya baca manualnya dulu, terutama dari link yang gue kasih di artikel sebelum ini.
  4. SANGAT DISARANKAN untuk membuat system image backup ini, begitu Anda selesai menginstall windows.
    Atau bisa juga setelah Anda selesai menginstall-install ‘software-software wajib’ Anda (seperti MS word … etc.). Jadi kalo ke depannya terjadi sesuatu dengan sistem Windows Anda, tinggal recovery ke kondisi sistem ketika image itu dibuat.

Cloning my Hard Drive

Hufff, duhhh, beberapa hari dipusingin sama desktop PC, mau clone HD malah jadi muter2, ini gak tau socket SATA motherboard-nya kendor apa gimana, heran.

Jadi setelah sekian lama menggunakan hardisk 2nd yang sering dilanda mati lampu mendadak, gue mulai merasa performance PC mulai turun. Setelah mempertimbangkan ini-itu, gue pun beli UPS dan satu buah hardisk baru sebesar hardisk sebelumnya (500 GB).

Gue mau jadiin itu hardisk baru sebagai ‘tuan tanah’ (master), dan hardisk lama sebagai ‘budak’ (slave). Untuk itu gue mesti clone HD lama ke HD baru. Gue belum pernah melakukan clone hardisk sebelumnya, jadi butuh beberapa waktu untuk cari tahu. Re temen gue yang pernah clone HD menyarankan pake norton ghost portable, tanpa memberi link atau saran akan versi tertentu.

Dibantu lambatnya speed spidi, gue pun coba download Norton Ghost versi 14 dari indowebster (karena yang versi 15 kebanyakan dari host luar). Setelah 2 jam menanti, gue install tuh Nghost 14, dan langsung disambut dialog box bahwa aplikasi itu gak kompatibel dengan Win 7, tapi gue pake aja terus. Gue ‘Copy My Hard Drive’. Selesai, restart, gak mau booting itu hardisk yang baru diclone. Malah mengalami beberapa kali gagal booting.

Sampe akhirnya gue bertemu Windows System Image Backup, gue pake itu dan beberapa kali gagal juga. Jadi gini:

  1. Gue punya 2 HD. hardisk lama ( hd 1), hardisk baru (hd 2).
  2. Gue bikin image backup di hd 2, terus shutdown.
  3. Gue copot hd 1, dan cuma colok hd 2, nyalain, boot ke dvd instalasi 7. Ternyata harus bikin rescue disk sendiri, gak bisa pake cd instalasi. Matiin lagi.
  4. Gue colok lagi hd 1, booting. Bikin rescue disk. Shutdown lagi.
  5. Gue copot hd 1, nyalain, masuk ke rescue disk. Ikutin wizardnya restore backup, dan berakhir dengan pesan: “Backup tidak dapat dilakukan, karena file image berada pada hardisk yang akan direstore.” KAMPRET.
  6. Gue matiin, nyalain, backup ke hd 1. (nunggu 1 jam an). Shutdown.
  7. Nyalain kompie dengan 2 hardisk tercolok. Masuk ke boot rescue disk. Ikutin wizard sampe akhirnya kedetek itu imagenya dan siap untuk direcovery. Tapi muncul pertanyaan: “Ini bakal nimpa kemana????” UASU! Langsung gue shutdown lagi.
  8. Nyalain, backup ke HD eksternal (WD mybook). Matiin, cabut hd 1, nyalain, masuk lagi ke rescue disk, kali ini gak ada backup image ke detek……..

Dan kepusingan itu masih berlanjut sampe sekarang….. ini lagi coba cara lain…. baru dapet manual dari :

  1. http://www.sevenforums.com/tutorials/675-system-image-recovery.html?filter
  2. http://www.sevenforums.com/backup-restore/147157-win-7-image-restore.html
  3. http://www.sevenforums.com/backup-restore/39023-using-system-image-new-hard-disk.html
  4. http://www.sevenforums.com/backup-restore/130186-create-system-image-restore-new-hard-drive.html

 

****ini posting buat pengguna win 7. Linux, mac dan sebangsanya mungkin punya fitur lebih canggih.

UPDATE : hasil akhir effort clone hard disk ini beserta kesimpulan-kesimpulannya ada di posting Finally the Backup Completed Sucksesfully.