Category Archives: Blog

Note From Upgrading WordPress below 2.7 to 2.7.x

Buat kawan-kawan yang ngupgrade wordpress dari versi di bawah 2.7 ke 2.7 ke atas, harap catat beberapa hal penting supaya hasil upgrade berjalan dengan baik. 2 hal aja sih:

  1. Disable plugin WordPress Automatic Upgrade. Karena fitur ini sudah termasuk didalam core 2.7.x. Kalau nggak di disable, maka you orang bakal nggak bisa ngupgrade dari versi 2.7 ke versi-versi berikutnya. Kedua, you bakal gak bisa pake itu yang namanya fitur (ciamik) install plugin dari admin panel (tanpa perlu download terlebih dulu dari situs wordpress.org). Dijamin you bakal ketemu error ini:
    Fatal error: Cannot redeclare pclziputilpathreduction() (previously declared in…blahblahblah..
    **keterangan lengkap baca
    disini.
  2. Disable plugin yang berfungsi untuk membuat drop down menu di admin panel. Seperti Ozh’ Admin Drop Down Menu, Lighter Menus, atau you gak bakal pernah ngeliat yang namanya menu bar di admin panel WP 2.7.x. Gue ngalamin sendiri, ketika baru pertama kali upgrade, kok menunya gak ada sama sekali, rupanya Lighter Menu menyembunyikan itu semua.

Ok, itu yang sejauh gue tau. Semoga membantu.

What The Doors Means To Me

I’ll try to follow Fahdi‘s trail, to write in english.

I forgot exactly when the first time my ears met The Doors music. But I do remember when it first amaze me. It was on the poetry reading event at Dago Tea House. Some old artist open up his show, with high volume ‘Break on Through (to the other side)’, it shocks me. Plus, the gimmick of the show is that artist breaking an imitative door in flame by running through it. Waaah, my body is trembling with excitement. From the beginning to the end, my eyes wide open, my ears gone focusing on the song’s ambience.

The Doors’s songs was …. ahhh taek lah, susah! Ok, bahasa Indonesia lagi.

Lagu-lagu The Doors dapat membangkitkan minat untuk mabok, don’t know why, can’t explain it. Tebakan gue begini: lagu yang dibikin orang mabok, puyeng, bakal cocok didenger dikuping orang mabok dan frustasi. Nggak gampang mengakrabkan musik The Doors ke telinga. Bahkan sekalipun lo coba sambil mabok dengerinnya, kalo pertama kali, pasti masih asing dan pusing (iyalah, mabok namanya juga). Nampaknya ada satu komponen internal yang mesti dimiliki seseorang, pengalaman empirik yang mungkin ikut melandasi terciptanya lagu-lagu itu; anger, rasa marah. Bukan marah biasa, tapi kemarahan yang masuk ke dalam ruang muak. Keadaan dimana seseorang telah berada di ujung kapasitasnya, dan masih dipaksa, bahkan didorong oleh banyak tangan tak terlihat, untuk terus, hingga sepertinya sudah tidak ada pijakan lagi. Sehingga tinggal rasa marah itu yang jadi pijakannya, sampai memasuki area ketidakpedulian dan antipati sosial. Pada titik itu, maka rasa marah akan menjadi energi potensial, begitu lagu-lagu The Doors diputar ia akan membalut energi potensial marah menuju racikan estetis yang gelap dan membius, you’ll do things beyond your imagination, you’ll think, you’ll move, you’ll act, you’ll say words over your edges, from the otherside of yourself, tanpa perlu mabok ataupun ngobat. It’s a drugless ecstasy.

Break on through, to the otherside..
Break on through, to the otherside..
Break on through, to the otherside..

SLumdog Millionaire

SLUMDOG MILLIONAIRE, Film yang menceritakan anak jalanan korban kekerasan antar agama jadi kaya karena ikut kuis Who Wants To Be Millionaire. Jalan ceritanya menarik, dan yang terpenting; cara berceritanya pun menarik. Setting waktu film terjadi dalam 2 hari, tapi juga ada plot bolak-balik sehingga dalam waktu 2 hari itu terceritakan perjalanan si anak dari kecil sampe remaja (hari itu). Disayangkan terakhirnya Hollywood banget, kissing, ciuman (ngehe ye). Tapi ada dua ciuman yang terjadi, yang pertama ketika si cowok nyium sayatan luka di pipi si perempuan, yang langsung kita dikasih gambar semua adegan penderitaan di-rewind –teknik film purba, tapi hasil dramatik filmnya tercapai-, yang satu lagi jenis tai kucing (lips, oh man kenapa adegan tukeran ludah selalu jadi puncak dari perjuangan para tokoh film hollywood).

Gue nonton dengan mengernyitkan alis, merasa simpati, kasihan, kesal, tegang, sedikit terpancing gairah (juuuuust a littttle), tertawa terbahak-bahak, sampai akhirnya teringat sebab gue beli dan nonton film ini: Aves, waktu ketemu kemaren, di sela-sela omongan gue, sempat merekomendasikan film ini dengan berapi-api. Memang biasa terjadi antara gue dan dia, apabila ada omongan yang mengingatkan atau berkorelasi dengan satu film tertentu, siapa pun diantara kita bakal ngerekomendasiin sesuatu (lo tonton ini deh, lo baca itu deh, liat situs ini deh, etc…). Dan selesai dari nonton film ini gue menoleh ke bini gue yang lagi ngetik laporan keuangan: “Jadi apa maksudnya si Aves nyuruh papa nonton film ini? Terus, papa lagi ngomong apa ya sampe dia rekomend film ini….” Bini gue cuma bengong. Gue bilang sambil ketawa, “Ah sarap nih…”

Eric’s Movie Database

Buat para pencinta film, tentu ingin men-data koleksinya sehingga lebih rapih, mudah dicari, gampang dilacak kalau dipinjem orang. Sekitar taun 2006 gue pernah cari-cari software (terutama yang gratis dong) yang bisa menuhin kebutuhan ini. Dan nggak nemuin software yang diinginkan. So I stop searching and start making my own, unfortunately, written under php. Gue memimpikan bisa nemuin software yang kita sebagai kolektor cuma perlu masukin judul film dan detailnya diambil dari situs www.imdb.com, tapi waktu itu gak nemuin, ada juga kita mesti masukin detailnya sendiri (emangnya gue tukang rental!).

Sampai setelah sekian lama lupa bulan kemaren justru tanpa sengaja nemuin satu posting mengenai Top 10 aplikasi manajemen koleksi. Bertemulah gue dengan EMDB – Eric’s Movie Database. Dan spesifikasinya tepat seperti yang gue idamkan; it manage movies collection, we just need to enter the title and fetch the details from IMDB.com, it allow movie loans records, and it’s bloody FREE!! Hehehehehe.

This is the picture of add collection form (just enter the title and press enter to get the data from IMDB.com):

Download it here :

Monty Phyton’s The Meaning of Life

MONTY PHYTON, gue nemuin film-film dari grup komedi ini secara gak sengaja. Katanya mereka punya serial tv yang sukses sejak taun 70-74, dan setelah itu bikin film.

Salah satunya film ini : Monty Phyton’s The Meaning of Life. Film yang disajikan dengan cukup unik. Bahkan sepengetahuan gue, penyajiannya mirip konsep teater populer di Indonesia tahun 50-an ke bawah. Ada pembukaan, dibagi dalam babak-babak, diiringi sedikit nyanyian dan tarian, dan di tengah-tengah ada pertunjukan selingan untuk istirahat.

Penyajian film ini dibagi ke dalam bab, kayak buku. Bab kelahiran sampai kematian. Berikut resensi filmnya dalam bentuk gambar (keterangan gambar, coba letakkan mouse anda diatas gambar) :

 

 

The Crimson Permanent Assurance

 Judul yang bikin orang ngerasa salah nonton film Para akuntan yang dipaksa kerja keras seolah seperti ini mereka memberontak jadi bajak laut kompleks ekonomi yang subur beginihancur lebur setelah mereka serang

Opening Song

animasi dan lagu yang riang tapi dalem

Part I : The Miracle of Birth.

 stupid doctors terlalu banyak anak, karena agama melarangnya pake kontrasepsi. Dan berniat menjual semua anaknya ke lab eksperimen ilmiahsemuanya anak2 itu nyanyi lagu itu.

Part II: Growth and Learning

penerapan dogma-dogmapertandingan rugby anak sd lawan sma, dan guru2nya masih belain yang sma  pelajaran seks live

Part III : Fighting Each Other

Prajurit yang maksa komandannya nerima hadiah di medan pertempuran, karena khawatir nggak bisa ketemu lagi.Penjelasan mengapa tentara mesti adakomandan inggris yang santai sementara prajuritnya bertempur dengan suku Zulu   demokrasi di ketentaraan inggris

THE MIDDLE OF FILM –

Kuis gak jelas di tengah film. yang naratornya menyuruh audience bioskop untuk nyari ikan yang tersembunyi, dan kalau nemuin diminta untuk teriak yang keras biar satu bioskop denger.

it's surrealist, love it!

Part IV : Middle Age

pasangan paruh bayaKafe yang menu-nya tema obrolan

Part V : Live Organs Transplants

cara yang sarap untuk mengambil organ seseorangpenjelasan tentang alam semesta

Gangguan gak jelas

gangguan gak jelas dari adegan Crimson Permanent Insurrance

Part VI : The Autumn Years

a nice song in a luxurious cafeorang yang kelewat gemuk yang selalu muntah dan makan  si gendut yang akhirnya meledakYou have to please everyone, so I became waitress memilih cara mati: dikejar segerombolan cewek telanjang dada

Part VI b : The Meaning of Life

sang kematian sang kematian berkunjungresepsionis surga pertunjukan aneh di surga (again, surrealist)

End of The Film

akhir film yang kasaroh, flying tivi!

Gak nyesel download (*cough* projectw.org..*) film sebesar 700 MB ini :D. Sekarang lagi cari seri Monty Phyton and The Holy Grails (wikipeedia indo).

Review lain Monty Phyton and The Holy Grails.

Sick of it All

Bagaimana seseorang bisa menulis puisi, apabila ia merasa puisi itu memuakkan. Bagaimana seseorang bisa menulis puisi, apabila ia merasa itu semua percuma. Puisi hanyalah sebaris kata-kata, yang chairil anwar memperjuangkannya agar ia dipilih dengan sadar sepenuh-intelektualitas-penyair seseorang, tidak berdasarkan mood semata. Tapi lagi-lagi, bagaimana seseorang bisa menulis puisi apabila dianggapnya itu sia-sia, dan berakhir dengan perasaan ingin muntah.

Apa sebetulnya yang menyebabkan semua itu? Apakah karena harapan atau visi yang dituangkannnya itu telah ditulisnya berkali-kali, berkali-kali, berkali-kali sampai lecek, tanpa masalah itu sendiri terselesaikan. Jelas masalah itu hanya selesai dengan perbuatan nyata. Dan tidak ada penyair yang dapat berkarya hanya dengan menghabiskan hidupnya di kamar, di tengah tumpukan buku-buku. Karya baru lahir dari pengalaman -baru atau lama-. Mungkin kebuntuan dalam penyelesaian secara nyata pun tidak dapat dicapai. Sehingga terdapat keletihan lahir dan batin. Bahkan mungkin pada akhirnya dia menganggap semuanya memuakkan. Tidak menulis, tidak berbuat, parahnya; bunuh diri.

Ada sebuah kutipan yang entah dari siapa, yang kurang lebih berbunyi "Saya berhenti menulis puisi 30 tahun yang lalu, ketika puisi mulai seperti sandi rahasia para alien yang merasa terancam." Jadi harus bagaimana? Memang ada jenis puisi yang dikatakan puisi diafaan puisi gelap, puisi yang benar-benar hanya dapat dimengerti oleh penulisnya sendiri (dan umum terjadi pada orang-orang yang baru belajar menulis puisi), tapi tetap yang namanya memahami puisi tak semudah memahami prosa. Kita harus mengenal simbol-simbol yang digunakan, peristiwa sejarah seputar puisi tersebut, bahkan sejarah penyairnya sendiri, tapi apakah maksud orang itu puisi harusnya menjadi cair seperti prosa? Pikiran singkat saya, orang itu pun mengalami kemuakan yang tak terkira, karena sadar bahwa puisi tak menyelesaikan apa pun. Puisi bukan apa-apa, hanya kata-kata yang dirangkai dalam rangka membuang waktu produktif.

Tapi ada seseorang juga yang berkata; "Orang biasa yang hidup 60 tahun, dia melihat 60 tahun matahari terbenam yang sama, tetapi seniman (atau orang yang memahami seni) yang hidup selama 60 tahun, dia akan melihat 60 tahun matahari terbenam yang berbeda-beda." Kurang lebih nya begitu. Puisi adalah seni. Merangkai puisi sama dengan merangkai rasa seni dalam diri, mendisiplinkannya ke dalam suatu ungkapan yang bernilai, sebuah usaha untuk membekukan sebuah momen dalam seni lisan. Penyair akan berusaha membekukan 60 tahun matahari terbenam yang berbeda-beda dalam puisinya. Setiap satu puisi yang dituliskannya, satu momen tertangkap, terpenjara, tersimpan, untuk suatu saat ketika dibutuhkan dapat dibuka dan dialami kembali. Untuk apa melihat ke belakang? Untuk menyiram kembali hati yang mungkin suatu ketika menjadi kering dan gersang, dengan keindahan yang pernah dialami, dengan kesedihan cantik yang pernah membuai, untuk mengalirkan kembali darah dalam jiwa yang kram. Bukan untuk kembali dalam kesedihan atau kegemilangan lama dan terjebak di masa lalu. Walau momen keindahan/kesedihan itu tak dapat hadir 100%, tapi cukup untuk memenuhi tugasnya; mengalirkan kembali energi empirik yang pernah berkuasa. Karena memang momen itu adalah suatu hal yang unik, yang tak mungkin terulang lagi. Waktu memposisikan kita untuk bergerak ke depan -mau atau tidak mau-.

Kemuakan menulis puisi, sama dengan memakan mie instan, kemudian kita muntah disitu, makan lagi disitu, muntah lagi disitu, makan lagi disitu, berulang-ulang, hingga muntahan dan mi instan udah gak jelas lagi bentuk warna dan rasanya. Bahkan mendengar kata ‘mi instan’ pun langsung muntah lagi.

Tapi hanya yang goblok terus makan dan muntah di satu mangkuk, dia harus cari alternatif…. Ah, ‘instan mi’ mungkin bisa.

Blog orang akhir-akhir ini

Begitu gue sempet ngisi blog ini lagi, tentu segera teringat blog teman-teman sekitar. Blog walk lah gue ke kanan-kiri. Sebab setau gue, terakhir gue kunjungi pun masih belum update-update juga. Gue kunjungi secara acak.

216c7e5ead46a7aa358f60c9f016fdc1avesena.netAves, ada dua tulisan baru. Bicara tentang mac berakting sebagai router, dan yang membuat tergetar adalah ‘confession tahunan’ dari yang bersangkutan. Tulisannya terasa jujur dan mengena, tidak banyak bertele-tele, jelas dan to the point. Juga pengakuan berakhirnya kebodohan dia dalam tidak menggunakan windows lagi untuk kerja di mesin Mac-nya yang sudah dua kali ganti. Beliau ini seperti saya, orang yang murtad dari mesin blog buatan sendiri dan beralih ke WordPress, cuma dia melakukannya lebih dulu dari gue. Alasan kami, ‘tak punya waktu untuk me-maintenance skrip buatan-tangan-sendiri-itu. Karena memang bikinnya di era jahiliyah pengetahuan dia akan php (kalo gue, sekarang pun masih).

cf8954f909af1b84085bbeba43c2ec93wordpress.com Gue berkunjung ke blog nya Fahdi. Manusia anggota baru klub hedon yang penampilanya mirip Bono dipaksa kerja kantoran ini isi blognya cukup bikin pusing, entah kenapa, ataukah karena terlalu ‘in’ dalam mengerjakan tesis-nya, tulisan blognya dalam bahasa inggeris dan bicara tentang freaking-njlimeting-about-inversion-with-all-the-details-and-i-don’t-even-understand-what-I-f*ckin-say-now. Bahkan dia nulis juga dalam bahasa yang gue tebak sebagai bahasa perancis, yang gue yakin kalo diverbalkan dengan lisan, pasti muka kita monyong-monyong kayak preman nyolot ngajak ribut. Tapi ada posting yang gue suka, yaitu Love is a Verb, isinya : and verb is defined as word that denotes an action. Juga asik baca tentang Paolo Maldini, membangkitkan gairah.

wordpress.com Gue berkunjung ke blog Anes, seperti biasa, bernuansa gelap-near-suicidal. Bahkan tulisannya pun masih bernada naratif abstrak, hanya Anes dan beberapa orang dekatnya yang mengerti about what-the-f*ck-he-means-with-"ribuan rasa kematian yang menjemput"-is. Hanya ada satu tulisan baru sejak tanggal 12 des 2008, dan perkembangan lainnya adalah ganti skin dari yang tadinya tema warna terang ke warna-warna suicidal. Yah just the way he used to be, so high and hard to reach, tapi justru itulah magic yang dia punya, kata lainnya; frrrreeeeeeeeeaaaaaaaaaakkkk hahahahahahahahahaha.

4dffd661668909cea039a59248208830wordpress.com Tak lupa blog Rai, NOTE: namanya "nyurian", adalah nyerempet-nyerempet nick dunia maya sekaligus blog gue "nyenius" (ngaku lo Re ;))). Postingannya rame, theme-nya ganti (jadi ikut gelap-near-suicidal), tapi kesan hasrat bunuh diri-nya agak terhapus oleh posting-posting bernada riang. Rai terhitung rajin posting, bahkan demi kontinuitas posting seringkali tu anak copy-paste dari milis (yang keliatannya dia ikut banyak banget). Kadang rancu mana yang tulisan dia mana yang bukan, tapi orang-orang deketnya bakal langsung tau kalo nemuin salah satu. Yang serunya, terkadang ada kejutan-kejutan dari kehidupan si Re sendiri. Seperti pengakuan ini, dan bahkan berita mutusin pacar pun dia tulis di situ, diantara himpitan tulisan-tulisan cabutan. Setidaknya, gue bisa tau bahwa setelah kejadian besar menimpa dia, Re mulai bangkit dan jalan lagi.

d2ff65d5ccc4b8acd0cdb7109b651332multiply.com Lulu, ni orang punya dua blog, yang satu isinya latian-latian foto dia, satu lagi isinya review film berikut blognya. telat sekali gue masuk ke situ. Karena terhitung sejak tanggal 4 Desember 2008, posting terakhirnya menyatakan bahwa dia pindah blog ke sini. Damn lu, kenapa juga lo pindah ke situ, gue pribadi paling males ngakses blog-blog multiply atopun blog frenster, entah kenapa yang ada di benak gue, "pasti lemot ngaksesnya". Isi blog lama nya berisi cerita keseharian dia, yang menurut doi gak penting, padahal gue enjoy aja nikmatin tulisan-tulisan itu. Setidak nya sebagai teman (yang sering dianggap sebagai anak kecil, sial!) gue tahu update terakhir keadaan dia, keseharian dia, dan benarnya dugaan-dugaan gue bahwa dia males, hahahahahahahahahaha.

sabilardie.com Blog Ardi masih juga belum update dari Juni 2008, entah apa karena memang setengah hati dari awalnya untuk mulai nulis blog, atau emang karena tuntutan profesi, hihihihi.

 

 

blog.de Blog Patkay lebih parah lagi, bapuk, dari 2007 masih blum update juga, mana bahasanya pake Jerman lagi, BTW, BURUAN PULANG KAMPUNG KAY! MAU PULUHAN TAUN DI JERMAN TETEP AJA GAK BISA JADI ‘INDO’.

Kenapa judulnya ‘Confession’?

Barusan gue ngunjungin blog adek gue, cukup terhenyak baca satu puisinya, membayangkan secuil pencapaian batin yang dia dapet ketika menulis puisi itu. Begini bunyinya:

Tidak ada sesudahnya

Tidak ada sebelumnya

Bayang samar yang ada

Tak ada cahaya

Tak ada gelap

Lebur semua

Tidak bercabang

Tidak tunggal

Menyeluruh adanya

Tidak tersembunyi

Tidak ditemukan

Semua jadi sama

Ya gelap ya terang

Ya hitam ya putih

Ya siang ya malam

Buta tapi melihat

Melihat tapi buta

Terpisah tapi terkumpul

Terkumpul tapi terpisah

Rasakan benci juga rasakan cinta

Rasakan cinta juga rasakan benci

Beda tapi sama

Sama tapi beda

Tak bisa terpisahkan

Tak bisa tersatukan

Tak pernah lengkap

Kemana perginya api lilin yang padam?

Selebihnya liat di : http://albatavi.wordpress.com/

Beragam Editor Aplikasi Desktop Untuk Blog; dari yang ‘terdekat’ hingga ‘terjauh’

Tepat setelah gue nulis tentang ‘blogging dengan LiveWriter’ secara nggak sengaja gue klik kanan di sebuah section dalam OneNote, terdapatlah menu ‘Blog This’,

blogthis

gue klik dan langsung ngebuka mikrosop office 2007. Damn! Ternyata office 2007 juga bisa buat nge-blog.

opice_blog

Gue jadi mikir, ngapain nginstall LiveWriter??? Tapi jadi kepikiran juga, lebih ngapain lagi nginstall beragam aplikasi blogging 3rd party lainnya yang gak jelas kredibilitas-nya, dah gitu menuh-menuhin hardisk juga. Udah ada yang deket, ngapain pake yang jauh. hehehehehe

Dan juga Aves ngasih link yang bagus untuk masalah blogging menggunakan aplikasi desktop, ini nih; http://codex.wordpress.org/Weblog_Client.

Ralat tentang tampilan admin panel WordPress
Di posting sebelumnya gue bilang admin panel wordpress (tanpa plugin tambahan untuk modif tampilan menu) sucks alias ngeselin dan belibet. Tapi gue barusan update ke WordPress 2.7 yang terbaru, ternyata menunya sudah berubah total. Bisa gue katakan dengan tampilan barunya itu, WordPress membuat blogging menjadi menyenangkan lagi, refreshing, dan memancing minat untuk menulis. Hehehe lucunya, tampilan barunya mirip dengan rombakan skrip mustnews gue yang development-nya terhenti sampe sekarang… Whooohoooo I’m great! Dodol-dodol di WordPress itu baru mikirin layout begitu sekarang, sementara gue sudah melakukannya dari kemaren-kemaren! Hahahahaha…

Ok, enough with that no-one-will-believe-in-that-f*cking-claim-of-me. Mungkin banyak juga yang sudah buat layout admin panel seperti itu, -contoh; admin panel forum-forum- dan mungkin developer wordpress terlalu keras kepala untuk mempertahankan navigasi dodol nya itu. Tapi memang layout WordPress 2.7 jauh lebih nyaman ketimbang layout admin panel aplikasi web mana pun yang pernah gue coba (emangnya sebanyak apa seh baaa). Nih liat sendiri:

wpadmin

Gue sangat cerewet soal navigasi dan layout admin panel WordPress, karena hal inilah yang pertama kali sekaligus alasan utama kenapa gue dulu gak mau pake WordPress.

And now, happy blogging everyone 😀

Sketchup; the wonder of speed sketch and profit :p

Satu lagi produk menarik dari perusahaan Yahudi (ups, kayaknya rasis banget), maksudnya produk menarik dari Google (khekhekhe). Ya sebetulnya itu bukan program asli bikinan google dari dasarnya. Tapi awalnya adalah produk dari perusahaan @Last Software yang dibentuk pada tahun 1999, yang kemudian diakuisisi oleh google pada tanggal 14 Maret 2006.

Banyak kelebihan sketchup dari program-program 3D lainnya. Yaitu, dan yang paling utama, mudah dipelajari dan cepat dikuasai :D. Juga dia punya versi free (yang bener-bener free), dan versi berbayar. Menariknya, pembeda dari versi gratis dan yang pro yaitu kemampuan versi pro untuk export dan import ke beragam file CAD dan 3D lainnya, dan suplemen program presentasi bernama LayOut. Itu saja. Itu saja? Nanti dulu, buat pengguna rumahan itu fitur gak penting, tapi buat para profesional desain, dua fitur itu sangat krusial. Bisa dikatakan sebagai gerbang menuju fleksibilitas dan efisiensi waktu kerja yang besar.

Jadi bagi gue, pembagian antara versi gratis dan berbayar Sketchup sangat fair. Pengguna biasa dapat menggunakan sketchup dengan kemampuan penuh seluruh fiturnya (tanpa dua komponen tadi tentunya). Dengan versi gratis, seseorang sudah dapat menjalankan usaha desain, dan -di indonesia khususnya- tanpa perlu melakukan dosa pembajakan. Sementara yang lebih profesional (tentu dengan kebutuhan ekstra YANG SPESIFIK) dapat merasa wajar untuk membeli versi pro.

 SketchUp53DNComponents
Tampilan muka Sketchup

Program 3D yang gampang dan cepat dipelajari? Yup, begitulah adanya. Perkenalan pertama gue dengan Sketchup (beberapa tahun lalu), hanya sekedar diawali iseng. Gue gak percaya ada program 3D yang mudah dan CEPAT dipelajari. Iseng-iseng gue install dan jalanin ‘3 langkah’ tutorial dasarnya, dan booom! Gue sudah dapat gambaran bagaimana menggunakan aplikasi ini. Rasanya kayak disodorin tanah lempung yang bisa lo bentuk sebebas-bebasnya, tanpa ribet.

Tapi tentu untuk menguasai betul-betul, kita mesti rajin juga cari tutorial. Nah senengnya lagi, tutorialnya banyak berbentuk video, tinggal masuk youtube, ada banyak disitu videonya. Dan juga kita bisa download atau sumbang model dan komponen (sebutan untuk gambar benda yang dibuat dengan sketchup) dari http://sketchup.google.com/3dwarehouse Yaaaah pokoknya masih banyak lagi deh kelebihannya, coba aja sendiri 😀